Apa Itu Stratifikasi Sosial dan Diferensiasi Sosial?

Hi sobat sosiologi !
Diantara kita pasti pernah mendengar diferensiasi  sosial dan stratifikasi sosial , jenis-jenis diferensiasi sosial,

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai pengertian dari diferensiasi dan stratifikasi sosial, ciri – cirinya, jenis – jenisnya, serta unsur – unsur dari stratifikasi sosial.

Pengertian Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial merupakan suatu hal yang bersifat universal dan sering ditemukan dalam lingkungan masyarakat.

Baca: Apa itu Mobilitas Sosial

Stratifikasi bersifat vertikal atau hierarki, ada sebagian orang yang menempati posisi diatas dan ada juga yang menempati posisi dibawah.

Atau ada yang menjadi seorang pemimpin dalam organisasi, dan ada juga sebagai anggota yang berperan dalam organisasi.

Pengertian Stratifikasi Sosial menurut Para Ahli

A. Robert M. Z. Lawang

Ia berpendapat bahwa suatu pengelompokan orang – orang yang masuk kedalam sistem sosial tertentu, ke dalam sebuah lapisan – lapisan secara stratifikasi berdasarkan dimensi kekuasaan.

B. Menurut Soerjono Soekanto

Ia mengemukakan bahwa suatu perbedaan dalam penduduk atau masyarakat ke dalam kelas – kelas secara bertingkat.

C. Menurut Horton dan Hunt

Mereka menjelaskan stratifikasi sosial adalah suatu sistem untuk membedakan status yang berlaku dalam lingkungan masyarakat.

D. Menurut Pitirim A. Sorokin

Menurutnya adalah suatu perbedaan dalam masyarakat atau penduduk ke dalam kelas – kelas secara hierarkis.

Hal ini memiliki suatu wujud untuk melapis – lapiskan di dalam masyarakat, dan setiap lapisan tersebut dikatakan strata sosial.

Unsur – Unsur Stratifikasi Sosial

unsur-unsur stratifikasi sosial

Adapun unsur – unsur stratifikasi sosial, terbagi menjadi dua unsur, yaitu status sosial, dan peran sosial.

A. Status sosial

Yaitu merupakan suatu tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial atau masyarakat pada umumnya.

Macam–Macam Status Sosial Secara Umum

1. Ascribed status (status yang dibebankan)

Yaitu sebuah kedudukan yang diperoleh secara otomatis karena keturunan atau bersifat kodrati ( dibawa sejak lahir ).

2. Assigned status (status yang diberikan)

Yaitu sebuah kedudukan yang diberikan kepada seseorang karena memiliki prestasi atau jasa besar terhadap masyarakat.

3. Achieved Status (status yang diperjuangkan)

Yaitu sebuah kedudukan yang ingin dicapai dengan usaha – usaha yang disengaja atau secara sungguh –sungguh.

Macam – macam status berdasarkan sifatnya :

  • Status obyektif, yaitu sebuah status yang bersifat hierarkis dalam struktur formal atau resmi pada organisasi tertentu.
  • Status subyektif, yaitu sebuah status yang berasal dari pengakuan dan penilaian masyarakat karena prestasi tertentu.

B. Peran Sosial

Yaitu sebuah aspek dinamis dari sebuah kedudukan individu yang telah berhasil menjalankan hak dan kewajibannya berdasarkan kedudukannya, berarti individu tersebut berhasil melakukan perannya.

Jadi stratifikasi sosial disebabkan oleh adanya suatu yang dihargai dalam masyarakat.

C. Sifat Stratifikasi Sosial

Adapun sifat – sifat stratifikasi sosial, dibagi menjadi tiga lapisan. Yaitu :

1. Sistem Pelapisan Sosial Tertutup

Yaitu sebuah sistem yang membatasi kemungkinan berpindahnya seseorang dari sayu lapisan kelapisan yang lainnya, satu – satunya jalan untuk pindah lapisan adalah dari kelahiran. Contohnya : masyarakat kasta.

2. Sistem Pelapisan Sosial Terbuka

Yaitu sebuah sistem yang memberikan kesempatan pada setiap anggota untuk berpindah dari lapisan satu kelapisan lainnya.

Contohnya : terdapat pada masyarakat industry, masyarakat pertanian yang telah mengalami gelombang moderenisasi.

3. Sistem Pelapisan Sosial Campuran

Yaitu sebuah sistem sosial yang membatasi kemungkinan untuk pindah lapisan pada bidang tertentu, akan tetapi membiarkan untuk berpindah lapisan pada bidang yang lain.

D. Bentuk – Bentuk Stratifikasi Sosial

  • Stratifikasi atas dasar kasta
  • Stratifikasi atas dasar keahlian atau profesi
  • Stratifikasi atas dasar kekuasaan atau politik
  • Stratifikasi atas dasar rasialisme atau warna kulit

Pengertian Diferensiasi Sosial

Di lingkungan masyarakat tentunya ada perbedaan secara vertikal atau stratifikasi berdasarkan status sosialnya. Dan ada juga yang secara horizontal atau diferensiasi.

Diferensiasi sosial merupakan perbedaan anggota masyarakat yang secara horizontal, yang memiliki arti perbedaan ini masih dalam satu tingkatan yang sama atau sederajat.

Baca: Pengertian Interaksi Sosial

Kita ambil sebuah contoh perbedaan pada masyarakat yang meliputi ras, agama, jenis kelamin, klen, suku, bangsa, dan juga profesi tidak ada yang lebih rendah atau tinggi derajatnya antara satu dengan yang lainnya.

Adapun menurut para ahli yang mengemukakan pengertian dari diferensiasi sosial seperti berikut;

Pengertian Diferensiasi Sosial menurut para ahli

A. Menurut Kartajaya

ia mengemukakan bahwa diferensiasi sosial adalah suatu upaya yang dilakukan untuk membedakan seorang diri dari para pesaing lain baik konten, konteks, maupun infrastruktur.

B. Menurut Kotler dan Susanto

Mereka menjelaskan bahwa diferensiasi adalah cara untuk merangsang perbedaan yang penting untuk membedakan sebuah penawaran usaha dari penawaran para pesaingnya.

C. Menurut Lewit

Diferensiasi memiliki sebuah arti yaitu sebagai salah satu jenis keunggulan dalam bersaing yang dimiliki dalam suatu perusahaan untuk memenangkan dalam sebuah persaingan pasar global.

D. Menurut Soerjono Soekanto

Ia berpendapat bahwa diferensiasi merupakan suatu bentuk variasi profesi kerja dalam lingkungan masyarakat yang dianggap sebagai sebuah prestise tanpa memberikan suatu perbedaan yang nyata.

Ciri – Ciri Diferensiasi sosial

Adapun ciri – ciri diferensiasi sosial meliputi atas tiga bagian, yaitu fisik, ciri sosial, dan ciri budaya.

A. Ciri fisik

Yaitu ditandai dengan suatu perbedaan ciri – ciri tertentu seperti warna kulit, bentuk mata, rambut, wajah, maupun jenis kelamin.

B. Ciri Sosial

Yaitu adanya suatu perbedaan pekerjaan yang menimbulkan cara pandang dan perilaku pada masyarakat. Contohnya : bedanya perilaku seorang insiyur dengan dokter.

C. Ciri Budaya

Yaitu ciri yang berdasarkan pada pandangan hidup suatu masyarakat seperti religi, suatu kepercayaan, sistem dalam kekeluargaan, maupun sebuah nilai yang dianut.

Jenis – Jenis Diferensiasi Sosial

Jenis – Jenis Diferensiasi Sosial

Adapun jenis – jenis diferensiasi mencangkupi pada empat hal, yaitu :

A. Perbedaan Etnik

Yaitu sebuah perbedaan yang dimiliki setiap kelompok etnik, yang memiliki ciri masing – masing sebagai pembeda dari kelompok lain.

Ciri yang dimaksud misalnya dari sebuah nenek moyang atau keturunan, bahasa, budaya, agama, ataupun gabungan di antaranya.

B. Perbedaan Agama

Yaitu suatu perbedaan agama yang dianut dari setiap orang. Di dunia ini banyak sekali agama yang diyakini, ada agama islam, Kristen, budha, Khong Hu Chu, maupun agama hindu.

C. Perbedaan Ras

Perbedaan ini sangat berpengaruh kepada sebuah interaksi sosial. Karena hal ini mengkhawatirkan, adanya perbedaan ras disekeliling kita sering menimbulkan sebuah kesalah pahaman di tengah – tengah masyarakat.

Maka dari itu, perlu kita memahami pembagian ras agar dapat memahami perilaku manusia dalam lingkungan masyarakat.

3 Ketegori Ras

Ras terbagi menjadi tiga kategori, yaitu :

  • Teori Evolusi Yaitu pada hakikatnya seluruh manusia berasal dari suatu keturunan yang sama, dan munculnya sebuah perbedaan yang ada disebabkan dari adanya perkembangan dan persebarannya ( Menurut Charles R. Darwin ).
  • Teori Ras Geografis, teori ini terbagi menjadi Sembilan ras,yaitu :
    • Ras orang Polinesia
    • Ras orang Afrika
    • Ras orang India – Amerika
    • Ras orang Asia
    • Ras orang Australia
    • Ras orang Eropa
    • Ras orang India
    • Ras orang Melanesia, dan
    • Ras orang Mikronesia.
  • Teori Ras, teori ini terbagi menjadi tiga ras, yaitu :
    • Ras Kaukasoid ( Berkulit Putih )
    • Ras Mongoloid ( Berkulit sawo matang )
    • Ras Negroid ( Bekulit Hitam ).

D. Perbedaan Gender

Perbedaan ini merupakan perbedaan yang biologis, karena ada perbedaan ciri fisik dari seorang laki – laki atau perempuan, akan tetapi keduanya memiliki hak yang sama.

Mudah dipahami bukan ?, akhirnya semoga penjelasan yang diatas, dapat membantu kita dalam menambahkan wawasan kita dalam mempelajari ilmu sosiologi.

Semoga dapat dimengerti, sampai bertemu kembali dipembahasan selanjutnya.

Bagikan Artikel melalui :