8 Ciri Autisme Yang Harus Diketahui Oleh Para Orang Tua

Asal kata autisme berasal dari bahasa yunani, autos yang berarti self. Kali pertama digunakan pada tahun 1906 oleh seorang psikiater Swiss, Eugen Bleuler. Untuk menunjukkan pada sebuah gaya berpikir yang aneh bagi penderita skizofrenia (sakit mental).

Autisme atau gangguan autistik adalah salah satu gangguan paling berat pada masa kanak-kanak. Gangguan ini bersifat kronis dan berlangsung lama bahkan seumur hidup.

Anak-anak dengan gangguan autistik ini ditandai dengan defisit pervasif pada kemampuan berhubungan dan proses komunikasi dengan orang lain. Penderita gangguan ini juga kurang memiliki kemampuan berhubungan dengan orang lain dan terkesan hidup di dunianya sendiri.

Pada kehidupan nyata ada beberapa ciri autisme yang menonjol, diantaranya adalah

1. Kesendirian Akut

Kesendirian Akut ciri autisme

Ciri ini paling menonjol pada penderita gangguan autisme. Biasanya mereka menunjukkan perilaku kurang aktif pada perilaku non-verbal seperti wajah, postur tubuh, gestur, dan kontak mata yang tidak bisa fokus dalam hitungan detik. Selain itu juga tidak menunjukkan reaksi sosial dan timbal balik hubungan usianya seperti memberi dan menerima.

2. Bermasalah dalam Bahasa, Komunikasi dan Perilaku Rutinitas

anak kecil tersenyum autis

Seringkali anak dengan gangguan autisme kesulitan ketika ingin berkomunikasi. Mereka cenderung tidak bicara atau jika terdapat ketrampilan berbahasa maka biasanya digunakan secara tidak lazim  seperti proses meracau.

Penggunaan kata ganti juga sering terbalik. Selain itu penggunaan kata mereka hanya dimengerti oleh orang yang dekat dengan anak tersebut. Mereka juga cenderung susah untuk diajak fokus seperti kontak mata dalam waktu hitungan detik.

3. Respons yang Lambat

Kontak mata pada penderita autisme juga erat hubungannya dengan respons yang mereka miliki. Biasanya pada saat seseorang ingin mendapat perhatiannya, respons mereka sangatlah lambat.

Meski pada saat mereka mau memperhatikan. Artinya fokus perhatiannya sangatlah lambat sehingga terkesan seperti anak yang bingung dengan kondisi mereka.

4. Memperlihatkan Emosi Yang Kuat

ekspresi sedih, senyum, datar dan senang

Para peneliti menemukan meski seorang anak dengan gangguan autistik memiliki respons lambat, namun kebanyakan dari penderita autisme ini dapat memperlihatkan emosi yang sangat kuat. Terutama emosi yang bersifat negatif seperti marah, sedih dan takut.

Baca: Dampak Overthinking Bagi Kesehatan Tubuh

Proses perubahan emosi ini sangat cepat sehingga orang yang tidak terbiasa dengan kelakuannya akan kaget dengan ulah anak tersebut.

5. Gerakan Stereotip Berulang dan Tidak Bertujuan

Gerakan Stereotip Berulang

Gerakan ini merujuk pada minat yang terbatas. Artinya mereka seringkali memaksakan rutinitas tanpa ada tujuan yang pasti seperti menggunakan rute yang sama ketika bepergian dari satu tempat ke tempat lain.

Sedangkan gerakan stereotip misalkan mereka menjentikkan jari, berayun ke depan dan ke belakang, membenturkan kepala, mengepakkan tangan tanpa ada tujuan pastinya.

6. Menyakiti Diri Sendiri

Tidak semua anak dengan gangguan autistik melakukan hal ini. Namun beberapa temuan ada yang menyakiti diri mereka sendiri ketika tidak cocok dengan kondisi yang ada di sekitarnya.

Bahkan mereka juga berteriak kesakitan, menampar wajah, menggigit tangan dan pundak atau menjambak rambut mereka sendiri. Hal ini dilakukan dengan sadar namun terkadang ada anak yang tidak merasakan kesakitan meski melakukan hal itu.

7. Tantrum dan Panik Secara Tiba-Tiba

gambar bayi Tantrum dan Panik

Tantrum atau marah secara tiba-tiba memang menjadi tanda paling bisa dikenali pada gangguan autisme. Biasanya mereka yang mengalami tantrum dan panik secara tiba-tiba ini disebabkan oleh adanya perubahan kebiasaan yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.

Sehingga mereka merasa hal tersebut asing dan baru. Karenanya ada sebuah penolakan dengan marah. Bahkan kondisi ini terkadang sulit dikendalikan kecuali orang yang sudah mengenali atau dekat dengan anak tersebut.

8. Menolak Perubahan Pada Lingkungan

Dalam ilmu psikologi ciri ini sering dikenal dengan istilah “penjagaan kesamaan”. Artinya ketika ada objek yang mereka kenal di pindah atau hanya digeser maka mereka langsung mengalami tantrum atau menangis dengan tiba-tiba. Hal ini akan berhenti dilakukan ketika benda tersebut dikembalikan pada tempat asalnya.

Pada kasus anak yang menderita autisme ini biasanya orang tua tidak menyadarinya sampai ketika anak sudah berumur 3 tahun. Awalnya mereka hanya menunjukkan keganjilan dan hal itu dianggap wajar oleh orang tua.

Apabila para orang tua mengenali ada ciri gangguan autistik atau ciri autisme pada anak maka segera konsultasi pada seorang psikolog untuk penanganan selanjutnya.

Bagikan Artikel melalui :