Jadilah Pemenang | 11 Perbedaan Pemenang dan Pecundang

Sering kita mendengar perihal dua kata tersebut, antara “pemenang” dan “pecundang”.

Mungkin kamu pernah merasakan bahwa kamu seorang pemenang, contohnya kamu bicara dengan diri kamu sendiri kalau “aku pasti bisa melewati hal itu”, dan kata-kata lainnya seperti itu.

Menurut sebuah penelitian bahwa, berbicara terhadap diri sendiri yang sering kita lakukan setiap saat memiliki 3 kali lipat lebih besar pengaruhnya dari kata-kata yang kita ucapkan terhadap orang lain.

Dalam artian jika apa yang kamu katakan terhadap diri kamu sendiri itu hal-hal yang positif, kemungkinan hidupmu akan lebih positif dari sebelumnya.

Dan sebaliknya, jika sebuah kata keluhan, sebuah ratapan. Merasa tidak mampu melakukan, dan tak berdaya itu yang selalu kamu katakan terhadap diri kamu sendiri, maka kemungkinan besar itu yang akan terjadi suatu saat nanti.

So, yang dipertanyakan adalah, apakah kata-kata positif yang sering kita katakan terhadap diri kita, yang mencerminkan kita sebagai seorang jiwa pemenang ? atau malah sebaliknya ? penasarankan bukan ?.

Berikut dibawah ini 11 perbedaan jiwa pemenang dan jiwa pecundang.

1. Pemenang Selalu Membuat Komitmen, Pecundang Selalu Membuat Janji

komitmen kerja

Seorang yang memiliki tipe pemenang, ia tidak suka membuat sebuah janji. Karena mereka mengetahui dan menyadarinya, ada begitu banyak sebuah “janji” yang diingkari disekeliling kita.

Mereka lebih suka membuat komitmen yang menjadikan mereka selalu kuat untuk menjaga komitmen tersebut, dan menjalankan sebuah apa yang teleh dikomitmenkan.

2. Pemenang Fokus Terhadap peluang, Pecundang Fokus Terhadap kesulitan

peluang dan kesulitan

Sebuah nilai energi yang positif yang ada pada diri seorang pemenang, mampu mengubah pandangan mereka yang biasa, menjadi sebuah peluang untuk mereka. Mereka selalu mencari sebuah harapan ditengah-tengah keputusasaan.

Berbeda dengan halnya seorang pecundang yang selalu memandang suatu dari sudut kesulitannya saja.

Baca juga: Hanguskann Rasa Pesimis, Wujudkan Jiwa Optimis

Bagaikan mundur sebelum berangkat berjuang, mereka mudah sekali untuk menyerah karena pandangan mereka hanya melihat titik kesulitannya saja. Padahal sesulit apapun akan bisa dilalui jikalau mau berusaha.

3. Pemenang Tak Pernah Takut Mencoba, Pecundang Selalu Ragu untuk Mulai Mencoba

mencoba

Gagal ataupun berhasil, bisa ataupun tidak bisa, seorang yang memiliki jiwa pemenang tidak pernah takut untuk yang namanya mencoba suatu hal yang belum pernah ia lakukan.

Baca juga: Malas?, Berikut Beberapa Cara Ampuh Mengatasi Rasa Malas

Mereka tidak memandang terhadap hasil, melainkan proses itu untuk mencoba yang akan banyak menemukan hal baru, dan terus belajar.

Sedangkan seorang pecundang, ia terlalu banyak mempertimbangkan sesuatu hal sehingga ragu untuk mulai melangkah. Ia tak mau mengambil sebuah resiko dan tidak memiliki rasa berani karena takut akan sebuah hasil buruk yang nanti didapatkan.

4. Pemenang selalu mengatakan “Saya baik-baik saja, walaupun nyatanya tidak sebaik apa yang diinginkan”, Pecundang Mengatakan “Saya tidak Seburuk Kebanyakan Orang”

Seorang pemenang selalu berusaha dan berusaha melihat celah titik kebaikan, bahkan disaat kondisi burukpun.

Seorang pecundang, ia selalu pasrah dengan keadaan yang dialami dan cenderung membandingkan dengan orang yang lebih buruk.

5. Pemenang Selalu Sebagai pendengar, Seorang Pecundang Selalu Menunggu Waktu Sampai Kapanpun untuk Berbicara

mendengarkan

Seorang pemenang tidak suka menunjukan jikalau dirinya berkualitas, akan tetapi disaat ia diberi kesempatan maka ia akan menunjukan kesiapapun terkagum akan kemampuannya.

Sedangkan seorang pecundang, ia selalu ingin ada yang memperhatikan, dan selalu mencari perhatian, itulah kenapa seorang pecundang ingin yang paling menonjol dari yang lain, padahal itu membuat ia semakin menunjukan kelemahan pada dirinya.

6. Pemenang Selalu Fokus Masa Depan, Seorang Pecundang Selalu Fokus Masa Lalu

teropong fokus

Seorang pemenang juga, bukan berarti ia tidak memiliki masa lalu yang buruk, akan tetapi iya hanya sesekali melirik masa lalu buruknya itu untuk mengambil sebuah pelajaran, dan tidak diambil ribet pada masa lalunya itu.

Ia akan terus memperbaiki kekurangan yang di masa lalu untuk masa depan yang lebih baik lagi.

Sedangkan seorang pecundang, masa lalunya malah menjadi sebuah hambatan berat untuk melangkah maju.

7. Pemenang Fokus Terhadap Ide-Ide Cermelang, Pecundang Pikirannya Selalu Dihantui Rasa Takut

fokus ide

Terwujudnya sebuah karya, adalah tanda sebuah bukti bahwa seseorang yang memiliki jiwa pemenang selalu memenuhi pikirannya dengan sebuah ide-ide gemilang, dan mereka selalu banyak cara untuk mewujudkan segala impiannya.

Sedangkan seorang pecundang, pikirannya selalu dihantui rasa takut yang pada akhirnya menghalangi langkah mereka untuk berkembang.

8. Pemenang Suka Sekali Belajar, Pecundang Tidak Suka Belajar

Sudah atau belum tercapainya sebuah kesuksesan yang ia impikan, seorang pemenang akan terus belajar, karena mereka mengetahuinya betapa pentingnya sebuah ilmu untuk kehidupannya.

Baca juga: 9 Langkah Jitu Menemukan Passion

Kalau bagi seorang pecundang, belajar itu sebuah hal yang membosankan, dan cape untuk dilakukan. Mereka selalu kalah dan menuruti rasa malas dan menganggap belajar itu tidak penting untuk dilakukan.

9. Pemenang Bertanggung Jawab Lebih dari yang Dikerjakan, Pecundang mengatakan “Saya hanya pekerja biasa”

Seorang pemenang tidak pernah menganggap suatu pekerjaan itu biasa-biasa saja, dia selalu memberikan yang terbaik.

Sedangkan seorang pecundang selalu melakukan segalanya sebisanya saja, tapi selalu mengharapkan hasil yang lebih dari apa yang dia usahakan.

10. Pemenang Terus Berusaha, Pecundang Menerima Kenyataan Tanpa Berusaha

sulit jadi mudah

Jiwa seorang pemenang selalu membara, tidak akan pernah luntur rasa semangat itu bagaimanapun dan seberat apapun keadaannya.

Baca juga: Cara Menjadi Versi Terbaik dari Diri Sendiri

Bagaikan seseorang bajak laut yang menyebrangi kerasnya hantaman badai, ia tidak akan pernah mundur sampai badai itu dilewati dan muncul pelangi setelahnya.

Bagaikan seorang bayi yang baru belajar berjalan, ketika ia jatuh dan akan terus bangkit mencoba lagi hingga bisa berjalan.

Sedangkan seorang pecundang, mereka akan selalu menyalahkan sebuah kondisi yang dialami dan mencari sebuah alasan dan alasan dari ketidak suksesan.

11. Pemenang Belajar dari Kesalahan, Pecundang Malu dan tidak Mau Mengakui Kesalahannya

Menurut seorang pemenang, suatu kesalahan adalah hal wajar baginya, karena setiap manusia tidak ada yang tidak jauh dari kata sempurna. Malah dari setiap apapun kesalahan itu dapat mengambil sebuah pelajaran dan upgrade hidup menjadi lebih baik.

Beda dengan halnya seorang pecundang, kesalahan itu malah jadi sebuah hal yang memalukan.

Ketika ia melakuka sebuah kesalahan, ia tidak mau untuk mengakuinya dan mengeluarkan alasan-alasan untuk menutupi kesalahannya itu.

Jika dirimu masih ada dikategori seorang pecundang, hayuk mulai detik ini kita hijrah menjadi seorang pemenang. Kita ubah pola pikir kita menjadi lebih terbuka.

Baca juga: 3 Cara Melatih Pemikiran yang Terbuka

Jangan takut untuk memulai langkah baru, dan jangan pernah takut untuk gagal. Karena dari setiap sebuah kejadian, ada sudut positif yang bisa kita ambil dan dipelari untuk menjadi lebih baik kedepannya.

Salam sukses¬

Content Writer: Shiddiq Al-Fikri

Bagikan Artikel melalui :