Pandemi Covid 19 yang telah berlangsung sejak 2020 lalu sangat mempengaruhi dunia pendidikan di negara kita. Mau tidak mau setiap sekolah ataupun kampus harus mengoptimalkan sistem pembelajaran daring. Sistem ini ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak sekali kendala yang menyertainya.

Di tengah berbagai kendala tersebut kita dituntut untuk mengoptimalkan sistem pembelajaran daring. Hal ini tentu agar kualitas pendidikan di negara kita tidak semakin tertinggal jauh akibat pandemi. Atau bahkan kualitasnya semakin buruk dan menurun akibat menggunakan sistem pembelajaran daring.

Nah untuk itulah pada tulisan kali ini kita akan membahas beberapa macam cara untuk mengoptimalkan pembelajaran daring di masa pandemi ini. Namun sebelumnya akan dibahas terlebih dahulu mengenai pengertian pembelajaran daring dan kendala yang menyertainya. Untuk lebih jelasnya mari kita simak tulisan di bawah ini.

Beberapa Kendala Pembelajaran Daring

Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi jaringan internet. Kegiatan belajar mengajar yang umumnya dilakukan secara tatap muka, sekarang beralih secara online.

Metode pembelajaran ini memerlukan lebih banyak biaya dari pada metode belajar konvensional.  Selain itu pada praktek di lapangan banyak sekali ditemukan kendala-kendala. Beberapa kendala tersebut misalnya :

1. Kurangnya Sarana dan Prasarana (SARPRAS)

Umumnya adalah kurang bagusnya jaringan internet. Tidak semua daerah di Indonesia dapat menerima sinyal internet dengan bagus. Bahkan untuk beberapa siswa di pedesaan akan sulit mendapatkan akses jaringan yang gratis.

Jadi mereka harus mengeluarkan biaya ekstra. Belum lagi kurangnya perlengkapan belajar seperti laptop, komputer, ataupun gadget.

2. Sulitnya Menjalin Komunikasi

Pembelajaran daring memerlukan komunikasi yang lancar dari dua arah. Baik itu antar guru dengan murid. Ataupun antar murid dengan murid. Karena menggunakan komunikasi daring sering sekali komunikasi dua arah tidak lancar. Akibatnya proses kegiatan belajar mengajar sering terganggu.

Belum lagi para guru memiliki kontrol dan pengawasan yang terbatas. Sehingga mereka tidak bisa leluasa menilai secara langsung perkembangan atau cara belajar siswanya.

3. Metode yang Sama Membuat Siswa Cepat Bosan

Metode pembelajaran yang sama dan dilakukan secara terus menerus lama-lama akan membuat siswa jenuh.

Akhirnya mereka tidak memiliki semangat belajar. Apalagi pembelajaran daring memeliki gaya belajar yang monotan. Juga sulit untuk lebih banyak mengeksplorasi gaya belajar yang menyenangkan.

4. Manajemen Waktu Siswa Menjadi Tidak Baik

Pembelajaran daring yang dilakukan di rumah-rumah siswa sangat minim kontrol dan pengawasan. Akibatnya siswa juga tidak mampu melakukan manajemen waktu yang baik. Akhirnya mereka terjebak dengan lebih banyak bermalas-malasan atau bermain.

5. Kurangnya Kerjasama dengan Para orang tua

Beberapa siswa kadang tidak mendapatkan perhatian dari orang tua mereka. Akibatnya tidak ada pengawasan orang tua di rumah. Padahal saat belajar dari rumah, peran dan kerja sama orang tua sangat penting. Hal ini tentu untuk menyukseskan sistem pembelajaran daring.

Cara Mengoptimalkan Pembelajaran Daring

Memang sistem pembelajaran daring memiliki beberapa kekurangan. Beberapa kendalapun terkadang sulit untuk dihilangkan. Namun di tengah kekurangan tersebut, kita bisa mengoptimalkannya agar kegiatan belajar mengajar bisa tetap berjalan lancar. Ataupun target pembelajaran bisa sukses dan tercapai. Berikut ini cara mengoptimalkannya.

1. Memiliki Semangat dan Motivasi yang Tinggi

Baik guru ataupun murid baiknya memiliki motivasi ataupun semangat tinggi dalam proses pembelajaran secara daring. Tidak menjadikan metode daring ini sebagai sesuatu yang menyulitkan. Apalagi merasa terbebani dengan pembelajaran daring.

Dengan semangat yang tinggi rasa bosan dan malas juga akan berkurang. Hasilnya kegiatan belajar mengajar akan tetap berjalan lancar sesuai dengan target pembelajaran.

2. Komunikasi Antara Guru dan Murid

Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai sebaiknya guru berkomunikasi terlebih dahulu dengan siswa. Misalnya untuk mengetahui kesiapan siswa dalam kegiatan belajar daring. Baik kesiapan waktu, tempat, ataupun sarana prasarana.

Bisa juga mengadakan forum diskusi. Hal ini juga bertujuan untuk mengetahui berbagai kesulitan yang dialami siswa selama proses belajar daring.

3. Tetapkan Kesepakatan dalam Kegiatan Belajar

Hal ini menyangkut kesepakatan bersama dalam hal mengerjakan tugas, mengumpulkan tugas dan sebagainya. Jangan sampai tugas siswa menjadi berantakan karenaa kurangnya komunikasi dan koordinasi.

Kesepakatan bersama juga akan melatih disiplin dan tanggung jawab siswa. Di sisi lain juga memberikan kelonggaran pada siswa yang terkendala dengan waktu belajar secara online.

4. Mengoptimalkan Kerjasama dengan Orangtua

Kerja sama dengan orangtua sangat penting dalam proses belajar secara daring. Dengan adanya kerja sama dengan orangtua, mereka bisa membantu guru untuk mengontrol, mengawasi ataupun memberi arahan.

Jadi saat jam pembelajaran tiba, para siswa masih bisa terpantau. Hal ini tentu bisa menghindarkan perilaku malas-malasan ataupun tidak disiplinnya siswa.

5. Belajar Teknologi Baru

Agar pembelajaran daring tidak membosankan, guru bisa belajar teknologi baru untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Misalnya belajar membuat video animasi agar siswa tidak bosan dalam belajar.

Nah demikianlah tadi beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan sistem pembelajaran daring. Perlu kita ingat bahwa suksesnya kegiatan belajar mengajar tidak hanya bergantung dari satu sisi. Namun dari semua pihak harus bekerjasama dengan baik.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia