Menjaga Sikap Jujur, Amanah dan Istiqomah (Pengertian, Dalil, Contoh dll)

Menjaga Sikap Jujur, Amanah dan Istiqomah (Pengertian, Dalil, Contoh dll)

Diposting pada

Kejujuran dan tanggung jawab dalam memegang sebuah amanah merupakan dua hal yang menjadi perhatian utama didalam ajaran islam setelah aqidah. Mengapa bisa demikian? hal tersebut karena misi diutusnya Rosulullah shallahu’alaihi wassalam adalah untuk menyempurnakan akhlak seluruh umat manusia.

Menjadi pribadi yang senantiasa jujur, amanah dan istiqomah bukanlah sesuatu yang mudah, akan tetapi hal tersebut wajib senantiasa kita upayakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada dasarnya ajaran tentang jujur, amanah dan istiqomah telah banyak dilaksanakan pada bermacam kegiatan ibadah. Contoh: saat seseorang batal wudhu saat hendek menjalankan ibadah sholat, lalu dengan jujur ia akan berwudhu lagi sebelum melaksanakan sholat.

Pada kesempatan kali ini Admin pusatilmupengetahuan.com akan memberikan informasi terkait sikap jujur, amanah, dan istiqamah.

A. Pengertian Jujur

Jujur adalah mengamalkan dan mengatakan sesuatu hal apapun sesuai dengan kenyataan atau fakta sebenarnya.

Jujur merupakan suatu sikap yang harus ada pada diri setiap orang beriman, karena kejujuran merupakan salah satu ajaran penting dalam islam.

Seseorang yang selalu bersikap jujur dalam kehidupannya sehari-hari maka hatinya akan selalu merasa tenang, karena seseorang yang selalu jujur tidak akan pernah menanggung beban di kehidupannya.

Dalil – Dalil Perintah Untuk Berlaku Jujur

Jujur merupakan perkara yang wajib dilakukan oleh orang-orang yang beriman. Jika sesuatu hal didalam agama sudah diputuskan hukumnya seperti wajib, sunnah, maupun makruh maka pasti harus ada dalilnya.

Dalil dapat berasal dari Al-Qur’an maupun As-Sunah (hadist nabi shallahu’alaihi wassalam), berikut ini beberapa dalil perintah allah untuk berlaku jujur:

Dalil Perintah Jujur Didalam Al-Qur’an

Allah subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an:

Dalil Al-Qur'an Tentang Kejujuran - QS At-Taubah ayat 119

Orang-orang yang jujur akan mendapatkan manfaat dari kejujurannya, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:

Dalil Al-Qur'an Tentang Kejujuran - QS Al-Maidah ayat 119
Dalil Al-Qur’an Tentang Kejujuran – QS At-Taubah ayat 119

Dalil Perintah Jujur Didalam Hadist

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah SAW. bersabda,

“Hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran menuntunmu pada kebenaran, dan kebenaran menuntunmu ke surga. Dan senantiasa seseorang berlaku jujur dan selalu jujur sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai orang yang jujur. Dan hindarilah olehmu berlaku dusta karena kedustaan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai pendusta.” (H.R. Muslim)

Contoh Hidup Jujur

Contoh dari sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari adalah:

Misalnya kamu adalah seorang penjual di sebuah pasar. Dalam hal menakar barang jualanmu, kamu selalu berusaha untuk tidak sedikitpun mengurangi ukuran timbanganmu, karena Kamu sadar bahwa segala perbuatan dilihat oleh Allah subhanahu wata’ala. Meskipun saat kamu menimbang timbanganmu tidak ada mengetahuinya termasuk si pembeli, Akan tetapi kamu tidak mau sedikitpun melakukan kecurangan.

Karena hal tersebut adalah perbuatan dosa, Allah subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an:

Perintah jujur didalam Al-Qur'an pada Muamalah
Perintah jujur didalam Al-Qur’an pada Muamalah

B. Pengertian Amanah

Amanah artinya jujur atau bisa dipercaya, seakar dengan iman. Amanah juga dapat diartikan dengan Al-Wadi’ah (titipan).

Sikap Amanah yang ada didalam diri seorang yang beriman muncul karena adanya keimanan yang kokoh didalam hatinya, sehingga seorang beriman yang amanah akan menolak berbagai bentuk perilaku yang bertentangan dengan sikap amanah tersebut.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu Nabi shallahu’alaihi wassalam berkhutbah di depan kami seraya berpesan

“Tidak (sempurna) iman seseorang yang tidak amanah dan tidak (sempurna) agama seseorang yang tidak menunaikan janjinya”(HR. Ahmad)

Dalil – Dalil Tentang Amanah

Berikut ini beberapa dalil yang menunjukan bahwa seseorang harus senantiasa bersikap amanah:

Dalil Perintah Amanah Didalam Al-Qur’an

Allah subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an:

Dalil Al-Qur'an Tentang Amanah
Dalil Al-Qur’an Tentang Amanah

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Qs. Annisa 4:58)

Baca: Iman Kepada Malaikat (Pengertian, Sifat, Hikmah, dan Contoh Perilaku)

Dalil Perintah Amanah Didalam Hadits

Abu Hurairah RA meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَثَ كَذِبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Artinya: “Tanda-tanda orang munafik ada tiga; jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika diberi amanah ia berkhianat.” (Muttafaq Alaihi)

Contoh – Contoh Sikap Amanah

Ada beberapa contoh sikap amanah yang ada dikehidupan sehari-hari diantaranya:

a. Memelihara Titipan dan Mengembalikannya seperti Sediakala

Apabila kita mendapatkan titipan barang dari seseorang untuk segera disampaikan kepada orang lain, maka kita harus segera menyampaikannya agar barang tersebut tidak berubah, tidak hilang, tidak terkurangi bagian darinya dan sebagainya. Lalu berikan barang tersebut secara utuh tanpa ada yang berkurang sedikitpun.

Allah subhanahu wata’ala berfirman didalam Al-Qur’an:

Dalil Al-Qur'an Tentang Amanah
Dalil Al-Qur’an Tentang Amanah

Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Annisa 4:58)

b. Menjaga Rahasia

Setiap muslim dimanapun diperintahkan untuk senantiasa menjaga rahasia baik itu rahasia pribadi, keluarga, teman, organisasi, mapun rahasia negara.

Kenapa kita diperintahkan untuk mentaga rahasia?, karena semua yang sifatnya rahasia lalu dibocorkan maka akan terjadi malapetaka.

Sebagai contoh seorang maupun lembaga organisasi tertentu diamanahkan untuk membuat soal ujian, namun ia membocorkan soal tersebut maka saat itu gagallah tujuan penyelenggaraan dari ujian tersebut.

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhu. Sesungguhnya Rosulullah shallahu’alaihi wassalam bersabda:

“Apabila seseorang membicarakan sesuatu kepada orang lain (sambil) menoleh kiri kanan (karena yang dibicarakan adalah rahasia) maka itulah amanah (yang harus dijaga)”(HR. Abu Dawud)

c. Tidak Menyalahgunakan Jabatan

Jabatan adalah suatu amanah yang harus dijalankan dengan sebaik mungkin dan bertangung jawab.

Seseorang yang menjalankan amanah harus siap saat dimintai pertanggung jawaban atas amanah yang dipikulnya, baik amanah di dunia maupun di akhirat.

Oleh karena itu kita sebagai seorang yang beriman tidak boleh mempermainkan amanah posisi jabatan yang kita miliki.

Sebagai contoh: saat kita terpilih menjadi ketua dari suatu organisasi tertentu, maka saat itulah kita mendapatkan tanggung jawab untuk mengatur dan memimpin organisasi tersebut dengan sebaik-baik mungkin.

Dari Abdullah bin Umar Radiyallahu’anhu. sungguh ia pernah mendengar Rosulullah shallahu’alaihi wassalam bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya”(HR. Bukhari dan Muslim)

d. Menunaikan Kewajiban dengan Baik

Manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluknya yang lain.

Manusia dikaruniai berbagai keunggulan berupa bentuk dan susunan fisik yang paling baik, diberi akal, nafsu, dan diberi bimbingan agama sebagai pedoman hidupnya, sehingga dia diberikan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan.

Kewajiban yang diberikan kepada manusia harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Kenapa semua kewajiban yang diperintahkan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya? itu semua karena kelak diakhirat semua perbuatan manusia akan dihisab dan harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah subhanahu wata’ala, baik perbuatan yang buruk maupun baik.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Dalil Menunaikan Kewajiban dengan Baik

e. Memelihara Nikmat yang Diberikan Allah

Seluruh nikmat yang allah subhanahu wata’ala breikan kepada kita baik itu usia, harta benda, anak, ilmu, dan lain sebagainya semua adalah amanah yang harus kita jaga dan pelihara sebaik mungkin.

Misalnya harta benda yang kita miliki harus digunakan untuk sesuatu hal yang berupa kabaikan sesuai dengan perintah Allah subhanahu wata’ala zat pemberi rezeki, sehingga harta yang kita miliki tidak boleh dihambur-hamburkan apalagi dihambur-hamburkan untuk melakukan suatu kemaksiatan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Kita tidak boleh boros terhadap harta yang kita miliki, namun juga kita tidak boleh kikir dengannya. Maksudnya adalah kita mengeluarkan zakat, infaq dan shadaqah dijalan allah subahanahu wata’ala sesuai dengan perintahnya.

C. Pengertian Istiqomah

Istiqamah sendiri secara bahasa diambil dari kata ‘istaqoma’-‘yastaqimu’-‘istiqamatan’ yang memiliki arti ‘tegak lurus’.

Secara pengertian istiqomah adalah suatu sikap teguh dan konsisten didalam mempertahankan keimanan dan keislaman seseorang walaupun menghadapi berbagai tantangan, rintangan, godaan, dan ancaman.

Seseorang yang didalam dirinya terdapat keistiqomahan dalam merengkuh keimanan dan keislamannya, laksana sebuah batu karang kokoh yang berada di tengah samudera tidak bergeser dan goyah sedikitpun, meskipun setiap saat dihantam dahsyatnya ombak samudera.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang memiliki keistiqomahan seperti yang diibaratkan diatas.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Dalil Tentang Istiqomah
Dalil Tentang Istiqomah

Seorang hamba dapat dikatakan benar-benar bersikap istiqomah dalam hidup dan beribadah apabila niat, ucapan, perbuatan, dan sikapnya seluruhnya dipenuhi dengan keikhlasan, konsisten, serta didasari oleh iman dan sesuai dengan syari’at agama Allah subhanahu wata’ala.

Seseorang yang mengaku benar-benar ta’at kepada Allah dan Rosul-Nya, mereka senantiasa menjaga lisan dan hatinya agar selalu berada diatas jalan Allah subhanahu wata’ala serta mampu menjaga dirinya dari berbagai godaan yang datang.

Apabila seseorang mampu melakukan hal sepertid disebutkan diatas, maka ia akan mendapatkan ketenangan jiwa, tidak akan pernah merasa khawatir didalam hidupnya, dan selalu merasakan kelapangan rezeki serta kelapangan dalam menjalani hidup di dunia.

Upaya Mencapai Istiqomah

Kita semua tentu tentu ingin sekali untuk menjadi hamba Allah yang benar-benar patuh serta mampu istiqomah kepadanya.

Istiqomah dalam menjalankan ibadahnya maupun istiqomah dalam menjaga diri dari berbagai bentuk kemaksiatan yang dilarang oleh Allah subhanahu wata’ala.

Berikut beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk dapat mencapai sikap istiqomah:

1. Menumbuhkan Rasa Patuh Kepada Allah

Yang pertama adalah menumbuhkan rasa kepatuhan kita kepada Allah subhanahu wata’ala yaitu dengan selalu menyadari bahwa kita hanyalah hamba Allah subhanahu wata’ala yang hidup hanya dengan satu tujuan yaitu beribadah dan menjalankan kewajiban serta menghindari hal yang dilarangan oleh Allah subhanahu wata’ala.

2. Meningkatkan Pengetahuan Agama

Untuk dapat mencapai keistiqomahan yang hakiki kita harus menajamkan akal dan pikiran kita dengan selalu memperdalam pengetahuan kita tentang agama serta senantitasa meningkatkan pemahaman kita tentang Al-Qur’an dan Al-Hadits.

3. Senantiasa Menjaga Hati

Makhluk dengan wujud paling mulia di muka bumi ini adalah manusia. Bagian termulia yang ada didalam diri manusia sendiri adalah hatinya.

Oleh sebab itu kita diperintahkan untuk senantiasa menjaga hati kita agar selalu bersih dan sehat, serta terhindar dari berbagai kotoran dan penyakit hati.

4. Bersikap Sabar dan Tawakkal

Untuk dapat mencapai derajat keistiqomahan kita diwajibkan untuk menumbuhkan sikap sabar, dan tawakkal kepada Allah subahanahu wata’ala.

Kita harus mengakui dengan sebenar-benarnya bahwa tidak memiliki daya dan upaya kecuali atas ridha allah subhanahu wata’ala.

Kita juga harus meyakini bahwa seluruh hidup kita sepenuhnya adalah merupakan kekuasaan Allah subhanahu wata’ala.

Oleh karena itu kita dituntut untuk berserah diri hanya kepada Allah subhanahu wata’ala karena hanya Allah lah yang senantiasa menolong kita.

Mari kita bangun sikap istiqomah, dan tetapkan langkah kita menuju jalan Allah subhanahu wata’ala, teguhkan iman dan islam sampai kahir kehidupan kita didunia ini.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Dalil tentang istiqomah surat hud ayat 112
Dalil tentang istiqomah surat hud ayat 112

Buah dari Sikap Istiqomah

Setelah kita mengetahui berbagai hal seputar istiqomah saatnya kita menengok buah yang dapat kita petik dari adanya sikap istiqomah baik didunia maupun di akhirat.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Dalil Buah dari Istiqomah
Dalil Buah dari Istiqomah

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah, ” lalu mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah Allah janjikan kepadamu.” Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia maupun di akhirat; di dalamnya kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan dan mendapatkan (pula) di dalamnya apa yang kamu minta”.(QS. Fushillat 41: 30-31)

Pada ayat diatas dapat kita petik pelajaran bahwa ada beberapa manfaat yang dapat oleh seorang mu’min yang didalam dirinya ada sikap istiqomah, yaitu:

  1. Orang yang senantiasa istiqomah akan dijauhkan oleh Allah subhanahu wata’ala dari rasa takut dan sedih dari dalam dirinya, sehingga dirinya dijauhkan dari rasa takut, dan sedih yang bersifat negatif.
  2. Orang yang selalu istiqomah akan mendapatkan kesuksesan baik didunia maupun di akhirat.

Klik tombol dibawah untuk print Artikel

Gambar Gravatar
Founder pusilpen.online/pusatilmupengetahuan.com Playmaker dewicookies.com, nusacharity.org, dan qothrunnadaa.com