Makna Makkiyah Dan Madaniyah Dalam Al-Qur’an

Sebagai umat muslim, kata makkiyah dan madaniyah sepertinya sudah tidak asing lagi ya ditelinga. Lalu apa Makna Makkiyah dan Madaniyah di dalam Al-Qur’an?

Makna Makkiyah dan Madaniyah dalam Al-Qur’an

Saat membaca mushaf Al-Qur’an biasanya di samping lafadz Bismilllah pada permulaan surat kita akan menjumpai tulisan Makkiyah atau Madaniyah. Lalu apakah makna tanda tulisan Makkiyah atau Madaniyah di awal surat?

Tahukah anda bahwa makna tulisan Makkiyah atau Madaniyah di permulaan surat ialah menandakan golongan surat tersebut yakni Makkiyah atau Madaniyah. Al-Qur’an turun berangsur dalam waktu 23 tahun dan di bagi menjadi menjadi 2 periode.

Periode pertama ialah periode Makkah, dimana Al-Qur’an turun berangsur selama 13 tahun pada periode pertama dakwah Nabi di Makkah. Dan periode kedua ialah periode Madinah, dimana selama 10 tahun Al-Qur’an turun sebagai wahyu selama periode dakwah Nabi di Madinah.

Baca juga: Perjuangan Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Madinah

3 Ketetapan Ulama Mendefinisikan Makna Makkiyah dan Madaniyah

Dalam hal ini para ulama’ mendefinisikan Makkiyah dan Madaniyah dan membuat 3 ketetapan.

1. Waktu Turunnya

Digolongkan Makkiyah berarti ayat atau surat tersebut turun sebelum hijrah Nabi walaupun turunnya ayat tersebut di luar Makkah. Termasuk ayat yang turun ketika dalam perjalanan hijrah.

Sedangkan digolongkan Madaniyah apabila ayat atau surat tersebut turun setelah Nabi dan umat muslim hijrah walaupun turunnya di luar Madinah. Termasuk ayat yang turun dalam perjalanan setelah hijrah.

2. Tempat turunnya

Termasuk Makkiyah yakni setiap ayat yang turun di Makkah maupun sekitarnya. Termasuk Mina, Arafah dan Hudaibiyah. Dan termasuk Madaniyyah apabila setiap ayat yang turun di Madinah dan sekitarnya seperti ayat yang turun di tempat perang Badar dan Uhud.

3. Anjuran Kepada yang Diturunkan

Merupakan golongan Makkiyah apabila ayat tersebut turun sebagai anjuran untuk penduduk Makkah. Dan termasuk Madaniyah apabila ayat tersebut turun sebagai anjuran kepada penduduk Madinah.

Ciri-Ciri Surat Makkiyah dan Madaniyah dalam Al-Qur’an

Surat Makkiyah dan surat Madaniyah memiliki ciri khas masing-masing dan berbeda baik dari segi metode maupun dari segi intisarinya.

1. Ciri-ciri surat Makkiyah dan Madaniyah dari segi metode

Ciri surat Makkiyah dari segi metode yakni setiap surat yang terdapat ayat sajdah di dalamnya. Juga setiap surat yang didalamnya terdapat lafadz “كَلَّا” merupakan surat Makkiyah.

Baca juga: Makna Nuzulul Qur’an dan Asbabun Nuzul

Termasuk ciri surat Makkiyah yakni setiap surat yang didalamnya terdapat kalimat “يَآ أَيُّهَا النَّاسُ” dan surat yang diawali dengan huruf tahajji seperti “الم” dan “الر” kecuali surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imran.

Biasanya surat Makkiyah secara keseluruhan ayatnya pendek dan ringkas. Uraiannya sedikit keras dan hangat. Nada suaranya juga terkesan tegas.

Sedangkan ciri surat Madaniyyah dari segi metode ialah setiap surat yang biasanya terdapat kalimat “يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوْا” kecuali surat Al-Hajj ayat 77.

Selain itu surat Madaniyyah secara keseluruhan memiliki ayat-ayat yang panjang dan susunan kalimatnya bernada tenang dan lembut.

2. Ciri-ciri surat Makkiyah dan Madaniyah dari segi isi atau intisari

Setiap surat Makkiyah menceritakan kisah para Nabi dan menceritakan tentang Nabi Adam dan Iblis kecuali Al-Baqarah. Kebanyakan ayat-ayat surat Makkiyah menceritakan dakwah mengenai ke-Esaan Allah dan dasar-dasar keimanan.

Sedangkan surat Madaniyah berisi tentang hukum dan diperbolehkannya perang. Selain itu surat Madaniyah juga menerangkan perincian hukum-hukum Syara’ dan perdebatan para ahli kitab.

Manfaat Mengetahui Makkiyah dan Madaniyah dalam Surat Al-Qur’an

Dengan mengetahui tentang Makkiyah dan Madaniyah dapat membantu memahami Al-Qur’an dari segi konteks latar belakang turunnya suatu ayat.

Manfaat lain memahami ilmu ini ialah bisa mempelajari gaya bahasa Al-Qur’an dan memanfaatkan keindahan serta kelenturan gaya bahasanya sebagai metode dakwah sesuai dengan situasi serta kondisi yang ada

Selain itu mengetahui ilmu ini berarti bisa mengetahui sejarah perjalanan Nabi secara komprehensif melalui ayat-ayat AL-Qur’an saat di Makkah ataupun Madinah.  

Sekian, semoga bermanfaat.

Bagikan Artikel melalui :