Beranda Psikologi Istilah Penting dalam Psikologi yang Wajib Kamu Ketahui

Istilah Penting dalam Psikologi yang Wajib Kamu Ketahui

Bagi Kamu yang mempunyai ketertarikan terhadap ilmu psikologi pastinya akan penasaran apa aja sih istilah istilah psikologi. Nah ketertarikan tersebut juga yang membuat kamu penasaran dan mencari tahu seputar ilmu tersebut.

Di era yang serba digital ini membuat tidak ada lagi batasan informasi bagi setiap orang di dunia. Khususnya saat mempelajari seputar psikologi. Contohnya saja Kamu yang sekarang sedang membaca artikel ini.

Jika boleh saya tebak pasti saat ini Kamu sedang tertarik atau sedang belajar seputar psikologi kan?. Jika tebakan saya salah maka terima saja, ya namanya juga tebakan :v.

Beruntunglah Kamu yang hidup di era serba digital ini, dimana semua informasi bisa Kamu akses hanya dalam sentuhan. Namun, Kamu sadari atau tidak ternyata kemudahan akses informasi tersebut jugalah yang membuat banyaknya kesalahan tafsir seputar psikologi loh.

Kesalahan tafsir tersebut membuat banyak orang yang masih belum benar-benar memahami psikologi yang sebenarnya. Hal inilah yang membuat banyaknya miskomunikasi antara satu sama lainnya.

Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya miskomunikasi tersebut maka Kamu perlu tahu dulu nih istilah psikologi apa yang penting untuk diketahui berikut ini:

1. Post Traumatic Growth (PTG)

Istilah yang pertama yaitu post traumatic growth atau disingkat PTG. PTG merupakan salah satu kondisi psikologis yang berkaitan dengan trauma. Jika sebelumnya Kamu pernah mendengar istilah Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) maka istilah yang pertama ini tidak jauh berbeda. Sama-sama berhubungan dengan trauma.

Post Traumatic Growth merupakan perubahan positif suatu individu yang mengalami pengalaman traumatis yang bisa menggangu mentalnya. Seorang profesor bernama Kanako Toku menyebut bahwa PTG mempunyai resiliensi buruk terhadap pengalaman traumatis. Dampak dari pengalaman traumatis tersebut bisa membuat individu mengalami gangguan mental. Namun pada akhirnya individu yang menderita PTG tersebut bisa bangkit dan menemukan personal growthnya.

2. Halusinasi

Yang kedua ada halusinasi. Mungkin istilah yang satu ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita ya. Karena istilah halusinasi ini sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Perlu Kamu ketahui bahwa didalam psikologi halusinasi merupakan suatu persepsi salah seseorang yang muncul tanpa adanya pengaruh dari luar (stimulus eksternal).

Halusinasi mempunyai bentuk yang beragam di setiap individunya, ada yang berkaitan dengan indra penciuman bahkan penglihatan. Sebagai contoh, pernah nggak Kamu ketemu atau melihat seseorang yang mencium sesuatu tapi orang lain tidak menciumnya?. Contoh lainnya seseorang yang bisa melihat sesuatu yang orang-orang lain nggak lihat.

Gejala-gejala yang saya sebutkan di atas adalah salah satu contoh bagaimana seseorang bisa mengalami halusinasi. Penderita halusinasi akan mengalami/merasakan sesuatu hal yang tidak dirasakan/dialami oleh orang lain, padahal faktanya hal tersebut memang tidak ada.

3. Delusi (Waham)

Delusi atau biasa disebut waham merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang yakin pada sesuatu yang tidak benar. Sehingga individu tersebut mempunyai keyakinan yang salah, namun ia merasa bahwa apa yang ia yakini itu benar.

Keyakinan yang salah atau false belief ini tidak berkaitan sama sekali dengan agama atau budaya tertentu. Sebagai contoh: ada seseorang yang yakin bahwa dirinya mempunyai kekuatan super hero seperti bisa terbang dan lain sebagainya.

4. Moral Dilemmas (Dilema Moral)

Moral dilemmas atau dalam Bahasa Indonesia bisa juga disebut dengan dilema moral. Yupz sesuai dengan namanya, istilah psikologi yang satu ini sering terjadi di kehidupan sehari-hari loh.

Dilema moral kerap kali digunakan pada berbagai disiplin ilmu, sehingga cakupannya tidak hanya terbatas pada psikologis saja.

Pengertian moral dilemmas adalah suatu kondisi dimana saat manusia mengambil keputusan harus diimbangi dengan nilai moral. Akan tetapi bukan berarti keputusan yang diambil murni tidak ada yang melanggar nilai norma. Faktanya suatu individu harus mempertimbangkan dua, tiga atau lebih nilai moral saat mengambil keputusan. Hasilnya adalah pasti ada satu atau dua nilai moral yang dilanggar setelah keputusan dibuat.

Contoh dari moral dilemmas adalah pada saat Kamu dalam kondisi sedang dirampok oleh penjahat. Nah pada kondisi yang sama Kamu hanya punya dua pilihan, yaitu membela diri atau Kamu yang akan jadi korbannya. Membela diri disini bisa memungkinkan Kamu untuk menyerang atau melukai si penjahat. Dalam hal ini Kamu berada pada dua keputusan yang berkaitan dengan Nilai moral, yaitu menyerang penjahat atau diri Kamu yang akan diserang.

5. Social Loafing (Kemalasan Sosial)

Social loafing atau kemalasan sosial merupakan salah satu istilah psikologi yang menggambarkan kondisi dimana suatu individu malas mengerjakan tugas kelompok. Individu tersebut mengerjakan pekerjaan kelompok tidak semaksimal seperti saat mereka mengerjakannya sendiri.

Hal tersebut disebabkan karena mereka beranggapan bahwa yang bertanggung jawab atas tugas kelompok tersebut tidak hanya dirinya. Sehingga timbul rasa malas dalam diri individu tersebut untuk mengerjakan tugas kelompok secara bersama-sama.

Nah rasa malas tersebutlah yang kita sebut sebagai social loafing atau kemalasan sosial. Bagaimana? tidak jauh berbeda kan dengan namanya?, atau jangan-jangan Kamu pernah nih ketemu sama orang dengan tipe ini? :v.

6. Executive Function

Mungkin istilah yang satu ini jarang sekali Kamu dengar, atau jangan-jangan ini pertama kalinya Kamu tahu istilah ini. Walaupun istilah yang satu ini jarang digunakan sehari-hari namun tidak dengan maknanya.

Psikologi kognitif mendefinisikan executive function sebagai keterampilan kognitif tingkat tinggi yang dimiliki suatu individu untuk mengontrol perilaku dan kemampuan kognitif lain yang mereka miliki.

Bisa disebut bahwa kemampuan inilah yang menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk hidup lainnya yang hidup di bumi. Executive function bertugas untuk memberikan manusia kemampuan mengatur dan mengontrol diri dari godaan dan meningkatkan fokus serta membangun pola pikir.

Setidaknya ada 4 kemampuan executive function yang bisa dikembangkan pada anak yaitu:

  1. Kemampuan mengendalikan sikap
  2. Perhatian dan Fokus
  3. Kinerja ingatan
  4. Perencanaan

Selain itu tahukah Kamu bahwa adanya kemampuan executive function juga berperan membantu manusia dalam berpikir diluar biasanya (Out Of The Box).

Demikian beberapa istilah penting dalam psikologi yang wajib

Artikulli paraprakLatihan Soal Psikotes TNI dan Tips Menjawab Soal Agar Lolos TNI
Artikulli tjetërCara Kabur dari Rumah
I love various things related to wordpress development, blogging and SEO My strengths are being able to work in a team and really like learning and discovering new things My weakness is that sometimes I get bored quickly when doing something I don’t like, but I will try to get rid of that deficiency.