Jaringan Pengangkut (vascular tissue)

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, bahwa jaringan pada tumbuhan mempunyai berbagai jenis.

Secara umumnya jaringan tumbuhan tersebut terbagi menjadi 2, jaringan meristem dan jaringan dewasa (permanen).

Baca juga: Pengertian Jaringan Tumbuhan

Pada jaringan dewasa (permanen) kita telah mengenal bahwa salah satu bagian dari jaringan dewasa tersebut ialah jaringan pengangkut.

Pada kesempatan ini kita akan fokus membahas pengertian jaringan pengangkut pada tumbuhan dan berbagai penjelasan lainnnya.

Pengertian Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut adalah suatu jaringan yang merupakan salah satu dari tiga kelompok jaringan dewasa (permanen) yang dimiliki oleh tumbuhan hijau yang berpembuluh (Tracheophyta).

Jaringan ini juga disebut sebagai pembuluh dan mempunyai fungsi utama sebagai saluran utama transportasi berbagai zat hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan dalam proses vital pada tumbuhan.

Berdasarkan arah dari aliran nutrisi pada tumbuhan, jaringan pengangkut dibagi menjadi 2 kelompok umum, yaitu xilem (pembuluh kayu), dan floem (pembuluh tapis).

Baca: Pengertian Jaringan Floem dan Xilem

Kedua jenis dari jaringan pengangkut ini, baik xilem maupun floem mempunyai perbedaan pada beberapa tipe selnya.

Secara umum, fungsi dari jaringan xilem adalah mengangkut cairan (air) menuju ke daun.

Sedangkan floem berfungsi pada proses fotosintesis, lebih tepatnya sebagai pengangkut zat hara (seperti gula sukrosa) dan berbagai zat lainnya.

Jenis-Jenis Jaringan Pengangkut

Jenis-Jenis Jaringan Pengangkut
Jenis-Jenis Jaringan Pengangkut

Jenis-jenis jaringan pengangkut dapat dibagi menjadi dua yaitu floem dan xilem. Berikut uraiannya:

1. Jaringan Floem (Pembuluh Tapis)

Jaringan floem adalah jaringan pada tumbuhan yang berfungsi sebagai transport hasil fotosintesis yang terjadi pada daun.

Pada fotosintesis jaringan floem ini berperan mengangkut hasil fotosintesis yang berasal dari daun menuju ke semua sel pada tumbuhan.

Baca juga: Pengertian Fotosintesis

Jaringan floem juga berperan sebagai pemberi asupan nutrisi pada proses fotosintesis menuju seluruh tubuh tanaman.

Pergerakan air dan mineral melalui floem digerakkan oleh tekanan hidrostatik positif dalam beberapa waktu.

Jaringan floem sendiri tersusun dari sel-sel yang hidup dan juga sel-sel yang mati.

Secara umum sel pada jaringan floem terbagi menjadi 3, yaitu sel buluh tapis, sel pengantar atau penggiring, sel parenkim floem, dan sel serabut floem (serat-serat). Berikut ulasannya:

A. Sel Buluh Tapis

Sel buluh tapis memiliki bentuk yang mirip tabung, dimana pada bagian ujung buluh tapisnya akan saling bertemu. Sehingga akan membentuk sebuah saluran tertentu.

Sel buluh tapis pada floem sendiri berfungsi sebagai pengangkut dari hasil fotosintesis yang berasal dari daun menuju ke seluruh tubuh pada tanaman.

B. Sel pengiring (pengantar)

Sel pengantar (pengiring) merupakan suatu kelompok sel yang dapat ditemukan pada bagian di seluruh tubuh floem.

Selain itu sel ini juga mempunyai peran sebagai penyedia bahan makanan bagi berbagai sel yang masih hidup.

C. Parenkim Floem

Parenkim floem adalah sel pada floem yang berperan sebagai pemisah antara satu floem dengan floem yang lainnya.

Selain itu parenkim floem mini juga berfungsi sebagai tempat penyimpanancadangan makanan pada tumbuhan.

D. Serabut Floem

Serabut floem merupakan jaringan sklerenkim yang berperan sebagai penguat atau penopang dari pembuluh floem.

2. Jaringan Xilem (Pembuluh Kayu)

Jaringan xilem adalah jaringan pada tumbuhan yang berfungsi sebagai pengangkut air dan mineral yang berasal dari tanah.

Air yang dibawa oleh xilem akan melewati jaringan akar pada epidermis menuju pembuluh kayu yang juga membawa air dan mineral ke berbagai organ lainnya.

Baca: Pengertian Jaringan Epidermis

Jaringan xilem terdiri dari berbagai sel yang berbentuk bujur, diantaranya trakeid dan trakea.

Secara umum trakeid dan trakea merupakan kumpulan sel-sel mati yang hanya tersisa dinding selnya dan tidak memiliki protoplasma.

Pergerakan air dan mineral melalui xilem digerakkan oleh tekanan hidrostatik negatif dalam beberapa waktu.

Trakea sendiri adalah salah satu bagian penting pada xilem tumbuhan angiopermae dan tidak terdapat di gymnospermae.

Fungsi-Fungsi Jaringan Pengangkut

1. Fungsi Jaringan Floem

  1. Mengangkut berbagai zat makanan hasil fotosintesis menuju ke seluruh bagian pada tumbuhan
  2. Mengedarkan hasil zat fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan.
  3. Mengangkut getah (larutan berbasis air tetapi kaya akan gula) menuju bagian non fotosintesis pada tanaman.

2. Fungsi Jaringan Xilem

  1. Mengangkut air dan berbagai unsur hara
  2. Mengedarkan air dan berbagai unsur hara ke seluruh tubuh tanaman untuk menjaga tekanan turgor pada selnya.
  3. Membantu akar dalam menyediakan zat air bagi tumbuhan

Demikian penjelasan terkait jaringan pengangkut, semoga bermanfaat.

Bagikan Artikel melalui :