Cara Berpikir Sinkronik dalam Mempelajari Sejarah

Dalam mempelajari sejarah kelas X selain harus memahami cara berpikir diakronik kita juga harus memahami cara berpikir sinkronik.

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang cara berpikir sinkronik yaitu sebagai berikut:

Pengertian Sinkronik

Sinkronik dalam sejarah adalah proses berpikir yang meluas dalam ruang akan tetapi terbatas dalam waktu. Tentunya cara berpikir satu ini bertentangan dengan cara berpikir diakronik.

Baca juga: Pengertian Sejarah Secara Lengkap

Istilah kata sinkronik sendiri diambil dari bahasa Yunani yaitu ‘syn‘ yang artinya dengan dan ‘chronos‘ yang artinya waktu.

Cara berpikir sinkronik dapat membantu kita untuk mempelajari berbagai struktur suatu peristiwa sejarah dalam kurun waktu tertentu. Sehingga suatu peristiwa tertentu dapat dipahami secara meluas, tidak hanya melihatnya secara kronologis saja.

Pola Berpikir Sinkronik

Pada cara berpikir sinkronik yang menjadi fokus adalah mengkaji serta menganalisis berbagai pola, gejala, maupun peranan karakter dari sebuah peristiwa sejarah pada satu waktu tertentu.

Manfaat Cara Berpikir Sinkronik

Cara berpikir sinkronik sendiri dapat membantu kita untuk dapat memahami suatu peristiwa pada sejarah secara lebih lengkap.

Misalnya untuk menjawab pertanyaan “sebutkan hal-hal yang terjadi pada hari proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945?”.

Ciri-Ciri Cara Berpikir Sinkronik

1. Mengkaji Peristiwa pada Masa Tertentu

Tujuan dari mengkaji peristiwa pada masa tertentu adalah untuk membantu mendalami suatu peristiwa sejarah, namun tetap fokus pada satu waktu tertentu saja.

Misalnya, suasana di Jakarta saat proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Untuk dapat memahami peristiwa tersebut secara lebih mendalam maka kita harus menelusuri berbagai hal apa saja yang terjadi pada tanggal tersebut. Sehingga yang menjadi fokus kajiana adalah satu waktu tersebut.

2. Bersifat Horizontal

Maksud dari bersifat horizontal adalah suatu cara berpikir dengan melihat sejarah pada ruang yang jauh lebih luas dalam berbagai aspek sosial, ekonomi, politik, maupun budaya.

Dengan berpikir sinkronik kita dapat seluruh aspek seperti berbagai kondisi pada suatu peristiwa tertentu.

3. Tidak Ada Konsep Perbandingan

Maksudnya tidak ada konsep perbandingan dalam cara berpikir sinkronik adalah suatu peristiwa sejarah yang terjadi pada tempat maupun waktu tertentu mempunyai kisahnya sendiri.

Sehingga peristiwa yang terjadi pada suatu tempat tertentu tidak dapat dibandingkan dengan peristiwa sejarah yang berlangsung di tempat lainnya.

4. Cakupan Kajiannya Lebih Sempit

Maksudnya adalah cara berpikir sinkronik fokus kajiannya hanya pada satu waktu, sehingga berbagai hal yang dikaji juga akan menjadi lebih sedikit.

Misalnya saat kita hendak mengkaji dua peristiwa sejarah, peristiwa yang pertama terjadi dalam waktu satu hari, sedangkan peristiwa yang kedua terjadi dalam waktu tujuh hari. Tentunya kajian sejarah yang terjadi hanya pada waktu satu hari membuat kejadian tersebut menjadi lebih sempit.

5. Bersifat Lebih Serius dan Sulit

Maksudnya sinkronik akan mengkaji berbagai detail yang berasal dari sesuatu peristiwa sejarah secara lengkap.

Kemudian terkesan sulit, karena peristiwa yang terjadi hanya dalam kurun waktu yang singkat akan tetapi harus dikaji secara mendalam.

Artinya kita diharuskan untuk menggali sebanyak mungkin suatu informasi pada suatu peristiwa yang singkat.

Dengan menggunakan cara ini maka akan diperoleh pemahaman sejarah yang jauh lebih lengkap.

6. Menitik Beratkan Pengkajian Strukturnya

Maksudnya struktur yang kajiannya dititik beratkan seperti struktur sosial masyarakat, politik, ekonomi, maupun budaya yang menjadi fokus utamanya. Hal tersebut dilakukan agar didapatkan sebuah gambaran yang jelas terhadap suatu peristiwa sejarah tertentu.

Penerapan Berpikir Sinkronik dalam Peristiwa Sejarah

Penerapan berpikir sinkronik ini mengharuskan kita untuk menyelidiki berbagai kondisi yang terjadi pada suatu peristiwa tertentu dari awal sampai akhir.

Walaupun suatu peristiwa hanya terjadi dalam waktu satu hari saja, namun dengan berpikir sinkronik kita dapat menjelaskan secara detail tentang peristiwa yang terjadi.

Sehingga dengan menggunakan cara berpikir ini suatu peristiwa akhirnya dapat dipahami secara lebih mendalam, sehingga kita tidak hanya memahami peristiwa sejarah secara kronologi saja.

Pentingnya Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah

Walaupun diakronik dan sinkronik itu berbeda, namun dalam mengkaji suatu peristiwa dalam sejarah kedua cara berpikir tersebut dapat sama-sama digunakan.

Baca juga: Cara Berpikir Diakronik (Kronologis) dalam Mempelajari Sejarah

Hal tersebut tentunya menjadi penting Karena pada dasarnya cara berpikir sejarah, baik diakronik maupun sinkronik saling melengkapi.

Pembahasan secara diakronik memberikan suatu pemahaman yang dinamis tentang kehidupan manusia yang terus bergerak, berproses, dan bertransformasi.

Sementara itu pembahasan secara sinkronik memberikan pemahaman yang meluas mengenai suatu peristiwa sejarah.

Penggabungan kedua cara berpikir ini dapat menghasilkan pemahaman yang bukan hanya mengenai apa yang terjadi pada suatu peristiwa sejarah melainkan juga mengapa suatu peristiwa sejarah itu dapat terjadi.

Bagikan Artikel melalui :