Bagaimana Stres Mempengaruhi Otak?

Bagaimana Stress Mempengaruhi Otak? (Proses, Dampak, Pencegahan)

Diposting pada

Apakah saat ini Anda merasa tidak nyenyak tidur?, Anda mudah merasa marah atau mudah murung?, atau Anda dengan mudah melupakan hal-hal kecil, dan Anda merasa kewalahan dan seakan seperti terisolasi? Jangan cemas. Kita semua pernah merasakan hal tersebut. Mungkin Anda hanya stress.

Apa itu Stress?

Stres adalah gangguan mental yang dihadapi oleh seseorang akibat adanya tekanan didalam hidupnya.

Tekanan ini dapat muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya terhadap sesuatu hal.

Stress Tidak Selamanya Buruk

Ketahuilah pada dasarnya stres tidaklah selalu buruk. Stress dapat berguna untuk meluapkan kelebihan energi yang ada didalam tubuh kita dan membuat kita menjadi fokus, seperti ketika kita bermain olahraga yang kompetitif atau harus berbicara di depan umum.

Stress Mampu Mengubah Otak

Namun ketika stress terjadi secara terus-menerus dan muncul setiap hari, mungkin hal ini mampu mengubah otak kita. Stress kronis, seperti terlalu banyak bekerja atau pertengkaran yang ada di dalam rumah tangga, dapat mempengaruhi ukuran otak, strukturnya, serta cara kerjanya, bahkan hal tersebut mampu berpengaruh hingga tingkat gen Anda.

Proses Terjadinya Stress

Stress dapat diawali dengan sesuatu yang disebut dengan sumbu HPA (hypothalamus pituitary adrenal) yaitu serangkaian interaksi antara kelenjar endokrin yang ada di dalam otak dan terdapat pada ginjal, yang berfungsi mengontrol reaksi tubuh Anda terhadap stress.

Ketika otak mendeteksi situasi dapat yang memicu stres, sumbu HPA Anda langsung diaktifkan dan mengeluarkan hormon bernama kortisol sehingga tubuh dapat bereaksi dengan cepat.

Namun, munculnya hormon kortisol yang terlalu banyak dalam waktu lama dapat mendatangkan malapetaka bagi otak Anda. Misalnya, stres kronis dapat meningkatkan level aktivitas dan jumlah sambungan saraf di dalam amigdala (pusat rasa takut dalam otak Anda).

Baca Juga: Berapa Persen Kapasitas Otak yang Telah Anda Gunakan?

Dampak Stress Terhadap Otak

Seiring dengan meningkatnya jumlah hormon kortisol tadi, sinyal elektrik dalam hipokampus Anda, yaitu pada bagian otak yang memiliki fungsi sebagai tempat proses belajar, ingatan, dan kendali stres, semakin memburuk.

Hipokampus juga mampu menghambat aktivitas sumbu HPA, sehingga ketika sumbu HPA mulai melemah, begitu pula kemampuan Anda dalam mengontrol stress.

Namun ini belum semuanya. Kortisol benar-benar dapat menyebabkan ukuran otak Anda menjadi mengecil. Terlalu banyak kortisol dapat mengakibatkan hilangnya koneksi sinapsis antar saraf dan menyusutnya korteks prefrontal yang ada dialam otak Anda, bagian dari otak yang mengatur perilaku Anda sehari-hari seperti konsentrasi, pembuatan sebuah keputusan, penilaian, dan interaksi sosial.

Stres juga dapat menyebabkan berkurangnya jumlah sel otak baru yang diproduksi oleh hipokampus. Artinya, stres kronis dapat membuat Anda semakin sulit untuk belajar dan mengingat sesuatu, dan bisa menjadi permulaan dari munculnya masalah kejiwaan yang lebih jauh lebih serius, seperti depresi dan pada akhirnya timbul penyakit Alzheimer (penyakit pada otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan bicara, serta perubahan perilaku secara bertahap).

Dampak stres dapat mempengaruhi DNA pada otak Anda. Sebuah percobaan menunjukkan bahwa seberapa banyak induk tikus mampu merawat anaknya yang baru lahir hal tersebut mampu berperan dalam menentukan bagaimana anak tikus merespon stres ketika dewasa.

Anak tikus yang dirawat oleh induknya jauh lebih tidak sensitif terhadap stress karena otak mereka mengembangkan lebih banyak reseptor kortisol, yang menempel pada kortisol dan meredam respon stress.

Anak tikus dari induk yang mengabaikannya memiliki hasil yang berlawanan, dan menjadi jauh lebih sensitif terhadap stress di sepanjang hidupnya. Temuan ini disebut sebagai “perubahan epigenetik”, artinya perlakuan si induk dapat berdampak pada ekspresi gen tanpa mengubah kode genetik anak tikus secara langsung. Perubahan ini bisa dibalik jika induknya ditukar.

Tetapi, ada hasil yang mengejutkan. Perubahan epigenetik yang disebabkan oleh seekor induk tikus dapat diturunkan ke banyak generasi setelahnya. Dengan kata lain, hasil dari tindakan tersebut dapat diturunkan atau diwariskan kepada generasi selanjutnya. Walaupun begitu, tidak semuanya buruk. Ada banyak cara untuk mengubah apa yang dilakukan kortisol ke otak yang dapat membuat anda stress.

Baca Juga: Cara Menjadi Versi Terbaik dari Diri Sendiri

Cara Mengatasi Stress

Senjata yang paling ampuh untuk mengatasi stress adalah melakukan olahraga dan meditasi secara rutin, dimana Anda dapat mengambil napas yang dalam dan menyadari serta fokus akan sekeliling Anda.

Baca juga: 6 Cara Ampuh Menghadapi Stress

Kedua aktivitas tersebut mampu menurunkan stress Anda dan memperbesar ukuran hipokampus yang ada pada otak Anda, dan dengan demikian mampu meningkatkan ingatan Anda.

Jadi, jangan merasa kalah karena adanya tekanan hidup sehari-hari. Kontrol stress dalam diri Anda sebelum stres yang akan mengontrol Anda.

Sumber:

  1. www.ted.com
  2. www.WikiPedia.org

Klik tombol dibawah untuk print Artikel

Avatar
Founder and CEO pusatilmupengetahuan.com, saintek.id, layananweb.site, & buatkelas.online. Playmaker dewicookies.com, nusacharity.org, qothrunnadaa.com, etc...

1 komentar.

Comments are closed.