Inti Sel (Nukleus) – Pengertian, Sejarah, Struktur Bagian, dan Fungsi

Diposting pada

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang nukleus (inti sel). Mungkin kita seringkali mendengar istilah ini, maka dari itu sudah sebaiknya bagi kita untuk mengetahui apa itu nukleus.

Pengertian Nukleus (Inti Sel)

Inti sel atau nukleus adalah salah satu organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Sebagian besar organel ini mengandung materi genetik sel yang memiliki bentuk molekul DNA linier panjang yang membentuk kromosom bersamaan dengan berbagai jenis sel didalamnya.

Baca juga: Pengertian Sel secara Lengkap

Materi genetik pada nukleus akan membentuk keseluruhan informasi genetik yang dimiliki oleh sel.

Nukelus memiliki fungsi yaitu untuk menjaga fungsi berbagai gen pada sel dan mengontrol aktivitas yang terjadi pada sel dengan cara mengelola ekspresi gen. Selain fungsi tersebut nukelus juga berguna untuk mengatur gen saat terjadi pembelahan pada sel dan berbagai fungsi lainnya.

Sejarah Nukleus

Nukleus merupakan organel pertama yang ditemukan pada sel. Organel ini pertama kali ditemukan pada tahu 1802 oleh Franz Bauer kemudian diperjelas secara lebih rinci oleh ahli botanik asal skotlandia bernama Robert Brown tepatnya pada tahun 1831.

Umumnya pada satu sel hanya ditemukan satu nukelus. Namun ada beberapa jenis jaringan, sel, dan beberapa spesies tertentu yang memiliki lebih dari satu nukleus. Contohnya pada Paramecium (protista mirip hewan) terdapat dua inti sel yaitu makronukleus (inti besar) yang berfungsi untuk kelangsungan hidup sel dan mikronukleus (inti kecil) yang bertangung jawab pada proses reproduksi sel.

Struktur Nukleus

Struktur Nukleus
Struktur Nukleus

Nukleus memiliki berbagai struktur organel didalamnya yang memiliki fungsinya masing-masing, berikut uraiannya:

1. Membran Inti

Membran inti adalah membran ganda fosfolipid yang berfungsi untuk membungkus atau menyelimuti keseluruhan organel pada sel. Selain itu fungsi dari membran inti adalah untuk memudahkan antara bagian inti dengan sitoplasma sel.

Membran sel ini juga berfungsi sebagai pengatur pertukaran zat yang ada diluar inti sel dengan yang ada didalam inti sel dan sebaliknya.

Pembagian Membran Inti

Membran inti sel terbagi menjadi 3 yaitu: membran luar, ruang perinuklear dan membran dalam.

1. Membran Luar

Pada umumnya membran luar ini berhubungan secara langsung dengan RE (Retikulum Endoplasma) kasar yang tersebar bersama ribosom.

2. Ruang Perinuklear

Ruang perinuklear adalah ruang sitoplasma yang terletak diantara membran luar dan membran dalam.

3. Membran Dalam

Membram dalam adalah bagian yang terletak paling dalam pada membran inti sehingga disebut dengan membran dalam.

Inti sel tidak dapat dilalui oleh sebagian besar molekul sehingga nukelus membutuhkan pori nuklus agar molekul mampu untuk bergerak melintasi membran.

Pori nukleus dianggap sebagai terowongan bagi membran inti karena berfungsi sebagai penghubung antara nukleoplasma dengan sitosol.

Pori nukleus memiliki fungsai utama sebagai sarana pertukaran molekul antara nukleus dengan sitoplasma. Umumnya molekul yang keluar adalah mRNA yang berguna untuk mensintesis protein.

Pembagian Porinukleus

Porinukleus tersusun dari 4 sub unit yaitu:

  1. Subunit kolom berfungsi sebagai pembentukan dinding pada pori nukleus.
  2. subunit anular untuk membentuk spoke yang mengarah atau menuju tengah dari pori nukleus.
  3. subunit lumenal mengandung protein transmembran yang berfungsi untuk menempelkan kompleks pori nukleus pada membran nukleus.
  4. subunit ring berfungsi sebagai pembentuk permukaan sitosolik nuklear (berhadapan dengan nukleoplasma) dan (berhadapan dengan sitoplasma) dari kompleks pori nukleus.

2. Nukleoplasma

Nukleoplasma adalah cairan kental dan transparan yang ada di dalam inti sel (nukelus) yang fungsinya sama dengan sitoplasma sel.

Nukleoplasma mengandung kromatin, granula, nukleoprotein maupun senyawa kima kompleks lainnya.

3. Anak Inti (Nukleolus)

Anak inti tersusun dari zat fosfoprotein, DNA, orthosfatm, dan beberapa enzim lainnya. Nukleolus terletak pada bagian dalam dari inti sel (nukleus).

Saat tugas dilakukan didalam sel nukleus bisa mengecil bahkan menghilang hal tersebut dikarenakan nukelus bukan sebuah struktur yang tetap sehingga dapat berubah-ubah.

Fungsi Nukleus

Nukleus (inti sel) memiliki beberapa fungsi yaitu:

1. Menyimpan Informasi Genetik

Fungsi nukleus pertma adalah sebagai penyimpanan data informasi genetik. Hal tersebut disebabkan karena membran inti yang ada pada nukleus ini mampu untuk mempertahankan DNA yang ada di dalamnya.

2. Mengontrol Pertumbuhan Sel

Selain mengontrol aktivitas pada sel, nukleus juga berfungsi untuk mengatur pertumbuhan sel dalam tubuh. Baik sel yang membelah, maupun sel yang hanya perlu membesar. Bahkan nukleus ini juga mengontrol sel yang tidak membelah sekalipun.

3. Tempat Replikasi dan Transkripsi

Nukleus (inti sel) juga berfungsi sebagai tempat saat DNA melakukan replikasi. Setelah DNA selesai melakukan replikasi, selanjutnya akan terjadi proses mitosis.

4. Mengendalikan Metabolisme

Nukleus dapat mengendalikan metabolisme karena adanya proses penghasilan protein. Proses tersebut juga dapat terjadi karena transkripsi dan translasi pada nukleus (inti sel).

Avatar
Founder and CEO pusatilmupengetahuan.com, saintek.id, layananweb.site, & buatkelas.online. Playmaker dewicookies.com, nusacharity.org, qothrunnadaa.com, etc...

1 komentar.

Comments are closed.