Belajar Bioteknologi Ringkas dan Mudah!

Diposting pada

Apa itu Biotekhnologi?

Biotekhnologi adalah suatu usaha pemanfaatan organisme dan agen biologi untuk menghasilkan produk dan jasa. Pemanfaatan ini juga didasarkan pada beberapa ilmu biologi, seperti mikrobiologi, genetika, biokimia, dan sitologi (cabang ilmu biologi yang mempelajari seputar sel). Biotekhnologi terbagi menjadi dua yaitu konvensional dan modern.

Perbedaan Biotekhnologi Konvensional dan Modern

Biotekhnologi Konvensional

Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang didalamnya menggunakan mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan suatu produk dan jasa.
Biotekhnologi konvensional sendiri memiliki peran menghasilkan suatu produk diberbagai bidang, baik yang sifatnya positif maupun negatif, berikut ulasannya:

Bidang Pangan dan Minuman

Kesehatan

Energi

Pembuatan Biogas dengan bakteri anaerob yang mampu mengubah CO2 dan H2O menjadi Ch4 (metana) yaitu methanobacterium sp.

Pencemaran

Pemanfaatan mikroba untuk mengatasi lombah (pencemaran), disebut tekhnik bioremediasi.

Contoh:

  1. Menggunakan tumpahan minyan = Zanthomonas campestris
  2. Membersihkan senyawa hidrokarbon pada minyak = Pseudomonas putida
  3. Oksidasi besi = Thiobacillus ferooxidans

Biotekhologi Modern

Bioteknologi modern merupakan salah satu metode bioteknologi yang didalamnya menggunakan prinsip rekayasa DNA, selain dari prinsip mikrobiologi dan biokimia. Metode ini dilakukan pada bioteknologi modern adalah dengan cara memodifikasi berbagai gen spesifik dan menyisipkannya pada organisme lain seperti mikroba, hewan dan tumbuhan. Bioteknologi modern kini Mulai berkembang setelah ditemukannya struktur DNA. Bioteknologi ini dapat diaplikasikan pada berbagai bidang diantaranya seperti pangan, pertanian, dan kesehatan.

Rekayasa Genetika

DNA Rekombinan (Plasmid)

Prinsip: menggabungkan DNA sel tertentu dengan plasmid bakteri tertentu.

Bahan:

  • PLASMID : DNA sirkuler (lingkaran) yang terletak di luar kromosom bakteri
  • ENZIM ENDONUKLEASE RESTRIKSI: enzim untuk memotong DNA atau Plasmid
  • ENZIM LIGASE: enzim untuk menggabungkan fragmen DNA

Prosedur:

  • Mengidentifikasi gen yang diinginkan
  • Isolasi gen donor
  • Extraksi plasmid dari sel bakteri
  • Membuka plasmid dan menyisipkan potongan DNA pembawa informasi yang diinginkan
  • Memasukkan plasmid berisi DNA rekombinan kedalam sel bakteri
  • Membiakan bakteri

Produk:

  • Insulin buatan
    Prinsip

  • Interferon. (protein melawan virus)
    Prinsip: menggabungkan DNA sel yang telah terinfeksi virus dengan plasmid E.coli
  • Hormon BSH (Bovin Somatotrofin Hormon)
    hormon pemacu pertumbuman gewas ternak.
    Prinsip: dengan menggabungkan gen sel somatotrof ternak dengan plasmid E.coli
  • Tanaman transgenic
    a) Tanaman tahan hama: menggabungkan DNA Bacillus thuringiensis (bakteri penghasilan racun untuk pembunuh serangga) dengan plasmid E.coli
    b) Tembakau yang resisten terhadap virus: menggabungkan gen TMV (tobacco mozaik virus) dari virus plasmid Ti (tumor inducing) bakteri Agrobacterium tumefaciens, kemudian dimasukkan kedalam kromosom tumbuhan.

Hibridoma

Adalah tekhnik penggabungan (fusi) dua sel somatik (tubuh) yang masih mengandung gen aslinya.

Produk:
Antibodi Monoklonal: penggabungan sel imfosit dengan sel kanker (myeloma) dengan cara elektrofusi.

Kultur Jaringan

Adalah metode budidaya secara vegetativo dengan menggunakan sel atau jaringan. Kultur jaringan umumnya dilakukan pada tumbuhan karena adanya sifat totipotensi (kemampuan setiap sel, Jaringan tanaman menjadi individu baru yang sempurna).

Kelebihan kultur jaringan: menghasilkan individu baru yang seragam, berjumlah banyak, dan dalam maktu singkat.

Tahapan Tekhnik Kultur Jaringan

  1. Inisiasi: Pengambilan jaringan hidup (eksplan) yang akan dibudidayakan
  2. Multiplikasi: perbanyakan kalus (kumpulan sel yang belum terdifrensiasi)
  3. Plantlet (tunas)
  4. Aklimatisasi: adaptasi tanaman di lahan umum.

Tips Mudah Menghafal


| Baca Juga : Mengenal Monera Lengkap dan Mudah! | Mengenal Virus Ringkas dan Mudah | Klasifikasi Makhluk Hidup Ringkas dan Mudah!

Dampak Negatif Biotekhnologi

Selain memiliki berbagai dampak positif dalam kehidupan, biotekhnologi pun memiliki dampak negatif yang berkaitan dengan kehidupan, berikut ulasannya:

Bidang Kesehatan

  • Gen sintetik dan produkt gen baru yang berevolusi dapat menjadi racun atau imunogenik untuk manusia dan hewan (menimbulkan reaksi alergi).
  • Penyebaran gen tahan antibiotik pada patogen oleh transfer gen horizontal, membuat tidak menghilangkan infeksi.
  • Tanaman rekayasa genetik tahan herbisida mengakumulasikan herbisida dan meningkatkan residu herbisida sehingga meracuni manusia dan binatang seperti pada tanaman.

Bidang Sosial Ekonomi

Petani lokal mengalami kerugian karena banyak konsumen memilih tanaman transgenik dibandingkan tanaman lokal.

Bidang Lingkungan

  • Tanah menjadi tends karena tanaman transgenik “rakus” terhadap unsur hara pada tanah.
  • Pencemaran gen bila serbuk sari tanaman transgenik berhasil menyerbuki tanaman lain sejenis.

Share on print
PRINT ARTIKEL

1 komentar.

Comments are closed.