Manfaat mengelola Keuangan Pribadi dengan Investasi

Mayoritas orang berpikir bahwa masa muda merupakan masa-masa kebebasan dan mengekspresikan diri. Pemikiran tersebut tidak sepenuhnya salah. Pada kesempatan ini kita akan membahas seputar manfaat mengelola keuangan pribadi secara sedini mungkin.

Tapi kamu juga jangan sampai lalai dan lupa bahwa masa muda hanya terjadi sekali seumur hidupmu. Cobalah renungi bahwa saat ini bukan hanya tentang kesenangan tapi kamu juga harus melakukan persiapan bagi masa depanmu dan keluargamu kelak.

Pada usia 18-30 tahun disebut sebagai tahapan seseorang sebagi dewasa muda/dewasa pertama. Di usia ini adalah masa dimana kamu bisa produktif karena pikiranmu masih fokus dan tenagamu masih sangat kuat.

Karena kamu masih produktif sehingga di usia ini kemampuan keuanganmu pun sudah lebih baik, tentunya hal ini harus kamu sadari.

Maka kamu perlu mengetahui manfaat mengelola Keuangan pribadi sedini mungkin.

Kamu diharapkan sudah bisa mengelola keuangan dengan baik dan tidak berperilaku konsumtif agar segala visi tujuan hidupmu dapat tercapai.

Jangan terlalu konsumtif sehingga menghabiskan semua uang gaji mu dalam sebulan hanya untuk gaya hidup dan lupa untuk menabung.

Kamu mungkin sudah mempunyai tabungan pribadi yang kamu simpan di bank untuk menggapai tujuanmu.

Tapi apakah kamu pernah berfikir bahwa semakin lama nilai uangmu bisa berkurang? Itu semua bisa terjadi karena adanya pengaruh inflasi terhadap nilai mata uang rupiah.

Untuk meminimalisir masalah itu, kamu dapat mencoba mengalihkan tabungan kamu ke investasi loh.

Tapi kamu sebagai orang awam belum mengerti apa itu investasi, bagaimana cara memulainya, jenis-jenis produk investasi serta tips meminimalisir kerugian dalam berinvestasi.

Apa itu Investasi

Investasi bukanlah sesuatu yang asing di telingamu, tapi apakah kamu sudah paham arti kata dari investasi tersebut?

Investasi adalah penanaman modal atau asset berharga untuk satu ataupun lebih aktiva yang dimiliki kepada sebuah badan, lembaga, atau suatu asset berharga yang biasanya memiliki jangka waktu tertentu dengan harapan untuk mendapatkan sejumlah keuntungan dimasa depan.

Baca juga: Pengertian Pelaku Ekonomi

Ada dua pihak yang biasa melakukan investasi. investasi perorangan dengan suatu badan usaha atau lembaga.

Misalnya, Dimas membeli 4 gram emas batnagan seharga Rp. 500.000 per gram pada tahun 2018.

Emas tersebut ia simpan di rumahnya. Setelah lima tahun kemudia, pada tahun 2023 Dimas mempunyai keperluan mendesak membutuhkan dana keuangan.

Ketika itu Dimas menjual emas dengan harga pasaran di Toko sebesar Rp.650.000 per gram. Maka Dimas mendapat keuntungan sebesar Rp.150.000 dari selisih harga beli emas tersebut.

Sedangkan investasi juga bisa dilakukan oleh perusahaan dengan perusahaan lain. Tentunya dengan jumlah dana keuangan yang lebih besar.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan pendapatan dari investasi perusahaan lain, alasan strategi, dan juga manajemen kas dari perusahaan.

Misalnya PT.A membeli sejumlah saham dan obligasi dari PT.B maka mereka akan menjalin kerjasama serta kesepakatan.

Manfaat Investasi

  1. Menambah kekayaan (mendapatkan return)
  2. Dapat dikelola secara pasif
  3. Merencanakan masa depan yang lebih baik
  4. Terhindar dari inflasi

Bagaimana Cara Memulai Investasi ?

Ada banyak istilah dalam aktivitas berinvestasi . Namun untuk tahap awal, kamu bisa fokus pada poin-poin dasar seperti berikut : Sebelum memutuskan menjadi seorang investor .

Kamu harus terlebih dahulu memikirkan yaitu Apa tujuan dari investasi kamu. Apakah kamu mempunyain tujuan jangka panjang dan jangka pendek.

Mengetahui berapakah banyak modal yang akan kamu sisihkan untuk melakukan investasi. Mengamati nilai mata uang rupiah terhadap mata uang dollar saat ini. Memahami berbagai resiko dalam berinvestasi.

Jenis-Jenis Produk Investasi

Beberapa jenis produk investasi sudah banyak dilirik oleh masyarakat, yaitu :

1. Investasi melalui Properti

Kebutuhan masyaraat akan rumah, tanah, dan gedung semakin hari semakin melonjak.

Hal ini dapat kamu jadikan investasi jangka panjang, terutama tanah di daerah perkotaan dan memiliki tata letak yang stategis harganya semakin hari semakin melonjak.

Bentuk Investasi ini terbilang paling menguntungkan properti jarang turun bahkan selalu naik.

2. Saham

Saham  merupakan sebuah bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan, dapat berbentuk selembar  kertas kersertifikat atau pun dokumen. Pemilik saham mendapatkan hak untuk memperoleh sebagian dari keuntungan perusahaan yaitu deviden.

Deviden ini biasanya diperoleh setiap tahun tergantung kesepakatan antar pemegang saham dengan perusahaan.

3. Obligasi

Obligasi dapat dikeluarkan oleh instansi pemerintah atau pun perusahaan swasta. Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi.

4. Reksadana

Reksadana adalah bunga atau partisipasi dalam suatu perjanjian kolektif. Reksadana biasanya dikelola oleh seorang Manajer Investasi yang dapat membantu dan membimbing kamu.

Reksadana adalah sebuah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat  kemudian dikelola untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi untuk membeli saham, obligasi dan instrumen keuangan lainnya.

5. Deposit

Deposito adalah produk bank sejenis jasa tabungan tetapi tidak bisa diambil kapan saja (sesuai jangka waktu) yang biasa ditawarkan pada masyarakat. Investasi dalam bentuk Deposito dibedakan menjadi dua yaitu Deposito berjangka dan sertifikat Deposito.

6. Emas

Investasi emas batangan bisa anda lakukan melalui pegadaian milik pemerintah atau pun milik perusahaan swasta.

Anda juga dapat melakukan investasi melalui perhisan emas Karen harga emas cenderung selalu naik dari tahun ke tahun.

Tips Meminimalisir Kerugian dalam Berinvestasi

Segala kegiatan investasi yang kita lakukan pastinya adalah mengharapkan untuk mendapatkan return atau keuntungan.

Tapi terkadang kita juga bisa terkena tipu daya oleh perusahaan, sesuatu pihak ataupun seseorang yang telah kita ajak kerja sama sebelumnya sehingga menimbulkan kerugian uang yang tidak sedikit.

Untuk meminimalisir segala resiko ini adalah tipsnya :

1. Memastikan Laporan Keuangan Sudah Benar

Jika laporan perusahaan sudah teraudit, baik pihak eksternal dan ojk perusahan itu aman untuk diinvestasikan.

2. Mencari Tahu Izin Suatu Perusahaan

Hal ini perlu sangat diperhatikan jika kita membeli saham, deposito, obligasi, reksadana, dll.

Karena dengan mencari tahu izin suatu perusahaan tersebut kita dapat memastikan bahwa uang kita dimanahkan kepada orang yang tepat.

3. Memahami Resiko Investasi

Ketika awal melakukan suatu bentuk investasi, maka hal yang sebaiknya dilakukan adalah mencari tahu dan bertanyalah kepada seseorang yang lebih ahli, ini dapat meminimalisir terjadinya penipuan pembagian return dan deviden.

4. Memahami Diversifikasi Investasi

Diversifikasi adalah suatu usaha penganekaragaman produk atau lokasi perusahaan yang dilakukan suatu perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan sehingga arus kas perusahaan dapat lebih stabil.

Jangan hanya melakukan investasi disatu instrument saja. lebih baik anda membeli jenis produk investasi lain artinya tidak hanya satu jenis saja.

Demikian penjelasan singkat mengenai manfaat mengelola Keuangan pribadi dan berbagai penjelasan lainnya. Semoga bermanfaat.

Bagikan Artikel melalui :