Jenis Paragraf : Deduktif, Induktif, Ineratif – Pengertian dan Contohnya

Diposting pada

Paragraf dapat diartikan sebagai suatu komponen yang menyusun sebuah karya berbentuk tulisan. Selain itu ada beberapa jenis paragraf yang dapat dibedakan berdasarkan susunannya.

Paragraf  disusun dengan merangkai beberapa kalimat dengan tujuan menjelaskan suatu bentuk gagasan.

Posisi penulisan gagasan utama itu tergantung pada jenis  paragraf yang digunakan dalam tulisan tersebut. Ada empat jenis paragraf, yaitu paragraf deduktif, ineratif, induktif, dan campuran.

Pentingnya Memahami Paragraf Deduktif Dan Induktif

Pentingnya pemahaman arti dan bentuk paragraf ini adalah agar dapat memberi kemudahan dalam membaca sebuah tulisan. Hal ini disebabkan ciri-ciri setiap jenis paragraf ditunjukkan melalui posisi penulisan ide pokoknya.

Selain itu, bagi penulis sendiri, pemahaman ini membuat paragraf agar tersusun menjadi lebih padat. Selanjutnya mari kita bahas pengertian Tiap-tiap jenisnya melalui penjelasan berikut ini.

Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang menempatkan pokok bahasannya pada posisi di kalimat awal. Kemudian pembahasan utama tersebut akan dijelaskan melalui kalimat penjelasan berikutnya secara lebih mendetail.

Jadi paragraf deduktif dan induktif dapat tampak perbedaannya melalui posisi peletakan pokok bahasan. Pola penjabaran deduktif  mengalir dari hal yang bersifat umum ke yang lebih spesifik dan mendetail.

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada contoh paragraf deduktif berikut:

Pengaturan waktu secara efektif adalah kunci dari sebuah kesuksesan. Hal ini disebabkan oleh jumlah waktu yang tersedia setiap harinya berjumlah sama, yaitu 24 jam.
Penggunaan secara efektif dapat mengurangi adanya waktu yang terbuang sia-sia. Pengaturan waktu ini dapat dilakukan menggunakan cara menyusun skala prioritas agar hal penting dan mendesak dilakukan lebih dahulu.

Dapat diperhatikan bahwa pada contoh itu, pembahasan yang terletak di awal adalah gagasan utamanya dan menggambarkan isi paragraf. Kemudian, susunan kalimat  berikutnya merupakan penjelasan dari pokok bahasan tersebut yang bersifat lebih khusus.

Pola penyajian gagasan seperti ini merupakan penentu yang membedakan paragraf deduktif dan induktif, maupun paragraf campuran.

Paragraf Induktif

Pembahasan berikutnya adalah paragraf induktif yang juga akan disertai contohnya. Paragraf induktif adalah jenis paragraf yang memiliki kesimpulan ditempatkan pada posisi akhir.

Paragraf induktif dibuat menggunakan urutan menuliskan penjelasan yang diposisikan di bagian awal. Kemudian, semua penjelasan itu disimpulkan menjadi sebuah kalimat padat dan efektif sebagai ide pokok.

Paragraf deduktif dan induktif akan tampak berbeda jika dilihat pada contoh dibawah ini:

Sejak adanya pandemi Covid-19, masyarakat diharuskan mengenakan masker saat berada di tempat umum. Penggunaan masker ini dianggap cukup efektif dalam mencegah penyebaran virus tersebut.
Namun, ternyata masih terdapat banyak warga yang terjaring dalam razia ketertiban penggunaan masker.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kesadaran masyarakat mengenai pentingnya  penggunaan masker di tengah pandemi ini masih kurang.

Contoh tersebut menunjukkan sebuah bentuk paragraf  berjenis induktif. Hal ini tampak pada kalimat bercetak miring.  

Kalimat tersebut menjadi sebuah kesimpulan dari penjelasan sebelumnya. Peletakannya berada di akhir paragraf dan merupakan pokok pembahasannya.

Pola penulisan paragraf induktif harus melalui pembahasan khusus, menuju penjelasan umum yang berbentuk kesimpulan.

Paragraf Deduktif Dan Induktif (Paragraf Campuran)

Jenis ragam paragraf selanjutnya berbentuk campuran yang mengombinasikan antara bentuk paragraf deduktif dan induktif.

Pokok bahasan paragraf campuran ini dituliskan dua kali, yaitu pada awal, kemudian di bagian akhir paragraf. Namun, kedua pokok pembahasan itu bukanlah sebuah perlawanan, melainkan sebagai pentuk penegasan. Keduanya berfungsi untuk menegaskan pokok bahasan.

Untuk lebih jelasnya, dapat diperhatikan pada paragraf berikut:

Hobi berkebun dapat menjadi sebuah kegiatan yang meredakan stres. Hal ini disebabkan karena berkebun membutuhkan ketelatenan saat melakukannya dan menimbulkan rasa senang saat tanaman tumbuh subur.
Selain itu, berkebun juga melibatkan aktivitas fisik ringan yang cukup baik dalam melenturkan dan melatih otot tubuh. Maka dari itu, untuk meredakan stres, kegiatan berkebun ini sebaiknya rutin dilakukan.

Jika diperhatikan pada contoh tersebut, gagasan utamanya adalah yang dicetak miring.

Perpaduan antara paragraf deduktif dan induktif ditunjukkan melalui peletakan pokok bahasannya. Contoh yang tertulis di atas juga menunjukkan bahwa tidak ada pertentangan antara kedua kalimat yang menggambarkan gagasan utamanya. Peletakannya adalah dengan mengapit kalimat penjelasannya.

Paragraf Ineratif

Pembahasan berikutnya adalah paragraf ineratif. Paragraf interaktif adalah jenis paragraf dimana bentuknya merujuk pada penempatan peletakan pokok bahasannya yang berada di bagian tengah.

Pokok bahasan dituliskan setelah pengantar. Kalimat yang dijadikan sebagai pokok pembahasan diapit oleh penjelasan yang ada di bagian akhir dan awal paragraf. Dapat juga digambarkan dengan metode penulisan berupa penjelasan-pokok bahasan-penjelasan.  

Untuk memudahkan pemahaman, dapat melihat contoh di bawah untuk dibandingkan dengan paragraf deduktif dan induktif:

Saat ini, hujan sering datang tiba-tiba tanpa diduga. Kondisi ini mengakibatkan orang-orang merasa kewalahan akibat perubahan cuaca yang cukup cepat.
Kondisi tersebut diakibatkan oleh adanya perubahan cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Cuaca ekstrem inilah yang mengakibatkan perubahan antara panas dan hujan dapat terjadi dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Dapat dicermati bahwa pada contoh tersebut, letak pokok bahasan ditempatkan di tengah paragraf, seperti yang ditunjukkan dengan cetak miring.

Paragraf ineratif tersebut diawali dengan penjelasan kondisi cuaca, kemudian diikuti oleh ide pokok di bagian tengah tentang adanya cuaca ekstrem. Pada bagian akhir paragraf, pokok bahasan kembali dilanjutkan dengan penjelasan terjadinya perubahan cuaca.

Cara Mudah Membuat Paragraf Deduktif Dan Induktif

Setelah mengetahui penjelasan arti paragraf deduktif dan induktif serta jenis lainnya, pada akhirnya akan diketahui cara membuatnya tersebut dengan mudah. Fokus utama adalah peletakan pokok bahasan pada posisi yang tepat di dalam paragraf.

Pola penjabaran gagasan juga penting untuk diperhatikan. Selanjutnya akan dijelaskan mengenai langkah mudah menyusun paragraf sesuai jenisnya.

1. Menyusun Paragraf Deduktif

Peletakan pokok bahasan paragraf deduksi adalah pada bagian awal, sebagai pembuka. Itulah sebabnya, langkah dalam penyusunannya adalah menentukan pokok bahasan terlebih dahulu agar memudahkan peletakannya.

Pokok bahasan tersebut diposisikan di bagian awal suatu paragraf. Dilanjutkan dengan melengkapi pembahasan menggunakan penjelasan yang bersifat mendetail.

2. Menyusun Paragraf Induktif

Menyusun paragraf induktif justru menggunakan urutan yang berkebalikan dibandingkan bentuk deduktif. Ide pokoknya dituliskan di awal paragraf. Kemudian, Pemaparan dibuat lebih jelas sebelum akhirnya disimpulkan.

Kesimpulan inilah yang menjadi pokok pembahasan paragraf induktif. Jadi, pola yang digunakan paragraf deduktif dan induktif ini berbeda pada susunannya.

Menyusun Paragraf Campuran

Adapun  dalam penyusunan paragraf yang berbentuk campuran, diawali dengan menuliskan ide pokoknya terlebih dahulu. Selanjutnya kalimat penjelas diletakkan di tengah paragraf.

Setelah itu, dibuat kesimpulan keseluruhan isi paragraf dan menuliskannya pada bagian akhir. Paragraf campuran ini, pembahasannya lebih mendetail karena pokok bahasan ditegaskan dua kali pada paragraf.

Itulah tadi penjelasan tentang  paragraf deduktif dan induktif, serta paragraf campuran dan ineratif. Diharapkan, contoh yang tersaji dapat memudahkan dalam memahaminya.

Pemahaman Penulis akan lebih mudah menyampaikan gagasan secara urut dengan memahaminya. Bagi pembaca pun, memahami jenis paragraf dan bentuk paragraf dapat membuat lebih mudah menemukan inti sebuah tulisan yang dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.