Hukum Makanan dan Pakaian Menurut Agama Islam

Diposting pada

Islam merupakan Agama yang sangat memperhatikan seluruh aspek kehidupan umatnya baik itu yang berkaitan dengan dunia maupun akhirat. Sehingga Islam mengatur umatnya dengan batasan berupa hukum yang berpedoman pada Al-Quran dan Hadist. Salah satu yang akan kita bahas kali ini adalah Hukum Makanan dan Pakaian dalam Islam.

Apa Hukum Makanan dan Pakaian dalam Islam?

Hukum Makanan dan Pakaian Dalam Islam (1)

Ada satu kaidah fiqih yang dipegang oleh jumhur ulama, kaidah fiqih itu bunyinya “al-ashlu fil asy-yaa-i al-ibahah” yang artinya “Hukum Asal dari segala Sesuatu adalah Mubah (Boleh)”.

Maksud dari kaidah diatas adalah bahwa jika ada sesuatu yang tidak ada penjelasannya didalam syariat Islam maka hukumnya adalah Mubah (Boleh). Allah subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Quran:

Dalil Hukum Dasar Segala Sesuatu dalam Islam

Sedangkan segala sesuatu yang ada penjelasannya didalam Islam secara umum mempunyai 2 hukum, yaitu Halal dan Haram. Termasuk didalamnya hal yang berkaitan dengan makanan dan pakaian.

Hukum asal dari makanan dan pakaian dalam islam adalah Mubah (Boleh), kecuali ada penjelasan lain yang menjadikannya haram. Sebab-sebab tersebut  seperti apa saja yang halalkan untuk dimakan atau pakaian apa yang halal untuk digunakan.

Nahh dari penjelasan diatas pasti kita bertanya-tanya, apa sih makanan dan pakaian yang diharamkan dalam Islam?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut yuk simak penjelasan yang akan aku rangkum dibawah ini.

Makanan yang Diharamkan dalam Islam

Islam mengatur umatnya dalam urusan makan dan minum, berikut beberapa jenis makanan yang tidak boleh di konsumsi oleh umat muslim, yaitu:

1. Bangkai

Jenis makanan pertama yang haram dikonsumsi yaitu bangkai atau hewan yang mati dengan tidak wajar. Biasanya hewan yang matinya tidak wajar ini tanpa melalui proses penyembelihan sesuai dengan syariat Islam.

Hal ini sebagaimana disebutkan didalam Al-Quran surat Al-Maidah Ayat 3 yang berbunyi:

Dalil Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Menurut Al-Qur'an Surat Al-Maidah

Salah satu alasan kenapa bangkai haram hukumnya untuk dikonsumsi adalah karena tidak melalui proses penyembelihan. Dimana proses penyembelihan sendiri sudah diatur dalam syariat Islam.

2. Babi

Setelah bangkai, makanan yang tidak boleh dikonsumsi seorang Muslim selanjutnya yaitu Babi. Semua makanan yang ada kandungan babi didalamnya maka haram untuk dimakan. Sehingga haramnya babi bukan sekadar dagingnya saja, melainkan juga seluruh bagian dari babi haram untuk dikonsumsi atau digunakan.

Pengharaman babi ini bukan tanpa sebab, melainkan ada beberapa riset yang membuktikan bahwa daging babi mempunyai banyak sekali penyakit yang terkandung didalamnya. Penyakit tersebut dapat berupa virus atau bakteri yang akan berdampak sangat buruk bagi kesehatan manusia.

Dilansir dari website zmescience.com bahwa pada tahun 2011 Badan Internasional Penelitian Kanker mengungkapkan bahwa daging babi dapat meningkatkan resiko kanker kolorektural sebanyak 17%.

Ayat yang menunjukan haramnya daging babi ada di surat Al-Maidah ayat 3.

3. Hewan yang Disembelih Selain Atas Nama Allah

Didalam surat Al-Maidah ayat 3 juga menyebutkan bahwa hewan yang disembelih atas nama dan untuk selain kepada Allah haram hukumnya untuk dikonsumsi. Hal tersebut juga disebutkan kembali pada surat Al-Baqoroh ayat 173 yang berbunyi:

Quran Surat surat Al-Baqoroh ayat 173 Tentang Makanan

Kenapa hewan yang disembelih atas nama selain Allah kok haram di konsumsi?, hal ini karena hewan merupakan makhluk ciptaan Allah. Allah memperuntukan hewan untuk dikonsumsi umat manusia guna memenuhi kebutuhan, sehingga wajib bagi kita untuk menyebut nama Allah saat proses penyembelihannya.

4. Darah yang Mengalir

Didalam Al-Quran surat Al-An’am ayat 145 menyebutkan bahwa darah yang mengalir juga diharamkan untuk di makan.

Jika kita analisis kembali dari perspektif ilmu Kimia disebutkan bahwa didalam darah mempunyai kandungan asam urat (Uric Acid) yang sangat tinggi. Asam urat ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Hal tersebutlah salah satu hikmah Islam mengharamkan darah untuk di konsumsi.

Selain itu, salah satu ulama masyhur yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pernah berkata pada salah satu kitab berjudul (Al-Mulakhas Al-Fiqhi)  yang berbunyi

“Darah yang diharamkan oleh Allah adalah darah yang mengalir, sedangkan darah yang menempel pada daging sendiri tidak ada ulama yang mengharamkannya”.

5. Minuman Keras (Khamr)

Khamr atau minuman keras merupakan jenis makanan atau minuman yang mengandung alkohol dan diharamkan oleh Allah. Bukan tanpa sebab, jika kita melihat dari sudut pandang kesehatan sendiri jenis minuman ini dapat membahayakan bagi tubuh.

Pengharaman ini sendiri disebutkan juga pada hadist riwayat muslim yang bunyinya:

“Semua yang memabukan adalah khamr, dan semua khamr adalah haram”

(HR. Muslim)

Dikutip dari website healthline.com setidaknya ada 23 efek berbahaya alkohol terhadap tubuh manusia (23 Effects of Alcohol on Your Body), salah satu efek berbahaya tersebut seperti rusaknya sistem pencernaan.

6. Hewan yang Bertaring

Islam melarang penganutnya untuk memakan hewan yang bertaring, sebagaimana Nabi Shallahu’alaihi wassalam pernah bersabda:

“Rasulullah SAW telah melarang memakan setiap binatang bertaring dari jenis binatang buas dan setiap jenis burung yang berkuku tajam (untuk mencengkram).”

(HR. Muslim)

Beberapa hewan bertaring yang diharamkan tersebut misalnya anjing, beruang, harimau, dan lain sebagainya.

7. Makanan dan Minuman yang Dikonsumsi dalam Bejana Emas

Alasan utama kenapa umat muslim dilarang menggunakan bejana emas untuk makan dan minum adalah karena hal tersebut merupakan bentuk sikap berlebih-lebihan dan mengikuti sikap orang kafir.

Hadist yang menyebutkan pengharaman makan dan minum dalam bejana emas yaitu:

“Janganlah kalian minum dengan bejana yang terbuat dari emas dan perak dan jangan pula kalian makan dengan piring yang terbuat dari keduanya. Karena barang-barang tersebut adalah untuk mereka (orang-orang kafir) ketika di dunia.” (HR Bukhari)

8. Hewan yang Islam Haramkan untuk Dibunuh

Haram hukumnya memakan hewan yang Agama Islam haramkan untuk dibunuh. Secara logisnya dibunuh saja nggak boleh apalagi dimakan, karena hewan yang boleh dimakan pasti boleh dibunuh.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda didalam hadistnya yang berbunyi :

“Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah melarang membunuh 4 hewan : semut, tawon, burung hud-hud dan burung surad.” [HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban).

Pakaian yang Diharamkan dalam Islam

Selain makanan ada juga Pakaian yang haram hukumnya untuk digunakan oleh umat Islam yaitu:

1. Menampakan Aurat

Islam benar-benar mengatur umatnya tentang batasan Aurat, baik itu bagi laki-laki maupun perempuan. Sehingga pakaian-pakaian yang dapat memperlihatkan aurat dihukumi haram untuk digunakan.

Sebagaimana yang kita tahu bahwa aurat laki-laki itu dimulai dari pusar sampai lutut, sedangkan aurat perempuan adalah semua anggota tubuh kecuali telapak tangan dan wajahnya.

Aurat seorang muslim haram hukumnya jika dilihat oleh yang bukan mahromnya, hal ini bertujuan agar masing-masing individu bisa saling menjaga dan menundukan pandangan.

Ada beberapa ciri-ciri pakaian yang dapat menampakan aurat yaitu:

  1. Ketat atau Memperlihatkan Lekuk Tubuh
  2. Tipis dan Tembus Pandang
  3. Pakaian Kurang Bahan

Loh kok ada pakaian kurang bahan?. Itu loh pakaian yang biasanya kalau dipakai oleh kaum hawa panjangnya cuma sampai lengan atau lutut aja. Biasanya sih jenis pakaian itu disebut pakaian minim.

Nabi shallahu’alaihi wassalam pernah bersabda didalam hadistnya, bunyinya:  

“Ada dua kelompok orang yang akan masuk neraka.” Kemudian beliau menyebutkan: “Perempuan yang memakai pakaian minim sehingga seperti telanjang.”

Pakaian yang dapat menyingkap aurat dapat berdampak buruk bagi pemakainya, selain bisa menimbulkan syahwat lawan jenisnya juga bisa memunculkan berbagai perspektif kurang baik masyarakat.

2. Menyerupai Orang Kafir

Jenis pakaian ini yang biasa dipakai oleh para pendeta, tukang sihir atau pakaian yang digunakan oleh pemeluk agama selain Islam untuk beribadah. Salah satu style dari pakaian yang digunakan oleh orang kafir yaitu adanya symbol keagamaan seperti salib dan sebagainya.

Hal ini sudah dijelaskan oleh Nabi Shallahu’alaihi Wassalam yang berbunyi :

“Barangsiapa yang menyerupai tradisi suatu kaum maka dia bagian dari mereka.”

(HR. Abu Dawud, no. 4031)

Islam sangat menjunjung tinggi ajaran dan kepercayaan yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadist. Itulah yang membuat umat muslim dilarang untuk menyerupai berbagai kebiasaan orang-orang kafir termasuk cara berpakaiannya.

3. Terbuat dari Kain Emas dan Sutra

Laki-laki dilarang mengenakan pakaian yang terbuar dari kain sutra dan emas sebagaimana rosullah shallahu’alaihi wassalam pernah bersabda :

“Sesungguhnya kedua pakaian ini (emas dan sutra) haram bagi umatku (laki-laki) dan halal bagi perempuan”.

(HR. Ibnu Majah, No 3595 & Abu Dawud No. 4057).

Bukan tanpa alasan jika Agama Islam melarang umatnya yang laki-laki memakai pakaian emas dan sutra. Tujuan utamanya adalah menjaga kehormatan laki-laki diharapan perempuan dan agar terhindar dari sifat sombong dan pamer sebagaimana jenis pakaian yang akan kita jelaskan dibawah.

4. Pakaian untuk Pamer

Seorang muslim dilarang menyombongkan diri saat mengenakan pakaian atau biasa kita sebut pamer. Didalam Islam haram hukumnya menggunakan pakaian hanya untuk sekedar pamer atau menyombongkan diri dihadapan manusia.

Sehingga pakaian yang dipakai dengan tujuan sekedar pamer atau mencari popularitas dan ketenaran maka haram hukumnya untuk dikenakan.

Pakaian yang dimaksud adalah yang apabila seorang muslim gunakan maka dia menjadi pusat perhatian orang-orang atau membuatnya merasa kagum belebihan kepada dirinya sendiri.

Hal ini juga disebutkan didalam hadist Rosullah Shallahu’alaihi Wassalam dalam hadistnya yang berbunyi:

”Barangsiapa yang memakai pakaian tenar di dunia maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan di akhirat kelak.”

(HR Ahmad, no. 5664, dan Ibnu Majah, no. 3607)

Jadi, jangan sampai ya kita membeli pakaian hanya untuk ikut-ikutan atau agar terlihat trendi didepan teman-teman atau kerabat kita.

Lebih baik kita menggunakan pakaian yang sederhana saja dan tidak berlebihan. Hikmahnya adalah agar kita bisa lebih menjaga perasaan orang yang keadaann ekonominya berada dibawah kita.

Coba deh kita bayangkan jika kita ada di posisi orang yang hanya untuk mengganti pakaian yang sudah sempit saja tidak mampu apalagi harus beli yang baru. Lantas kita melihat orang lain yang bingung mau beli baju yang mana hanya karena warna atau motif pakaiannya kurang keren.

Jika kita ada di posisi itu pastinya hati kita sangat teriris dan perih karena untuk beli baju pengganti saja kita harus putar otak banting dan tulang dulu.

5. Pakaian Mubazir

Agama Islam melarang umatnya memiliki sifat mubazir, termasuk saat berpakaian. Sehingga Islam sudah mengatur umatnya agar tidak berlebihan dan bersikap boros terhadap berbagai hal termasuk pakaian.

Hal ini juga disinggung oleh Nabi Shallahu’alaihi Wassalam yaitu:

“Makanlah, bersedekahlah, dan berpakaianlah dengan tanpa sikap berlebihan atau pamer”

(HR. An-Nasa’i)

Di masyarakat anggapan mengenai berlebihan dalam berpakaian berbeda antara satu sama lain, semuanya disesuaikan dengan keaadaan.

Bukankah lebih baik uang berlebih yang kita miliki digunakan untuk sedekah atau beramal daripada hanya sekedar membeli pakaian yang mahal?.

6. Menyerupai Lawan Jenisnya

Seorang muslim laki-laki secara mutlak haram hukumnya memakai pakaian yang menyerupai perempuan baik. Dalil yang menjelaskan mengenai perkara ini yaitu hadist Rosulullah Shallahu’alaihi Wassalam dalam sabdanya yaitu:

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata:

“Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki”

[HR. Al-Bukhâri]

Salah satu hikmah dilarangnya laki-laki untuk menyerupai perempuan termasuk dalam etika berpakaian adalah untuk menjaga kehormatan.

Nahh… bagaimana nih penjelasan mengenai hukum pakaian dan makanan diatas? Apakah sudah jelas dan dapat menjawab semua pertanyaan kita?.

Aku beharap semoga dengan pembahasan artikel diatas bisa membuat kita menjadi semakin selektif dalam bersikap termasuk yang berhubungan dengan makanan dan pakaian. Agar kedepannya kita sudah tahu apa hukum makanan dan pakaian.

Demikian artikel penjelasan mengenai hukum pakaian dan makanan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan pengetahuan kita. Terimakasih.

Gambar Gravatar
I love various things related to wordpress development, blogging and SEO My strengths are being able to work in a team and really like learning and discovering new things My weakness is that sometimes I get bored quickly when doing something I don’t like, but I will try to get rid of that deficiency.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.