Hakikat Ilmu Kimia (Pengertian, Prinsip Dasar, dan Ruang Lingkup)

Diposting pada

Kimia – sebuah istilah yang tidak asing lagi ditelinga kita. Dimana hampir seluruh produk yang digunakan manusia melibatkan adanya reaksi kimia didalamnya.

Contoh produk yang berhubungan dengan reaksi kimia misalnya sabun, obat-obatan, detergen, dan lain sebagainya. Sehingga penting untuk kita fahami lebih dalam tentang hakikat ilmu kimia.

Berikut ini penjelasan tentang hakikat ilmu kimia, baik pengertian kimia, ruang lingkup, dan lain sebagainya:

Pengertian Ilmu Kimia

Kimia adalah salah satu cabang dari IPA (ilmu pengetahuan alam) yang fokus mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi beserta energi yang ada didalamnya.

Kata kimia sendiri diambil dari 2 bahasa yaitu Bahasa Arab, kimiya (كيمياء) dan Bahasa Yunani kheimeia (χημεία) yang artinya perubahan unsur atau zat.

Awalnya ilmu kimia mulai berkembang seiring dengan ditemukannya emas untuk pertama kali. Karena pada zaman itu emas mulai mengalami kenaikan harga membuat para manusia pada zaman itu berbondong-bondong mencari metode baru untuk mengubah zat lainnya menjadi emas.

Sehingga pada saat itu munculah sebuah metode yang disebut dengan alkimia. Berawal dari sini muncul beberapa nama ilmuan yaitu Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Antoine Lavoisier, Robert Boyle, dan Dmitri Mendeleyev.

Mulanya Abu Musa Jabir Bin Hayyan mulai mengembangkan ilmu kimia tersebut dengan menggunakan perhitungan ilmiah secara sistematis.

Lalu dilanjutkan dengan pengembangan metode ilmiah terhadap alkimia oleh Robert Boyle sebagai orang pertama yang berperan dalam perkembangan metode ilmiah alkimia dan membedakan antara kimia dengan alkimia.

Setelah itu muncul teori tentang hukum kekekalan masa pada tahun 1783 oleh Antoine Lavoisier. Kemudian dilanjutkan dengan adanya tabel periodik unsur yang dicetuskan oleh Dmitri Mendeleyev.

Baca: Pengertian Tabel Periodik Unsur Kimia Lengkap + Download Gambar

1. Susunan Materi

Susunan materi adalah pengelompokan materi yang ada didalam ilmu kimia seperti unsur, senyawa, dan campuran. Berikut penjelasannya:

  1. Unsur, sebuah zat yang tidak dapat di bagi-bagi lagi menjadi zat lainnya karena ia sudah termasuk kedalam zat yang paling sederhana.
    Contoh: Na, H, O, Fe, dan C.
  2. Senyawa, zat kimia yang terdiri dari dua atau beberapa unsur yang digabungkan dengan perbandingan tertentu.
    Contoh: CO2, H2O, dan CaCO3.
  3. Campuran, yang dimaksud campuran pada ilmu kimia adalah dua zat atau lebih yang silat-sifat zat penyusunnya asli (tidak berubah)
    Contoh: susu, larutan garam, cuka dapur, udara, alkohol 70% dan lain sebagainya.

2. Struktur Materi

Struktur materi adalah suatu gambaran tentang ikatan yang terjadi antar atom hingga terbentuklah molekul unsur, molekul senyawa, maupun ion.

  1. Molekul unsur: O2, N2, H2, dan P4.
  2. Molekul senyawa: CO2, H2O, dan CaCO3.
  3. ion: Na+, Cl, dan Ca2+.

3. Sifat Materi

Sifat materi adalah bagian dari ilmu kimia yang membahas tentang sifat-sifat kimia pada suatu zat.
Contoh: mudah korosi, mudah terbakar, mudah melakukan sebuah reaksi dengan zat lain, dan sebagainya.

4. Perubahan Materi

Perubahan materi adalah suatu perubahan sifat pada suatu zat atau materi menjadi zat lainnya, baik menjadi zat baru maupun lama.
Perubahan materi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia.

  1. Perubahan fisika adalah suatu perubahan yang tidak akan menghasilkan zat baru lainnya.
    contoh: lilin yang dibakar, es mencair, dan lain sebagainya.
  2. Perubahan kimia adalah suatu perubahan yang didalamnya menghasilkan zat baru karena adanya reaksi kimia yang terjadi,
    contoh: kayu dibakar lalu menjadi abu, besi berkarat, dan nasi yang didiamkan lama-lama menjadi basi.

Prinsip Dasar Hakikat Ilmu Kimia

Prinsip Dasar Hakikat Ilmu Kimia

 Prinsip dasar pada ilmu kimia adalah adanya perubahan bentuk maupun susunan partikel pada kimia menjadi bentuk lain dengan sifat yang berbeda. Prinsip dasar tersebut dapat menjadi sebuah acuan yang digunakan dalam perkembangan ilmu kimia.

Ruang Lingkup Kimia

Ilmu kimia pada umumnya memiliki 5 ruang lingkup dasar yaitu: susunan, sifat, struktur, serta perubahan materi dan energi yang menyertainya.

Kimia dibagi menjadi 2 yaitu kimia teoritis dan kimia deskriptis.

1. Kimia Teoritis

Kimia teoritis adalah suatu ilmu kimia yang didalamnya fokus pada penjelasan-penjelasan tentang materi. Kimia teoritis sendiri dapat dibedakan menjadi 6 yaitu kimia fisika, kimia organik, kimia anorganik, kimia analitik, biokimia dan kimia lingkungan.

A. Kimia Fisika

Kimia fisika adalah salah satu cabang pada ilmu kimia yang memadukan antara kimia dengan fisika.

Pada ilmu ini terjadi penggabungan antara ilmu kimia dengan ilmu fisika, maksudnya ilmu kimia fisika fokus mempelajari tentang suatu zat yang berukuran kecil (makroskopik), atomik, maupun subatomik pada sistem kimia berdasarkan hukum-hukum yang ada pada ilmu fisika.

Baca: Pengertian Fisika (Tujuan Fisika dan Teori Para Ahli

Contoh: teori kuantum, pergerakan suatu partikel, dan termodinamika.

B. Kimia Organik

Kimia organik adalah salah satu cabang pada studi ilmu kimia yang fokus mempelajari tentang struktur, sifat dan komposisi serta reaksi yang terjadi pada senyawa organik.

C. Kimia Anorganik

Kimia anorganik adalah salah satu cabang studi ilmu kimia yang mempelajari tentang struktur, sifat maupun komposisi serta reaksi yang tejadi pada senyawa anorganik seperti logam maupun non logam.

D. Kimia Analitik

Kimia analitik adalah studi pada ilmu kimia yang mempelajari tentang kandungan unsur dari suatu materi yang memberikan indikasi identitas pada spesies kimia.

E. Biokimia

Biokimia adalah studi ilmu kimia yang mempelajari tentang makhluk hidup. Biokimia ini sering disebut dengan kimia makhluk hidup.

F. Kimia Lingkungan

Kimia lingkungan adalah sebuah studi pada ilmu kimia yang fokus terhadap fenomena yang terjadi pada kimia dan biokimia.

Avatar
Founder and CEO pusatilmupengetahuan.com, saintek.id, layananweb.site, & buatkelas.online. Playmaker dewicookies.com, nusacharity.org, qothrunnadaa.com, etc...