Makanan pinggir jalan bagi banyak orang, merupakan opsi cadangan pertama saat mereka sedang di luar rumah. Siapa sih yang tidak suka makanan pinggir jalan? Selain enak dan menggiurkan, makanan pinggir jalan cenderung lebih murah daripada makanan di restoran atau rumah makan biasanya.

Makanan pinggir jalan atau street food juga memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Ada yang cenderung lebih suka membeli streetfood karena murah. Ada juga yang suka membeli streetfood karena mudah dijumpai sehingga kita tidak perlu ribet untuk mencarinya. Bayak bisa kita temui di pinggir jalan dengan bentuk gerobak sampai warung tenda. Ada lagi karena banyak sekali variannya, dan rasanya juga lebih enak.

Street food atau makanan pinggir jalan juga memberikan suasana tertentu yang membuat para pembelinya begitu menikmatinya. Selain itu beberapa orang lebih memilih makanan pinggir jalan karena harganya yag sangat ekonomis, pas untuk ukuran kantong anak kos. Porsinya pun relatif lebih besar daripada kita membelinya di restoran mahal yang porsinya lebih sedikit.

Namun harus kita harus tahu bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan pinggir jalan juga berbahaya bagi kesehatan dan kebersihan tubuh kita. Karena bukan hanya makanannya yang cenderung kurang bergizi, namun alat masak yang digunakan oleh penjual kurang bersih. Berikut beberapa bahaya makan makanan pinggir jalan supaya kamu bisa lebih berhati hati lagi dalam membeli makanan.

Makanan Pinggir Jalan yang Berbahaya

makanan pinggir jalan

1. Makanan yang Terbuka di Udara Bebas dalam Waktu yang Lama

Kalau kamu sering membeli gorengan di pinggir jalan, kamu harus waspada akan hal ini. Karena membiarkan makanan di tempat terbuka sangat mudah terkena kuman yang bertebaran. Belum lagi polusi udara yang mengudara dan bisa jadi hinggap di makanan yang terbuka.

Makanan yang dibiarkan terbuka dalam jangka waktu lama juga tidak menjamin kesterilan nya. Juga membuat makanan yang tersaji kurang layak kondisinya, seperti kurang panas, atau sudah dingin sehingga mengurangi selera yang memakannya. Kondisi makanan terbuka ini juga bisa mengundang lalat, dan hama lainnya untuk hinggap di atas makanan. Akhirnya makanan pun menjadi tidak lagi sehat.

2. Makanan yang Mengandung Pewarna Makanan Berbahaya

Makanan yang berwarna apik memang seringkali menarik perhatian untuk membelinnya, karena memang ada keterkaitan dari makanan yang berwarna apik dengan selera makan seseorang. Tapi tentu saja tidak semua makanan dengan warna yang apik itu berarti sehat dan harus kita beli dan makan.

Buat kamu yang suka membeli makanan pinggir jalan dengan warna warna yang mencolok, ada baiknya untuk mengurangi konsumsinya. Karena bisa jadi makanan tersebut mengandung pewarna makanan berbahaya salah satunya pewarna red 40 yang mengandung benzidine dan zat karsinogen. Kedua kandungan tersebut bisa membahayakn kesehatan pencernaan bahkan bisa memicu penyakit kanker.

Para penjual makanan biasanya memakai pewarna ini untuk saus agar terlihat lebih merah, atau pewarna kue kue bolu agar warnanya terlihat merah cantik. Wah berbahaya sekali bukan?

3. Tidak Bersih saat Mencuci Peralatan Makan

Perlu kamu perhatikan juga. Karena beberapa penjual dagangan pinggir jalan kurang memperhatikan kebersihan ketika mereka mencuci peralatan makan bekas pelanggannya. Tukang bakso keliling misalnya, biasanya mereka mencuci bekas mangkuk, sendok, atau gelas hanya dengan merendamkan di air cucian yang bahkan sudah keruh, dan mengelap peralatannya dengan lap kain yang sudah kumal. Wah pasti terbayang kan seberapa tidak higenisnya

Peralatan makan yang tidak bersih juga membuat kuman mudah menempel kembali bahkan sampai mengendap di permukaan piring atau mangkuk tersebut. Belum lagi jika pemakaiannnya masih dalam keadaan basah kuman akan bercampur dengan makanan kita. Sudah makanannya belum tentu bergizi, peralatan makannya pun tidak bersih. Wahh pastinya sangat tidak sehat bagi tubuh kita bukan?

Nah bagaimana? Sudah tahu bukan kalau makanan pinggir jalan seringkali tidak sehat, dan menimbulkan beberapa masalah dalam pencernaan kita. Namun tentu saja kebiasaan jajan di pinggir jalan susah kita hilangkan.

Apa Resiko Makan Makanan Pinggir Jalan Berlebihan?

Terlalu banyak makan makanan pinggir jalan memang tidak baik. Selain karena makanan tersebut yang kebersihannya tidak terjamin, atau kandungan gizinya yang kurang.

Kedua penyebab diatas akan mengakibatkan seseorang terkena infeksi gastroitestinal yakni suatu saat ketika kuman penyebab infeksi pencernaan masuk ke dalam tubuh.

Inilah yang mengakibatkan seseorang bisa diare, muntah, atau bahkan BAB macet setelah mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan tidak bersih.

Tips Membeli Makanan Pinggir Jalan

Tips Membeli Makanan Pinggir Jalan

Sebenarnya tidak masalah jika sesekali saja namun mulai sekarang kita harus lebih selektif dalam membelinya. Agar tubuh kita sehat, kantong kita pun tak kalah sehat. Nah berikut ini beberapa tips membeli makanan pinggir jalan agar terhindar dari penyakit yang tidak kita inginkan.

1. Memperhatikan Proses Masak

Proses memasak bisa kamu jadikan bahan untuk mempertimbangkan apakah makanan tersebut layak untuk kamu makan atau tidak. Misalnya saat membeli kebab, kita kudu memperhatikan dagingnya sudah dimasak sampai matang atau tidak.

Atau saat membeli gorengan, pastikan penjualnya menggoreng dengan minyak yang bersih bukan minyak jelantah yang sudah kehitaman. Sebaiknya kita juga membeli makanan yang masih panas, karena jika makanan sudah dibiarkan terlalu lama pasti sudah banyak dihinggapi kuman dan bakteri.

2. Cek Kebersihan Tempat Jualan

Buat kamu yang suka jajan pinggir jalan, ada baiknya untuk memperhatikan tempatnya juga. Karena kebersihan tempat penjualan juga bisa mempengaruhi kebersihan makanan yang dijual. Hindari sebisa mungkin membeli makanan di pinggir jalan yang sekitarnya kumuh, terpapar polusi, dan lainnya.

3. Memperhatikan Kebersihan Makanan

Jangan suka membeli makanan yang sudah tidak fresh, atau yang dibiarkan terlalu lama dalam keadaan terbuka. Karena pastinya sudah banyak hinggap bakteri dan kuman bahkan hewan hewan seperti lalat. Selain tidak higenis tentu menjijkkan bukan makan makanan seperti itu?

4. Perhatikan Bagaimana Penjual Menyajikan Makanan

Kalau kamu suka beli makanan pinggir jalan karena penyajiannya yang cepat dan tidak menunggu lama, kamu harus perhatikan bagaimana prosesnya. Karena bisa jadi penjualnya sengaja menyajikan cepat dengan asal asalan dan tidakk higenis.

Misalnya kamu membeli cilok di pinggir jalan, sedangkan penjualnya tidak memakai masker di masa pandemi ini, ditambah penjual membiarkan cilok dalam keadaan terbuka. Lalu penyajiannya dengan sendok atau centong yang tidak bersih, dan membungkusnya dengan plastik yang basah terkena kuah cilok.

Apalagi kamu minta tambah saus merah menyala yang pastinya mengandung pewarna makanan berbahaya. Wah bisa kamu bayangkan betapa banyak kuman yang menempel pada cilok yang kamu beli.

5. Jangan Makan Sambil Jalan

Nah ini salah satu yang terpenting. Mau se-sehat apapun makanan yang kamu beli, di pinggir jalan atau restoran kalau kamu makannya sambil berdiri juga tetap tidak baik.

Makan sambil jalan bisa mengganggu pencernaan karena lambung susah mencerna makanan jika orang tersebut tetap bergerak. Usus juga akan kesulitan dalam memevah partikel makanan dengan benar. Hal ini mengakibatkan mual, mulas, dan perut kembung.

Nah, jangan hanya membeli makanan yang ramah di kantong saja, kita juga harus membeli makanan yang ramah di perut juga ya. Jangan lupa juga, kita harus menjaga cara makan kita, jangan makan sambil berdiri ataupun sambil jalan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia