Makna Nuzulul Qur’an dan Asbabun Nuzul

Bagi setiap umat muslim kata nuzulul qur’an dan asbabun nuzul sudah tidak asing lagi. Lalu apa itu nuzulul qur’an dan ashababun nuzul?

Nuzulul Qur’an

Nuzulul Qur'an

Pengertian Nuzulul Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitab suci terakhir yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.

Kata nuzul sendiri berarti turunnya sesuatu dari atas ke bawah. Jadi Nuzulul Qur’an ialah turun atau perpindahan tempat Al-Qur’an.

3 Tahapan Turunnya Alqur’an

Jumhur ulama’ sepakat bahwa terdapat 3 tahapan diturunkannya Al-Qur’an yaitu

  1.  Allah menurunkan Al-Qur’an terlebih dahulu ke Lauh al-Mahfudz dengan sekaligus.
  2. Dari Lauh al-Mahfudz Allah menurunkan Al-Qur’an ke Baitul ‘Izzah di langit dunia.
  3. Kemudian dari langit dunia Al-Qur’an diturunkan ke bumi kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama 23 tahun.

Cara Allah Mewahyukan Al-Qur’an Kepada Nabi Muhammad SAW

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantara malaikat Jibril secara berangsur dalam waktu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah.

Ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan sebagai jawaban sebagian kejadian yang terjadi. Contohnya yakni turunnya surat Al-Lahab sebagai respon atas umpatan dan perbuatan kasar Abu Lahab saat Nabi berdakwah secara terbuka di hadapan penduduk Makkah.

Baca juga: Perjuangan Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Makkah

Sebagian ayat Al-Qur’an turun sebagai jawaban dari pertanyaan. Contohnya Firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 1 :

يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلّهِ وَالرَّسُوْلِ

Artinya: Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang pembagian harta rampasan perang. Katakanlah (Muhammad), “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul-Nya.

Terkadang ayat Al-Qur’an juga diturunkan langsung tanpa sebab atau kejadian yang menyertai.

Al-Qur’an diwahyukan kepada Nabi dengan beragam cara yakni:

  1. Melalui Malaikat Jibril yang meresapkan wahyu ke dalam hati Nabi tanpa menampakkan wujudnya. Dan Nabi hanya merasakan menerima wahyu dari Allah.
  2. Malaikat Jibril menyamar menjadi seorang lelaki tampan, dan menyampaikan wahyu sampai Nabi benar-benar hafal.
  3. Wahyu datang kepada Nabi layaknya gemerincing lonceng hingga membuat keningnya berkeringat meskipun wahyu turun di musim dingin.
  4. Malaikat Jibril datang dengan wujud aslinya dan mengajarkan firman Allah kepada Nabi.  

Hikmah Nuzulul Qur’an

Al-Qur’an yang turun secara berangsur membawa hikmah tersendiri diantaranya ialah

1. Menguatkan Hati Nabi Muhammad SAW

Al-Qur’an diturunkan sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad secara berangsur untuk memperbaiki umat jahiliyah.

Ayat-ayat Al-Qur’an seringkali turun pada saat beliau menghadapi ancaman dan tantangan dari musuh-musuh beliau. Sehingga dengan turunnya wahyu akan meringankan beban penderitaan batin beliau akibat datangnya berbagai tekanan.

2. Untuk menentang dan melemahkan

Orang-orang musyrik memberikan pertanyaan kepada Nabi untuk menguji Nabi. Kemudian Al-Qur’an turun dengan menjelaskan keterangan yang benar dan memiliki makna lebih bagus.

Karena itulah kaum musyrikin marasa heran terhadap ayat Al-Qur’an dan merasa tidak mampu untuk membuatnya.

3. Memudahkan hafalan dan kefahaman

Turunnya Al-Qur’an secara berangsur juga memudahkan umat untuk menghafalkan Al-Quran dengan benar.

Baca juga: Pengertian Ilmu Tajwid, Manfaat dan Hukum Mempelajarinya

Dan juga memungkinkan mereka untuk mudah memahami dan mengerti makna ayat-ayatnya.

4. Untuk berangsur-angsur menetapkan Hukum Syara’

Allah menurunkan Al-Qur’an waktu demi waktu sesuai kejadian yang terjadi dan tahapan dari hukum syar’i.

5. Menunjukkan Dalil Pasti bahwa Al-Qur’an betul-betul Diturunkan dari Allah

Al-qur’an diturunkan berangsur dalam kurun 23 tahun. Di dalamnya terkandung surat-surat, ayat-ayat, dan makna yang saling berkaitan. Semuanya menunjukkan dalil yang pasti bahwa Al-Qur’an bukan buatan manusia.

Asbabun Nuzul

Asbabun Nuzul

Pengertian Asbabun Nuzul

Asbabun nuzul secara bahasa berarti sebab-sebab diturunkannya suatu ayat Al-Qur’an. Asbabun nuzul ialah turunnya ayat-ayat Qur’an sesuai dengan kejadian yang terjadi atau pertanyaan yang ditanyakan.

Baca juga: Makna Makkiyah Dan Madaniyah Dalam Al-Qur’an

Sebab turunnya suatu ayat berdasarkan pada 2 hal yaitu:

  1. Ayat Qur’an turun untuk merespon terjadinya suatu peristiwa. Contohnya surat Al-lahab yang turun sebagai respon Allah mengenai Abu Lahab yang menentang dakwah Nabi Muhammad.
  2. Adanya pertanyaan kepada Nabi Muhammad SAW tentang suatu hukum lalu turunlah ayat Qur’an sebagai penjelas hukum. Contohnya pertanyaan umat mengenai khamr dan judi.

Cara Mengetahui Asbabun Nuzul

Menurut kesepakatan ulama’ ada dua metode guna mengetahui asbabun nuzul yakni berpegang pada riwayat hadits Nabi dari sahabat-sahabat yang tsiqah, dlabith dan ‘adil.

Dan metode kedua yakni mendengar langsung dari siapa yang menyaksikan peristiwa turunnya ayat Al-Qur’an.

Untuk saat ini metode pertamalah yang dapat digunakan untuk mengetahui peristiwa sebab turunnya suatu wahyu. Sedangkan metode kedua hanya bisa digunakan oleh sahabat awal yang menyaksikan peristiwa turunnya suatu wahyu.

Manfaat Mengetahui Asbabun Nuzul

Seseorang bisa mengetahui hikmah ditetapkannya suatu hukum syara’ dengan mengetahui asbabun nuzul dari suatu ayat.

Selain itu mengetahui asbabun nuzul merupakan cara terbaik untuk memahami dan menyingkap makna tersembunyi ayat-ayat Al-Qur’an.

Asbabun nuzul juga menjelaskan kepada siapa suatu ayat ditujukan sehingga tidak serta merta bisa ditujukan untuk orang lain.

Demikian penjelasan tentang Nuzulul Qur’an dan Asbabun Nuzul. Semoga bisa menambah pengetahuan dan wawasan qur’ani kita.

Bagikan Artikel melalui :