Isim Maushul | Pengertian, Pembagian dan Contoh

Diposting pada

Sebelumnya kita telah selesai membahas seputar isim isyarah dan berbagai pembahasan lainnya.

Baca juga: Pengertian Isim Isyarah dan Pembagiannya

Pada kesempatan ini kita kembali melanjutkan pembahasan yaitu mengenai ism pengertian isim maushul, pembagian isim maushul, dan contoh isim maushul.

Pengertian Isim Maushul

Isim maushul adalah suatu jenis isim yang berfungsi untuk menghubungkan sejumlah  kalimat maupun kata menjadi satu kalimat.

Sehingga suatu kalimat akan menjadi jauh lebih jelas apabila terdapat penghubung dengan kalimat setelahnya.

Baca juga: Pengertian Isim Mu’rab dan Isim Mabni

Kalimat yang terletak setelah kata penghubung biasa disebut dengan shilah (anak kalimat). Hal tersebut menjadikan shilah pada isim maushul harus mempunyai dhamir.

Didalam bahasa indonesia isim maushul ini biasa diterjemahkan dengan “yang” atar dalam Bahasa Arab dikenal dengan “الَّذِيْ”.

Perhatikan contoh dibawah ini:

…..مَنْ الَّذِي

Contoh diatas mempunyai arti “siapa yang…” dimana yang berposisi sebagai kata penghubungnya yaitu الَّذِيْ (yang).

Contoh diatas belum termasuk kalimat yang sempurna karena didalamnya belum mempunyai shilah maushul. Karena pada dasarnya isim maushul tidak akan dapat berdiri sendiri tanpa adanya shilah maushul.

Perhatikan contoh dibawah ini:

مَنْ الَّذِي ضَرَبَ خَالِدًا ؟

Kalimat pertanyaan diatas sudah sempurna karena didalamnya terdapat shilah maushul, sehingga isim maushulnya tidak berdiri sendiri melainkan sudah dilengkapi dengan keberadaan shilah maushul.

Pembagian Isim Maushul

Pada umumnya isim maushul terbagi menjadi 2, yaitu:

1. Isim Maushul Mukhtas (Khusus)

Jenis isim yang satu ini disebut sebagai khusus karena dari semua lafadznya sendiri mempunyai bentuk berbeda.

Pada bentuk Mufrad Mudzakar/Muannats, Mutsana Mudzakar/Muannats dan Jamak Mudzakar/Muannats terdapat kekhususan.

الَّتِيالَّذِي
 اللَّذَيْنِ اللَّذَانِ
اللَّتَيْنِاللَّتَانِ
الَّذِيْنَ الأُلَى
اللاَّئِياللَّاتِي
 اللواتي

Kata الَّذِي dikhusus ‘Irabnya Mabni Sukun untuk bentuk kata Mufrad Mudzakar baik yang berakal maupun yang tidak tidak.
Contoh:

رَأيْتُ الَّذِي جَلَسَ عَلى الكُرْسِي الَّذِي أمَامَ المُدَرِّسِ

Aku melihat dia (yang) duduk diatas kursi (yang kursi tersebut) didepan Guru”.

Kata الَّتِي ‘Irabnya Mabni Sukun untuk bentuk kata Mufrad Muannats baik yang berakal maupun yang tidak tidak.
Contoh:

رَأيْتُ الَّتِي وَقَفَتْ أَمَامَ السَّيارةِ الَّتِي أمَامَ المَدْرَسَةِ

Aku melihat orang cewek (yang) berdiri didepan mobil (yang mobil itu) didepan sekolah

Kata اللَّذَانِ dikhususkan untuk bentuk kata dengan jenis Mutsana Mudzakar baik yang berakal maupun tidak berakal. ‘Irabnya seperti Mutsana (Rafa dengan Alif, Nashab dan Jar dengan Iya).
Contoh:

جَاءَ الطَّالِبَانِ اللَّذَانِ نَجَحَا فِي الامْتِحَانِ

“Telah datang dua orang siswa laki (yang) lulus dalam ujian

رَأيْتُ الطَّالِبَيْنِ اللَّذَيْنِ نَجَحَا فِي الامْتِحَانِ

Aku melihat dua orang siswa laki (yang) lulus dalam ujian

Kata الأُلَى dikhususkan untuk bentuk kata Jamak baik yang berjenis Mudzakar/Muannats, berakal ataupun yang tidak berakal. ‘Irabny Mabni Sukun.
Contoh:

سَعَدَنِي الطّلابُ الأُلَى نَجَحُوْا فِي الامتِحَانِ

Para siswa (yang) lulus ujian membuatku bahagia“.

سَعَدَتْنِي الطَّالبَاتُ الأُلَى نَجَحْنَ فِي الامتِحَانِ

Para siswi (yang) lulus ujian membuatku bahagia“.

Kata الَّذِيْنَ dikhususkan untuk bentuk Jamak Mudzakar yang berakal. ‘Irabny Mabni Fathah.
Contoh:

إنَّ الَّذِيْنَ يَفْهَمُوْنَ هَذا الدَّرْسَ قَلِيْلُوْنَ

Orang-orang yang memahami pelajaran ini sedikit.

Kata اللَّاتِي, اللاَّئِي, اللَّوَاتِي dikhususkan untuk bentuk Jamak dengan Jenis Muannats, baik berakal maupun tidak berakal. ‘Irabny Mabni Sukun.
Contoh:

الطَّالِبَاتُ اللَّاتِي/ اللاَّئِي / اللَّوَاتِي نَجَحْنَ فِي الامتِحَانِ مَنْ المَدَارِسِ المُخْتَلِفَةِ

“Para Siswi(yang) lulus ujian berasal dari berbagai sekolah”.

2. Isim Maushul ‘Aam (Umum)

Jenis isim yang satu ini disebut sebagai khusus karena bentuknya tidak berubah baik untuk Jenis Mufrad, Mutsanna, Jamak, berakal dan tidak.

مَنْ / مَا / ذَا / أَيّ

Dipakai untuk semua bentuk pada kata (Mufrad Mudzakar/Muannats, Mutsanna Mudzakar/Muannats, Jamak Mudzakar/Muannats). Pada umumnya ini hanya digunakan untuk sesuatu yang berakal. ‘Irabnya Mabni Sukun.
Contoh:

عَرَفْتُ مَنْ نَجَحَ 
عَرَفْتُ مَنْ نَجَحَا
عَرَفْتُ مَنْ نَجَحَتْ
عَرَفْتُ مَنْ نَجَحُوْا
عَرَفْتُ مَنْ نَجَحَنَ

Aku tahu (Siapa) (Dia laki, Dia berdua, Dia Cewe, Mereka laki, Mereka Cewe) yang lulus.

Baca selanjutnya: Mengenal Isim Maushul

Demikian penjelasan mengenai isim maushul dan berbagai penjelasan lainnya. Barakallah fiikum..