Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz – Sang Khulafaur Rasyidin Kelima

Diposting pada

Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah dari Bani Umayyah yang mendapatkan gelar sebagai Khulafaur Rasyidin yang kelima. Beliau adalah cucu dari dari Khalifah Marwan bin Al-Hakam yang merupakan sepupu dari Khalifah Utsman bin Affan. Sedangkan ibunya adalah Laila, cucu dari Khalifah Umar bin Khattab.

Umar kecil hidup di Mesir karena ayahnya, Abdul Aziz adalah gubernur Mesir. Namun beranjak remaja, beliau pindah ke Madinah untuk menuntut ilmu. Rakyat Bani Umayyah mengenal Umar sebagai seseorang yang haus ilmu dan dekat dengan para ulama, perawi hadits, dan orang-orang soleh.

Pada tahun 705 M, sepupu Umar yaitu Al-Walid bin Abdul Malik naik menjadi Khalifah. Selain sepupu mereka juga merupakan saudara ipar karena Istri Umar adalah Fatimah, saudara perempuan Al-Walid. Sedangkan Al-Walid menikah dengan Ummul Banin saudara perempuan Umar.

Umar bin Abdul Aziz sebagai Gubernur Madinah

respon penduduk madinah terhadap nabi muhammad shallahu'alaihi wassalam

Pada masa Al-Walid, Umar menjadi gubernur Madinah yang wilayah kekuasaannya mencakup Makkah dan Thaif. Para Gubernur Madinah dari Bani Umayyah sebelumnya selalu berselisih dengan warga Madinah. Namun di bawah kepemimpinan Umar yang sebelumnya telah masyhur sebagai orang alim yang dekat dengan para ulama Madinah dan kesalehan serta kebijaksaan beliau, warga Madinah mulai membuka diri.

Baca juga: Kepemimpinan Islam Pada Masa Umar Bin Khattab

Beliau memimpin perjalanan haji dan menunjukkan dukungan kepada para ulama Madinah. Beliau juga membentuk Dewan Syura Madinah yang beranggotakan 10 Ulama untuk meminta pendapat dalam memutuskan perkara pemerintahan provinsi di Madinah. Sebagaimana pejabat negara Bani Umayyah lainnya, gaya hidup Umar saat menjadi gubernur sangatlah mewah, namun rakyat mencintainya karena kesalehan dan kebijaksaan beliau.

Kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz naik menjadi Khalifah ke delapan Bani Umayyah pada tahun 717 M saat berusia 34 tahun dan menjabat hingga tahun 720 M atau dalam jangka waktu dua setengah tahun. Namun di masa kekuasaan beliau yang singkat, beliau berhasil memberikan kesejahteraan yang luar biasa kepada rakyatnya dan membuatnya mendapat julukan Khulafaur Rasyidin yang kelima setelah Khalifah Abu Bakar As Shiddiq, Khalifah Umar bin Khattab, Khalifah Utsman bin Affan, dan Khalifah Ali bin Abi Thalib.

Kehidupan Umar setelah menjadi khalifah sangatlah berbeda 180 derajat dibandingkan dengan saat beliau menjabat sebagai gubernur Madinah sebelumnya yang bergelimangan dengan kemewahan. Umar mengeluarkan seluruh hartanya dan memberikannya ke baitul maldan ia hidup dengan gaji 2 dirham per hari. Umar pun memberi pilihan kepada istrinya Fathimah binti Abdul Malik untuk tetap menjadi istrinya namun memberikan seluruh perhiasan mewahnya ke baitul mal atau tetap hidup dengan kemewahan namun tidak lagi menjadi istri Umar. Namun Fathimah adalah wanita mulia dengan hati yang bersih dengan keimanan memilih untuk mengikuti jejak suaminya dan hidup bersahaja sejak menjadi istri dari Khalifah.

Kebijakan Selama Umar menjadi Khalifah

Berikut beberapa kebijakan Umar bin Abdul Aziz saat beliau menjadi pemimpin Khilafah Bani Umayyah :

  1. Merombak struktur pejabat dan memilih pejabat berdasarkan kecakapan dan keshalihannya bukan koneksi sebagaimana sebelumnya. Dan mengawasi wilayah masing-masing gubernur dengan cermat
  2. Umar adalah seorang ulama’ yang mendorongnya untuk memperbaiki kehidupan sosial seperti melarang minuman keras, ketelanjangan di muka umum, dan menghapus pemandian umum yang bercampur antara laki-laki dan perempuan
  3. Membangun infrasturuktur berupa pembangunan kanal dan bangunan khusus untuk klinik kesehatan
  4. Memerintahkan pengumpulan hadits secara resmi karena khawatir akan hilangnya beberapa hadits
  5. Menghapus diskriminasi dengan menghapuskan jizyah bagi mualaf non Arab
  6. Menghapuskan tradisi Bani Umayyah yang mengharuskan khatib untuk mencela Khalifah Ali bin Abi Thalib pada khutbah Jum’at
  7. Melarang pejabat negara untuk berbisnis agar fokus pada mengurusi rakyat
  8. Mewajibkan pada para pejabat untuk mendengarkan setiap keluhan rakyat, jika tidak akan mendapatkan hukuman
  9. Mengembalikan tanah penggembalaan dan cagar alam yang semula menjadi milik bangsawan Bani Umayyah dan memanfaatkannya untuk rakyat miskin

Hubungan Nusantara dan Khilafah Bani Umayyah di Masa Umar bin Abdul Aziz

Raja Sriwijaya dari Nusantara pernah melakukan hubungan bilateral melalui surat kepada Bani Umayyah sebanyak dua kali. Surat pertama sampai kepada Mu’awiyah bin Abu Sufyan, Khalifah pertama Bani Umayyah dan surat kedua kepada Umar bin Abdul Aziz.

Abd Rabbih dalam karyanya Al-Iqdul Farid mendokumentasikan surat kedua Raja Sriwijaya yang berbunyi : “Dari Rajadiraja … yang keturunan seribu raja … kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan yang lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tidak terlalu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan. Dan saya ingin anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya, dan menjelaskan kepada saya hukum-hukumnya”

Wafatnya Umar bin Abdul Aziz

Beberapa kebijakan Umar ternyata membuat sebagian bangsawan Bani Umayyah terusik karena hak istimewa mereka lenyap. Akhirnya mereka menyuap salah satu budak bernama ‘Alas untuk meracuni makanan Khalifah dengan menjanjikan upah berupa 1.000 dinar dan kebebasan dirinya. Umar mengetahui rencana keji tersebut dan mengambil uang 1.000 dinar tersebut dan memasukkannya ke baitul mal sedangkan budak tersebut ia bebaskan.

Namun saat Umar dalam perjalanan pulang tugas negara dari Damaskus ke Aleppo, ia jatuh sakit dan akhirnya meninggal pada Februari 720 M pada usia 37 tahun. Khalifah yang dicintai rakyatnya ini berpulang setelah menorehkan tinta emas nan harum dalam sejarah Kekhilafahan Bani Umayyah. Dan membuatnya dikenang banyak orang hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.