Metode dan Ciri-Ciri Sosiologi

Metode dan Ciri-Ciri Sosiologi

Diposting pada

Hi teman sosiologi !
Pada kesempatan ini kita akan membahas Metode dan Ciri Sosiologi

Pernah kamu mendengar mengenai metode pembelajaran ?, pasti pernah mendengarnya bukan ?.

Didalam sosiologi ada metodenya juga, dan saya akan mencoba membahas pada kesempatan kali ini mengenai metode – metode yang ada di sosiologi, serta ciri – cirinya. penasaran bukan ?, Berikut pembahasan mengenai Metode dan Ciri Sosiologi.

Metode Sosiologi

Metode sosiologi adalah sebuah metode langkah – langkah ilmiah yang diterapkan oleh para penelitian untuk meneliti terkait sosiologi. Hal ini menjelaskan tentang sebuah hal yang disiplin sosiologi sebagai sebuah metode.

Baca juga: Pengertian Sosiologi Lengkap dan Mudah

Georg Simmel merupakan tokoh klasik sosiologi yang dianggap sebagai orang yang pertama dalam mendefinisikan sosiologi sebagai sebuah metode, alih – alih ilmu pengetahuan. Menurutnya sosiologi merupakan suatu cara investigasi sosial.

Jika sosiologi merupakan metode, darimana data penelitian tersebut ?, data tersebut dapat diambil dari disiplin ilmu sosial lain seperti halnya budaya dan politik.

Metode sosiologi tidak terdiri dari hanya seperangkat tunggal saja, akan tetapi memiliki beberapa metode penelitian yang ada didalam sosiologi.

Metode tersebut terdiri dari lima metode ilmiah yang sering digunakan dalam sebuah penelitian sosiologi, metode tersebut dijelaskan seperti dibawah ini :

1. Metode Kualitatif

Metode ini merupakan sebuah analis datanya mengutamakan tentang penjabaran data yang didapatkan.

Baca juga: Pengertian Sosiologi dan Perkembangannya

Metode ini akan dipakai apabila data dari hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran lainnya yang bersifat eksak akan tetapi bersifat deskriptif.

Istilah penelitian ini yang dimaksud sebagai jenis penelitian yang temuannya tidak didapatkan melalui prosedur statistic atau sebuah hitungan lainnya.

Contohnya adalah sebuah penelitian yang meneliti tentang perilaku seseorang, tentang kehidupan, maupun riwayat. Disamping hal ini bisa mengkaji tentang sebuah peranan sebuah organisasi, pergerakan sosial, atau sebuah hubungan timbal balik.

Penelitian kualitatif terdiri dari tiga dasar unsur utama, yaitu :

  1. Prosedur sebuah analisis dan interpretasi yang digunakan untuk sebuah temuan dan teori. Prosedur ini mencangkupi terkait teknik – teknik yang gunanya untuk memahami suatu data.
  2. Data tersebut bisa datang dari bermacam – macam sumber, biasanya berasal dari sebuah wawancara dan sebuah pengamatan.
  3. Laporan secara tertulis, maupun lisan. Laporan ini akan di dapat dikemukakan dalam sebuah jurnal ilmiah dan konferensi. Bentuknya bisa beragam, tergantung pada khalayak, dan aspek teori yang disediakan.

2. Metode Kuantitatif

Merupakan suatu metode penelitian sosiologi yang menekankan pada pengumpulan dan data secara numerik atau eksak, melalui sebuah pengolahan data dan pengorganisasian data.

Data tersebut berupa sebuah angka dan mudah diklarifikasikan kedalam sebuah kategori – kategori.

3. Metode deduktif

Merupakan suatu metode sosiologi yang memiliki suatu penerapannya dimulai dari dari sebuah teori yang berada dikepala peneliti, lalu teori tersebut digunakan untuk menggabungkan proses analisis data yang didapatkan dilapangan.

Baca juga: Fungsi Sosiologi dalam Pembangunan

Peneliti memiliki sebuah teori yang berasal dari penelitian sebelumnya, dan teori tersebut diuji dengan sebuah kenyataan berupa data di lapangan.

4. Metode induktif

Merupakan sebuah metode sosiologi yang memiliki penerapan dimulai dari pencarian data lapangan, lalu diolah, serta dianalisis sampai disimpulkan menjadi sebuah teori – teori yang umum.

Proses penelitian hal ini bersifat induktif atau dalam artian setiap gejala – gejala sosial yang muncul di lapangan akan dirangkai sedemikian rupa hingga mendapatkan suatu kesimpulan dan menghasilkan sebuah teori. Metode ini boleh dibilah kebalikan dari metode deduktif.

5. Metode Empiris

Yaitu suatu metode sosiologi yang digunakan untuk mencari data yang objektif di lapangan. Data objektif tersebut bersifat empiris atau dalam artian berasal dari realita di lapangan tanpa adanya intervensi kepentingan peneliti.

 Ciri – Ciri Sosiologi

Adapun sosiologi memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

  1. Sosiologi bersifat empiris, karena didasarkan pada sebuah observasi yang terhadap dari sebuah kenyataan di dalam masyarakat.
  2. Sosiologi bersifat teoritis, karena selalu berusaha menyusun suatu kesimpulan dari hasil observasi dan sebuah wawancara untuk menghasilkan sebuah teori keilmuan.
  3. Sosiologi bersifat kumulatif, yaitu sebuah teori – teori dalam sosiologi yang terbentuk dari atas dasar teori – teori sebelumnya, lalu diperbaiki dan diperluan dan diperdalam.
  4. Sosiologi bersifat Non-etis, sosiologi tidak membicarakan baik buruknya, atau benar salahnya suatu fakta. Akan tetapi lebih mementingkan dalam menjelaskan suatu fakta secara obyektif dan analisis.

Mungkin ini saja yang bisa saya sampaikan, semoga dapat difahami. Sampai bertemu dipertemuan selanjutnya.

Avatar
Alumni Pondok Pesantren Modern Al Islam ( Angkatan 3 Revival ), Pernah berkiprah sebagai Content Writer PusatIlmuPengetahuan.com tidak boleh menyerah, dan bersyukur yang utama.