Mengenal Monera | Lengkap dan Mudah!

Diposting pada

Apa itu Monera?

Monera merupakan  salah satu jenis kingdom makhluk hidup yang memiliki tipe sel prokariotik yaitu tidak memiliki membran inti (karioteka). Monera adalah kelompok organisme paling kuno di bumi, dan juga yang paling banyak jumlahnya. Pada kingdom ini, memiliki DNA yang membentuk rumpun yang disebut nukleoid. 

Readmore..

 sementara organisme di semua kerajaan lain memiliki DNA yang tertutup dalam nukleus. Contoh monera ialah archaebacteria, eubacteria, dan cyanobacteria.

Archaebacteria

Archaebacteria atau dalam bahasa Yunani, (archaio = kuno) adalah kelompok bakteri dimana dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan, akan tetapi membran plasmanya mengandung lipid.

Archaebacteria adalah merupakan salah satu jenis organisme ber-sel tunggal (uniseluller) yang sangat berbeda dari jenis organisme lainnya sehingga hal tersebut membuat para ilmuwan semakin tertantang untuk membuat klasifikasinya. Sampai munculnya studi biologi genetika dan molekuler yang canggih sehingga memungkinkan para ilmuwan untuk melihat perbedaan biokimia utama antara arcaebacteria dan eubacteria, keduanya dianggap sebagai bagian dari bagian dari kingdom dalam suatu organisme unniseluller yang sama.

Sumber: Biologydictionary.com

Ciri Umum

a) Prokariotik (tidak memiliki membran inti) dan uniseluler (memiliki 1 sel)

b) Dinding sel sebagian besar disusun oleh polisakarida

c) Mampu hidup didaerah ekstrim

Klasifikasi dan peranan

a) Bakteri Halofil: hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Contoh: Halobacterium 

b) Bakteri Methanogen: hidup an-aerob (tidak membutuhkan oksigen) dan mampu membentuk metana (biogas). Contoh: Methanobacterium (memiliki kemampuan mengubah CO2 + H2O menjadi CH4), Ruminococcus sp. (membantu fementasi selulosa pada lambung ruminansia)

c) Bakteri Termofil Ekstrim: hidup pada suhu tinggi (60° – 80 °). Contoh: Sulfolobus (membantu oksidasi sulfur).

Eubacteria

Eubacteria atau disebut juga dengan bakteri yang sebenarnya, adalah mikroorganisme prokariotik bersel tunggal yang memiliki berbagai karakteristik dan ditemukan dalam berbagai kondisi di seluruh bagian dunia. Semua jenis bakteri, kecuali untuk archaebacteria. Karena eubacteria sangat umum, ia hanya terdiri dari satu dari tiga domain kehidupan; tiga domain adalah Archaea, Bacteria, dan Eukarya.

Sumber: Biologydictionary.com

Ciri Umum

a) Prokariotik (tidak memiliki membran inti) dan uniseluler (memiliki 1 sel)

b) Dinding sel dari peptidoglikan

c) Sensitif terhadap antibiotik

d) Memiliki ribosom dan plasmid (DNA yang berbentuk lingkaran)

e) Jika lingkungan tidak menguntungkan maka akan membentuk spora di dalam sel (endospora) yang menyrelimuti seluruh bagian sel bakteri

f) Beberapa spesies memiliki klorofil sehingga mampu fotosintesis, contohnya: Bacteriopurpurin (bakteri ungu) dan Bacterioclorofil (bakteri hijau)

Reproduksi

Cara-cara Reproduksi

Bakteri bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan sel dan seksual dengan tiga cara yaitu:

a) Transformasi: perpindahan materi genetik ke bakteri lain melalui proses fisiologis

b) Transduksi: perpindahan materi genetik ke bakteri lain melalui perantara virus

c) Konjugasi: perpindahan materi genetik ke bakteri lain melalui jembatan sitoplasma yang terbentuk antara dua sel bakteri

 

Peranan

Eubacteria memiliki peranan tersendiri bagi kehidupan baik yang sifatnya negatif maupun yang sifatnya positif, berikut adalah peranan bakteri dalam kehidupan:

Peranan negatif

  • Salmonella typhosa: penyakit tifus
  • Mycobacterium tuberculosis: TBC
  • Pseudomonas cocovenenans: penghasil asam bongkrek pada tempe
  • Clostridium botulinium: penghasil racun makanan kaleng kadaluarsa
  • Treponema palidum: penyebab penyakit sifilis

Peranan positif

  • Rhizobium: mengikat N2 secara simbiosis dengan akar tanaman kacang
  • Clostridium, Azotobacter: mengikat N2 secara bebas
  • Nitrosomonas, Nitrosococcus: membentuk nitrit 
  • Nitrobacter: membentuk nitrat
  • Lactobasillus bulgaricus: yoghurt
  • Thiobacillus ferooxidans: oksidasi besi
  • Pseudomonas putida: degradasi limbah plastik
  • Bacillus polymyxa, Bacillus substillis, Cephalosporium, Penicillium griseofulvum, Penicillium chrysogenum, Pencillium notatum, Streptomyces griseus, Streptomyces venezualae: pembuatan antibiotik

| Baca Juga: Mengenal Virus dengan Ringkas dan Mudah! | Klasifikasi Makhluk Hidup Lengkap dan Mudah! | Keanekaragaman Hayati Lengkap dan Mudah

Alga Biru (Cyanobacteria)

Ganggang biru (cyanobacteria) merupakan salah satu organisme yang belum memiliki membran serta beberapa organel lainnya seperti mitokondria dan plastisida. Ganggang biru/alga hijau biru biasa disebut sebagai alga atau ganggang karena habitat dan cara melakukan fotosintesis hampir mirip dengan golongan alga lainnya namun ganggang biru ini masuk kedalam jenis prokariota.

Dengan demikian, lebih dominan dekat dengan bakteri daripada jenis ganggang lainnya yang bersifat eukariotik. Karena itulah para ilmuwan lebih menyukai pemakaian istilah cyanobacteria (bakteri hijau-biru) daripada istilah ganggang biru.

Ciri-ciri

a) Memiliki pigmen fikosianin (biru), fikoeritrin (merah), dan beta karoten.

b) Memiliki klorofil a pada membran tilakoid

c) Tubuh berbentuk filamen (benang), koloni (berkelompok)

d) Mampu bersimbiosis dengan Jamur menjadi vegetasi perintis yang memulai kehidupan

Reproduksi

a) Aseksual

Pembelahan sel, fragmentasi pada beberapa alga biru berbentuk filamen, pembentukan spora.

b) Seksual

Pertemuan gamet (fragmentasi) Pertemuan antara gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n).

Peranan

Cyanobacteria memiliki peranan dalam kehidupan, bak peranan yang bersifat negatif maupun peranan yang bersifat positif.

Peranan negatif

Blooming Alga yaitu meningkatnya jumlah alga air sehingga menurunkan jumlah O2 terlarut di perairan.

Peranan positif

a) Sprulina Pembuatan PST (Protein Sel Tunggal)

b) Simbiosis dengan jamur membentuk Lichenes (Lumut Kerak) sebagai vegetasi perintis

c) Menyuburkan tanah (mengikat N2 tanpa simbiosis), contoh Nostoc, Oscilatoria

d) Menyuburkan tanah (mengikat N2 melalui simbiosis dengan tumbuhan tertentu). Contoh:

  • Anabaena azollae: bersimbiosis dengan Azolla pinnata (paku air)
  • Anabaena cycadae: bersimbiosis dengan Cyas rumphii (pakis haji)

Inokulasi Bakteri & Pengecatan Garam Bakteri

Inokulasi Bakteri

Inokulasi bakteri atau penamaan bakteri adalah suatu pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi dalam kondisi steril (aseptik). Kondisi steril ini meliputi media, alat dan bahan yang digunakan harus benar-benar bersih dari kontaminasi mikroorganisme.

Persiapan Inokulasi Bakteri

Menyiapkan Ruangan

Ruang penanaman bakteri harus bersih dan steril agar tidak terjadi kesalahan dalam percobaan. Inokulasi dapt dilakukan dalam sebuah kotak kaca (encast). Udara yang legaat dalam kotak tersebut dilewatkan saringan melalui suatu jalan agar terkena sinar ultraviolet atau biasa disebut dengan Laminar air flow (Pelczar, 1986).

Pemindahan dengan Kawat Inokulasi

Kawat Inokulasi (ose) yang digunakan sebaliknya pada bagian ujung terbuat dari platina atau nikel. Dalam melakukan penanaman bakteri kawat ini terlebih dahulu dipanaskan diatas api, sedangkan sisanya tungkai cukup dilewatkan nyala api saja setelah dingin kembali kawat itu disentuhkan lagi dalam nyala (Pelczar, 1986).

Setelah semua persiapan dilakukan, inokulasi bakteri baru bisa dilaksanakan. Berikut beberapa metode dalam inokulasi bakteri:

Metode Inokulasi Bakteri

Metode Cawan Gores (Streak Plate)

Prinsip metode ini yaitu mendapatkan koloni bakteri yang benar-benar terpisah dari koloni yang lain, sehingga mempermudah proses isolasi. Cara ini dilakukan dengan membagi 3-4 cawan petri. Ose steril yang telah disiapkan diletakan pada sumber isolat, kemudian menggoreskan ose tersebut pada cawan petri berisi media steril. Goresan damat dilakukan 3-4 kali membentuk garis horizontal disatu cawan. Ose disterilkan lagi dengan api bunsen. Setelah kering, ose tersebut digunakan untuk menggores goresan sebelumnya pada sisi cawan kedua. Langkah ini dilanjutkan hingga keempat sisi cawan tergores.

Metode Cawan Sebar (Spread Plate dan Pour Plate)

Tekhnik Spread Plate dan Pour Plate adalah suatu tekhnik didalam menumbuhkan orgaisme didalam media agar dengan cara menuangkan stok kultur bakteri atau menghapuskannya di atas media agar yang telah memadat, sedangkan Pour plate kultur dicampurkan ketika media massiv cair (belum memadat). Kelebihan tekhnik ini adalah organisme yang tumbuh data tersebar merata pada Bagian permukaan agar. 

Pengecatan Garam Bakteri

Adalah salah satu tekhnik pewarnaan bakteri yang paling penting dan lua yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri. Bakteri yang terwarnai melalui pengecatan ini dibagi menjadi 2 yaitu:

Bakteri Garam Positif

Bakteri jenis ini memiliki dinding sel berupa peptidoglikan yang tebal, lapisan lemak yang tipis. Bila bakteri ini diwarnai dengan pengecatan garam, maka bakteri akan berwarna ungu karena ketebalan peptidoglikannya mampu mengikat zat warna.

Bakteri Garam Negatif

Bakteri jenis ini memiliki dinding sel berupa peptidoglikan yang tipis, lapisan lemak yang tebal. Bila bakteri ini diwarnai dengan pengecatan garam, maka bakteri akan berwarna merah karena peptidoglikan yang tipis tidak mampu mengikat zat warna.

Share on print
PRINT ARTIKEL

1 komentar.

Comments are closed.