Makalah Jumlah dan Syibhul Jumlah – belajar bahasa arab sama pentingnya dengan mempelajari kaidah dalam bahasa indonesia dan kebanyakan dari kita semua merasa kesulitan dalam belajar bahasa karena ada begitu banyak istilah yang belum dipahami.

Nah, kali ini bagi kalian semua sobat pemula yang mau belajar mengenai ilmu nahwu dan sharf yang ada dalam bahasa arab. maka pada kesempatan kali ini kita bakal membahas mengenai jumlah dan syibhul jumlah yang mudah dipahami.

A. Jumlah pada Kaidah Nahwu

Jumlah dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai susunan yang terdiri dari dua kata atau lebih dan terpenting adanya subjek dan juga predikat. Sedangkan dalam ilmu bahasa Arab jumlah dikenal dengan kalimat (الكلام) yaitu susunan kata atau lafadz yang mempunyai arti sempurna ( ُمُفِيدَة ). Baca Juga: Pembagian Isim Berdasarkan Jumlahnya!

اَلْجُمْلَةَ dalam bahasa arab terbagi menjadi dua yakni Jumlah Fi’liyah (الجملة الفعلية) dan Jumlah Ismiyah (الجملة الاسمة). mari kita bahas secara mendalam dari keuda jumlah tersebut:

1. Jumlah Fi’liyah

Memiliki pengertian yakni susunan kata yang membentuk kalimat sempurna dan pasti di awali dengan fiil atau kata kerja. فِعْل Menunjukkan makna pekerjaan yang sedang berlangsung dan biasanya jika ada fi’il maka akan di iringi dengan fa’il atau pelaku. Fail sendiri bisa berupa nama orang atau pun dhomir (kata ganti yang digunakan untuk mengganti nama atau seseorang yang maknanya sama).

Contoh jumlah fi’liyah yang mudah sobat pahami:
• ذ هبت فا طمة artinya Fatimah telah pergi
• يذ هب ا حمدartinya Ahmad sedang pergi

2. Jumlah Ismiyah

Jumlah ismiyah merupakan kalimat sempurna yang dimulai dengan isim atau kata benda dan nama orang. Nah untuk membentuk kalimat sempurna tentu akan tersusun dari mubtada dan khabar.

Contoh jumlah ismiyah yang mudah sobat pahami
• ا ن لبا طل مخنو ل artinya sesungguhnya kebatilan itu tidak memperoleh pertolongan
• هذ ا كتا بArtinya ini adalah buku
• ز يد مد ر س Artinya Zaid adalah seorang guru

B. Syibhul Jumlah pada Kaidah Nahwu

Secara bahasa syibhul memiliki arti mirip. Kemiripan yang dimaksud ialah juga terdiri dari 2 kata atau lebih akan tetapi belum bisa memberikan makna yang sempurna.

Jadi dapat disimpulkan bahwa شبه الجملة yakni susunan kata yang mirip dengan jumlah atau kalimat akan tetapi jumlah disini belum tersusun secara sempurna sehingga makna juga belum dapat dipahami dengan baik.

Syibhul jumlah sendiri terdiri dari 2 yakni Zharaf (menunjukkan keterangan waktu atau tempat) + Mudhof Ilaihi (sesuatu yang disandarkan kepadanya) dan Jar (huruf) + Majrur (isim yang letaknya setelah huruf jar).

Contoh Zharaf + Mudhof Ilaih
• فؤ ق ا اشجر ة (fawqa asy-syahrati) artinya di atas pohon
• قبل ا اظهر (qabla azh-zhuhri artinya sebelum zhuhur
Dari kedua contoh di atas kata فؤ ق dan قبل menunjukan posisi sebagai zharaf sedang kata selanjutnya menunjukan mudhof ilaihi.

Contoh Jar + Majrur
• فى ا امنز ل (fi al-manzili) artinya di dalam rumah
• عل ا املاتب (‘ala al-maktabi) artinya di atas meja

Dari contoh di tas huruf jar ialah فى dan عل dan kata selanjutnya barulah majrur. Mengapa begitu? Karena salah satu dari tanda majrur sendiri adalah memiliki harakat kasrah pada akhir katanya.

Beberapa huruf jar di antaranya (sejak) منذ ,(sejak) مذ ,(seperti) ك ,(untuk) ل ,(dengan) ب ,(sedikit/jarang) ر ب, (di dalam) فى ,(dari) عن ,(di atas) عل,(ke) الى ,(dari) من.

Sampai disini, bagaimana sobat pusat ilmu pengetahuan apakah sudah dirasa paham terkait Jumlah dan Syibhul Jumlah ? Kemudian jika di rasa artikel di atas bermanfaat dan membantu anda. Anda baiknya menyebarkan kebaikan demi solusi bagi yang lain. Serta kami juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan kedepannya. Kurasa cukup sekian dan ucapkan terimakasih.

Bagikan: