Mengenal Virus dengan Ringkas dan Mudah!

Diposting pada

Apa itu Non Sellular?

Kamu mungkin percaya bahwa agar sesuatu dianggap hidup itu harus mengandung sel. Ya, banyak ilmuwan akan setuju dengan kamu. Namun, ada organisme yang masuk kedalam kategori kehidupan non-seluler (tidak mengandung sel), dan mereka sebenarnya sangat umum. Bahkan, setiap kali kamu masuk angin biasa atau flu, kamu akan bersentuhan dengan bentuk kehidupan yang sangat kontroversial ini, salah satu contoh organisme yang termasuk dalam non seluller adalah Virus.

Sumber: Study.com

Apa itu Virus?

Virus (virion, viroid) merupakan salah satu contoh organisme nonselullar (tidak memiliki sel), virus adalah parasit yang menginfeksi tanaman, hewan, jamur dan bakteri. Tubuh virus terdiri dari materi genetik (pembungkus) berupa asam nukleat dan uniknya virus bisa dikatakan sebagai benda mati namun bisa dikatakan sebagai benda hidup.

Ciri Umum

1. Non Seluler (bukan sel)

Karena virus merupakan partikel penginfeksi (virion), maka virus termasuk golongan organisme yang tidak memiliki sel sehingga virus hanya berperan sebagai penginfeksi.

2. Berukuran Sangat Kecil

Virus memiliki ukuran yang relatif kecil bahkan ada beberapa jenis virus yang hanya dapat di lihat dengan miskroskop, virus memiliki ukuran virus berkisar 0,05 – 2 cm,

3. Dapat disebut Benda Hidup

Virus  dapat disebut dengan benda hidup karena virus memiliki asam nukleat (DNA atau RNA),

4. Dapat disebut Benda Mati

Selain dapat disebut benda hidup virus juga dapat disebut benda mati karena virus dapat di kristalkan, virus tidak mampu dimusnahkan (dibunuh) maka virus hanya dapat di kristalkan sehingga mengalami dormansi supaya tidak aktif, maka hal inilah yang menyebabkan virus disebut sebagai benda mati karena normalnya benda hidup tidak dapat di kristalkan,

5. Memiliki Pembungkus (Asam Nukleat)

Virus juga memiliki pembungkus asam nukelat berupa kapsid yang asam nukleat tersebut berasal dari protein,

6. Parasit Intraseluler Obligat

Virus juga disebut dengan parasit intaseluler obligat maksudnya adalah bahwa virus hanya mampu bereproduksi didalam sel inang yang hidup,

7. Memiliki Reproduksi Menarik

Beberapa jenis virus memiliki cara reproduksi yang cukup unik dan monarki,

Cara-cara Reproduksi Virus

Virus memiliki cara reproduksi yang cukup menarik diantaranya adalah,

a) Litik

Cara reproduksi virus T dengan menghancurkan DNA sel inang, berikut adalah urutan prosesnya;

  • ADSORPSI (penempelan virus pada sel bakteri)
  • PENETRASI (injeksi asam nukleat virus)
  • EKLIFASE (pelumpuhan, penghancuran DNA sel bakteri)
  • REPLIKASI (proses perbanyakan asam nukleat virus)
  • PERAKITAN (penyusunan tubuh virus)
  • LISIS (pecahnya bakteri)

Trik Mudah Menghafal

b) Lisogenik

Cara reproduksi virus dengan ciri asam nukelat virus bergabung dengan DNA bakteri, melalui urutan proses;

ADSORPSI – PENETRASI – PENGGABUNGAN – REPLIKASI – PERAKITAN – LISIS

|  Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup | Keanekaragaman Hayati | Ruang Lingkup Biologi

Klasifikasi & Peranan Virus

Selain ciri-ciri virus dan macam-macam cara reproduksinya, virus juga memiliki klasifikasi dan peranan dalam kehidupan,

Klasifikasi Virus

Virus memiliki beberapa klasifikasi yang berkaitan dengan jenis dan peranannya didalam kehidupan, diantaranya adalah:

a) Virus DNA

Yaitu virus yang memiliki asam nukleat berupa DNA, Misalnya papovarius (contoh: kutil, papiloma), herpesvirus (contoh: herpes, cacar air), poxvirus (contoh: cacar), adenovirus (contoh: virus tumor paa helan).

B) Virus RNA

Yaitu virus yang memiliki asam nukelat berupa RNA, misalnya reovirus (contoh: diare), picornavirus (contoh: polio), togavirus (contoh: demam kuning), rhabdovirus (contoh: rabies), paramyxovirus (contoh: campak, gondong), orthomyxovirus (contoh: virus influenza), retrovirus (contoh: leukimia, AIDS).

Peranan

Selain klasifikasi virus yaitu DNA dan RNA, virus juga memiliki peranan dalam kehidupan baik yang mendatangkan sisi negatif maupun sisi positif, berikut ulasannya:

a) Negatif

Dintara peranan negatif virus didalam kehidupan adalah virus dapat menimbulkan penyakit antara lain:

  • Myxovirus: penyakit influenza
  • Paramyxovirus: penyebab campak, gondong
  • Avian virus: flu burung
  • Corona virus: SARS
  • Measles virus: cacar
  • Herpes Simplex Virus (HSV)
  • HIS (AIDS)
  • NCD (New Castle Disease): penyakit tetelo pada unggas
  • FMD (Foot and Mouth) pada ternak
  • RSV (Rous Sarcoma Virus): kanker pada ayam
  • Rhabdovirus: rabies pada anjing, kucing, dan monyet
  • CVPD: kerusakan jaringan floem pada tanaman jeruk
  • TMV (tobacco Mozaik Virus)
  • Tungro pada padi

b) Positif

  • Pembuatan vaksin dari virus yang dilemahkan
  • Terapi genetika dengan merekayasa virus gen virus yang parasit
  • Interferon: protein virus dari gen virus yang direkayasa genetika.

Share on print
PRINT ARTIKEL