3 Peradaban Klasik Yang Berpengaruh Di Dunia

Diposting pada

Pada periode klasik, banyak peradaban unggul yang mewarnai perkembangan manusia. Peradaban-peradaban tersebut juga dianggap menurunkan berbagai peradaban yang lebih muda di masa modern. Peradaban-peradaban besar yang berpengaruh di dunia tersebut antara lain ialah Kerajaan Mesir Kuno, Yunani Kuno, dan Kekaisaran Romawi Kuno.

A. Mesir Kuno yang Megah

Papyrus Mesir Kuno

1. Awal berdirinya

Kerajaan Mesir yang besar bermula dari kerajaan kecil yang dibangun oleh para petani di pinggir sungai Nil. Perkembangan pesat peradaban masyarakatnya membuat kerajaan kecil itu pecah hingga menjadi Mesir Atas dan Mesir Bawah. Lalu, pada tahun 3100 SM, raja Menes dari Mesir Atas menyerbu Mesir Bawah dan berhasil menyatukannya menjadi satu kerajaan besar kembali. Raja Menes memulai periode dinasti penguasa Mesir selama hampir 400 tahun.

2. Kekuasaan dinasti Firaun dan peninggalan sejarah Mesir Kuno

Setelah dinasti Menes, muncul dinasti baru yang berkuasa membuat bentuk kerajaan yang lebih besar pada masa 2649-2134 SM. Di masa inilah, raja Djoser membangun Piramida besar Mesir yang terkenal hingga kini sebagai makam para raja beserta harta bendanya. Setelahnya, dinasti Firaun yang berkuasalah yang membangun piramida berikutnya.

Setiap proses pembangunan piramida, raja mengerahkan ribuan budak selama bertahun-tahun. Bangunan piramida Mesir membuktikan betapa majunya ilmu pengetahuan saat itu. Kemungkinan banyak insinyur Mesir kuno yang dikerahkan untuk desain piramida yang rumit, penuh ruangan rahasia, labirin, dan jebakan sebelum mencapai komplek makam sang raja.

Orang Mesir kuno juga mengawetkan jenazah dan membungkus jenazah dengan linen yang kita sebut mummy. Karena biaya pengawetan jenazah mahal, maka hanya keluarga kerajaan dan orang kaya yang melakukannya. Dari Mesir kuno juga, dapat kita kenal salah satu sistem penulisan tertua yaitu Hieroglif. Firaun terbesar kerajaan Mesir kuno selain Ramses II adalah Tutankhamun. Di masa pemerintahannya Mesir mencapai puncak kejayaan.

Baca: Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz – Sang Khulafaur Rasyidin Kelima

3. Runtuhnya Mesir Kuno

Kerajaan Mesir takluk oleh serangan Alexander yang Agung dari Macedonia pada tahun 323 SM. Hingga tahun 69 SM, kerajaan Mesir masih berdiri namun sudah tidak lagi berdaulat akibat telah tertaklukkan. Di masa-masa ini yang berkuasa ialah anak buah Alexander yang Agung yakni Jenderal Ptolemy. Raja terakhir kerajaan Mesir adalah Ratu Cleopatra. Meninggalnya sang ratu pada tahun 30 SM menandai berakhirnya perdaban kerajaan kuno yang terbentang selama 3.000 tahun tersebut.

Peradaban Mesir merupakan peradaban benua Afrika yang kaya, mewah, dan juga kolosal di pinggiran sungai Nil yang jejaknya masih bisa kita jumpai dan pelajari hingga kini.

B. Peradaban Yunani Kuno yang Cerdas

Akropolis Athena

1. Awal mula peradaban Yunani Kuno

Yunani awal dihuni oleh bangsa Mycenaea yang gemar berperang dan tidak mementingkan pengembangan kebudayaan. Setelah kekacauan melanda Yunani, banyak penduduk Mycenaea pergi dari wilayah Yunani. Kemudian suku kecil bernama Doria menempati wilayah tersebut. Hingga kemudian masyarakat wilayah Yunani bersua dengan bangsa pedagang bernama Phoenicia tahun 800 SM.

Melalui bangsa Phoenicia inilah masyarakat Yunani mendapat pengetahuan tulis menulis dalam wujud alfabet yang menjadikan Yunani bangkit dari keterpurukan. Mulai tahun 800-750 SM, masyarakat Yunani membangun komunitas yang memiliki konsep negara-kota (polis). Setiap kota membangun peradabannya sendiri. Banyak kuil, gelanggang olahraga, dan balai pertemuan mulai berdiri.

2. Kebudayaan bangsa Yunani Kuno pada periode Polis

Setiap polis menyembah banyak dewa dan membuat mitologi mengenai dewa-dewa sembahannya. Kebanyakan mereka juga menyukai atletik dan persaingan, sehingga mereka menyelenggarakan perlombaan  olahraga tahun 776 SM. Perlombaan tersebut diadakan di Olympia untuk persembahan para dewa, sehingga lomba tersebut bernama Olympic. Yang hingga kini kita kenal sebagai Olimpiade atau pesta olahraga tahunan. Masyarakat polis Yunani juga ulung dalam hal berdagang. Komoditas yang mereka jual belikan antara lain minyak zaitun, anggur, dan hasil kerajinan logam dan tembikar.

Masyarakat Yunani menerapkan sistem musyawarah untuk menentukan kebijakan setiap polis. Tidak ada raja tunggal yang berkuasa. Namun, mereka menerapkan sistem pembagian kelas sosial yakni masyarakat polis asli dan kaum budak. Polis Sparta dan polis Athena adalah dua polis paling berkuasa. Polis Sparta sangat mementingkan kemajuan bidang militer, sehingga secara kebudayaan polis Athena lebih unggul. Kota Athena banyak dipenuhi oleh seniman, ilmuwan filsuf, dan penulis.

Peradaban Yunani mencapai masa jaya pada periode 400-an SM. Banyak seniman yang berpengaruh seperti Phidias yang membangun patung dewa Zeus dan Chares yang membangun patung Collossus. Di bidang sastra, lahir Sophocles yang menulis Oedipus Rex dan lainnya. Dalam bidang ilmu pengetahuan, lahir nama-nama filsuf yang masih abadi hingga sekarang seperti Socrates (466-399 SM), Plato (427-348), Aristotelse (384-322 SM). Juga dalam ilmu matematika, lahir Euclid. Juga fisikawan dan astronom seperti Archimedes dan Aristarchus.

3. Jatuhhnya peradaban Yunani Kuno

audara antara Sparta dan Athena melemahkan kekuatan bangsa Yunani keseluruhan. Kemudian pada tahun 338 SM, Jebderal Philips II dari kerajaan kecil Macedonia berhasil menaklukkan Yunani. Setelah Philips meninggal, kekuasaan berpindah kepada putranya Alexander Agung. Dan di masa ini, kekuasaan Yunani-Macedonia berkembang hingga Asia-Afrika. Pasca Alexander, Yunani takluk kepada Romawi kuno. Dan berturut-turut jatuh mulai dari kekaisaran Byzantium hingga kekaisaran Ottoman.

Kemudian di masa modern Yunani jatuh ke tangan Italia dan bebas pada perang dunia II oleh tentara Sekutu. Hasil kebudayaan Yunani kuno sangat berpengaruh hingga masa sekarang. Jasanya mampu membawa dunia menjadi lebih cerdas. Mulai dari bidang politik, hukum, sastra, seni rupa, sains, filsafat, dan juga perayaan Olimpiade yang masih berlangsung hingga kini.

C. Kekaisaran Romawi Kuno

Colosseum Roma

1. Awal Romawi Kuno

Romawi Kuno merupakan peradaban kekaisaran bangsa Romawi yang dimulai dari berdirinya Kota Roma di wilayah semenanjung Italia sekitar tahun 800 SM. Romawi mulai berkembang pesat dan memperluas kekuasaannya di semenanjung Italia selama periode 300-400 SM.

Pada masa dinasti Augustus pemerintahan kekaisaran Romawi sangat stabil dan berlangsung hampir 200 tahun. Romawi mengembangkan sistem pemerintahan desentralisasi, yaitu memberi otonomi khusus pada setiap provinsi.Tentara romawi terkenal akan kedisiplinannya sehingga mereka sukses memperluas wilayah kekuasaannya. Mereka menciptakan pola penyerangan formasi kura-kura, yakni formasi persegi yang semua sisinya terlindung perisai dan menghunuskan tombak.

2. Kota Roma, keadaan masyarakat, dan ilmu pengetahuan yang maju

Peradaban Romawi kuno sangat maju. Jalan-jalan kota besar terlapisi dengan semen. Hal itu karena mereka adalah bangsa penemu semen. Di sepanjang jalan berdiri rumah warga biasa (domi) dan apartemen bertingkat (insulae). Mereka juga membangun tempat pemandian (thermae). Masyarakat Roma juga menyembah dewa sama halnya dengan mitologi Yunani, yang hanya berbeda cara penyebutannya. Oleh karena itu, banyak berdiri kuil besar untuk pemujaan. Namun, saat Theodosius berkuasa pada 391 M, agama Kristen resmi menjadi agama negara.

Masyarakat Roma yang kaya raya akan memperkerjakan budak. Anak-anak masuk ke sekolah swasta bernama Ludus dan belajar membaca, menulis, dan aritmatika sederhana. Dan orang tuanya akan pergi berjudi melempar koin atau datang ke ludi. Ludi merupakan acara pertunjukkan untuk seluruh rakyat yang menampilkan drama, balap kereta kuda, hingga pertarungan Gladiator. Anak muda yang pintar akan melanjutkan pendidikan ke Rhetor dan belajar menjadi orator, pemimpin politik, dan belajar ilmu hukum.

Perekonomian masyarakatnya bertumpu pada pertanian dan perdagangan. Masyarakatnya sudah mengenal sistem mata uang dalam bentuk koin. Ilmu pengetahuan juga sangat maju. Arsitektur kota hampir seperti arsitektur kota Eropa yang kita saksikan saat ini. Bangunan tempat hiburan rakyat seperti Colloseum masih berdiri kokoh hingga kini. Bahkan ilmu arsitektur dan tata kota bangsa Romawi tidak tertaindingi sampai abad 19 oleh negara Eropa yang lebih muda.

3. Runtuhnya kekaisaran Romawi Kuno

Pembagian Romawi menjadi dua kekaisaran di Barat dan Timur turut melemahkan kekuatan kekaisaran tersebut. Kemudian pemberontakan oleh bangsa Goth, Hispania, Inggris serta penyerangan suku Hun Utara Asia terhadap kekaisaran Romawi barat menyebabkan kekaisaran tersebut runtuh.

Warisan sosial, budaya hingga keilmuan peradaban besar di masa klasik nyatanya masih bisa kita rasakan pengaruhnya hingga sekarang. Pemikiran dan penemuan cerdas dan hebat bangsa terdahulu masih menjadi kiblat untuk membangun negara, kota, serta sumber daya manusia sampai kini. Keilmuan di bidang hukum, politik, sains, sastra, seni dan lainnya masih menjadi rujukan pemikiran-pemikiran modern. Itulah mengapa seharusnya kita tidak boleh melupakan sejarah. Yakni, agar kita tidak lupa atas jasa para pendahulu kita dan mampu menghargai seluruh jasa mereka.

Baca juga: Pengertian Sejarah – Ruang Lingkup, Fungsi dan Tujuan Mempelajarinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.