Mengenal Gig Economy, Sistem Kerja Era Milenial

Diposting pada

Apa kalian pernah mendengar istilah “gig economy”? Di Indonesia sendiri, istilah ini belum begitu menjadi tren seperti di Amerika atau negara maju lainnya. Padahal sejak beberapa tahun lalu, kita sudah seringkali menjumpai banyak contoh dari fenomena gig economy itu sendiri. Lalu, apa sih maksud dari gig economy itu?

Pengertian Gig Economy

Gig economy merupakan sebuah fenomena pergerakan ekonomi dari sisi ketenagakerjaan dimana perbandingan jumlah pekerja tetap mulai menurun dan jumlah pekerja lepas meningkat. Biasanya jenis pekerjaan yang dikerjakan lebih bersifat singkat dengan proyek-proyek kecil dan komitmen yang hanya bersifat sementara. Gig economy ini memunculkan istilah on demand worker yang berarti pekerja yang mau bekerja saat itu, dan saat dibutuhkan saja.

Saat ini semakin banyak para pekerja milenial yang memilih memasuki dunia gig economy. Beberapa dari mereka ada yang meninggalkan status mereka sebagai karyawan suatu perusahaan dan memilih berkarir secara mandiri. Namun, beberapa dari mereka juga memilih dunia gig economy sebagai alternative untuk mencari penghasilan tambahan. Misalnya seorang jurnalis media yang beralih profesi menjadi travel bloger. Mereka yang juga berkarir sebagai driver gojek, youtuber, selebgram juga termasuk dalam kategori dari seorang gig worker.

Sejarah Gig Economy

Istilah gig sendiri bisa berarti pekerjaan atau pertunjukan. Biasanya para pekerja seni dan hiburan lah yang sering menggunakan istilah ini. Umumnya seperti musisi yang mengistilahkan pertunjukkan yang mereka gelar seperti konser atau pertunjukan. Para seniman atau musisi biasanya menerima bayaran sesuai dengan jumlah pekerjaan yang  mereka selesaikan. Dari sistem kerja para seniman tersebutlah istilah gig economy tercipta.

Kemudian istilah ini merambat pada pekerjaan-pekerjaan seperti programmer, designer atau pekerjaan lain yang mengerjakan proyek-proyek singkat. Mereka menganggap bahwa pekerjaan mereka adalah sebuah bentuk kreativitas, pertunjukkan atau sebuah gig yang dilakukan dalam proyek singkat dengan tarif yang biasanya sudah menjadi kesepakatan bersama.

Karakteristik Gig Economy

Gig economy juga memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut.

1. Self employed

Dalam prinsip gig economy, seorang gig worker tidak terikat dengan suatu perusahaan tertentu. Mereka dapat leluasa menentukan pilihan proyek atau pekerjaan sesuai keinginan mereka. Oleh karena itu, para gig worker juga memiliki waktu yang fleksibel untuk bekerja.  Mereka bisa bekerja kapanpun dan dimanapun berada. Dengan teknologi dan internet yang canggih, mereka dapat menghasilkan uang dari berbagai perusahaan walaupun jarak membentang. Misalnya seperti seorang UI dan UX desaigner yang menetap di Jakarta saat ini bisa bekerja untuk perusahaan startup di Singapura.

2. Limited contract

Hal ini berarti seorang gig worker biasanya memilih sebuah proyek atau pekerjaan berdasarkan kontrak dan untuk menyelesaikan tugas yang spesifik dalam jangka waktu yang sudah mereka sepakati. Karenanya, para pekerja hanya menerima bayaran sesuai dengan pekerjaan yang mereka selesaikan. Mereka tidak menerima upah tetap bulanan layaknya para pekerja tetap.

3. More than one source of income

Dalam prinsip gig economy, para Para gig worker biasanya juga memiliki lebih dari satu sumber penghasilan. Penghasilan mereka tidak tetap karena mereka tidak menerima upah tetap bulanan layaknya para pekerja tetap. Artinya, seorang gig worker tidak akan mendapat cuan jika mereka tidak mencari atau mendapatkan suatu proyek.

Faktor Pendorong Gig Economy

Berikut beberapa faktor yang mendorong adanya tren gig economy.

1. Teknologi dan internet

Teknologi dan internet hampir menjadi kebutuhan pokok di era modern ini, baik itu untuk kebutuhan pribadi maupun komersial. Penggunaan teknologi dan internet ini sangat berpengaruh sejak revolusi industi 3.0 hingga sekarang di era revolusi industi 4.0. Berkembang pesatnya teknologi dan internet juga mendorong munculnya bisnis-bisnis baru.

Teknologi dan internet saat ini mampu membantu setiap orang bekerja dari rumah atau dari mana saja, mulai dari berjualan online, hingga menyediakan jasa online. Kemajuan teknologi dan internet tersebut, sangat berdampak dan berpengaruh pada karakteristik jenis pekerjaan saat ini.

2. Tekanan keuangan perusahaan tradisional

Tekanan keuangan juga mempengaruhi permintaan terhadap gig worker. Bagi perusahaan, mengontrak gig worker juga berarti menghemat kantong anggaran. Mereka dapat mengontrak ahli proyek tertentu tanpa harus merekrut kayawan penuh waktu yang mungkin membutuhkan biaya terlalu mahal dan memakan waktu  lama untuk perekrutan dan pelatihan.

3. Karakteristik milenial dalam dunia kerja

Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi milenial cenderung tidak menyukai suatu pekerjaan yang bersifat tetap dan mencari cara untuk meningkatkan produktivitas. Mereka juga menyenangi pekerjaan yang fleksibel dan tidak menuntut mereka dari sisi manapun sehingga membuat stres berlebih. Karena faktor inilah, jumlah dan tren gig worker terus meningkat.

Keuntungan Dan Kelemahan Gig Economy

Keuntungan dari sistem Gig Economy

Gig economy tentunya membawa keuntungan tersendiri bagi para gig worker maupun bagi perusahaan, antara lain.

1. Pekerjaan yang fleksibel

Para gig worker memiliki keuntungan dari segi waktu yang fleksibel. Mereka tidak terbatasi akan aturan kerja 8 jam dalam kurun waktu 5 hari. Seorang gig worker memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengoptimalkan waktu dan penghasilan. Mereka juga dapat bekerja dari mana saja dengan teknologi dan internet yang canggih tanpa perlu ke kantor. Oleh karena itu, seorang gig worker juga dapat lebih menyeimbangkan waktu untuk pekerjaan, keluarga, ataupun waktu untuk me time.

2. Peluang mendapat penghasilan yang lebih besar

Menjadi gig worker juga membuka peluang untuk mendapat penghasilan yang lebih besar. Hal ini karena mereka dapat mengambil beberapa proyek sekaligus sehingga mereka memiliki lebih dari satu sumber penghasilan.

3. Memangkas ongkos tenaga kerja

Bagi pebisnis, berkembangnya sistem gig economy juga berpengaruh pada anggaran pengeluaran perusahaan. Dengan hadirnya para gig worker, perusahaan tidak perlu merekrut pekerja tetap yang mungkin membutuhkan banyak anggaran untuk mengerjakan proyek tertentu. Perusahaan juga tidak perlu mengeluarkan anggaran gaji dan tunjangan lagi untuk gig worker.

Kelemahan dari sistem Gig Economy

Seperti kata orang bijak, bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tidak selalu menguntungkan, sistem gig economy nyatanya juga memiliki kelemahan antara lain sebagai berikut.

1. Tidak adanya tunjangan untuk pekerja

Berbeda dengan pekerja tetap, para gig worker hanya mendapatkan penghasilan dari proyek yang berhasil mereka selesaikan. Mereka tidak menerima gaji tetap bulanan maupun tunjangan. Perusahaan membayar mereka sesuai dengan kontrak yang telah mereka sepakati.

2. Pendapatan tidak stabil

Para gig worker harus mencari dan mengejar suatu proyek untuk mendapatkan penghasilan. Mereka harus memilik skill dan mampu bersaing dengan banyak individu di seluruh dunia. Terkadang permintaan pasar untuk pekerjaan tertentu lebih rendah dari pada tenaga kerja yang ada. Hal tersebut membuat para gig worker tidak selalu mudah untuk mendapatkan beberapa proyek sekaligus. Dan menjadikan pendapatan seorang gig worker tidaklah tetap dan stabil setiap waktunya.

3. Kesulitan perusahaan untuk mempertahankan talent terbaiknya

Semakin sedikit angka pekerja yang memilih menjadi seorang pekerja tetap pada suatu perusahaan, maka akan berdampak untuk perusahaan. Beberapa perusahaan akan kesulitan mempertahankan talenta-talenta terbaik miliknya.

Setelah mengenal apa itu gig economy dan dampak-dampaknya, mungkin beberapa dari kalian mulai tertarik untuk menjadi gig worker. Jangan khawatir, setidaknya setelah mengetahui keuntungan maupun kerugian yang akan didapat seorang gig worker, kita bisa menyiapkan diri kita dan mengantisipasi terjadinya hal-hal negatif yang mungkin terjadi. Kita bisa memanage hal-hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk mengantisipasinya.

So, nggak ada salahnya kan coba-coba jadi gig worker. Ya hitung-hitung buat nambah tabungan lah. Atau iseng-iseng biar tetangga ngira kalau kita melihara babi gadungan, hehe.

Baca Berikutnya : Sistem Ekonomi Dunia Yang Masih Eksis Hingga Saat Ini

Gambar Gravatar
Namaku Mutiara Laila, Lahir di Kendal 28 Agustus. Aku belajar Pendidikan Agama Islam di UIN Suka.