Hi sahabat sosiologi !

Apakah kamu pernah mendengar kata perubahan ?, atau kamu sendiri yang merasakan ?, didalam sosiologi ada sebuah pembahasan yang mengenai sebuah perubahan, akan tetapi perubahan ini berbeda dengan perubahan lainnya. Perubahan ini lebih menekankan sebuah perubahan yang terjadi pada suatu budaya dan aspek struktural masyarakat, dan perubahan yang dimaksud adalah perubahan sosial. Pada kesempatan kali ini, akan membahas mengenai perubahan sosial, terkait arti, faktor penghambat maupun pendorong, bentuk – bentuk dari perubahan sosial, maupun faktor yang menyebabkan perubahan sosial tersebut, serta dampak dari perubahan sosial.

Rangkuman Pembelajaran Sosiologi sma:

Rangkuman Pembelajaran Sosiologi

A. Pengertian Perubahan Sosial

Perubahan sosial adalah suatu perubahan – perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang dapat mempengaruhi sistem sosial, termasuk nilai, sikap sosial, dan perilaku didalam suatu kelompok masyarakat.

Adapun perubahan sosial menurut beberapa para ahli, seperti berikut :

Perubahan sosial menurut beberapa para ahli.

1. Samuel Koening, ia mengemukakan bahwa merujuk pada sebuah modifikasi dalam tatanan kehidupan manusia. Modifikasi tersebut bisa terjadi karena ada sebabnya dari faktor internal dan faktor eksternal yang menyebabkan suatu perubahan.

2. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, ia mengartikan bahwa suatu hal yang tetap dan selalu ada dalam alam semesta. Masyarakat baru tidak mungkin langsung meniru atau mengambilalih suatu kebudayaan sebelumnya. Pendatang baru pasti selalu menginginkan suatu perubahan.

3. William F. Ogburn, ia mengatakan didalam teorinya bahwa, ruang lingkup dari perubahan sosial terdiri dari beberapa unsur – unsur kebudayaan baik secara material, maupun immaterial. Hal ini ia lebih terfokus terhadap pengaruh besar unsur material dan unsur immaterial.

4. Selo Soemardjan, ia mendefinisikan perubahan sosial merujuk pada suatu perubahan lembaga masyarakat di dalam suatu masyarakat yang memiliki suatu pengaruh pada sistem sosialnya. Perubahan ini mencakup dari nilai – nilai, sikap, dan pola perilaku.

B. Faktor – Faktor Pendorong Terjadinya Perubahan Sosial

Adapun pada umumnya faktor – faktor yang memicu terjadinya perubahan sosial menurut Margono Slamet.

  1. Ada rasa ketidakpuasan terhadap situasi yang ada sehingga ada rasa keinginan mendapatkan situasi yang lain.
  2. Adanya sebuah pengetahuan tentang perbedaan antara apa yang ada “Das Sein” dengan apa yang harus dilakukan ada “Das Sollen”.
  3. Adanya sebuah tekanan dari faktor luar yaitu sebuah perlombaan atau sebuah keharusan menyesuaikan diri.
  4. Adanya suatu kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi.

Adapun menurut Soerjono Soekanto mengenai faktor pendorong terjadinya perubahan sosial, adalah :

  1. Adanya sistem pendidikan formal yang maju, hal tersebut sekolah memegang peran penting dalam melakukan suatu perubahan, karena hal tersebut dapat membuka pikiran terhadap suatu hal yang baru, berfikir secara rasional, dan obyektif.
  2. Memiliki sikap menghargai hasil karya orang lain dan ada rasa keinginan untuk maju.
  3. Adanya sebuah kontak terhadap budaya lain, hal ini berhubungan diffuse yaitu proses penyebaran unsur – unsur kebudayaan baru dari individu ke individu lainnya, atau dari suatu masyarakat ke masyarakat lainnya.
  4. Memiliki sebuah sikap toleransi terhadap perbuatan yang menyimpang atau deviation.
  5. Adanya sistem pelapisan sosial terbuka, karena perubahan sosial akan semakin baik jikalau individu atau kelompok bergerak ke lapisan sosial ke yang lebih tinggi, akan tetapi dapat membawa kemunduran jika terjadi sebaliknya.
  6. Adanya masyarakat yang bersifat heterogen atau masyarakat yang berbeda latar belakang kebudayaan, ras, ideolog. Hal tersebut akan mudah mengalami suatu pertentangan yang mengundang kegoncangan.
  7. Adanya rasa ketidak kepuasan didalam lingkungan masyarakat terhadap berbagai bidang kehidupan.
  8. Memiliki sebuah orientasi ke masa depan.
  9. Dan memiliki sebuah pandangan bahwa manusia harus senantiasa berusaha untuk memperbaiki hidupnya.

C. Faktor – Faktor Penghambat Terjadinya Perubahan Sosial

  1. Kurangnya suatu hubungan terhadap masyarakat lain.
  2. Terlambatnya suatu perkembangan ilmu pengetahuan.
  3. Sikap masyarakat yang sangat tradisional, yaitu sebuah sikap yang mengagung – agungkan tradisi lama dan memilih suatu anggapan bahwa tradisi tidak dapat diubah.
  4. Adanya suatu kepentingan – kepentingan yang tertanam dengan kuat atau vested interest
  5. Adanya suatu prasangka buruk terhadap suatu unsur – unsur budaya asing yang masuk, sikap ini biasanya terdapat pada masyarakat yang pernah dijajah dan mereka memiliki perasaan trauma terhadap penderitaan akibat penjajahan bangsa lain.
  6. Adanya suatu hambatan yang bersifat ideologis.

D. Bentuk – Bentuk Perubahan Sosial

Bentuk – bentuk perubahan sosial terbagi menjadi lima bagian, yaitu :

1. Berdasarkan Waktu

  • Evolusi, yaitu suatu perubahan sosial yang terjadi dalam jangka waktu yang lama dan berlangsung secara lambat. Perubahan ini terjadi karena adanya suatu usaha – usaha masyarakat untuk menyesuaikan dirinya dengan keperluan, keadaan, serta kondisi baru yang timbul sejalan dengan perubahan masyarakat.
  • Revolusi, yaitu suatu perubahan mendasar yang terjadi dalam rentang waktu yang singkat dan berlangsung secara cepat. Hal ini dikatakan cepat, karena perubahan tersebut berkenaan dengan perubahan pranata – pranata sosial yang sesungguhnya sangat sulit untuk berubah.

2. Berdasarkan Proses

  • Perubahan sosial yang direncanakan, yaitu suatu perubahan sosial yang telah dapat diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak – pihak yang hendak mengadakan perubahan sosial dalam masyarakat.
  • Perubahan sosial yang tidak direncanakan, yaitu suatu perubahan sosial yang terjadi begitu saja dan diluar jangkauan pengawasan masyarakat serta dapat menyebabkan timbulnya akibat – akibat sosial yang tidak diharapkan.

3. Berdasarkan Dampak

  • Memiliki dampak sosial yang kecil, yaitu suatu perubahan sosial yang terjadi pada unsur – unsur struktur sosial, tetapi tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat.
  • Memiliki dampak sosial yang besar, yaitu sebuah perubahan sosial yang membawa pengaruh besar yang mengakibatkan berubahnya struktur sosial serta dampaknya mempengaruhi banyak segi kehidupan dalam masyarakat.

4. Berdasarkan Agen

  • Perubahan sosial dari atas ( Top Down ), yaitu suatu perubahan sosial yang di kehendaki dan di prakarsai oleh elite masyarakat yaitu orang – orang pilihan merupakan kelompok minoritas kreatif yang memikirkan tanggapan tepat atas tantangan sosial dan berupaya mendorong masyarakat memilih alternatif tanggapan yang direncanakan.
  • Perubahan sosial dari bawah ( Bottom Up ),yaitu sebuah perubahan sosial yang aktor utamanya adalah pemuda, karena pemuda merupakan kelompok sosial yang paling mudah menerima ideologi radikal yaitu sebuah ideologi yang memiliki komitmen yang kuat terhadap suatu perubahan struktur sosial secara fundamental.

5. Berdasarkan Strategi

  • perubahan dengan kekerasan, yaitu perubahan sosial yang dilakukan dengan membenarkan penggunaan cara – cara kekerasan fisik, psikis, simbolik, untuk mewujudkannya target dan tujuan yang hendak dicapai dalam perubahan sosial tersebut.
  • Perubahan sosial tanpa kekerasan, yaitu suatu perubahan sosial yang dilakukan dengan mengutamakan cara – cara damai dalam mencapai target dan tujuan perubahan.

E. Faktor – Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial

Adapun faktor – faktor yang menyebabkan perubahan sosial itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu :

1.  Faktor internal yang disebabkan oleh masyarakat itu sendiri

  • Adanya rasa kejenuhan dan ketidak kepuasan individu terhadap sistem nilai yang berlaku di masyarakat.
  • Adanya individu yang menyimpang dari sistem sosial yang berlaku.
  • Adanya perubahan dalam dan komposisi penduduk.
  • Semakin meningkatnya pengetahuan dan pendidikan penduduk.

2. Faktor Eksternal dari luar masyarakat itu sendiri

  • Terjadinya bencana alam.
  • Terjadinya peperangan.
  • Adanya kontak dengan masyarakat lain yang berbeda dengan kebudayaan.

F. Dampak Terjadinya Perubahan Sosial

Terjadinya sebuah perubahan sosial, akan berdampak positif maupun negatif, adapun dampaknya seperti berikut.

1. Dampak Positif

  • Terjadinya globalisasi
  • Terjadinya demokratisasi
  • Munculnya modernisasi
  • Masuknya investasi asing
  • Berkembangnya ilmu pengetahuan
  • Adanya lapangan kerja baru
  • Meningkatnya kemampuan kerja manusia
  • Lancarnya sebuah komunikasi

2. Dampak Negatif

  • Adanya diorganisasi niai dan norma
  • Munculnya konflik secara vertikal ataupun horizontal
  • Lembaga – lembaga sosial yang ada tidak dapat berfungsi secara optimal
  • Terjadinya bentuk kerusakan lingkungan dan bencana alam yang diakibatkan oleh perubahannya pola kehidupan masyarakat.
  • Munculnya westernisasi, sekularisme, konsumerisme, dan hedonisme.

Akhirnya kita dapat menyelesaikan bersama – sama, semoga penjelasan yang di atas dapat membantu kita dalam menambahkan wawasan kita dalam mempelajari ilmu sosiologi. Semoga dapat dimengerti, sampai bertemu kembali pembahasan selanjutnya.

Bagikan:

Shiddiq af

Alumni Pondok Pesantren Modern Al Islam ( Angkatan 3 Revival ), Pernah berkiprah sebagai Content Writer PusatIlmuPengetahuan.com tidak boleh menyerah, dan bersyukur yang utama.