Apa itu Stomata? | Pengertian, Fungsi, Struktur, letak dan Tipe

Stomata merupakan salah satu organ pada tumbuhan yang berperan penting membantu tumbuhan dalam bertahan hidup. Lalu apa itu stomata, berikut pengertian, fungsi, struktu, letak dan tipe-tipenya.

Apa itu Stomata?

gambar stomata daun

Stomata adalah komponen sel epidermis daun berbentuk bukaan-bukaan kecil yang berfungsi sebagai jalur masuk dan keluarnya beberapa zat seperti CO2, H20, dan O2 pada proses respirasi dan fotosintesis.

Fungsi paling utamanya adalah sebagai jalur masuk dan keluar berbagai zat yang berkaitan dengan proses respirasi dan fotosintesis.

Beberapa zat tersebut seperti H2O, O2, dan CO2. Sehingga tidak heran jika organ yang satu ini juga termasuk kedalam golongan organ respirasi tumbuhan.

Baca juga: Respirasi Aerob dan Anaerob (Pengertian, Tahapan, dan Perbedaan)

Dalam proses fotosintesis, stoma berperan mengambil CO2 yang berasal dari udara dan mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis.

Apabila kita iibaratkan fugsinya mirip seperti hidung pada manusia, akan tetapi dengan zat masuk dan keluar yang berbeda. Pada manusia hidung menghidup O2 dan mengeluarkan CO2, sedangkan pada stomata mengambil CO2 dan mengeluarkan O2.

Bukaan-bukaan kecil tersebut dapat terbuka secara maksimal selebar 0,0001 mm. Stomata atau biasa disebut mulut daun ini diapit oleh sepasang sel penjaga yang bentuknya mirip seperti sosis yang sedang melengkung.

Selain itu, organ tumbuhan yang satu ini juga biasa digunakan sebagai penentu salah satu ciri genetika yang digunakan untuk seleksi. Hal tersebut terjadi karena ia berhubungan dengan berbagai aktivitas tumbuhan seperti produksi dan pertahanan terhadap penyakit dan hama.

Mulut daun ini bisa ditemukan pada tumbuhan darat dan air. Pada tumbuhan darat kita bisa menemukannya pada bagian bawah daun, sedangkan pada tumbuhan air terdapat pada permukaan daun.

Setiap daun tumbuhan mempunyai jumlah, ukuran dan letak stomata yang berbeda-beda antara satu sama lainnya. Misalnya, pada daun dikotil letak stomata tersebar, sedangkan pada daun monokotil letaknya bersusun sejajar.

Pada organ tumbuhan ini ditemukan dalam jumlah yang banyak pada tumbuhan yang hidup di lingkungan dengan intensitas cahaya tinggi dan kering.

Akan tetapi walaupun banyak ukurannya cenderung kecil dibandingkan dengan tumbuhan yang hidup di lingkungan terlindung dan lembab.

Bentuk dari mulut daun ini umumnya adalah lonjong, sedangkan ukuran dan jumlah perunit pada setiap spesies tanamannya berbeda antar satu sama lain.

Fungsi Stomata

Berikut ada dua fungsi utama stomata yaitu fotosintesis dan transpirasi, berikut uraiannya:

1. Fotosintesis

proses fotosintesis

Fungsi pertama stomata adalah membantu proses fotosintesis. Singkatnya, fotosintesis adalah suatu proses tanaman dalam memproduksi makanan secara mandiri, tentunya dengan bantuan matahari, air dan karbondioksida.

Baca juga: Fotosintesis: Pengertian, Proses, Fungsi, Faktor, dan Hasil

Pada proses fotosintesis, mulut daun ini berperan mengambil zat karbondioksida  yang berasal dari atmosfer dan melepaskannya dalam bentuk oksigen dan hidrogen.

Molekul air tanaman dipecah menjadi dua yaitu oksigen dan hidrogen dan dilepaskan ke atmosfer. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa stomata berperan dalam pertukaran gas dan respirasi seluler tanaman.

2. Transpirasi

Singkatnya, transpirasi adalah suatu proses penguapan air yang berasal dari permukaan tanah. Fungsi utamanya adalah menjaga agar tanaman tetap dingin. Selain itu membantu tanaman mentransfer mineral dan sebagainya ke berbagai bagian pada tanaman.

Fungsi selanjutnya dari mulut daun ini adalah membantu air untuk menguap keatas permukaan tanah untuk kemudian diserap oleh akar dan dipindahkan keujung tanaman.

Struktur Stomata

gambar struktur stomata

Mulut daun atau stomata merupakan jamak dari stoma yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya mulut dan dapat ditemukan pada sel epidermis batang, daun dan organ lain pada tanaman yang ada diatas tanah. Hal tersebut karena stomata memungkinkan adanya pertukaran gas yang terjadi antara atmosfer dan bagian dalam pada daun.

Bentuk dan ukuran stomata berbeda-beda antar setiap variasi tanaman. Struktur stomata terdiri dari sel epidermis yang bentuknya menyerupai ginjal dan terdapat pori atau lubang di pusatnya.

Sepasang sel parenkim khusus yang membatasi stomata berfungsi untuk menyelematkan tanaman dari kehilangan kadar air dan mengatur ukuran bukaan stomata. Sehingga sel parenkim tersebut juga biasa disebut sel penjaga.

Baca juga: Pengertian Jaringan Parenkim

Ketika stomata terbuka sepenuhnya maka sel penjaga tersebut mulai membesar dan membuka stomata. Akan tetapi jika sel penjaga tersebut mulai kehilangan air, sel tersebut akan menyusut dan stomata akan mulai menutup.

Selain itu sel penjaga ini juga mempunyai vakuola yang cukup besar dan dikelilingi oleh sel tambahan atau biasa disebut sel aksesori. Pada jenis tanaman dikotil, sel penjaga berbentuk seperti ginjal dan berbentuk dumbel pada monokotil.

Letak Stomata

letak stomata (mulut daun)

Posisi stomata berbeda-beda antar satu tanaman dengan tanaman yang lainnya.            Ada yang ditemukan pada satu sisi saja, da nada yang ditemukan di kedua sisi daunnya.

Jenis Stomata Berdasarkan Letaknya

  1. Amfistomatik = Terletak di kedua sisi daun
  2. Epistomatik =  Terletak di sisi atas daun
  3. Hipostomatik = Terletak di sisi bawah daun

Kita bisa menemukan mulut daun dalam jumlah yang banyak pada tanaman dengan lingkungan lembab, konsentrasi karbondioksida atmosfer yang rendah, dan cahaya yang terang. Akan tetapi dalam kondisi tersebut ukurannya cenderung kecil dibandingkan dengan tanaman dikotil.

Pada tanaman dikotil mempunyai ukuran mulut daun yang cukup besar pada permukaan bawah daripada permukaan atas daun. Akan tetapi pada tanaman monokotil jumlah kedua sisinya sama, sedangkan pada tanaman terapung hanya ditemukan pada epidermis bagian atasnya saja.

Tipe-Tipe Stomata

gambar tipe-tipe stomata

Ada beberapa tipe dari mulut daun yang dibagi berdasarkan jenis daun dikotil dan monokotilnya, berikut penjelasannya:

A. Tipe Stomata pada Daun Dikotil

Melcafe Chalk menyebutkan didalam mulyani pada tahun 2006 , secara morfologi terdapat 5 tipe stomata pada jenis daun dikotil yaitu:

1. Anomisit (Ranuculaceous)

Tipe anomisit sel penutupnya dikelilingi oleh sel dalam jumlah tertentu yang bentuk dan ukurannya tidak dapat dibedakan dari sel epidermis lain. Umumnya tipe yang satu ini ditemukan pada ranuculaceae, capparidaceae, geraniaceae, cucuribitaceae dan malvaceae.

2. Tipe Parasit (Rubiaceous)

Jenis Tipe parasite ini memungkinkan sel penutup untuk didampingi oleh satu atau lebih sel yang memiliki posisi sejajar dengan stomata. Tipe ini bisa kita temukan pada rubiaceae, mimosaceae, dan magnoliaceae.

3. Tipe Anososit (Cruciferous)

Jenis mulut daun pada tipe anososit ini dikelilingi oleh sel tetangga yang ukurannya tidak sama pada sel penutupnya. Tipe ini bisa ditemukan pada nicotiana, cruciferae, solanum, dan sedum.

4. Tipe Diasit (Caryophillaceous)

Terdapat dua sel tetangga pada tipe diasit yang posisinya memotong stomata yang mengelilinginya. Tipe ini bisa kita temukan pada acanthaceae dan caryophillaceae.

5. Tipe Aktinosit

Ini merupakan tipe bagian dari variasi tipe diasit dimana stomatanya dikelilingi oleh sel tetangga yang posisinya teratur menjari. Contoh dari tipe ini adalah Camellia sinesis (tanaman teh).

B. Tipe Stomata pada Daun Monokotil

Secara morfologi ada 4 tipe stomata yang ada pada daun monokotil menurut Stebbins dan Kush pada Mulyani tahun 2006 yaitu:

  1. Terdiri dari 4 sampai 6 sel tangga pada sel penutupnya, dengan bentuk bulat dan berukuran lebih kecil dari lainnya, dan posisinya di ujung sel penutup.
    Tipe ini biasa ditemukan pada spesies yang berasal dari pandanaceae, palmae, dan cyclanthaceae.
  2. Sel penutup terdiri dari 4 sampai 6 sel tangga dan ditemukan pada commelinaceae, araceae, dan musceae.
  3. Tidak punya sel tetangga pada sel penutupnya, tipe ini ditemukan pada diocorales, liliales, iridales, dan orchidales.
  4. Didampingi dua sel penjaga pada sel penutupnya, tipe ini biasa terdapat di butomales, pontederiaceae, alismatales, dan juncales.

Demikian penjelesan mengenai pengertian dari mulut daun, fungsi, letak, struktur dan tipe-tipenya. Semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan ya 🙂

Bagikan Artikel melalui :