Daftar Isi: [Sembunyikan] [Tampilkan]

Asmaul khomsah – halo sobat pusatilmupengetahuan sebenarnya belajar bahasa arab itu tidak sesulit yang kalian bayangkan. Bahkan kaidahnya pun hampir sama halnya belajar bahasa inggris atau bahasa Indonesia.

Pada kesempatan kali ini kita mau membahas mengenai salah satu macam kata yang ada dalam ilmu nahwu dan sharaf bagi kalian pemula mesti banget mempelajarinya dan memahaminya. Baca Juga: Makalah Jumlah dan Syibhul Jumlah!

Sama-sama kita ketahui bahwa dalam bahasa arab terbagi menjadi beberapa isim baik berdasarkan jumlah (Mufrad, Tatsniyah, Jamak), jenis (isim muannats dan isim mudzakar), lalu ada juga isim ditinjau dari keumuman dan kekhususan (isim ma’rifah dan isim nakirah), dan isim ditinjau dari keberterimaan tanwin (isim munsharif dan ism ghairu munsharif).

Nah di antara yang disebutkan ada asmaul khomsah. Ada yang sudah tahu belum maknanya? Jika belum mari simaklah artikel kali ini yang akan membahasnya secara tuntas.

Apa Itu Asmaul Khomsah?

الأَسْمَاءُ الخَمْسَةُ adalah istilah yang ada dalam kaidah ilmu nahwu yang memiliki makna isim yang berjumlah lima yang tidak boleh ditanwin dan harus disambung dengan isim yang lainnya.

kelima isim tersebut dikelompokkan menjadi satu sebab memiliki hokum I’rob yang terdiri dari :ا بو, ا خو , حمو , فو , ذ و . lima isim tersebut memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh isim lainnya.

Adapun tanda I’robnya yakni

a. Tanda rofa’nya wawu Contoh : خا ء ابو ك
b. Tanda nashobnya alif Contoh : ر ا يت ا با ك
c. Tanda jarnya alif Contoh : مر ر ت با بيك

Nah contoh di atas sebenarnya memiliki arti yang sama walaupun disambung dengan huruf yang berbeda. Yang membedakannya hanya dalam keadaan i’rob saja yakni akan di baca rofa’ jika di idhofahkan dengan huruf wawu, lalu di baca nashob jika di idhofahkan dengan huruf alif dan dibaca jar jika di idhofahkan(kata majemuk) dengan huruf ya.

Syarat Asmaul Khomsah

Untuk dikatakan الأَسْمَاءُ الخَمْسَةُ harus memenuhi empat syarat berikut yaitu:

1. Harus mufrod
Misalnya : حذا ابوك ( ini ayahmu)
حذا اخوك ( ini saudara lelakimu)
Lalu jika asmaul khomsah ditasniyahkan, di I’rab dengan I’rabnya isim mutsannna (Rofa’ dengan alif dan nashob dengan ya’)
Contohnya:
Rafa قام ابواي (kedua orang tuaku itu telah berdiri)
Nasab رايت اخوي (saya melihat dua saudara laki-laki itu)
Jar مررت بحمي (saya berjalan bertemu dua kerabat dekat suamiku)

2. Mukabbar (tidak ditasghir)
Jika di tasghirkan maka harus di I’rob dengan harakat dhohir.
Misalnya:
Rafa خاء ابي ذيد (ayah kecilnya zaid datang)
Nasab رايت اخي عمر (saya melihat saudara kecilnya umar)
Jar مررت بخمي هند (saya berjalan bertemu kerabat kecilnya suaminya hindun)

3. Harus sebagai mudhof
Dalam hal ini yang disandarkan ialah pada lafadz lain baik itu isim dhohir atau isim dhomir. Namun jika tidak di idhofahkan pada lafadz lain maka di I’rab dengan harakat.
Misalnya
Rafa له اخ (dia punya saudara laki-laki)
Nasabله ابا ان (sesungguhnya dia punya ayah)
Jar وبنات الاخ (beberapa putri saudara laki-laki)

4. Di idhofahkan dengan selain ya mutakallim
Jika idhofahkan pada ya maka di I’rab dengan harakat yang ditakdirkan atau dikira-kirakan.
Misalanya:
Rafa ان هذا اخي (sesungguhnya ini saudaraku)
Nasab ان ابي قا ىم (sesungguhnya ayahku berdiri)
Jar مررت بحمى (saya berjalan bertemu kerabat dekat suamiku)

Jadi bagaimana sobat Pusat ilmu pengetahuan, apakah sudah dirasa paham terkait Asmaul Khomsah? Kemudian jika di rasa artikel di atas bermanfaat dan membantu anda. Anda baiknya menyebarkan kebaikan demi solusi bagi yang lain. Serta kami juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan kedepannya. Kurasa cukup sekian dan ucapkan terimakasih.

Bagikan: