Klasifikasi Materi dan Perubahannya

Berbagai benda yang ada di sekitar Kita bisa berupa wujud padat, cair maupun gas. Benda-benda tersebut bisa diklasifikasikan sesuai karakteristiknya, pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai klasifikasi materi dan perubahannya.

Cara Mengklasifikasikan Materi

Saat kita mengumpulkan berbagai kelompok sesuai dengan sifatnya, maka kita akan menemukan bahwa ada beberapa langkah untuk klasifikasi materi yaitu:

  1. Mengamati karakteristik dari benda tersebut
  2. Mencatat berbagai persamaan dan perbedaan sifat masing-masing benda
  3. Mengelompokkan berbagai benda tersebut kedalam satu kelompok sesuai dengan kesamaan sifat
  4. Memberikan nama kepada benda tersebut sesuai kelompoknya

Sebelum membahas lebih lanjut, kita perlu mengetahui pengertian dari materi. Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan bisa menempati ruang tertentu.

Berdasarkan wujudnya materi dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu zat padat, cair, dan gas.

Contoh zat padat adalah beberapa jenis logam, misalnya besi, emas, dan seng. Contoh zat cair adalah air dan minyak goreng, sedangkan contoh zat berwujud gas adalah udara, asap, dan uap air.

Perbedaan Sifat Zat Padat, Cair, dan Gas

Padat Cair Gas
Mempunyai bentuk dan volume tertentu.Mempunyai volume tertentu, akan tetapi tidak mempunyai bentuk yang tetap, sesuai dengan pada media yang digunakan.Tidak mempunyai volume dan bentuk yang pasti.
Jarak antarpartikel zat padat sangat rapat.Jarak antarpartikel zat cair lebih renggang.Jarak antarpartikel gas sangat renggang.
Partikel-pertikel zat padat tidak dapat bergerak bebas.Partikel-pertikel zat cair dapat bergerak bebas, namun geraknya terbatas.Partikel-partikel gas dapat bergerak dengan sangat bebas.
Perbedaan Sifat Zat Padat, Cair, dan Gas

Klasifikasi Materi

Klasifikasi Materi
Klasifikasi Materi

Berdasarkan komposisinya materi dapat di klasifikasikan menjadi dua, yaitu zat tunggal (murni) dan campuran.

Zat murni dapat dibagi lagi menjadi unsur dan senyawa dan zat campuran dibagi lagi menjadi heterogen dan homogen.

A. Unsur

Unsur merupakan suatu zat tunggal yang tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian yang jauh lebih sederhana dan akan tetap mempertahankan karakteristik asli yang dimiliki dari unsur tersebut.

Misalnya unsur pada sebongkah es apabila dibagi terus sampai bagian yang terkecil akan menjadi atom emas.

Para ahi kimia juga menggunakan simbol atau lambang untuk bisa dengan mudah menunjukkan perbedaan antara unsur kimia yang satu dengan unsur kimia yang lainnya.

Ahli kimia sudah menemukan unsur sejak abad ke-9 dan unsur secara bertahap terus berkembang sampai pada abad ke-20.

Secara umum unsur di alam dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu unsur logam dan nonlogam. Contoh unsur logam adalah besi, emas, dan seng.

Contoh unsur nonlogam adalah karbon, nitrogen, dan oksigen. Selain itu masih ada juga unsur yang sifatnya adalah semi logam.

Apa itu Unsur Logam?

Unsur Logam adalah unsur yang mempunyai sifat khusus, yaitu mengkilat dan bentuknya keras karena mempunyai kepadatan yang cukup tinggi, sehingga dapat direnggangkan dan ditempa.

Apa itu Unsur NonLogam?

Unsur nonlogam adalah suatu unsur yang mempunyai sifat kusam, tidak mengkilap, dan merupakan konduktor panas dan listrik yang buruk, sehingga mempunyai kepadatan rendah dan rapuh.

Penamaan Unsur Logam dan NonLogam

Unsur diberi nama dengan menggunakan bahasa Latin sesuai dengan siapa penemu pertamanya atau tempat ditemukannya unsur tersebut.

Ahli-ahli kimia tidak membedakan penamaan unsur alamiah yang terdapat di alam ataupun unsur buatan manusia.

Beberapa unsur menggunakan nama penemu atau tempat untuk menghormati identitas penemunya ataupun tempat penemuannya.

Simbol unsur dibuat untuk memudahkan para saintif dalam penulisan nama unsur, yaitu dengan cara menyingkatnya.

Simbol unsur yang saat ini digunakan secara internasional adalah simbol unsur yang diusulkan oleh seorang ilmuwan bernama Jöns Jacob Berzelius.

Unsur-Unsur Logam dan Nonlogam

Berikut ini beberapa contoh unsur logam dan nonlogam yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari beserta lambangnya.

Unsur Logam dan Lambangnya
NoNama LatinNama IndonesiaLambang
1.AluminiumAluminiumAl
2.ArgentumPerakAg
3.AurumEmasAu
4.CuprumTembagaCu
5.CalciumKalsiumCa
6.FerrumBesiFe
7.NatriumNatriumNa
8.PlumbumTimbalPb
9.StannumTimahSn
Unsur Logam dan Lambangnya
Unsur Nonlogam dan Lambangnya
NoNama LatinNama IndonesiaLambang
1.HydrogenHidrogenH
2.CarbonKarbonC
3.OxygenOksigenO
4.SulphurBelerangS
5.NitrogenNitrogenN
6.IodiumIodinI
7.PhosphorusFosforP
Unsur Nonlogam dan Lambangnya

Cara pemberian lambang unsur menurut Berzelius

Berikut cara pemberian lambing unsur menurut ilmuwan bermama Berzelius:

  1. Setiap unsur dapat dilambangkan oleh satu huruf, yaitu huruf awal dari nama latinnya.
  2. Huruf awal ditulis dengan huruf kapital (huruf besar).
  3. Unsur yang memiliki huruf awal sama, diberikan satu huruf kecil dari nama unsur tersebut.

Contoh Pemberian Nama Unsur

Karbon (Carbon), dimana dilambangkan dengan (C), Kalsium (Calsium) dilambangkan dengan (Ca).

Unsur-unsur tersebut selanjutnya disusun dalam bentuk sistem periodik unsur, seperti pada gambar dibawah ini:

gambar periodik unsur
gambar periodik unsur

B. Senyawa

Senyawa adalah suatu zat kimia murni yang terdiri dari lebih dari satu unsur dan dapat dipecah menjadi beberapa unsur pembentuknya dengan menggunakan reaksi kimia tertentu.

Baca: Hakikat Ilmu Kimia (Pengertian, Prinsip, dan Ruang Lingkup)

Suatu senyawa masih dapat diuraikan lagi menjadi unsur-unsur lainnya. Dari penjelasan  tersebut, dapat disimpulkan bahwa senyawa merupakan zat tunggal/murni yang dapat diuraikan menjadi dua atau lebih zat yang jauh lebih sederhana dengan melalui proses kimia biasa.

Misalnya, air yang memiliki rumus H2 O dapat diuraikan menjadi unsur hidrogen (H) dan oksigen (O).

Bagaimana Senyawa dapat Terbentuk? 

Senyawa dapat terbentuk melalui proses pencampuran unsur secara kimia. Sifat suatu senyawa akan berbeda dengan sifat unsur- unsur dari penyusunnya.

Misalnya, sifat air berbeda dengan sifat gas hidrogen dan oksigen sebagai unsur penyusunnya.

Pada suhu kamar, air akan berwujud cair, sedangkan hidrogen dan oksigen, keduanya berwujud gas.

Air dapat digunakan untuk memadamkan api, sedangkan gas hidrogen dapat digunakan dalam pembakaran karena merupakan zat yang mudah terbakar dan gas oksigen merupakan zat yang diperlukan.

Contoh Senyawa Sederhana dan Penyusunnya

NoSenyawaUnsur Penyusun
1.AirHidrogen + Oksigen
2.Garam Dapur (Natrium klorida)Natrium + Klorin
3.Gula tebu (Sukrosa)Karbon + Hidrogen + Oksigen
Contoh Senyawa Sederhana dan Penyusunnya

C. Campuran

Campuran adalah suatu materi yang didalamnya terdiri atas dua zat atau lebih yang masih mempunyai sifat dari zat asalnya.

Campuran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.

Campuran Homogen

Campuran homogen adalah suatu campuran yang tidak dapat lagi dibedakan antara zat- zat yang tercampur di dalamnya.

Campuran homogen bisa dengan banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contoh dari larutan homogen adalah larutan gula, larutan garam, dan sirop

Larutan sendiri tersusun atas pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Pelarut yang paling banyak digunakan adalah air.

Senyawa lainnya yang dapat digunakan sebagai pelarut adalah senyawa organik yang biasa dikenal juga sebagai pelarut organik , contohnya kloroform dan alkohol.

Dalam larutan, ukuran partikel zat terlarut mempunyai ukuran yang sangat kecil dengan diameter kurang dari 1 nm sehingga partikel zat terlarut tidak dapat dilihat walaupun menggunakan mikroskop ultra.

Oleh karena itu, larutan terlihat homogen (serba sama). Maksudnya zat yang terlarut dan pelarut dalam larutan tersebut tidak dapat dibedakan antara satu sama lainnya.

Campuran Heterogen

Campuran heterogen adalah suatu jenis campuran dimana zat yang tidak dapat bercampur satu dengan lain secara sempurna sehingga dapat dikenali zat penyusunnya.

Sehingga pada campuran heterogen, seluruh bagiannya tidak memiliki komposisi yang sama (tidak serba sama).

Cara Memisahkan Campuran

Beberapa metode pemisahan campuran yang banyak digunakan antara lain penyaringan (filtrasi), sentrifugasi, sublimasi, kromatografi, dan distilasi. Berikut penjelasannya:

1. Penyaringan (Filtrasi)

Penyaringan adalah suatu metode pemisahan zat campuran yang digunakan untuk memisahkan antara cairan dan padatan, dimana tidak bisa larut sesuai pada perbedaan ukuran partikel beberapa yang bercampur didalamnya.

2. Sentrifugasi

Jenis motode yang satu ini sering dilakukan sebagai pengganti filtrasi apabila partikel padatan yang terdapat dalam campuran mempunyai ukuran sangat halus dan campurannya berjumlah jauh lebih sedikit..

Metode sentrifugasi sendiri digunakan untuk bisa memisahkan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih dari plasma darah.

Dalam hal ini, padatan adalah beberapa sel darah merah dan sel-sel darah putih yang akan mengumpul di dasar tabung reaksi, sedangkan plasma darah terdiri dari berupa cairan yang berada di bagian atas.

3. Distilasi (Penyulingan)

Pemisahan campuran dengan cara distilasi (penyulingan) pada umumnya banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan industri.

Pemisahan campuran dengan cara penyulingan ini dapat digunakan untuk memisahkan suatu zat cair dari campurannya.

Prinsip cara kerjanya didasarkan pada perbedaan titik didih dari zat cair yang bercampur, sehingga saat menguap setiap zat akan terpisah dengan sendirinya.

4. Kromatografi

Kromatografi merupakan suatu metode pemisahan campuran yang dasarnya adalah pada perbedaan kecepatan merambat antara beberapa partikel yang bercampur dalam suatu medium diam pada saat dialiri oleh suatu medium gerak.

Pada umumnya pemisahan campuran dengan cara kromatografi digunakan untuk mengidentifikasi suatu zat yang berada dalam suatu campuran.

Prinsip kerja kromatografi sendiri didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara setiap partikel zat yang bercampur dalam suatu medium yang diam ketika dialiri suatu medium gerak.

5. Sublimasi

Prinsip kerja metode pemisahan campuran dengan cara sublimasi sendiri biasanya didasarkan pada campuran zat yang mempunyai satu zat yang dapat menyublim (perubahan wujud padat ke wujud gas) sedangkan zat yang lainnya tidak dapat menyublim.

Contoh sublimasi adalah campuran iodin dengan garam dapat dipisahkan dengan cara sublimasi (seperti kegiatan yang telah kamu lakukan).

Perbedaan Sifat Unsur, Senyawa, dan Campuran

UnsurSenyawaCampuran
Zat tunggalZat tunggalCampuran
Tidak dapat diuraikanDapat diuraikanDapat diuraikan
Tidak dapat diuraikanTersusun atas dua jenis atom atau lebihTersusun atas dua jenis atom/molekul atau lebih
 Perbandingan massa zat penyusunnya tetapPerbandingan massa zat penyusunnya tidak tetap
Perbedaan Sifat Unsur, Senyawa, dan Campuran

Demikian klasifikasi materi dan perubahannya, Cara Mengklasifikasikan Materi, dan sebagainya.

Bagikan Artikel melalui :