Apa Itu Drak Triad

Apa Itu Drak Triad ? Waspadai Tipe Tersebut

Diposting pada

Mungkin diantara kita ada yang belum mengetahui apa itu Drak Triad, memiliki dampak apa untuk kita jikalau dikelilingi oleh orang-orang yang bersifat drak triad ?. Apakah drak triad itu berdampak baik, atau berdampak buruk bagi kita ?.

Dikarenakan kita makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain. Karena kita butuh yang namanya berinteraksi dengan orang sekitar.

Akan tetapi harus kita waspadai jikalau kita ingin berteman atau bahkan berhubungan dengan orang lain dengan jangka yang panjang. Karena tidak semua orang itu berdampak baik bagi kita, termasuk Drak Triad . terus Drak Triad tuh apa sih ?

Drak Triad adalah sebuah sebutan yang diberikan terhadap tiga karakter yang ada didalam seseorang yang dapat membahayakan untuk orang sekitar.

Istilah tersebut ditemukan pertama kali oleh Paulus dan Wiliams dalam sebuah hasil peneltian terkait kepribadian pada tahun 2002.

Mereka menelaah tiga karakter kepribadian tersebut yang paling menonjol dari setiap orang yang berbahaya.dan ketiga sifat tersebut adalah Psikopat, Narsisme, dan Machiavellianisme.

Ketiganya tersebut memiliki sebuah ciri-ciri dalam perihal Sosial Loafing atau keengganan sosisal, kedinginan emosi, promosi diri, dan agresive.

Dan Drak Triad tersebut memiliki sebuah tingkatan yang berbeda-beda. Para peneliti telah menemukan dengan adanya tingkatan tertentu terhadap Drak Triad akan meningkatan sebuah kesuksesa, akan tetapi juga berbahaya untuk orang sekitar jikalau Drak Triad terlalu tinggi.

Kita dapat temui tipe Drak Tria tersebut dalam kegatan sehari – hari. Oleh karena itu kita harus mengetahui ciri- ciri Drak Triad tersebut. Dan kamu pembaca, hati – hati karena bisa saja kamu terkena dampak buruknya karena mereka.

1. Psikopat

Sering kita mendengarnya perihal psikopat tersebut, dan banyak sekarang ditayangkan di layar kaca mengenai psikopat itu.

Psikopat  memiliki sebuah arti yaitu salah satu kepribadian yang ditandai adanya rasa egois, kurangnya rasa penyesalan, tingkah yang melanggar norma, dan impulsif.

Ketika orang yang memiliki jiwa psikopat, dia melakukan suatu kesalahan ataupun melanggar dan menyadari kalau yang dia lakukan itu salah. Akan tetapi dia akan bersikap tidak peduli akan kesalahan tersebut. Ia tidak akan merasakan namanya rasa bersalah sedikitpun, karena ia tidak memiliki hati nurani dan rasa empati.

Sifat ini sulit untuk dikenali, padahal sifat ini termasuk kategori yang sangat berbahaya.

Baca juga: Cara Membaca Karakter Seseorang

Seorang psikopat biasanya mudah untuk mengambil hati seseorang, memiliki menampilan yang sangat menawan, sampai orang lain itu tidak mengetahui atau menyadari bahwa mereka berurusan dengan seorang psikopat itu.

Walaupun tidak semua orang yang memiliki jiwa psikopat itu selalu melakukan tindakan kekerasan, tidak ada salahnya bukan untuk berhati – hati dengan orang tersebut.

2. Narsisme

narsisme

Orang yang suka mengagungkan diri sendiri itu termasuk sifat ini, egosi, lebih suka merekayasa kenyataan orang lain atu memanipulasi, dan tidak bisa melihat dunia dari mata orang lain.

Bisa dibilang sifat ini itu, suatu sifat yang mencintai dirinya sendiri secara berlebihan, ia akan merasa yang paling hebat dari orang lain dan orang lain mengakui akan hal itu. mereka tidak hanya mencari perhatian dan mendapatkan sebuah pujian, akan tetapi ia juga ingin dipuja – puja.

Baca juga: Apa itu Kepribadian Ekstrovert?

Oleh karena itu, orang yang memiliki karakter narsisme akan menuntut hal apapun untuk sesuai dengan bagaimana maunya.

Seorang yang memiliki karakter nasistik biasanya dia akan melakukan sebuah penyisaksaan secara psikologis seseorang, yang akan menyerang, menyiksa, serta melemahkan rasa kepercayaan diri seseorang yang dituju dengan cara membuat sebuah sudut pandang, kewarasan, serta ingatan orang yang dituju.

Hal ini tentunya dapat merugikan psikologis seseorang, dan menjalin relasi dengan seseorang yang memiliki karakter nasistik hanya akan membuatmu terperangkap dalam Toxic Relationship.

3. Machiavellianisme

Machiavellianisme adalah sebuah karakter yang menggunakan eksploitasi dan manipulasi yang dilakukan terhadap orang lain untuk mendapatkan peralihan dari orang tersebut.

Mereka miliki sudut pandang yang sinis pada moral seseorang dan beranggapan terhadap orang lain bahwa orang yang patuh terhadap sebuah moral itu karena mereka tidak cukup pintar atau bodoh dalam hal tersebut.

Baca Juga: 8 Ciri Kepribadian Orang yang Sangat Cerdas

Istilah ini ( Machiavellianisme ) berasal dari sebuah nama diplomat yang berasal dari italia dan seorang penulis, yaitu Machiavelli. Ia mengarang sebuah buku yang berjudulkan “ The Prince” pada tahun 1532.

Referensi:

Buku tersebut menjelaskan tentang sebuah nasihat yang berkaitan dengan politisi dan cara menduduki puncak sebuah kejayaan dengan melakukan apapun yang butuhkan.

Didalam bukunya tersebut menyatakan “ ada sesosok pangeran yang tidak pernah merasakan kekurangan sebuah alasan untuk menepati janji – janjinya”.

Machiavelli ini menyarankan bahwa seorang pemimpin boleh untuk bersikap tidak jujur untuk sebagai cara mendapatkan sebuah kekuasaan yang diinginkan.

Dan orang bersifat Machiavellianisme ini akan sangat pintar  bermain kata – kata dan melakukan berbagai cara untuk mempengaruhi orang lain sehingga tidak sadar orang yang dirgikan itu telah dimanfaatkan olehnya.

Baca juga: Mengenal Kepribadian Machiavellianism 

Dan mereka berfikiran bahwa pantas untuk mendapatkan apa yang dinginkan dengan bagaimanapun cara dan membuat sebuah tindakan yang menurut ia sendiri itu benar.

Yang dapat kita simpulkan bahwa ciri – ciri orang yang berkarakter Drak Triad adalah :

  1. Ia akan menggunakan cara untuk menutup – nutupin suatu kebenaran atau memanipulasi untuk mendapatkan sesuatu yang di inginkan.
  2. Memiliki sudut pandang yang sinis terhadap orang lain.
  3. Ingin ada rasa selalu dipuji oleh orang lain.
  4. Tidak beranggapan atau cuek terhadap nilai moral dalam bertindak.
  5. Tidak memiliki sebuah perasaan.
  6. Mempengaruhi orang lain untuk mendapatkan sebuah kesuksesan.
  7. Ingin sebagai pusat perhatian orang lain.
  8. Memiliki rasa berlebihan atau fanatik dalam mengejar status.
  9. Mengharapkan rasa istimewa dari orang lain.
  10. Dan selalu atau berlebiahan dalam mensanjung orang lain.

(( Alat ukur “ Dirty Dozen” ) yang dibuat oleh Peter K Jonason dan Gregory W ( Tahun 2010 ))).

Gambar Gravatar
Alumni Pondok Pesantren Modern Al Islam ( Angkatan 3 Revival ), Pernah berkiprah sebagai Content Writer PusatIlmuPengetahuan.com tidak boleh menyerah, dan bersyukur yang utama.