Kebahasaan Laporan Hasil Observasi

Kebahasaan Pada Laporan Hasil Observasi

Diposting pada

Pada kesempatan ini kita akan membahas seputar unsur kebahasaan yang merupakan ciri dari laporan hasil observasi.

Salah satu unsur kebahasaannya adalah verba. Berikut penjelasan kebahasaan pada laporan hasil observasi.

Verba pada Laporan Hasil Observasi

Kelompok kata (kelas) yang dominan digunakan dalam sebuah teks laporan hasil observasi adalah verba (kata kerja), nomina (kata benda), dan adjektiva (kata sifat).

Verba adalah suatu kata yang menggambarkan proses, perbuatan maupun suatu keadaan. Verba disebut juga dengan kata kerja, misalnya kata “menjaga”.

Frasa verba adalah frasa yang induknya berupa verba dan mempunyai fungsi yang sama dengan verba. Contoh: menjaga diri, kata menjaga merupakan induknya sedangkan diri merupakan kata pengikutnya.

Perbedaan Kata dan Frasa

Kata adalah satuan bahasa (dapat memiliki arti maupun tidak) yang memiliki sifat bebas.

Frasa adalah gabungan dari beberapa unsur, tetapi tidak melebihi batas fungsi. Maksudnya sekalipun terdiri dari beberapa unsur (kata), tetapi hanya mempunyai satu fungsi dalam sebuah kalimat.

Selain itu frasa merupakan kelompok kata yang nonpredikatif (hanya menduduki fungsi subjek atau predikat).

Ciri-Ciri Umum Verba

Verba memiliki ciri-ciri umum yang membedakannya dengan kelas kata lain. Ciri-ciri tersebut sebagai berikut:

  1. Verba berfungsi utama sebagai predikat maupun sebagai inti predikat dalam kalimat walaupun juga dapat memiliki fungsi lainnya.
  2. Verba mengandung makna dasar suatu perbuatan (aksi), proses maupun keadaan yang bukan sifat atau kualitas.
  3. Verba, terutama yang memiliki makna keadaan tidak dapat diberi prefiks ter- yang berarti ‘paling’.
  4. Verba ditandai dengan kemungkinan untuk diawali dengan kata ‘tidak’ dan tidak mungkin diawali dengan kata ‘sangat’,’lebih’, dan lain sebagainya.

Jenis Verba

Berdasarkan bentuknya verba dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: verba asal dan verba turunan.

  1. Verba asal, adalah verba yang dapat berdiri sendiri tanpa adanya imbuhan (afiks).
  2. Verba turunan, adalah verba yang harus atau bisa menggunakan imbuhan (afiks), bergantung pada keformalan bahasa yang digunakan.

Nomina pada Laporan Hasil Observasi

Nomina adalah suatu kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep maupun pengertiannya. Dengan demikian seringkali nomina disebut dengan kata benda. Contoh: meja, kursi, sepeda kertas dan lain sebagainya.

Frasa nomina adalah suatu kelompok kata benda yang dibentuk dengan memperluas sebuah kata benda. Contoh: meja belajar.

Berdasarkan sintaksisnya nomina memiliki beberapa ciri-ciri tertentu yang ada didalam kalimat yang predikatnya verba, nomina cenderung menduduki fungsi subjek, objek maupun sebagai pelengkap.

Nomina tidak bisa diingkarkan dengan kata ‘tidak’ melainkan dengan kata ‘bukan’. Contoh: bukan mangga.

Pada umumnya nomina bisa diikuti oleh adjektiva, baik secara langsung maupun dengan diantarai oleh kata ‘yang’. Contoh: Teh yang manis.

Nomina dasar adalah suatu nomina yang terdiri dari satu morfem.

Nomina turunan adalah suatu nomina yang diturunkan melalui afiksasi, perulangan, maupun pemajemukan.

Afiksasi nomina adalah suatu proses pembentukkan nomina dengan cara menambahkan afiks tertentu pada kata dasar.

Adjektiva pada Laporan Hasil Observasi

Adjektiva adalah suatu kelas kata yang dapat mengubah kata benda maupun kata ganti, biasanya dengan cara menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Adjektiva sering disebut dengan kata sifat.

Kata sifat sendiri bisa menerangkan kuantitas, kualitas, kecukupan, urutan, maupun penekanan pada suatu kata.

Frasa adjektiva adalah suatu gabungan kata yang unsur intinya berupa kata sifat (adjektiva).

Ciri-Ciri Adjektiva (Kata Sifat)

  1. Dapat didahului oleh kata sangat, agak, paling, terlalu, dan amat.
  2. Dapat memberikan sifat pada suatu benda
  3. Dapat diulang dengan memberi imbuhan se-nya
  4. Dapat diikuti oleh kata-kata sekali dan benar.

Jenis – Jenis Adjektiva (Kata Sifat)

  1. Kata sifat yang berbentuk sebuah kata dasar
  2. Kata sifat yang berbentuk kata majemuk
  3. Kata sifat yang berbentuk kata ulang
  4. Kata sifat yang terdapat imbuhan.

Afiksasi (Pengimbuhan) pada Laporan Hasil Observasi

Afiksasi adalah suatu proses pembentukan suatu kata dengan cara menambahkan afiks atau imbuhan pada sebuah kata dasar.

Dalam bahasa Indonesia terdapat berbagai macam afiks dalam proses pemebentukan suatu kata.

Berdasarkan penempatannya afiks japat dibedakan menjadi 3 yaitu: prefiks, sufiks, dan konfiks. Berikut penjelasannya:

Jenis-Jenis Afiks (Imbuhan)

  1. Prefiks atau awalan, adalah afiks yang diletakkan di depan suatu kata dasar. Contoh: ber, se, dan ke.
  2. Sufiks atak akhiran, adalah afiks yang diletakkan dibelakang suatu kata dasar. Contoh: an, kan.
  3. Konfiks, adalah afiks yang terdiri dari dua unsur gabungan yaitu awalan dan akhiran.
    Konfiks diletakkan di depan dan dibelakang kata dasar.

Kata yang terdapat mendapatkan proses pengimbuhan dapat berubah jenis. Misalnya kata yang memiliki jenis verba dapat berubah menjadi nomina apabila mendapatkan imbuhan.

Kalimat Simpleks pada Laporan Hasil Observasi

Kalimat simpleks adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa. Kalimat ini hanya memiliki satu subjek dan satu predikat saja yang merupakan unsur wajib dalam sebuah kalimat. Kalimat simpleks hanya memiliki satu peristiwa, aksi maupun tindakan.

Ciri-Ciri Kalimat Simpleks

  1. Struktur kalimatnya sederhana
  2. Tidak menggunakan kata penghubung
  3. Merupakan kalimat tunggal

Kalimat Kompleks Setara pada Laporan Hasil Observasi

Kalimat kompleks adalah suatu kalimat yang mempunyai dua klausa atau lebih yang dipisahkan oleh konjungsi koordinatif.

Kalimat kompleks setara dapat disebut dengan kalimat majemuk setara karena dua buah struktur klausa yang terdapat didalamnya memiliki kedudukan yang sama atau sederajat.

Kalimat kompleks atau yang biasa dikenal dengan kalimat majemuk ada dua Jenis yaitu:

  1. Kalimat majemuk setara
  2. Kalimat majemuk bertingkat

Kalimat majemuk setara mempunyai dua klausa dalam satu kalimatnya. Biasanya kalimat majemuk setara ditandai dengan penggunaan konjungsi koordinatif.

Ciri-Ciri Kalimat Kompleks

  1. Mempunyai dua buah subjek dan predikat, baik secara implisit maupun eksplisit.
  2. Mempunyai dua buah peristiwa atau lebih
  3. Kedua struktur yang ada pada kalimat kompleks dipisahkan dengan tanda koma atau kata penghubung (konjungsi).

Kalimat Kompleks Bertingkat pada Laporan Hasil Observasi

Kalimat kompleks bertingkat adalah kalimat yang mempunyai dua klausa atau lebih yang posisinya tidak sederajat.

Fungsi konjungsi subordinatif adalah untuk membentuk khusus bawahan atau anak kalimat.

Anak kalimat pada majemuk bertingkat tidak dapat berdiri sendiri, klausa ini membutuhkan adanya induk kalimat. Karena jika dipisahkan dari induk kalimat maka anak kalimat tersebut tidak akan mempunyai makna yang jelas.

Kalimat mejemuk bertingkat (kompleks bertingkat) disebut memiliki minimal dua klausa yang posisinya tidak sederajat. Hal tersebut karena salah satu klausa sebagai induk kalimat dan klausa lainnya merupakan anak kalimat yang didalamnya terdapat konjugasi subordinatif.

Ciri-Ciri Kalimat Kompleks Bertingkat

  1. Memiliki dua buah subjek dan predikat
  2. Memiliki dua buah peristiwa atau lebih
  3. Kedua strukur dari kalimat kompleks dipisahkan dengan tanda koma (konjugasi subordinatif).

Konjugasi pada Laporan Hasil Observasi

Konjungsi berperan penting pada strukur dan kebahasaan yang ada pada teks laporan hasil observasi.

Teks laporan hasil observasi mengandung hubungan berjenjang pada objek atau sesuatu yang dilaporkan.

Jenis-Jenis Konjugasi pada Laporan Hasil Observasi

1. Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah suatu konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang memiliki kedudukan sederajat atau setara. Misalnya penanda hubungan penambahan, pemilihan, pertentangan, maupun perlawanan.

2. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan antara dua klausa yang memiliki kedudukan tidak sederajat atau konjungsi yang meaghubungkan induk kalimat dan anak kalimat.

Fungsi Konjugasi pada Laporan Hasil Observasi

  1. Menghubungkan penambahan sifat
  2. Pemilihan sifat
  3. Perbedaan
  4. Persamaan
  5. Penjelas suatu akibat
  6. Pertentangan
  7. Hubungan yang terdapat dalam kelas maupun subkelas yang dilaporkan
Avatar
Founder and CEO pusilpen.online, pusatilmupengetahuan.com, saintek.id Playmaker dewicookies.com, nusacharity.org, qothrunnadaa.com, etc...