pembagian fi'il ditinjau dari pelakunya

Pembagian Fi’il Ditinjau dari Pelakunya (Fa’ilnya)

Diposting pada

Setelah sebelumnya kita telah membahas materi bahasa arab dengan judul pengertian huruf mudhoro’ah, pada pembahasan ini kita akan membahas pembagian fi’il ditinjau dari pelakunya.

Perlu kita ketahui, bahwa selain ditinjau dari waktu terjadinya fi’il juga dapat ditinjau juga dari pelakunya (fa’ilnya).

Ditinjau dari pelakunya (fa’il) fi’il dapat terbagi menjadi 2, yaitu Fi’il Ma’lum dan Fi’il Majhul. Didalam Bahasa Indonesia Fi’il Ma’lum dikenal dengan kata kerja aktif, sedangkan Fi’il Majhul dikenal dengan kata kerja pasif.

Contoh fi’il ma’lum (kata kerja aktif) adalah “Andi membuka pintu”, sedangkan contoh dari fi’il majhul adalah “Pintu dibuka oleh Andi”.

Pengertian Fi’il Ma’lum

Pengertian fi’il maklum adalah suatu jenis fi’il yang disebutkan pelakunya (kata kerja aktif) sehingga pelakunya (fa’ilnya) dapat diketahui karena disebut pada awal kalimat.

Akan tetapi walaupun fa’ilnya tidak disebut didalam kalimat namun sudah disebut pada kalimat sebelumnya karena umumnya fa’ilnya bisa disebut secara tersembunyi dengan menggunakan dhomir mustatir.

Contoh Fi’il Ma’lum

Bahasa IndonesiaBahasa Arab
 Ali telah memukul anjing ضَرَبَ عَلِيٌّ الْكَلْبَ
 Hasan telah belajar ilmu nahwuتَعَلَّمَ حَسَنٌ عِلْمَ النَّحْوِ 
 Muhammad sedang menulis pelajaranيَكْتُبُ مُحَمَّدٌ الدَّرْسَ 
 Zaid sedang membuka pintuيَفْتَحُ زَيْدٌ البَابَ  
 Para hadirin sedang mendengarkan dengan seksama diskusi ituيَسْتَمِعُ الحَاضِرُوْنَ الْحِوَارَ 
 Panglima itu telah membunuh musuhقَتَلَ الْقَائِدُ الْعَدُوَّ 
Contoh Fi’il Majhul

Pengertian Fi’il Majhul

Pengertian fi’il majhul adalah suatu jenis fi’il yang tidak disebutkan pelakunya (kata kerja pasif) sehingga pelakunya (fa’ilnya) tidak dapat diketahui karena disembunyikan berdasarkan beberapa alasan.

Alasan Fa’il pada Fi’il Majhul Disembunyikan

  1. Pendengar (lawan bicara) sudah mengetahui siapa pelakunya (fa’ilnya)
  2. Tidak tahu siapa yang melakukan suatu pekerjaan (fi’ilnya)
  3. Keadaan fa’il yang hina (bermasalah) sehingga dikhawatirkan berupa aib dan lain sebagainya.
  4. Memuliakan fa’il tanpa menyebut dengan jelas pelakunya.

Contoh Fi’il Majhul

Bahasa IndonesiaBahasa Arab
 Anjing telah dipukul ضُرِبَ الْكَلبُ
 Ilmu Nahwu telah dipelajariتُعُلِّمَ عِلْمُ النَّحْوِ  
 Pintu sedang dibukaيُفْتَحُ الْبَابُ 
 Musuh itu telah dibunuhقُتِلَ الْعَدُوُّ  
 Pelajaran sedang ditulisيُكْتَبُ الدَّرْسُ 
 Diskusi itu didengarkan dengan seksamaيُسْتَمَعُ الْحِوَارُُ  
Contoh Fi’il Majhul

Demikian penjelasan mengenai pembagian fi’il ditinjau dari pelakunya, semoga bermanfaat.