Hukum Lavoisier (Hukum Kekekalan Masa)

Diposting pada

Hukum Lavosier merupakan salah satu hukum dasar pada kimia – Reaksi kimia yang terjadi sehari-hari bisa kamu ketahui berdasarkan ciri-cirinya seperti perubahan warna, bentuk, dan suhu.

Reaksi kimia juga menyebabkan perubahan ciri lain seperti terbentuknya gas dan endapan. Reaksi kimia ini berlangsung sesuai dengan prinsip kimia yang dirumuskan dalam hukum-hukum dasar. Mari kenali salah satu hukumnya!

Hukum Lavoisier Sebagai Salah Satu Hukum Dasar Kimia

Buat kamu yang sedang mempelajari ilmu Kimia, sangat penting untuk memahami hukum yang mendasari berbagai reaksi kimia.

Baca Juga: Kumpulan Artikel Kimia

Hukum ini sendiri terbagi menjadi dua macam yaitu yang mengatur tentang massa unsur dan hukum yang mengatur tentang volume gas yang bereaksi.

Salah satu hukum dasar yang harus dipahami dalam ilmu kimia adalah Hukum Lavoisier. Yuk, simak penjelasan tentang hukun dasar kimia ini pada artikel berikut.

Penemuan Hukum Lavoisier (Hukum Kekekalan Massa)

Antoine Laurent Lavoisier, seorang ahli kimia berkebangsaan Perancis, menemukan hukum Lavoisier yang dikenal dengan nama “Hukum Kekekalan Massa”.

Pada percobaan pertamanya Lavoisier meletakkan intan di dalam toples kaca tertutup dan memusatkan sinar matahari ke arah intan untuk memanaskannya. Intan terbakar kemudian menghilang, namun setelah ditimbang, massa toples tetap sama seperti ketika intan masih berbentuk utuh.

Apa itu Hukum Lavosier?

Ilustrasi Hukum Lavoiser

Hukum Lavosier adalah salah satu penyataan yang digunakan untuk menyatakan suatu hukum kekekalan massa. Penemu dari hukum ini adalah seorang ahli kimia berkebangsaan Prancis bernama Antoine Laurent Lavoiser.

Lavoisier menimbang massa intan sebelum mengalami reaksi, kemudian menimbang setelah mengalami reaksi. Percobaan yang dilakukan Lavoisier menunjukkan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi selalu sama. Ilmuwan ini akhirnya menyimpulkan hasil penemuannya dengan dalil bahwa massa zat sebelum reaksi dan massa zat sesudah reaksi adalah tetap.

Hukum Lavoisier ini juga berlaku di ruangan terbuka. Timbanglah sebuah besi kemudian biarkan di udara terbuka hingga besi tersebut berkarat. Ketika besi berkarat ditimbang, ternyata berat besi yang mengalami karat menjadi lebih besar. Jika kamu membakar selembar kertas, maka setelah ditimbang ternyata massa abu hasil pembakaran kertas lebih ringan dibandingkan massa sebelum kertas dibakar. Apakah benar demikian?

Sesungguhnya yang terjadi tidaklah demikian pada ruangan terbuka. Bagaimana jika hasil reaksi ada yang menjadi gas dan meninggalkan sistem seperti pada pembakaran kertas? Seakan-akan massa zat yang tertinggal menjadi lebih kecil dibanding massa zat semula. Sebaliknya jika sebuah reaksi mengikat sesuatu dari lingkungannya maka seakan-akan hasil reaksi akan lebih besar daripada massa semula. Padahal sebenarnya massanya tidak berubah.

Hukum Lavoisier berlaku di semua reaksi kimia. Contoh reaksi perkaratan besi yang mengikat oksigen di udara. Besi dengan massa tertentu akan bereaksi dengan oksigen di udara dan membentuk senyawa baru besi oksida. Massa senyawa baru ini akan sama dengan massa besi dan oksigen mula-mula. Pada pembakaran intan yang dilakukan Lavoisier diketahui bahwa intan bereaksi dengan oksigen menghasilkan senyawa baru karbon dioksida.

Lavoisier melanjutkan percobaan dengan membakar merkuri cair dengan oksigen. Hasil pembakaran ini kemudian membentuk senyawa baru bernama merkuri oksida. Ilmuwan ini kemudian melakukan percobaan sebaliknya yaitu memanaskan merkuri oksida hingga terurai menjadi merkuri cair dan oksigen. Hasilnya massa oksigen yang dibutuhkan pada pembakaran sama dengan massa oksigen yang terbentuk setelah merkuri oksida dipanaskan.

Atas dasar percobaan inilah maka Lavoisier merumuskan sebuah hukum kekekalan massa atau yang lebih dikenal dengan istilah hukum Lavoisier. Selain hukum yang kamu pelajari kali ini, kamu bisa mempelajari hukum dasar kimia yang lain. Adapun hukum dasar itu adalah Hukum Proust, Hukum Dalton, Hukum Gay Lussac, dan Hipotesis Avogadro. Semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.