Kumpulan Konsep Esensial Geografi beserta Penjelasannya Terlengkap

Menurut sebuah teori ‘triangle of love‘ butuh 3 konsep rasa untuk memahami cinta, yaitu: kasih sayang, ingin memiliki dan nafsu.

Namun berbeda dengan geografi, untuk memahami geografi harus ada 10 konsep essensial geografi yang dibutuhkan, yaitu:

  1. Konsep lokasi
  2. Konsep jarak
  3. Konsep keterjangkauan
  4. Konsep Aglomerasi
  5. Konsep Nilai Kegunaan
  6. Konsep Pola
  7. Konsep Morfologi
  8. Konsep Difrensiasi Area
  9. Konsep Interaksi dan Interpedensi
  10. Konsep Keterkaitan Ruang

Pengertian Konsep Esensial Geografi

Pengertian Konsep Esensial Geografi

Konsep esensial geografi adalah suatu konsep yang digunakan untuk memahami ilmu geografi. Apa saja sih konsep-konsep eselnsial geografi yang digunakan dalam geografi?, berikut ulasannya:

Konsep-Konsep Esensial Geografi

1. Konsep Lokasi

Konsep lokasi pada geografi menjadi salah satu ciri khusus yang ada pada ilmu pengetahuan sosial pada bidang geografi. Konsep lokasi sendiri terbagi menjadi 2, yaitu: lokasi absolut dan lokasi relatif, berikutnya penjelasannya:

A. Lokasi Absolut

Lokasi absolut adalah lokasi suatu objek maupun suatu wilayah yang didasarkan pada letak garis astronomisnya.

Lokasi absolut merupakan lokasi yang tetap, maksudnya adalah lokasi pasti suatu wilayah berdasarkan garis astronomisnya pada waktu tertentu.

Lokasi absolut disebut sebagai lokasi tetap karena tidak ada objek yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk menunjukan letak suatu wilayah tertentu yang luas. Sehingga acuan yang digunakan adalah koordinat astronomis pada suatu wilayah tersebut.

Contoh lokasi absolut: “Kapal kak Andi pada jam 12.00 pagi waktu amerika berada pada 142° BT dan 33° LU” berarti dapat diambil kesimpulan bahwa lokasi kapal kak Andi pada saat itu berada pada lokasi tetap.

B. Lokasi Relatif

Lokasi relatif adalah lokasi suatu objek maupun suatu wilayah yang letaknya didasarkan pada objek atau wilayah lain yang ada disekitarnya.

Baca juga: Objek Studi dan Aspek Geografi

Lokasi relatif sendiri bersifat berubah-ubah, hal tersebut dikarenakan lokasi relatif sendiri letaknya didasarkan pada keadaan yang ada disekitarnya.

Contoh lokasi relatif: “Kak Andi pergi mudik ke kampungnya di Semarang pukul 10.00, lalu adiknya menelponnya pada jam 12.00 lalu adiknya bertanya ‘Kak Andi sampai mana?’ lalu kak Andi menjawab ‘Kakak sampai purwokerto’,”. Nah dapat kita ambil kesimpulan bahwa kak Andi berada pada lokasi relatif, kok bisa?. Karena lokasi Kak Andi tersebut diambil berdasarkan pada objek maupun wilayah yang ada di sekitar Kak Andi.

2. Konsep Jarak

Konsep jarak adalah konsep esensial dalam geografi yang berkaitan dengan jarak antara kedua tempat tertentu dan dapat diukur baik dengan menggunakan peta maupun alat ukur lainnya.

Yang diukur pada konsep jarak ini bisa satuan panjang antar wilayah maupun waktu tempuhnya.

Pada dasarnya jarak merupakan pemisah antara tempat maupun wilayah tertentu. Jarak dapat berubah-ubah seiring dengan berkembangnya tekhnologi dan komunikasi.

Berdasarkan cara mengukur jarak, dibagi menjadi 2 yaitu: jarak absolut dan jarak relatif. Berikut uraianya:

A. Jarak Absolut

Jarak absolut adalah jarak tetap yang diukur berdasakan satuan panjang antara satu tempat dengan tempat lainnya seperti inci, km, kaki, mil dan lain sebagainya.

Walaupun dalam mengukur suatu tempat satuan maupun alat ukur yang digunakan berbeda-beda, namun hasilnya akan tetap sama jika dilakukan konversi. Sehingga jarak tersebut disebut dengan jarak tetap (absolut).

Contoh jarak absolut:

“Rendi hendak pergi ke rumah temannya yaitu paijo, sebelum pergi rendi mencari tahu terlebih dahulu berapa jarak tempuh dari tempatnya ke tempat temannya tersebut. Diketahui jarak tempuh dari tempat rendi ke rumah temannya yaitu 1,5km”

Pada contoh cerita diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa jarak tempat Rendi ke rumah temannya adalah 1,5km, jarak tersebut disebut jarak absolut.

B. Jarak Relatif

Jarak relatif adalah jarak antar tempat yang bisa berubah-ubah berdasarkan indikator ukuran yang digunakan.

Jarak relatif sendiri dapat ditentukan berdasarkan satuan waktu maupun satuan biaya yang digunakan.

Contoh jarak relatif:

“Dandi dan Fikri handak pergi ke suatu taman untuk bermain, dandi membutuhkan waktu sekitar 10 menit dengan menggunakan sepeda motor, sedangkan fikri membutuhkan waktu 20 menit karena menggunakan sepeda”.

“Dalam perjalanannya dandi membutuhkan biaya 10.000 karena naik ojek online, sedangkan fikri tidak membutuhkan biaya sama sekali karena menaiki sepeda”

Dari penggalan cerita diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa jarak yang digunakan adalah jarak relatif. Karena kedua perbedaan jarak tersebut dapat berubah-ubah berdasarkan indikator ukuran tertentu yang digunakan.

3. Konsep Keterjangkauan

Konsep keterjangkauan adalah suatu konsep yang membahas tentang bagaimana suatu tempat dapat dijangkau dari tempat yang lainnya.

Konsep keterjangkauan erat kaitannya dengan hambatan maupun rintangan yang dihadapi dalam menuju suatu tempat tertentu.

Konsep keterjangkauan sendiri berhubungan juga dengan sarana dan prasarana yang digunakan. Suatu tempat dikatakan sebagai tempat yang terpencil atau terisolasi karena tidak adanya akses jaringan maupun transportasi yang memadai didalamnya.

Suatu tempat yang tidak memiliki akses jaringan maupun akses transportasi yang memadai dapat diakibatkan oleh beberapa sebab, diantaranya karena kondisi topografi yang tidak memungkinkan masuknya akses jaringan dan trasportasi didalamnya.

Hal tersebut dibahas di konsep keterjangkauan pada ilmu geografi. Contoh konsep keterjangkauan:

“Penduduk desa yang ada di papua yaitu desa Kegata dan desa Apowo diharuskan menaiki pesawat jika ingin berkunjung ke desa satu sama lain”

Hal tersebut disebabkan karena bentang alam antar kedua desa yang tidak memungkinkan alat transportasi selain pesawat untuk dapat melintasi kedua desa tersebut. Karena kedua desa tersebut dipisahkan oleh lembah dan pegunungan.

4. Konsep Aglomerasi

Konsep aglomerasi adalah konsep dalam geografi yang mengkaji tentang pengelompokkan berbagai objek sejenis pada suatu wilayah tertentu di permukaan bumi.

Adanya pengelompokkan berbagai objek sejenis tersebut karena adanya kesamaan gejala maupun faktor-faktor umum yang menguntungkan.

Contoh konsep aglomerasi:

“Kampung Arab dan kampung bali yang ada di jakarta”

5. Konsep Nilai Kegunaan

Konsep nilai kegunaan adalah konsep yang mengkaji tentang nilai objek yang ada di permukaan bumi dengan pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Konsep nilai kegunaan bersifat relatif karena konsep nilai kegunaan berbeda tergantung pada kebutuhan penduduk pada suatu wilayah.

Contoh konsep nilai kegunaan:

“Laut dengan ombak yang tinggi seperti yang ada dipulau Nias dan Mentawai cocok digunakan untuk lokasi berselancar”

“Pegunungan dengan tanah yang subur cocok digunakan untuk bercocok tanam”

6. Konsep Pola

Konsep pola adalah konsep esensial yang digunakan untuk melihat kecenderungan bentuk berbagai objek yang ada di permukaan bumi.

Konsep pola dapat diterapkan untuk mengkaji objek yang bersifat alami maupun objek buatan. Objek yang bersifat alami dalam konser pola seperti sungai dan danau sedangan objek yang bersifat buatan seperti pemukiman.

Konsep pola sendiri memilki pernanan penting dalam geografi, hal tersebut disebabkan karena dengan mengetahui pola pada suatu objek yang ada dipermukaan bumi kita dapat mengetahui karakteristik suatu wilayah dimana objek tersebut berada.

Pola dapat digunakan untuk mendeteksi aktivitas penduduk yang ada pada suatu wilayah tertentu.

Contoh konsep pola:

“Pemukiman kota yang rapih, bersih, dan asri”

Dari contoh pola diatas kita dapat mengetahui bahwa karakteristik masyarakat pada pemukiman kota diatas sudah maju dan bersih.

7. Konsep Morfologi

Konsep morfologi adalah konsep yang digunakan untuk membahas atau mengkaji berbagai bentuk fisik yang ada dipermukaan bumi.

Konsep morfologi sendiri mempunyai batasan kajian dalam ilmu geografi. Hal tersebut karena konsep morfologi hanya menyangkut konsep fisik.

Misalnya wilayah pegunungan pada kota banjarnegara dikaji dengan menggunakan konsep morfologi, akan tetapi jika kita membahasnya dengan lebih jauh lagi seperti wilayah pegunungan dapat dijadikan tempat wisata dan lain sebagainya, hal tersebut sudah masuk kepada konsep nilai kegunaan.

Konsep morfologi juga dapat kita gunakan untuk membahas wilayah yang ada di pesisir. Contohnya adalah seperti wilayah pesisir semarang yang merupakan wilayah langganan banjir.

Konsep morfologi memiliki pernanan penting dalam geografi karena konsep ini menunjukkan karakteristik fisik berbagai objek yang ada pada permukaan bumi.

Karakteristrik fisik tersebut nantinya digunakan untuk mengkaji fenomena-fenomena yang jauh lebih kompleks lagi, bahkan mungkin sampai ke ranah sejarah.

Jika pembahasan dikaitkan dengan adanya perbedaan karakteristik maka konsep yang digunakan sudah bukan konsep morfologi lagi tetapi konsep diferensiasi area.

8. Konsep Diferensiasi Area

Konsep diferensiasi area adalah suatu konsep esensial geografi yang membahas tentang perbedaan kondisi yang terjadi antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya.

Perbedaan-perbedaan kondisi antar suatu wilayah dilihat dari ciri fisik maupun ciri sosial budaya yang ada.

Konsep diferensiasi area dapat digunakan untuk mengkaji perbedaan berbagai gejala yang lainnya, seperti:

  1. Perbedaan tanaman budidaya yang ada pada satu wilayah dengan wilayah lainnya.
  2. Perbedaan jenis pekerjaan penduduk antar wilayah
  3. Perbedaan suhu udara
  4. Perbedaan pola aliran sungai
  5. Perbedaan kepadatan penduduk

Apabila kita mengkaji gejala atau suatu objek dilihat dari pola kecenderungan bentuknya (geosfer) maka konsep yang digunakan adalah konsep pola.

Akan tetapi jika kita membandingkan objek sejenis yang ada diwilayah lainnya yang polanya berbeda berarti konsep yang digunakan adalah konsep diferensiasi area.

Peraturan tersebut juga berlaku untuk konsep esensial lainnya seperti morfologi, aglomerasi, dan lain sebagainya.

Jika kita membandingkan gejala geosfer (fenomena dan lain sebagainya) yang terjadi antara satu tempat dengan tempat lainnya berarti konsep yang digunakan adalah konsep diferensiasi.

Konsep diferensiasi area sangat penting dalam geografi karena dengan konsep ini kita tidak hanya dapat melihat ketampakan suatu wilayah akan tetapi kita juga dapat melihat ketampakan pada wilayah lainnya untuk dijadikan sebagai pembanding antara kedua wilayah tersebut.

Contoh konsep diferensiasi:

“Pembangunan yang ada di Pulau Jawa lebih maju dibandingkan dengan pulau yang ada diluar Jawa hal tersebut karena pemusatan penduduk sebagian besar ada di Pulau Jawa”.

Setiap wilayah memiliki perbedaan karakteristik, sehingga menyebabkan terjadinya interaksi antar penduduk yang ada di wilayah-wilayah tersebut, hal tersebut dibahas pada konsep interaksi dan interdepensi.

9. Konsep Interaksi dan Interpedensi

Konsep interaksi dan interpedensi adalah konsep esensial geografi yang mengkaji tentang hubungan timbal balik antara penduduk suatu wilayah dengan penduduk yang ada di wilayah lainnya.

Konsep interaksi dapat diterapkan untuk mengkaji ‘mebidangro (medan, Binjai, Dali serdang dan Karo)’.

Medan digunakan untuk memberikan berbagai hal bagi wilayahnya seperti lapangan kerja, barang-barang industri dan lain sebagainya. Sedangkan wilayah penyokong lainnya seperti Binjai, Dali serdang, dan Karo membantu medan untuk dapat tumbuh demi mencapai kemajuan bersama.

10. Konsep Keterkaitan Ruang

Konsep keterkaitan ruang adalah konsep esensial yang membahas tentang keterkaitan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya dalam gejala-gejala dan berbagai fenomena geosfer yang ada di permukaan bumi.

Contoh konsep keterkaitan ruang:

“Fenomena banjir kiriman yang ada di Jakarta”

Bagikan Artikel melalui :