Ciri-Ciri Skizofrenia

Ciri-ciri Skizofrenia – Skizofrenia merupakan sindrom klinis yang paling membingungkan dan sangat melumpuhkan. Gangguan ini termasuk dalam gangguan psikologis yang paling berhubungan dengan gila atau sakit mental. Sering kali hal ini menimbulkan rasa takut, kesalahpahaman, dan penghukuman.

Seharusnya kasus gangguan ini malah mendapat simpati dan perhatian dari lingkungan sekitar. Gangguan ini juga menyerang aspek jati diri seseorang, memutus hubungan antara pemikiran dan perasaan dan menggantinya persepsi yang terganggu, kesalahan ide, dan konsepsi tidak logis.

Gangguan skizofrenia atau lebih terkenal dengan gangguan jiwa mulai dapat dilihat pada fase remaja akhir atau masuk di awal periode dewasa awal. hal ini tepat pada saat seseorang mulai dapat keluar dari lingkungan kecil atau keluarga dan berbaur dengan masyarakat umum.

Seseorang yang menderita sakit mental ini semakin lama terlepas dari lingkungan masyarakat. Gangguan ini mulai nampak pada akhir masa remaja sekitar 20 tahun sampai 25 tahun.

skizofrenia

Berikut ini ciri-ciri skizofrenia mempengaruhi pikiran, pembicaraan, proses atensi dan persepsi, proses emosi, serta perilaku yang disengaja.

1. Gangguan Dalam Isi Pikiran

Gangguan paling nyata pada isi pikiran mencakup waham atau keyakinan yang salah yang menetap pada pikiran seseorang tanpa memperhatikan dan mempertimbangkan dasar yang tidak logis sama sekali dan tidak adanya bukti untuk mendukung keyakinan tersebut.

Waham ini cenderung tidak bisa berubah meski berhadapan pada bukti yang bertentangan.

2. Gangguan Dalam bentuk Pikiran

Penderita skizofrenia kebanyakan memiliki cara berfikir yang tidak masuk akal seperti layaknya mayoritas orang normal. Mereka juga sering mengalami ketergangguan pada isi dan bentuk atau struktur proses pikiran.

Para ahli menyebut hal ini sebagai gangguan pikiran. Bentuk pembicaraan orang yang mengalami gangguan ini sering kacau, dengan bagian kata yang tidak sesuai dan tidak memiliki makna. Tanda lainnya adalah minimnya melakukan pembicaraan.

3. Kekurangan pemusatan Perhatian

Beberapa pakar seperti Kraepelin dan Bleuler mengatakan bahwa skizofrenia mencakup kerusakan dalam proses pemusatan perhatian. Orang-orang yang mengidap gangguan ini tampak mengalami kesulitan untuk menyaring stimulus yang tidak relevan dan mengganggu.

Kekurangan yang menyebabkan hampir tidak mungkin untuk memusatkan perhatian dan cara mengorganisasikan pikiran mereka. Orang yang mengalami sakit mental juga tampak waspada secara berlebih, atau sensitif terhadap suara yang tidak relevan, terutama pada tahap awal gangguan.

4. Gangguan Gerakan Mata (Penelusuran Mata)

Para ahli mengatakan bahwa satu dari tiga pasien skizofrenia kronis menunjukkan tanda ganguan gerakan mata. Salah satunya adalah ketika menelusuri sebuah target yang melintas di depan mata mereka lakukan secara tidak normal.

Gangguan ini tampaknya melibatkan kerusakan pada proses perhatian involunter pada otak yang bertanggung jawab pada terhadap perhatian visual.

5. Kekurangan Dalam Event-Related Potentials

Orang yang menderita skizofrenia sering kali memiliki komponen ERP awal, yaitu kurang dari 250 mili detik. Hal ini merupakan suatu kegiatan sentuhan yang dianggap lebih besar dari kondisi normal yang diharapkan.

Pola gelombang otak ini mengindikasikan bahwa informasi sensoris tingkat tinggi yang tidak normal mencapai pusat otak yang lebih tinggi  pada orang yang mengalami sakit mental, sehingga menghasilkan kondisi yang disebut dengan muatan sensoris berlebih.

6. Gangguan Persepsi

Halusinasi, bentuk gangguan persepsi yang paling umum pada seorang penderita skizofrenia, adalah gambaran yang di persepsi tanpa adanya stimulus dari lingkungan. Hal ini mengakibatkan sulit membedakan dengan kenyataan.

7. Gangguan Emosi

Sebuah respons secara emosional atau sering disebut dengan gangguan afek pada seorang penderita skizofrenia bisa terlihat dari afek tumpul, karena antara ekspresi emosi pada wajah dan suara tidak terlihat secara jelas atau datar.

Orang yang mengalami skizofrenia mungkin berbicara secara monoton dan mempertahankan wajah tanpa ekspresi, kondisi ini disebut “topeng”.

Hal serupa terjadi ketika mereka tidak memiliki respons pada setiap yang terjadi pada lingkungan sekitarnya. Atau respons mereka mungkin tidak sesuai, seperti tertawa terhadap sebuah berita buruk.

8. Kehilangan Identitas Pribadi

Orang yang menderita skizofrenia mungkin menjadi bingung dengan identitas pribadi mereka, kelompok atribut dan karakter yang menjelaskan diri mereka sebagai individu dan memberi arti terhadap hidup mereka.

Baca: Cara Membaca Karakter Seseorang

Dalam istilah psikodinamika fenomena ini disebut sebagai batasan-batasan ego (ego boundaries). Pada dasarnya sebagai manusia normal kita harus tetap menghargai mereka yang menderita skizofrenia.

Pemberian simpati dan perhatian dari lingkungan sekitar sangat penting. Jangan kemudian kehadiran mereka menjadi beban dan sering dikucilkan dari lingkungan tempat bersosialisasi sehari-hari.

Demikian penjelasan mengenai Ciri-ciri Skizofrenia dari berbagai pengertian lainnya.

Bagikan Artikel melalui :