Jenis-jenis Interaksi Sosial

Jenis Interaksi Sosial

Diposting pada

Hi kawan sosiologi, bertemu lagi dengan saya, sesuai apa yang saya katakan pada pertemuan selanjutnya, pada kesempatan ini kita akan membahas jenis-jenis interaksi sosial. Oleh karena itu minta kefokusan dari kalian, dan jangan lupa di catat yah.

Jenis–Jenis Interaksi Sosial

Setelah kita memahami faktor yang mempengaruhi interaksi sosial pada pertemuan sebelumnya, selanjutnya pada pertemuan kali ini. Kita perlu memahami jenis–jenis interaksi sosial.

Baca: Pengertian Interaksi Sosial

Pada umumnya jenis-jenis interaksi sosial memiliki dua bentuk yaitu proses asosiatif dan proses disosiatif. Dan dibawah ini penjabaran lengkapnya.

A. Proses Asosiatif

Proses asosiatif merupakan sebuah interaksi sosial yang memiliki didalamnya nilai positif dan yang mengarahkan terhadap suatu persatuan. Adapun bentuk – bentuk proses asosiatif ini terbagi menjadi empat bagian. Yaitu :

1. Kerjasama (Cooperasi)

Kerjasama adalah usaha yang dilakukan secara bersama–sama baik antar individu maupun antar kelompok untuk mencapai suatu tujuan bersama.

Faktor terjadinya kerja sama yaitu:

  • Memiliki tujuan yang sama
  • Adanya keuntungan pribadi
  • Memiliki kewajiban yang sama
  • Memiliki keinginan untuk mencapai hasil yang lebih besar
  • Punya tujuan untuk menolong orang lain

2. Akomodasi

Akomodasi merupakan proses penyesuaian dalam interaksi sosial yang dilakukan oleh antar individual atau antar kelompok untuk melakukan suatu usaha dalam meredakan pertentangan.

Tujuan akomodasi
  • Dapat mengurangi suatu pertentangan, baik antar individu atau antar kelompok
  • Dapat mencegah terjadinya suatu pertingkaian untuk sementara waktu
  • Dapat menjalani kerjasama antar kelompok sosial yang terpisah secara psikologis dan kebudayaan
  • Dapat mengusahakan peleburan antar kelompok sosial yang terpisah

3. Asimilasi  

Asimilasi adalah sebuah proses sosial yang ditandai oleh usaha – usaha untuk mengurangi perbedaan antar individu atau kelompok dan usaha mempertinggi kesatuan tindakan, sikap dan proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan bersama.

Syarat Asimilasi
  1. Adanya perbedaan kebudayaan
  2. adanya pergaulan secara langsung dan intensif cukup lama
  3. ada budaya dari masing – masing kelompok pada proses asimilasi
Faktor Pendorong Asimilasi
  1. Toleransi yang mengarah kepada komunikasi
  2. Sikap menghargai terhadap budaya lain
  3. Sikap terbuka dari penguasa
  4. Adanya perkawinan campuran (amalgamasi )
  5. Adanya persamaan unsur–unsur budaya
  6. Ada musuh bersama dari luar
  7. Keseimbangan kesempatan bidang sosial ekonomi
Faktor Penghambat Asimilasi
  1. Perbedaan ciri–ciri fisik
  2. Kehidupan yang terisolir
  3. Rasa takut terhadap budaya luar
  4. Memiliki sebuah anggapan bahwa budaya lain lebih tinggi
  5. Pengetahuan yang kurang terhadap budaya yang dihadapi

B. Proses Disosiatif

Proses ini memiliki sifat yang berkebalikan dengan interaksi asosiatif, yang mana mana sifat disosiatif lebih ke hal yang negatif, karena hal ini dilakukan sebagai bentuk pertentangan akan suatu kepentingan dan tujuan individu lain atau kelompok.

Baca: Pengertian Masalah Sosial

Berikut dibawah ini bentuk serta penjelasan dari proses disosiatif.

1. Persaingan (competition)

Persaingan adalah proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha mencari keuntungan melalui bidang–bidang kehidupan yang menjadi sebuah pusat perhatian umum, tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan.

Fungsi Persaingan
  1. Menyalurkan keinginan – keinginan individu (kelompok yang kompetitif)
  2. Sebagai jalan menyalurkan keinginan. Kepentingan dan nilai – nilai yang menjadi suatu pusat perhatian
  3. Sebagai alat seleksi atas dasar seks dan sosial
  4. Sebagai alat penyaring warga secara fungsional
  5. Dapat mendorong seseorang untuk belajar, bekerja dan berjuang lebih keras
  6. Dapat membantu usaha – usaha pemilihan sesuatu yang sesuai dengan keinginan publik. Contoh : pemilihan seorang pemimpin
Ciri – ciri persaingan
  1. Ada sejumlah orang atau kelompok yang sama–sama menginginkan suatu yang jumlahnya terbatas
  2. Masing–masing berusaha keras untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan secara sportif
  3. Dalam persaingan tidak terjadi sebuah benturan fisik dan usaha saling menjatuhkan
  4. Persaingan terjadi hamper disemua segi kehidupan

2. Kontravensi

Kontravensi yaitu sebuah proses sosial yang berbeda diantara persaingan dengan konflik, atau sikap mental yang tersembunyi terhadap orang – orang lain atau terhadap suatu unsur–unsur kebudayaan suatu golongan tertentu.

Tanda–Tanda Kontravensi
  1. Adanya gejala ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana
  2. Adanya perasaan tidak suka yang disembunyikan
  3. Kebencian atau keraguan terhadap kepribadian seseorang
  4. Sikap tersembunyi dapat berubah menjadi kebencian

3. Pertikaian (Konflik)

Pertikaian merupakan suatu proses sosial yang dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuaannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman dan kekerasan.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, dan akhirnya kita dapat menyelesaikan pada BAB  ‘Interaksi Sosial’. Semoga dapat difahami, Sampai berjumpa dipertemuan selanjutnya.

Avatar
Alumni Pondok Pesantren Modern Al Islam ( Angkatan 3 Revival ), Pernah berkiprah sebagai Content Writer PusatIlmuPengetahuan.com tidak boleh menyerah, dan bersyukur yang utama.