Jenis Koperasi Di Indonesia Beserta Contoh-Contohnya

Diposting pada

Koperasi telah menjadi bagian dari sejarah panjang Indonesia. Aktivitas koperasi dijalankan atas prinsip pengembangan perekonomian berdasarkan asas kerakyatan juga asas kekeluargaan dan terdiri dari beberapa jenis koperasi.

Badan hukum ini juga merupakan perwujudan upaya pemerintah demi peningkatan taraf perekonomian masyarakat terutama untuk para pedagang kecil.

Pada UU mengenai koperasi, telah dijelaskan bahwa koperasi yakni sebuah badan hukum yang dibentuk seseorang atau perseorangan atau lembaga hukum Koperasi.

Apa Itu Koperasi?, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Modal awal usaha koperasi tersebut diperoleh dari kumpulan dana dari para partisipan sesuai kesepakatan bersama. Adapun koperasi ini sendiri dibentuk agar mampu membantu pemenuhan kebutuhan bersama baik di bidang finansial, sosial, dan budaya.

Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya

Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya

Pada awalnya, pembagian jenis koperasi ini dibedakan menurut ragam usahanya. Oleh karena itu koperasi ini lalu terbagi dalam empat kelompok. Diantaranya yakni koperasi yang mengurus bagian usaha simpan pinjam atau kredit uang (KSP), koperasi produksi, koperasi konsumsi serta koperasi dengan aneka usaha.

Lantas apa saja perbedaan keempat jenis ini? Silahkan menyimak pembahasan lengkapnya berikut ini.

1. Koperasi Produksi

Selain dibentuk agar dapat memberikan dukungan pada usaha para anggota pesertanya, koperasi ini juga bisa didirikan agar para anggotanya bersama-sama mampu menjalankan sebuah usaha tertentu.

Misalnya yaitu koperasi produksi bagi nelayan, pengrajin, peternak ikan, petani, dan sebagainya. Koperasi di sini memiliki peran penting guna meringankan kesulitan yang menghambat proses tumbuh kembang usaha yang dijalankan anggotanya.

Misalnya bagi pengrajin gerabah, koperasi dapat menyokong usaha para peserta dengan bantuan berupa bahan baku juga perlatan yang diperlukan.

Selain itu bagi petani atau peternak misalnya, jenis koperasi produksi ini dapat menjadi tempat untuk menadahi hasil panen mereka. Hasil panen ini dapat berupa produk pertanian maupun peternakan. Atau bisa juga dengan memuat hasil laut dari nelayan yang juga bagian dari koperasi tersebut.

2. Koperasi Konsumsi

Umumnya koperasi konsumsi dibangun agar para anggotanya dapat mencukupi kebutuhan pokoknya. Apalagi harga jual berbagai barang ini biasanya juga dibanderol lebih murah ketimbang harga pasar. Contohnya yaitu koperasi yang menjual sembako. Misalnya seperti gula, beras, minyak goreng, mentega, telur, kopi, juga tepung.

3. Koperasi Simpan Pinjam

Umumnya masyarakat lebih mengenal koperasi simpan pinjam (KSP) ini sebagai koperasi kredit. Tidak heran karena jenis koperasi yang satu ini memang bergerak dalam bidang pengkreditan dana alias simpan pinjam uang.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya para nggota akan mengumpulkan sejumlah uang yang kemudian menjadi modal guna menjalankan usaha kredit ini.

Sekilas mungkin Anda akan melihat kinerja koperasi ini mirip seperti kebanyakan bank pada umumnya. Tetapi pada hakikatnya, terdapat perbedaan-perbedaan yang signifikan antara KSP dan bank konvensional biasanya. Diantaranya yaitu bunga pinjaman yang diberlakukan tentunya jauh lebih ringan bila dibandingkan dengan bunga bank.

Selain itu dengan menggunkan sistem bagi hasil, bunga yang diperoleh sebagai hasil pinjaman akan diberikan kepada semua partisipan tanpa terkecuali.

4. Koperasi Serba Usaha

Apakah Anda pernah melihat jenis koperasi yang menjalankan lebih dari satu jenis usaha? Maka bisa dipastikan koperasi tersebut adalah koperasi serba usaha (KSU).

Biasanya ragam usaha yang dikelola bersifat gabungan antara berbagai macam koperasi lainnya. Misalnya seperti koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam sekaligus sebagai koperasi konsumsi, atau koperasi produksi yang sekaligus menjadi koperasi konsumsi.

Koperasi Berdasarkan Tingkatannya

Pernahkah Anda mendengar operasi primer dan skunder? Keduanya termasuk kategori koperasi menurut tingkatannya. Pastinya Anda dapat melihat perbedaan dari keduanya dengan cara mengidenifikasi jenis anggotanya.

Penasaran apa maksudnya mengidentifikasi jenis anggotanya? Silahkan menyimak pembahasannya berikut ini.

1. Koperasi Primer

Syarat keanggotaan dari jenis koperasi primer adalah sekurang-kurangnya terdiri dari 20 orang. Selain itu, persyaratan dalam anggaran dasar koperasi juga harus dipenuhi dengan sedemikian rupa oleh para pendiri dan anggota koperasi tersebut.

Mereka juga pastinya harus memiliki hajat yang sama. Hendaknya anggota koperasi ini juga merupakan WNI dengan kompetensi untuk mengambil langkah hukum bila nantinya dibutuhkan.

2. Koperasi Sekunder

Adapun koperasi yang beranggotakan koperasi-koperasi primer disebut juga koperasi sekunder. Para anggota koperasi sekunder mempunyai hajat juga kebuuhan yang serupa sehingga diharapkan usaha yang dijalankan menjadi lebih optimal. Koperasi yang berjenis sama maupun yang berbagai jenis atau tingkatan dapat membentuk koperasi sekunder.

Jenis Koperasi Berdasarkan Status Anggotanya

Jenis Koperasi Berdasarkan Status Anggotanya

Kelompok jenis koperasi menurut status anggotanya ini adalah penggolongan koperasi yang diidentifikasi sesuai dengan kesamaan status orang-orang yang menjadi bagian di dalam koperasi tersebut.

Organisasi ekonomi jenis ini bahkan bisa memiliki jumlah yang sangat banyak. Sebabnya yaitu beberapa orang dengan status sama berkumpul menjadi sebuah kelompok lalu setuju untuk membentuk sebuah koperasi dan bersedia mematuhi persyaratannya, maka pembentukan koperasi itu pun dapat dianggap sah.

1. Koperasi Unit Desa

Dari namanya saja Anda pasti dapat menyimpulkan bahwa KUD atau koperasi pada tingkat desa  ini beranggotakan masyarakat di sebuah desa ertentu. Umumnya di sektor perekonomian khususnya yang bersangkutan dengan perikanan, pertanian, atau peternakan adalah bagian dari giat usaha yang diselenggarakan oleh koperasi ini.

2. Koperasi ASN

Berdasarkan namanya saja Anda tentunya telah mengetahui siapa saja anggota dari koperasi yang satu. Ya, benar, ini memang merupakan koperasi untuk para ASN (Aparatur Sipil Negara).

Jenis koperasi ini bertujuan terutama guna mengembangkan kesejahteraan perekonomian dari para warganya. Pada dasarnya nyaris seluruh instansi pemerintahan pusat hingga instansi daerah memiliki koperasi ini.

3. Koperasi Sekolah

Anda dapat menemukan koperasi ini hampir di semua sekolah yang ada di negeri ini. Mulai dari jenjang SD hingga universitas.

Sering kali koperasi jenis ini bukan hanya menjual berbagai macam barang yang diperlukan warga sekolah, tetapi juga sekaligus menjadi wadah untuk menyimpan uang yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekolah.

4. Koperasi Pondok Pesantren

Biasanya jenis koperasi ini hanya ada di pondok pesantren dan dikelola oleh para pengurusnya. Peserta koperasi ini tentu saja merupakan warga pondok yaitu para santri, staff pendidik, dan karyawan pesantren lainnya.

Kegiatan usaha yang dijalankan koperasi ini umumnya menyuplai barang-barang keperluan santri. Misalnya seperti alat tulis, kitab, baju muslim, alat salat juga keperluan harian santri lainnya seperti sabun, dan pasta gigi

5. Koperasi Pasar (Koppas)

Koperasi pasar memiliki anggota yang terdiri dari para penjual yang berdagang di pasar tersebut. Pada umumnya koperasi pasar berbentuk  koperasi simpan pinjam yang memberikan bantuan pinjaman dana sebagai modal awal bagi para penjual tersebut.

Keberadaan koperasi ini diharapkan mampu memberikan solusi agar para pedagang tersebut tidak lagi terjerat hutang pada rentenir yang biasanya menawarkan pinjaman dengan bunga yang mencekik.

Nah, demikianlah tadi keseluruhan ulasan tentang jenis-jenis koperasi yang ada di negara ini. Semoga informasi ini dapat berguna untuk Anda agar dapat lebih memahami klasifikasi koperasi ini. Sehingga Anda pun dapat memahami peran penting koperasi dalam memajukan ekonomi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.