Membaca Sifat dan Karakter Melalui Grafologi (Tulisan Tangan)

Tahukah kamu, bahwa ratusan tahun yang lalu ada ilmu yang selalu digunakan oleh orang-orang untuk membaca karakter? Namanya adalah Ilmu Grafologi. Mungkin, bagi mereka yang bergelut dan mempelajari psikologi, ilmu ini sudah tidak lagi asing.

Apa itu Grafologi?

Ilmu Grafologi

Grafologi terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani. Ada Graph dan ada pula logos. Graph memiliki arti tulisan, sedangkan logos berarti ilmu. Sehingga grafologi adalah ilmu yang mempelajari karakter psikologi melalui tulisan tangan. Ilmu ini kerap digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk merekrut karyawan barunya.

Mungkin kamu pernah menemukan sebuah edaran lowongan kerja dengan mencantumkan intruksi, “Lamaran harap ditulis tangan.” Iya kan?

Nah, salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui kepribadian si pelamar lebih jauh, dan untuk menyesuaikan pelamar dengan posisi yang tersedia.

Baca Juga: Cara Membaca Karakter Seseorang

Tidak sedikit loh orang yang pernah gagal diterima kerja hanya karena tulisannya. Saya salah satunya. Masalahnya sangat simple. Saya harus ditolak karena memberikan garis tepi pada margin tanpa menggunakan penggaris. Menurut saya lurus, tapi tidak bagi pemilik perusahaan.

Terjadilah perdebatan yang agak sengit. Tapi tidak masalah, bukankah ini adalah pengalaman berharga? Dari situlah saya mulai mencoba membaca diri saya lewat tulisan tangan. Tidak memungkinkan kamu juga bisa melakukannya loh.

Karena dewasa ini, Ilmu Grafologi sudah mulai mudah ditemukan. Sudah banyak referensi yang dengan mudah diakses, apalagi karena sangat populernya kamu bisa dengan mudah megikuti kelas-kelas Grafologi di berbagai tempat, meskipun memang harganya lumayan menguras kantong. Tapi, bukankah memang ilmu itu mahal?

So, tidak perlu khawatir jika kamu sama sekali tidak memiliki background psikologi ya, karena semua orang bisa dan bebas mempelajarinya. Cukup belajar dan rajin membaca serta mengaktifkan logika.

Orang yang ahli grafologi disebut Graphologist. Ilmu ini bukan tentang ramal-ramal ya. Umumnya, hasil dari tes psikotes dan tes grafologi relatif sama, hanya saja, dalam tes psikotes bisa membutuhkan waktu seharian untuk mendapatkan hasilnya, sementara tes garfologi lebih simpel dan praktis, karena hasilnya bisa langsung didapat.

Jadi, yuk kenali potensi kita lewat tulisan sendiri dengan menerapkan ilmu grafologi.

Hal yang Diperhatikan dalam Grafologi

Ada beberapa hal utama yang penting diperhatikan dalam grafologi yaitu sebagai berikut:

1. Margin Tulisan

Margin Tulisan Grafologi

Seperti halnya mengetik tulisan di word yang menyediakan margin, ketika kita menulis di kertas juga pasti selalu menggunakan margin, atau memberikan garis tepi pada kertas. Ada yang memberinya ruang lebar ada pula yang sempit. Standar ukuran margin ini biasanya 1 cm.

margin tulisan pada grafologi

Kita selalu mulai menulis dari sebelah kiri kemudian menuju ke arah kanan. Dalam ilmu ini, margin bagian kiri dianalogikan sebagai masa lalu, sementara margin bagian kanan dianalogikan sebagai masa depan.

Orang-orang yang memberikan margin sebelah kirinya kecil dan sempit, adalah orang-orang yang sangat mudah mengingat sesuatu dengan baik, terutama bagian masa lalu. Mereka adalah orang-orang yang selalu membutuhkan kenyamanan dalam setiap komunikasinya.

Sehingga, kurangi atau hindari untuk bertengkar di depan anak-anak yang bermargin sempit pada lembar kertasnya, karena kenangan tersebut akan terus terngiang-ngiang dalam jangka yang lama.

margin kanan grafologi

Lain halnya dengan orang-orang yang memberikan ruang sempit pada margin kanannya. Ia adalah orang-orang yang selalu berpikir tentang orinetasi di masa depan. Orang-orang tipe ini biasa dan mampu bekerja dengan target atau target oriented. Sehingga di dalam pikirannya ada tantangan, sales, dan revenue.

Margin kanan yang sempit juga menandakan seseorang itu berambisius. Namun buruknya, sebagian orang mungkin ada yang sampai menerobos atau menggunakan margin sampai habis, sehingga tidak ada celah. Jika demikian, bisa dikatakan orang tersebut adalah tipe yang bisa saja menghalalkan segala cara demi mencapai target dan keinginannya.

Itu tadi yang bermargin kiri dan kanan sempit. Lau bagaimana jika marginnya lebar? Nah, jika ternyata tulisan kamu memberikan margin sebelah kanan yang cukup lebar jika dibandingkan dengan margin yang kiri, maka mereka adalah orang-orang yang kecenderungan hidupnya pada comfort zone. Bagian positifnya, tipe ini kerap kali berhati-hati dalam mengambil keputusan dengan mempertimbangkan banyak hal.

Orang-orang yang antara margin kiri dan kanannya cenderung sama dalam hal lebar dengan ditata secara rapi, maka mereka adalah tipe perencana yang baik. Tipe ini sangat cocok untuk menduduki jabatan admin loh.

Orang yang menulis dengan memberikan margin kiri dan kanannya cenderung sama rapatnya adalah tipe keras kepala dan dominan.

Ketika rapat, atau kegiatan lain, ia akan terus mengeluarkan pendapatnya tanpa memberikan ruang beropini bagi orang lain. Memang margin sama sekali tidak ada hubungannya dengan pendapat, tetap erat sekali kaitannya dengan karakter seseorang loh.

2.Ritme Kerja (Base Line)

Baseline ini akan menunjukkan kepada kita tentang ritme kerja seseorang. Pernah menemukan seseorang yang tulisannya naik turun? Datar? Turun naik? Nah, dengan mengamati ritme baseline-nya, kamu dapat menebak dan menilai karakter si pemilik tulisan.

Misalnya adalah tulisan dengan baselin yang naik turun. Orang yang memiliki baseline tulisan seperti ini merupakan seseorang yang masih labil. Pada umumnya, ini terjadi pada tulisan anak-anak. Meskipun tidak memungkinkan terjadi di diri orang dewasa.

Baseline grafologi

Kita akan mendapati tipe tulisan anak-anak yang masih tidak bagus, sulit dibaca, acak-acakan, hal ini adalah tanda bahwa mereka masih sangat labil. Sebaliknya, ketika seseorang memiliki baseline yang datar, lurus, mereka adalah orang-orang yang memiliki kestabilan emosi.

Baseline ke atas atau naik bisa pertanda positif loh, karena mengandung arti sikap optimis yang tinggi, kebalikan dari baseline ke bawah atau turun yang mendandakan adanya sikap pesimis.

Pernah melihat tulisan yang di awal memulainya naik, kemudian saat sampai di tengah hingga akhir mulai perlahan turun? Yap, hal ini mengindikasikan bahwa orang ini adalah tipe yang hanya semangat ketika memulai sesuatu, tetapi perlahan namun pasti, saat menjalaninya atau sampai di tengah jalan ia mulai kehilangan semangatnya.

Sedangkan orang yang baseline-nya diawali dengan bentuk cekung, bisa jadi ia adalah tipe yang masal-malasan ketika akan memulai sesuatu, namun ketika sudah dijalani, perlahan ia akan mulai menuntaskan pekerjaan atau aktivitasnya.

3. Ukuran Tulisan

ukuran tulisan grafologi

Ukuran tulisan bisa bervariasi. Dengan menatap sekilas ukuran huruf saja kita bisa mengindikasikan karakter seseorang loh. Orang-orang yang kerap menulis dengan ukuran yang besar biasanya adalah tipe yang sangat mudah berbaur dan memiliki keinginan untuk selalu diperhatikan.

Orang-orang tipe ini sangat baik bekerja dalam bidang-bidang yang berkaitan dengan manusia, tepatnya pada bagian Sumber Daya Manusia. Mereka biasanya memiliki banyak sekali teman, namun sayang, tipenya adalah tipe yang mudah merasa bosan. Dengan kepribadian yang suka keramaian membuat liburan, hang out adalah kebutuhannya.

Karena selalu ingin diperhatikan, tidak heran jika tipe ini akhirnya lebih sering tampil dan menunjukkan kebolehannya di muka umum. Yang paling menyebalkan dari tipe ini adalah sifatnya yang lebih suka didengar. Sehingga tampaknya dia bukanlah tipe pendengar yang baik.

Orang yang ukuran tulisannya kecil merupakan kebalikan dari orang-orang yang ukuran tulisannya besar. Mereka ini adalah orang yang membutuhkan ruang untuk menyendiri. Tipe ini bisa kamu pilih untuk mengisi bagian administrasi di kantor. Tingkat konsentrasinya juga sangat baik jika dibandingkan dengan tipe ukuran tulisannya besar.

Orang yang ukuran tulisannya kecil ini kerap melakukan sesuatu karena memang hoby dan suka sekali bekerja atau berkontribusi di layar belakang atau di balik layar.

Lalu bagaimana dengan yang tipe ukuran tulisannya ada yang kecil dan besar? atau campur aduk? Orang-orang seperti ini adalah orang yang emosinya masih belum stabil dan cenderung bipolar. Masih susah memiliki pendirian, moody. Karena itu tipe ini sangat sulit memiliki teman dekat.

4. Tiga Zona (Area Tulisan)

Ketika sedang menulis di selembar kertas, kita akan menemukan dimana letak zona tulisan kita, apakah zona atas, tengah, atau bawah. Orang yang menulisnya menggunakan zona atas pada dasarnya merupakan tipe pemikir, orientasi ke depan, yang jika diibaratkan tubuh, ia adalah bagian bahu sampai ke kepala. Tipe ini menyimpan rasa ingin tahu yang sangat besar, dan sangat suka belajar, terutama hal-hal baru.

Karena selalu memikirkan segala hal, maka tidak heran jika tipe ini kerap mengeluarkan ide-ide cemerlangnya dengan mudah dan santai. Apalagi skill komunikasinya sangat bagus. Rata-rata, para politikus dan profesor memiliki tipe zona atas dalam menulis.

Zona tengah diibaratkan anggota tubuh dari bahu sampai pinggang. Orang dengan tipe ini merupakan seorang pekerja keras yang handal. Masal-masalah teknis akan diatasi dengan baik oleh tulisan zona tengah ini. Jika mencetuskan ide adalah kehebatan si zona atas, maka kehebatan dalam mengeksekusinya adalah kehebatan si zona tengah loh.

Mereka selalu berprinsip hari ini ya jalani dulu tanpa memikirkan hari depan. Yang penting mulai dulu, kemudian lakukan evaluasi hasil kinerja. Terakhir ada zona bawah. Orang-orang zona bawah juga seorang pemikir loh, bedanya adalah ia memikirkan hal-hal yang realistis dalam hidup. Seorang yang suka belajar tentang hal-hal yang jelas atau nyata, dan pelajaran yang dianggap berguna dalam menjalani hidup.

Bagaimana, apakah ini menarik? Ini hanya sekilas tentang Ilmu Grafologi loh. Selain memperhatikan hal-hal sederhana tersebut, grafologi juga ternyata memiliki pembahasan lain tentang sistem tulisan. Misalnya, Teknografi, Paedografi, Kriptografi, Stenografi, dan Ortografi.

Bahkan tidak hanya dari garisan-garisn huruf yang kita buat saja yang bisa menunjukkan kepribadian kita, tetapi juga dari tanda-tangan kita. Biasanya, tanda tangan yang dibuat dengan indah yang bertuliskan nama pribadinya adalah orang dengan tipe percaya diri yang tinggi. Tanda-tangan merupakan apa yang kita tunjukkan di depan orang lain, sementara tulisan adalah cerminan diri.

Sebagian orang pasti pernah menulis yang diawali dengan semangat membara, kemudian perlahan-lahan mulai rilex hingga kembali ke tulisannya yang sesungguhnya. Mungkin kamu pernah mengalaminya. Sehingga untuk menilai karakter seseorang sangat dibutuhkan tulisan utuh dalam satu lembar kertas. Yang paling penting untuk diperhatikan adalah tulisan dari bagian tengah hingga ke bawah. Karena tulisan bagian tengah hingga ke bawah merupakan karakter asli.

Selain menggambarkan karakter seseorang, tulisan tangan juga pada umumnya bisa berubah karena beberapa faktor loh. Misalnya adalah faktor cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin. Faktor kesehatan, sedang sakit atau baik-baik saja. Faktor suhu, siklus tubuh, dan faktor lainnya juga berpengaruh terhadap tulisan seseorang. Sehingga dibutuhkan waktu menulis yang benar-benar tepat untuk mendapatkan hasil pendalaman karakter yang juga tepat.

Selain hal-hal yang sudah dibahas, masih ada lagi loh tipe tulisan yang bisa kita baca karakternya, misalnya lewat penekanan-penekanan penulis, kemiringan, dan lain sebagainya. Sehingga sangat sayang jika kamu melewatkan kesempatan belajar otodidak sendiri ilmu yang keren ini.

Demikian penjelasan mengenai cara membaca karakter seseorang menggunakan ilmu grafologi. Semoga bermanfaat.

Bagikan Artikel melalui :