Harun Ar Rasyid, Khalifah yang Sangat Mencintai Ilmu

Diposting pada

Harun Ar Rasyid adalah khalifah kelima dari Kekhilafahan Abbasiyah. Di bawah kepemimpinannya Khilafah Abbasiyah melesat menjadi negara adidaya serta pusat peradaban di dunia.

Bahkan Imperium Romawi pun tunduk kepada pemerintahan beliau. Beliau juga merupakan khalifah yang paling terkenal dalam sejarah Bani Abbasiyah karena kecerdasan, kemuliaan, keberaniannya selama memerintah.

Kisahnya juga terkenal dalam dongeng Arabian Night atau kisah seribu satu malam, meski sebagian besar hanyalah kisah fiksi yang tidak sesuai dengan fakta sejarah.

Nasab Harun Ar Rasyid

Harun Ar Rasyid dilahirkan pada tahun 148 H atau 766 M. Ayahnya adalah Al-Mahdi, Khalifah ketiga Bani Abbasiyah yang merupakan keturunan keenam dari Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW. Sedangkan ibunya bernama Khayzuran, beliau awalnya adalah seorang budak dari Yaman namun dimerdekakan dan dinikahi oleh Khalifah Al-Mahdi. Khayzuran dikenal memiliki kecerdasan dan peran penting selama masa pemerintahan suami dan anaknya.

Sebagai keluarga bangsawan, Harun kecil mendapatkan pendidikan sains dan agama serta kepemerintahan di lingkungan istana. Salah satu guru beliau adalah Yahya bin Khalid yang kelak menjadi wazir saat Harun naik tahta menjadi khalifah. Berkat menuntut ilmu beliau pun tumbuh menjadi pemuda gagah yang memiliki pemikiran cerdas, alim dalam ilmu agama, memiliki kepribadian yang kuat dan fasih dalam menyampaikan perkataan.

Kehidupan Sebelum Menjadi Khalifah

gambar khalifah harun arrasyid

Kecerdasan dan keberanian Harun muda membuat ayahnya sekaligus Khalifah yang berkuasa pada saat itu, Al Mahdi memberikannya kepercayaan untuk memimpin ekspedisi militer untuk menaklukkan Bizantium atau Romawi Timur. Kemenangan demi kemenangan dapat teraih dan membuat musuh musuh Islam semakin segan dan menyingkir dari wilayah Kekhilafahan.

Baca Juga:

Harun Ar Rasyid juga terkenal dengan semangat beliau dalam beribadah hingga dalam sebuah kisah beliau selalu menunaikan shalat Sunnah 100 rakaat setiap hari bahkan di tengah kesibukan beliau sebagai Khalifah. Bersedekah sebanyak 1000 dirham setiap hari. Senantiasa menyempatkan diri untuk berhaji dan jika tidak maka ia akan memberangkatkan ratusan orang rakyatnya untuk berhaji dan memberikan perbekalannya.

Sang Khalifah menyandang gelar Ar Rasyid yang menunjukkan kebijaksanaan beliau. Beliau juga sangat hormat pada ulama, dalam suatu riwayat terdapat kisah ketika beliau berhaji, maka Khalifah akan berziarah ke Madinah mengunjungi Imam Malik dan mendengarkan kajian kitab Muwatha’ bersama anaknya, Al-Ma’mun dan Al-Amin.

Kepemimpinan Khalifah Harun Ar Rasyid

Kepemimpinan Khalifah Harun Ar Rasyid

Harun menjadi khalifah kelima dari Bani Abbasiyah menggantikan saudaranya, Khalifah Musa Al Hadi yang memerintah Bani Abbasiyah selama satu tahun sebelum wafatnya. Beliau mulai memerintah pada tahun 786 M pada usia 20 tahun. Meski naik tahta di usia muda namun berkat kewibawaan dan kemasyhuran Harun Ar Rasyid serta dukungan ibunya, rakyat menyambut gembira pengangkatan beliau tanpa ada pemberontakan oposisi sebagaimana peralihan kekuasaan sebelum-sebelumnya.

Di masa kepemimpinan sang Khalifah, sejarah mencatatnya sebagai The Golden Age of Islam alias masa keemasan atau kejayaan Islam. Bahkan hampir disejajarkan dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Kekhalifahan Umayyah. Pada masa itu, ibukota Baghdad yang terletak antara sungai Eufrat dan sungai Tigris terkenal sebagai mercusuar dunia akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan peradabannya.

Baca Juga: Kepemimpinan Islam Pada Masa Umar

Dalam menjalankan pemerintahanya, Beliau terkenal sebagai sosok yang tegas dan berlaku adil. Bahkan beliau tak segan memecat wazir yang dulu menjadi gurunya, Yahya bin Khalid akibat korupsi serta pengkhianatan keluarganya.

Sang Khalifah juga benar-benar memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Beliau mendorong sektor ekonomi, perdagangan dan pertanian menggunakan sistem irigasi. Kemajuan ini membuat Baghdad menjadi pusat perdagangan terbesar di dunia pada saat itu.

Di sisi lain, dengan pemasukan yang besar, Khalifah juga mengalokasikannya pada pembangunan gedung pusat penelitian, perpustakaan, sistem tatat kota yang canggih sehingga Baghdad menjadi kota metropolitan terbesar di abad pertengahan dengan gedung penelitian yang megah, fasilitas kesehatan yang memadai, sistem irigasi yang baik, hingga perpustakaan dengan jumlah buku terbanyak.

Kebijakan Khalifah Harun Ar Rasyid

Beliau sangat menaruh perhatian dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ketika memerintah, berikut ini beberapa kebijakan yang beliau ambil ketika menjalankan roda pemerintahannya:

  1. Membangun kota Baghdad menjadi ibukota Kekhilafahan Abbasiyahhingga menjadi kota metropolitan dunia
  2. Mendirikan Baitul Hikmah sebagai pusat penelitian, perguruan tinggi dan perpustakaan
  3. Membangun Majlis Al Muzakarah yaitu lembaga yang mengkaji masalah syariat di rumah-rumah, masjid-masjid dan istana
  4. Membangun sarana kesehatan, pendidikan, kesenian, dan perdagangan
  5. Memperbaiki struktur pejabat pemerintahan dan memecat pejabat yang terbukti korupsi dan memberontak
  6. Proyek penerjemahan besar-besaran dari manuskrip ilmu pengetahuan Yunani, Persia, hingga Romawi
  7. Mewujudkan keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan rakyat

Wafatnya Khalifah Harun Ar Rasyid

Sang Khalifah meninggal ketika sedang memimpin pasukan perang Thus di daerah Khurasan pada tahun 193 H atau 809 M setelah memerintah selama kurang lebih 20 tahun. Beliau berusia 45 tahun ketika meninggal dunia. Dunia Islam pun berduka atas kepergian Khalifah agung, sosok pemimpin shalih yang adil hingga tidak mungkin ada orang yang mendapat kedzaliman tanpa ketahuan oleh sang Khalifah dan mendapatkan perlindungannya.

Sepeninggal beliau, anaknya yaitu Khalifah Al-Ma’mun melanjutkan kekuasaan dan era keemasan Islam hingga Daulah Khilafah Abbasiyah menjadi negara adikuasa pada abad ke 8 masehi.