Pengertian Klorofil (Zat Hijau Daun)

Mungkin kita sering mendengar atau menemukan istilah klorofil saat membaca maupun mempelajari ilmu biologi, pengertian klorofil sendiri adalah bagian terpenting pada tumbuhan, salah satu fungsinya … selengkapnya

Pengertian CERPEN, NOVEL, dan DRAMA

Cerpen

Pengertian

  • Cerpen atau cerita pendek adalah salah satu bentuk prosa yang berupa karangan pendek.
    Kependekan dari cerpen bukan hanya dari bentuknya yang lebih padat dan singkat dibandingkan dengan novel, melainkan juga dari aspek masalah yang dibatasi.
  • Cerpen dibatasi dengan hanya membahas salah satu unsur fiksi dalam aspek yang terkecil.

Ciri-ciri Cerpen

  1. Tema berkisar pada masalah yang relatif sederhana.
  2. Tokoh yang dimunculkan hanya beberapa orang.
  3. Latar yang digambarkan hanya sebentar dan terbatas.
  4. Alur lebih sederhana.

Novel

Pengertian

  • Novel adalah karya fiksi prosa (karangan yang berasal dari khayalan atau rekaan penulis) secara tertulis, biasanya dalam bentuk cerita.
    Novel lebih panjang dan lebih kompleks dibandingkan dengan cerpen dan tidak dibatasi keterbatasan struktural.
  • Isi novel mengisahkan problematika kehi­ dupan seseorang atau beberapa tokoh secara utuh.

Ciri-ciri Novel

  1. Tema lebih rumit karena terdapat gabungan beberapa tema yang dijadikan sebuah cerita utuh.
  2. Tokohnya lebih banyak dengan berbagai macam sifat dan karakter.
  3. Latar digambarkan dalam waktu yang lebih lama dan mencakup wilayah geografi yang lebih luas.
  4. Alur lebih panjang dan kompleks dan terjadi perubahan nasib pada tokoh­tokoh dalam novel.

Unsur Intrinsik Cerpen dan Novel

Tema

Tema adalah pokok masalah atau gagasan ide yang menjadi struktur cerita.

Alur (Plot)

Alur atau plot atau disebut juga dengan jalan cerita adalah rangkaian peristiwa yang membentuk sebuah cerita.

  1. Secara umum tahap alur terdiri atas:
    Pengenalan situasi cerita (exposition).
  2. Pengungkapan peristiwa (complication).
  3. Menuju pada adanya konflik (rising action).
  4. Puncak konflik (turning point).
  5. Penyelesaian (ending).

Konflik merupakan inti dari sebuah alur. Jenis­jenis konflik secara umum, di antaranya:

  1. Pertentangan manusia dengan dirinya sendiri (konflik batin).
  2. Pertentangan manusia dengan sesamanya.
  3. Pertentangan manusia dengan lingkungannya, baik itu lingkungan ekonomi, politik, sosial dan budaya.
  4. Pertentangan manusia dengan Tuhan atau keyakinannya.

Jenis­ jenis alur

1. Berdasarkan kuantitas alurnya

  • Alur tunggal
    Alur yang hanya memiliki satu garis pengembangan cerita.
  • Alur ganda
    Alur yang memiliki beberapa garis pengembangan cerita.

2. Berdasarkan urutan peristiwa

  • Alur maju (progresif)
  • Alur mundur (regresif)
  • Alur maju­mundur/campuran

3. Berdasarkan kualitas kepaduannya

  • Alur erat
    Alur yang hubungan antara peristiwa yang satu dan yang lain begitu erat sehingga bagian­bagian pembentuk peristiwa dalam cerita tidak dapat dilepaskan.
  • Alur renggang
    Alur yang hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa lain terpisah atau terjalin secara renggang.

Latar (Setting)

  • Latar atau setting dalam karya sastra tidak hanya terbatas pada penempatan lokasi­ lokasi tertentu yang bersifat fiksi, tetapi juga berwujud adat istiadat, tata cara, kepercayaan, dan nilai­nilai yang berlaku di tempat yang bersangkutan.
  • Latar meliputi:

1. Latar waktu

Penggambaran waktu kejadian, seperti pagi, siang, malam hari, dan sebagainya.

2. Latar tempat

Penggambaran letak dari suatu kejadian/ cerita.

misal: Indonesia, sekolah, Jakarta, dan sebagainya.

3. Latar budaya/suasana

Penggambaran budaya atau suasana yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa atau cerita dalam cerpen/novel.

Penokohan

Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh­tokoh dalam cerita.

Teknik yang digunakan pengarang untuk menggambarkan tokoh dalam cerita, di antaranya:

1. Teknik analitik
Karakter tokoh diceritakan langsung oleh pengarang.

2. Teknik dramatik
Karakter tokoh dikemukakan melalui:

  • Penggambaran oleh tokoh lain.
  • Penggambaran fisik dan perilaku tokoh.
  • Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh.

  • Penggambaran tata kebahasaan tokoh melalui dialog antartokoh.

  • Pengungkapan jalan pikiran tokoh.

Point of View (Sudut Pandang)

Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita. 

Posisi Pengarang

1. Teknik analitik
Karakter tokoh diceritakan langsung oleh pengarang.

2. Teknik dramatik
Karakter tokoh dikemukakan melalui:

  • Penggambaran oleh tokoh lain.
  • Penggambaran fisik dan perilaku tokoh.
  • Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh.

  • Penggambaran tata kebahasaan tokoh melalui dialog antartokoh.

  • Pengungkapan jalan pikiran tokoh.

1. Orang pertama
Pengarang berperan langsung sebagai tokoh yang terlihat dalam cerita yang bersangkutan. Biasanya menggunakan kata ganti orang pertama, seperti saya, beta, atau aku.

2. Orang ketiga
Pengarang hanya sebagai orang ketiga yang berperan sebagai pengamat atau berada di luar cerita. Biasanya menggunakan kata ganti dia, mereka, atau nama orang.

Amanat

Amanat merupakan pesan yang disampaikan pengarang. Amanat dapat berupa nasihat, harapan, kritik, dan sebagainya.

Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah corak pemakaian bahasa dalam cerita yang berfungsi untuk menciptakan suatu nada atau suasana persuasif serta merumuskan dialog yang mampu memperlihatkan hubungan atau interaksi antara sesama tokoh.

 

selengkapnya