Pengertian evolusi dan teori para ahli

Evolusi – Pengertian, Ciri, dan Teori Para Ahli

Diposting pada

Saat mendengar atau melihat kata Evolusi mungkin kita tidak asing lagi, karena istilah tersebut banyak kita dengar dimana-dimana terutama disekolah, berikut penjelasannya:

Sejarah Munculnya Evolusi

Makhluk hidup beradaptasi (menyesuaikan diri) dengan lingkungan tempat mereka hidup. Masing-masing makhluk hidup mempunyai perangkat khusus pada tubuh mereka sebagai hasil dari adaptasi sehingga mampu mengatasi berbagai masa sulit yang ada pada setiap lingkungannya.

Tuhan telah menciptakan makhluk hidup dengan berbagai kelebihan, termasuk kemampuan untuk beradaptasi sehingga makhluk hidup tersebut mampu untuk bertahan dengan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya.

Makhluk hidup yang ada saat ini telah menempati bumi sejak jutaan tahun yang lalu. Mereka hidup dan memiliki fungsinya sesuai cara masing-masing.

Adanya variasi yang sangat besar pada suatu makhluk hidup menimbulkan berbagai macam pertanyaan, diantaranya adalah mengapa organisme yang satu dengan organisme lain berbeda-beda? Apakah organisme bisa berubah karena adanya perubahan lingkungan? Apakah organisme yang hidup sekarang akan selalu ada untuk selamanya?

Para saintis (ahli sains) mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasarkan penelitian ilmiah yang tentunya didasarkan pada metode ilmiah.

Evolusi terjadi melalui proses mutasi yang menghasilkan variasi didalam keturunan kemudian dipengaruhi oleh arus genetik (genetic drift), perubahan frekuensi gen secara spontan pada suatu populasi ataupun melalui proses seleksi alam (natural of selection). Seleksi alam merupakan salah satu mekanisme adaptasi evolusi yang dapat terjadi melalui reproduksi sehingga menimbulkan perbedaan karena individu-individu yang didalam tubuhnya mengandung gen dengan sifat adaptif mendapatkan lebih banyak keturunan dibandingkan dengan individu yang tidak mengandung gen dengan sifat adaptif.

Saintis memiliki keyakinan bahwa makhluk hidup yang ada saat ini lambat laun akan mengalami adanya perubahan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada makhluk hidup, antara lain faktor dalam (internal) yang disebabkan oleh adanya perubahan gen dan faktor luar (external) yang berasal dari lingkungan.

Perubahan gen dapat terjadi dapat disebabkan karena adanya proses mutasi dan rekombinasi gen. Makhluk hidup merupakan bagian dari lingkungan. Suatu makhluk hidup akan tetap hidup apabila dapat beradaptasi (menyesuaikan diri) dengan lingkungannya.

Baca juga: Pengertian Mutasi | Sejarah dan Klasifikasi

Makhluk hidup yang tidak memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya akan mengalami kepunahan. Kepunahan adalah kematian suatu ras atau spesies. Kepunahan dapat terjadi apabila suatu spesies tidak lagi mampu melakukan produksi.

Adanya adaptasi secara terus-menerus dari suatu makhluk hidup karena adanya perubahan lingkungan yang juga terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan terbentuknya suatu spesies baru melalui proses spesiasi.

Baca: Pengertian Metabolisme Secara Lengkap | Pengertian Klorofil

Pengertian Evolusi

Evolusi berasal dari bahasa Latin yaitu “evolvo” yang memiliki arti “membuka gulungan” atau “membuka lapisan”. Sedangkan dalam bahasa Inggris, evolution berarti suatu perkembangan yang terjadi secara bertahap. Dalam ilmu sains, evolusi diartikan sebagai suatu perkembangan makhluk hidup yang terjadi secara perlahan-lahan

Jadi, Evolusi adalah suatu proses perkembangan yang terjadi pada makhluk hidup selama kurun maktu yang cukup lama.

Ciri-ciri Proses Evolusi

Ciri-ciri proses evolusi adalah sebagai berikut.

a. Evolusi adalah perubahan dalam suatu populasi, bukan perubahan suatu individu.

b. Dalam evolusi, yang mengalami adanya perubahan hanya frekuensi gen-gen tertentu. Jadi, sebagian besar sifat gen tidak mengalami perubahan.

c. Peristiwa evolusi membutuhkan penyimpangan genetik sebagai bahan mentahnya.

d. Di dalam evolusi, perubahan diarahkan oleh lingkungannya sehingga evolusi adalah merupakan perubahan yang selektif.

Teori Evolusi Menurut Para Ahli

Teori evolusi adalah perpaduan antara ide (gagasan) dengan fakta (kenyataan) yang menyatakan bahwa terjadi perubahan secara perlahan-lahan dan memerlukan waktu yang sangat lama dalam kehidupan makhluk hidup.

Teori evolusi yang telah lama dikenal hingga saat ini adalah Teori Lamarck dan Teori Darwin.

1. Teori Lamarck Jean Baptiste de Lamarck (1744-1829)

Lamarack Jean Baptiste de Lamarck adalah seorang ahli biologi asal Prancis lahir pada tahun 1744 dia adalah merupakan salah satu ilmuan yang mengajukan tentang teori evolusi dalam bukunya yaitu “Philosophie Zoologique” pada tahun 1809.

Lamarck berkeyakinan bahwa ada dua kekuatan evolusi yang bekerja. Kekuatan pertama adalah kecenderungan suatu makhluk hidup untuk berkembang, yaitu suatu proses otomatis yang membuat seluruh bagian tubuh makhluk hidup menjadi semakin kompleks. Kekuatan yang kedua adalah kebutuhan suatu makhluk hidup untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Menurut Lamarck, kedua kekuatan tersebut tidak terjadi secara bersamaan. Kekuatan yang pertama bekerja sendiri dan menghasilkan pola-pola yang sempurna dari peningkatan kekompleksitasan suatu organisme, sedangkan kekuatan yang kedua mengikuti kerja kekuatan yang pertama. Agar kekuatan kedua dapat bekerja maka sifat-sifat yang telah dihasilkan oleh kedua induk harus dapat diwariskan pada keturunannya.

Lamarck menjelaskan bagaimana proses terjadinya suatu evolusi pada leher jerapah. Pada mulanya, jerapah memiliki leher yang pendek akan tetapi karena sumber daya makanan berupa daun-daunan berasal dari tanaman tinggi maka lama-kelamaan leher jerapah tersebut bertambah panjang sebagai bentuk adaptasinya terhadap sumber daya makanan yang ada dilingkungannya.

Akibatnya jerapah yang berleher panjang juga menghasilkan keturunan, yaitu jerapah yang berleher panjang hingga saat ini. Proses evolusi yang terjadi lpada eher jerapah menurut Lamarck dapat dilihat pada Gambar dibawah ini:


Lamarck berkeyakinan bahwa adanya pengaruh secara spontan dan berkesinambungan dari material tidak hidup sehingga semakin tinggi tingkatan evolusinya maka semakin kompleks organisme menuju ke proses adaptasi yang baik terhadap lingkungannya.

Lamarck mencetuskan dua ide tentang evolusi yaitu use dan disuse. Suatu organisme secara nyata berjuang untuk memperbaiki diri dan kehidupannya karena setiap organisme memiliki keinginan untuk jauh lebih sempurna. Dengan menggunakan bagian tertentu dari tubuhnya, suatu organisme mampu memperkuat dan mengembangkan bagian tersebut.

Sebaliknya, dengan tidak berfungsinya suatu bagian atau organ tubuh suatu makhluk hidup maka organ tersebut akan berangsur-angsur hilang. Kedua, ide tentang warisan karakteristik pada turunan yang diperoleh dari masing-masing individu selama hidupnya tersebut diwariskan melalui turunannya.

2. Teori Darwin

Charles Robert Darwin lahir pada 1809 dan meninggal pada 1882 dia adalah seorang naturalis Inggris yang terkenal karena bukunya yaitu “The Origin of Species” yang diterbitkan pada tanggal 24 November tahun 1859. Buku tersebut berisi konsep bahwa spesies yang hidup saat ini berasal dari spesies-spesies yang hidup dimasa lampau dan evolusi terjadi melalui seleksi alam dan ternyata teorinya tersebut telah banyak dibantah oleh berbagai ilmuan pada zaman sekarang berdasarkan berbagai metode ilmiah para ilmuan sekarang, karena teori tersebut penuh dengan kontroversial baik dari sisi kemanusiaan maupun sisi agama.

Menurutnya semua organisme hidup memiliki hubungan yang erat dengan organisme yang hidup lainnya dan setiap spesies mempunyai hubungan darah. Darwin sendiri bukan orang pertama yang memikirkan tentang evolusi sebelumnya ada Lamarck yang juga memikirkan adanya teori evolusi, tetapi ia telah membuat gagasan yang disegani dan berhasil mengumpulkan sejumlah bukti untuk memperlihatkan bahwa evolusi memang telah terjadi.

Dari tahun 1832 hingga tahun 1836, Darwin ikut dalam pelayaran keliling dunia menggunakan kapal HMS Beagle.

Kapal HMS Beagle

Di Amerika Selatan, khususnya di kepulauan Galapagos, Darwin memperhatikan banyak hal aneh yang ia lihat mengenai tanaman-tanaman dan hewan-hewan yang hidup disana, misalnya kura-kura yang sangat besar dan biawak yang bisa berenang. Ia kemudian mengerti bahwa keaneh-anehan tersebut adalah merupakan akibat dari adanya evolusi. Kata Galapagos sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “kura-kura”. Kepulauan Galapagos terletak di lautan pasifik tepatnya di daerah khatulistiwa kira-kira 1.300 km dari Amerika Selatan.

Kunjungan Darwin ke Kepulauan Galapagos tersebut telah memberikannya beberapa bukti yang cukup memuaskan. Pada umumnya, binatang-binatang yang ada di kepulauan tersebut hampir mirip dengan binatang-binatang di Amerika Selatan, tetapi banyak spesies yang merupakan spesies unik yang hanya di kepulauan Galapagos.

Selama Darwin tinggal di kapal HMS Beagle, Darwin membiasakan diri untuk mengamati kehidupan alam disekitarnya secara cermat. Ia juga membuat catatan-catatan yang panjang dan lengkap, merekam semua yang dilihatnya, dan ia berpikir keras tentang arti dari pengamatan-pengamatan ilmiahnya.

Darwin mempelajari rekaman fosil secara hati-hati untuk memperoleh bukti bahwa evolusi telah terjadi. Ia berhasil menemukan banyak bukti yang mendukung evolusi, walaupun fosil-fosil tersebut tidak memberikan gambaran yang lengkap mengenai masa lampau.

Setelah mengamati bukti dari fosil dan makhluk hidup, Darwin meyakini bahwa evolusi telah terjadi. Pada tahun 1838, Darwin mengemukakan teorinya tentang seleksi alam (natural of selection).

Seleksi alam adalah seleksi atau pilihan yang dilakukan oleh alam terhadap individu-individu yang hidup dialamnya. Hipotesis Darwin tentang seleksi alam adalah sebagai berikut.

Baca: Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan | Kingdom Animalia (Pengertian – Ciri-ciri – Klasifikasi dan Contoh)

a) Adanya variasi di dalam suatu keturunan.

Dalam setiap spesies terdapat banyak penyimpangan yang diwariskan sehingga dalam satu spesies tidak ada dua individu yang tepat sama susunan genetiknya.

b) Adanya kecenderungan bertambah.

Pada umumnya, proses reproduksi menghasilkan jumlah individu dalam tiap generasi lebih banyak daripada jumlah individu generasi sebelumnya.

Penambahan individu dalam setiap spesiesnya ternyata dikendalikan sehingga jumlah populasi spesies dalam kurun waktu yang lama tidak bertambah dengan cepat.

Hal ini sesuai dengan pendapat Thomas Robert Malthus (1766-1834) dalam bukunya “An Essay on the Principle of Population” yang mengajukan pendapat bahwa semua makhluk hidup cenderung bertambah jumlahnya secara lebih cepat daripada pertambahan jumlah persediaan makanan dan bahwa jumlah penduduk hanya dapat bertahan tetap karena bencana kelaparan dan wabah penyakit.

c) Adanya perjuangan spesies untuk mempertahankan hidupnya (struggle for life).

Semua organisme memerlukan makanan yang diperoleh dari lingkungan, sedangkan kemampuan lingkungan untuk menyediakan makanan sangat terbatas. Akibatnya, terjadi semacam persaingan di antara individu-individu dalam satu spesies untuk memperoleh kebutuhan hidupnya dari lingkungannya.

d) Adanya perbedaan antara satu individu dengan individu lainnya

Adanya kenyataan bahwa suatu individu yang berbeda akan melahirkan keturunan yang berbeda dan hanya individu yang sesuai dengan lingkungan yang mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Darwin juga menjelaskan bagaimana terjadinya proses seleksi alam melalui proses evolusi pada leher jerapah (lihat Gambar dibawah ini).


Pada awalnya, moyang jerapah berleher pendek dan turunannya mempunyai leher yang bervariasi. Ada jerapah yang memiliki leher pendek dan ada juga jerapah yang berleher panjang. Ketika sumber daya makanan berupa rumput sudah habis, jerapah-jerapah tersebut mulai mencari makanan berupa daun-daun yang berasal dari tanaman yang tinggi.

Hanya jerapah berleher panjang yang mampu menjangkau daun-daun tersebut sehingga jerapah mampu bertahan hidup. Jerapah berleher pendek tidak bisa memperoleh makanan dan akan mengalami kepunahan karena ketidakampuannya untuk memakan tanaman yang tinggi tadi. Jerapah berleher panjang akan tetap bertahan hidup dan terus berkembang biak sehingga dihasilkan jerapah yang memiliki leher panjang hingga saat ini.

Jadi, adaptasi merupakan salah satu mekanisme dari adanya seleksi alam. Darwin menyadari bahwa evolusi melalui seleksi alam memperlukan waktu yang sangat lama. Hal ini tidak membuatnya karena saat pelayarannya, Darwin selalu membawa buku Charles Lyell yang berjudul “Principles of Geology” dimana didalamnya berisi pendapat Lyell tentang ciri-ciri geologis bumi yang bisa dijelaskan lewat kekuatan-kekuatan yang beraksi secara perlahan-lahan yang sampai sekarang masih tetap berlangsung. Darwin juga berkeyakinan bahwa Bumi sudah berusia ratusan juta tahun.

Dalam bukunya The Descent of Man (1871), Darwin menjelaskan bahwa untuk menyelediki asal usul manusia dapat menggunakan metode dengan mencari hubungan kekerabatan antara manusia dengan primata, khususnya golongan kera.

Darwin berkeyakinan Asal usul manusia terjadi di Benua Afrika. Alasan Darwin sederhana, yaitu di semua wilayah besar di Bumi ini memiliki mamalia yang masih hidup yang berkaitan dekat dengan spesies yang berevolusi di daerah tersebut. Pada zaman dahulu, Afrika dihuni oleh kera yang telah punah yang berkerabat dekat dengan gorila dan simpanse sehingga diduga leluhur pertama manusia hidup di Benua Afrika.

Baca: Kingdom Plantae (Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Contoh dll | Kingdom Fungi : Pengertian, Ciri Umum, Klasifikasi, dan Jenis

d) Adanya perbedaan antara satu individu dengan individu lainnya

PersamaanPerbedaan
1. Mata menghadap ke kanan.

2. Ibu jari tungkai depan dapat digerakkan ke segala arah.

3. Kelenjar susu terletak di dada.

4. Rahim berbentuk simpleks (satu ruangan).

1. Manusia termasuk familia Hominidae, sedangkan kera termasuk familia Ponidae.

2. Volume otak manusia lebih besar dari volume otak kera dan memungkinkan untuk untuk berkembang.

3. Anggota tubuh bagian bawah pada manusia digunakan untuk berjalan, sedangkan pada kera digunakan untuk memegang.

4. Tungkai belakang manusia lebih panjang daripada tungkai depannya, sedangkan pada kera tungkai depan lebih panjang atau sama panjang dengan tungkai belakang.

Gorila dan simpanse diduga merupakan primata yang paling erat hubungan kekerabatannya dengan manusia berdasarkan pada susunan hemoglobin kedua primata tersebut memiliki sedikit perbedaan dengan hemoglobin manusia. Primata primitif ini diduga telah ada sekitar 75 juta tahun yang silam.

August Weismann lahir pada 1834 dan meninggal pada tahun 1914), adalah seorang ilmuan Jerman yang mendukung teori evolusi Darwin. Akan tetapi, Weismann menolak pendapat bahwa sifat yang diperoleh suatu makhluk hidup bisa diwariskan.

Untuk membuktikan kebenaran pendapatnya, Weismann membuat suatu percobaan yaitu mengawinkan dua tikus yang dipotong ekornya, tetapi sampai generasi ke-21 ternyata selalu lahir anak tikus yang berekor. Weismann menyimpulkan bahwa perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak diwariskan kepada generasi berikutnya dan masalah evolusi adalah merupakan masalah genetik.

Weismann mengemukakan teori genetika modern dengan menekankan bahwa ada kebebasan dari faktor-faktor warisan dalam sel kelamin (germplasm). Menurutnya, germplasm terdapat dalam kromosom.

Jadi, evolusi berhubungan dengan masalah genetik yang menyangkut masalah bagaimana diwariskannya gen-gen melalui sel kelamin. Evolusi yang dimaksud adalah gejala seleksi alam terhadap faktor genetik. Bukunya yang terkenal adalah The Germplasm, a Theory of Heredity, dan The Evolution Theory.

Hugo de Vries lahir pada 1848 dan meninggal pada 1935), adalah seorang ilmuwan berkewarganegaraan Belanda yang menyatakan bahwa evolusi hanya dapat terjadi karena adanya perubahan secara tiba-tiba akibat munculnya mutasi.

Hugo de Vries memadukan teori mutasi gen dengan teori Darwin. Ia menyatakan bahwa organisme dengan ciri pembawaan yang baru ini adalah ada merupakan hasil dari perubahan didalam gen. Mutasi dapat membuat suatu organisme dapat terpengaruh oleh lingkungan ataupun tidak terpengaruh. Sebagai hasil seleksi alam, organisme-organisme dengan mutasi yang baik akan bertahan hidup jauh lebih lebih lama dibandingkan dengan organisme yang tidak bermutasi.

Sejak hasil mutasi bisa diturunkan maka perubahan-perubahan diharapkan mampu berlangsung secara terus menerus hingga terbentuk suatu spesies dengan sifat yang baru. Bukunya yang berjudul Die Mutations Theorie (1903) sampai sekarang dapat diterima secara umum karena merupakan perpaduan antara teori Darwin yang telah dimodifikasi olehnya.

Teilhard de Chardin lahir pada 1881 dan wafat pada tahun1955) menyatakan bahwa evolusi di Bumi ini berlangsung dalam tiga tahap.

Pertama, tahap geofer yang merupakan masa kabut purba sampai diambang kehidupan. Tahap ini disebut sebagai masa prahidup.

Kedua, tahap biosfer yang dimulai dari kehidupan ganggang di air sampai terjadinya antropoid di daratan. Tahap ini disebut sebagai masa kehidupan.

Ketiga, tahap noosfer yang dimulai dari adanya manusia sebagai Homo sapiens yang memiliki pemikiran sebagai makhluk yang kian hari kian meningkat sifat manusiawinya. Tahap ini disebut sebagai masa pemikiran.

Evolusi berjalan terus. Manusia yang ada sekarang merupakan ciptaan Tuhan yang belum selesai karena akan menurunkan makhluk-makhluk baru yang kian sempurna sesuai dengan kondisi alamnya.

Gambar Gravatar
Founder pusilpen.online/pusatilmupengetahuan.com Playmaker dewicookies.com, nusacharity.org, dan qothrunnadaa.com