Jaringan Parenkim

Mungkin teman-teman sudah asing dengan jaringan parenkim, dimana jaringan ini seringkali teman-teman temukan saat mempelajari seputar tumbuhan.

Seperti di pembahasan sebelumnya mengenai pengertian jaringan tumbuhan, bahwa parenkim merupakan jaringan dasar pada tumbuhan.

Berikut akan kita bahas lebih dalam mengenai jaringan parenkim ini, baik pengertian jaringan parenkim, ciri-ciri, struktur, dan lain sebagainya.

Pengertian Jaringan Parenkim

Jaringan parenkim adalah suatu jaringan pada tumbuhan yang tersusun dari berbagai sel hidup yang membentuk suatu struktur morfologi dan fisiologi yang bervariasi.

Jaringan parenkim juga sering disebut sebagai jaringan dasar. Hal tersebut karena jaringan ini bisa dengan mudah ditemukan pada semua organ tumbuhan, seperti akar, batang, maupun daun. Bahkan pada beberapa jenis tumbuhan, parenkim seringkali ditemukan pada bagian buah.

Baca juga: Pengertian Plantae (Tumbuhan)

Karena fungsinya sebagai bagian dasar tersebutlah jaringan ini memiliki peranan yang penting dalam tubuh suatu tumbuhan.

Selain ditemukan pada tumbuhan berkayu, parenkim juga ditemukan pada berbagai tumbuhan yang tidak berkayu.

Pada bagian batang tumbuhan, jaringan parenkim ini dapat ditemukan pada korteks dan empulur batang. Sedangkan pada bagian daun tumbuhan, jaringan parenkim ini akan berdiferensiasi menjadi jaringan bunga karang. 

Sel pada parenkim sendiri menyebar luas pada seluruh organ pada bagian tubuh tumbuhan. Jaringan parenkim merupakan jaringan yang bersifat heterogen (campuran zat pada tiap komposisinya tidak sama). 

Hal tersebut disebababkan karena jaringan parenkim telah terasosiasi antara satu sel dengan sel lainnya yang meluas.

Baca juga: Pengertian Sel dan fungsinya

Pada umumnya jaringan parenkim dapat ditemukan pada bagian tubuh tumbuhan seperti empulur, mesofil daun, korteks batang, akar, berbagai jaringan fotosintesis, daging daun dan endosperm biji serta didalam buah.

Parenkim sendiri berasal dari tubuh primer pada tumbuhan yang merupakan perkembangan dari meristem dasar, sedangkan pada tubuh sekunder pada tumbuhan jaringan ini berkembang di pembuluh, kambium gabus, maupun felogen. 

Salah satu fungsi utama pada jaringan parenkim adalah sebagai penutup luka atau sebagai regenerasi.

Pada jaringan parenkim juga ditemukan selubuh berkas pengangkut (xilem dan floem) seperti gambar dibawah ini:

gambar jaringan parenkim
gambar jaringan parenkim

Ciri-Ciri Jaringan Parenkim

  1. Mempunyai ukuran sel yang relatif besar
  2. Memiliki berbagai sel yang masih hidup
  3. Umumnya selnya berbentuk segi enam/segi banyak (polihendral)
  4. Memiliki banyak ruang antar selnya
  5. Terdapat ruang antar sel didalamnya
  6. Letak antara satu sel dengan sel lainnya tidak rapat
  7. Mempunyai cadangan makanan pada sentra vakuola yang terletak pada bagian tengah ruang sel
  8. Mempunyai dinding sel yang tipis
  9. Umumnya ditemukan di plastida (leukoplas, kloroplas, atau kromoplas)
  10. Terdapat plasmodesmata pada bagian dinding sel yang tebal, sehingga berfungsi membantu pertukaran zat.

Jenis-Jenis Jaringan Parenkim

jenis-jenis jaringan parenkim

1. Parenkim Air

Parenkim air adalah jaringan pada parenkim yang berfungsi untuk menyimpan air pada tumbuhan. Contohnya, pada tumbuhan kaktus. 

Pada batang parenkim air bersifat succulent (dapat menyimpan air dalam jaringan), sehingga hal tersebut yang membuat tumbuhan yang memiliki jaringan parenkim akan mampu bertahan hidup dengan kondisi lingkungan yang realatif gersang dan panas.

2. Parenkim Pengangkut

Parenkim pengangkut adalah salah satu jaringan yang berfungsi untuk menyusun xilem dan floem.

Xilem memiliki fungsi untuk mengangkut air dan garam maupun mineral pada tubuh tumbuhan, sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil asimilasi pada tumbuhan lalu diedarkan ke seluruh tubuh tumbuhan. 

Jaringan ini juga berfungsi sebagai penghubung antara berbagai jaringan yang ada diluar dengan jaringan yang ada didalam menggunakan parenkim jari-jari empulur.

3. Parenkim Udara (Aerenkim)

Parenkim penyimpan udara adalah jaringan parenkim yang berfungsi untuk menyimpan udara pada ruang antar sel. Parenkim penyimpan udara pada tumbuhan air yang memiliki ruang antarsel berukuran besar dan berjumlah banyak. 

Pada umumnya jaringan ini juga disebut sebagai jaringan aerenkim.

Contoh jaringan parenkim udara pada tumbuhan adalah pada alat pengabun tubuh tumbuhan dan tangkai daun sp.

Pada tanaman air terjadi pertukaran gas (aeresi) pada bagian rongga atau ruang antar sel, tujaunnya adalah agar tumbuhan dapat mengapung pada permukaan air.

4. Parenkim Asimilasi

Parenkim asimilasi adalah jaringan parenkim yang berfungsi sebagai tempat pembuatan zat makanan pada proses fotosintesis. Parenkim ini banyak ditemukan pada bagian tumbuhan berwarna hijau. 

Baca juga: Pengertian Fotosintesis secara Lengkap

Parenkim asimilasi dapat terbentuk dari berbagai sel yang didalamnya mengandung banyak plastida kloroplas.

5. Parenkim Penimbun

Parenkim penimbun adalah jaringan parenkim yang berperan untuk menyimpan cadangan makanan. Cadangan makanan tersebut terletak pada vakuola. Contoh: rimpang, umbi, dan biji. 

Umumnya jaringan parenkim ini terletak pada bagian dalam dari tubuh tumbuhan. misalnya: pada empulur batang, umbi lapis, umbi akar, rizoma (akar rimpang), maupun biji.

Sedangkan, jaringan parenkim yang berfunsi untuk menutup luka disebut kambium gabus (felogen). Jaringan tersebut mampu beregenerasi menjadi jaring meristematik (jaringan embirional).

Struktur Jaringan Parenkim

Perhatikan gambar struktur jaringan parenkim dibawah ini:

jaringan parenkim

Ruang antar sel yang terdapat pada jaringan parenkim dapat dengan mudah terbentuk secara skizogen dan lisigen. 

Perkembangan pada parenkim yaitu terbentuknya dinding primer antara dua sel baru, maka lamella tengah yang terletak diantara kedua dinding sel baru tersebut hanya berhubungan dengan dinding primer dengan sel induknya.

  1. Larutan dalam vakuola : senyawa N dalam akar Beta Vulgaris dan gula terlarut
  2. Cairan pada plasma: protein dan minyak pada endosperm biji Ricinus communis.
  3. Kristal: terletak pada endosperm, kotiledon, umbi, dan buah.

Fungsi Jaringan Parenkim

  1. Sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis
  2. Tempat menyimpan cadangan makanan
  3. Tempat menyimpan cadangan air
  4. Sebagai jaringan pengangkut
  5. Sebagai jaringan penguat
  6. Tempat proses pembuatan makanan
  7. Tempat menyimpan cadangan udara

Demikian pembahasan mengenai jaringan parenkim, semoga dapat menambah wawasan kita dan dapat memberikan manfaat. Jangan lupa untuk belajar dengan mengunjungi website pusatilmupengetahuan.com karena ada banyak artikel menarik lainnya.

Bagikan Artikel melalui :