Pembelajaran Kreatif dan Bentuk-Bentuknya Bagi Anak Milenial

Pembelajaran kreatif dinilai mampu menjadi referensi khususnya bagi para generasi muda untuk meningkatkan antusias dan minat belajar anak. Karena model pembelajaran kreatif untuk milenial ini mampu menjawab berbagai persoalan dan tantangan ditengah kemajuan teknologi dan zaman.

Sehingga diharapkan dengan kemunculan metode pembelajaran yang beranekaragam dapat membuat anak nyaman dan tidak cepat bosan saat mengikuti proses belajar.

Apa itu Pembelajaran Kreatif?

Gambar Pembelajaran Kreatif

Pembelajaran Kreatif adalah suatu bentuk proses pembelajaran yang berfokus pada usaha yang dilakukan oleh tutor atau pengajar dalam memberikan fasilitas terbaik bagi kegiatan belajar. Sehingga diharapkan pendidik dapat terangsang untuk melakukan berbagai kegiatan pembelajaran secara kondusif.

Dalam hal ini para ahli mengatakan bahwa proses belajar tersebut berlangsung secara long life (seumur hidup). Sehingga akan selalu mengalami perkembangan dan memperlihatkan adanya perubahan secara afektif, kognitif, dan psikomotorik dalam hal perilaku ke arah yang lebih baik.

Tentunya hal tersebut membuat para fasilitator pendidikan (guru atau tutor) harus memiliki kreatifitas tinggi dan aktif mencari ide baru yang kreatif. Hal ini karena sebagian masyarakat berasumsi bahwa cerdas tidak lebih bernilai jika dibandingkan dengan kreatif.

Perkembangan zaman yang juga diiringi dengan kemajuan teknologi membuat mereka dengan kreatifitas lebih tinggi mempunyai potensi dan andil yang besar bagi kehidupan di masa yang akan datang.

Baca Juga: Apa itu Teknologi?

Sehingga peran dari generasi muda yang kreatif sangat dibutuhkan untuk menuruskan perjuangan para pendahulunya dalam memajukan zaman. Hal ini membuat lembaga pendidikan dianggap sebagai ujung tombak pencetak siswa maupun siswi kreatif.

Salah satu alasan kenapa para milenial yang kreatif  mempunyai andil besar dalam pembangunan zaman karena mereka mempunyai daya nalar dan kemampuan problem solving yang baik.

Apabila daya nalar dan kemampuan tersebut dikembangkan maka akan terbangun nilai positif didalam diri mereka. Hal tersebut yang meningkatkan rasa percaya diri, keinginan kuat untuk belajar, dan peningkatan kemampuan berpikir.

Untuk menemukan para pemikir yang kreatif tersebut dibutuhkan adanya pembelajaran kreatif dan inovatif. Sehingga diharapkan mampu membantu generasi milenial dalam menjawab tantangan yang ada di masa yang akan datang.

Baca Juga: Apa itu Pendidikan? – Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Jenisnya

Bentuk-Bentuk Pembelajaran Kreatif

Bentuk-Bentuk Pembelajaran Kreatif

Ada beberapa bentuk atau model pembelajaran kreatif dalam dunia pendidikan yang dapat menambah referensi kita, yaitu:

1. Role Playing (Bermain Peran)

Bermain peran atau role playing adalah suatu model pembelajaran dimana anak diperintahkan untuk berakting sesuai dengan karakter dan situasi yang Ia mainkan.

Pembelajaran kreatif model ini banyak diminati karena anak akan lebih tertarik dan bersemangat untuk mengikuti proses pembelajaran. Tentunya tanpa adanya tekanan pada materi yang diberikan oleh tutor atau pengajar.

Langkah-Langkah Metode Role Playing

  1. Menentukan Skenario
  2. Membuat kelompok (minimal 5 orang)
  3. Memberikan penjelasan mengenai soal kompetensi yang hendak dicapai
  4. Setiap kelompok yang dibentuk tadi memeragakan skenario yang diberikan
  5. Kelompok yang sudah memeragakan dipersilahkan membahas apa yang diperankan
  6. Kelompok menyampaikan kesimpulannya masing-masing
  7. Melakukan evaluasi kegiatan pembelajaran

2. Talking Stick

Talking stick adalah suatu bentuk pembelajaran dalam bentuk latihan  dengan tujuan meningkatkan rasa percaya diri dalam menjawab pertanyaan atau berbicara. Metode ini dinilai lebih efisien karena dianggap menyenangkan dan menantang.

Langkah-Langkah Metode Talking Stick

  1. Menyediakan satu buah tongkat
  2. Memberikan pembukaan berupa materi yang hendak dipelajari
  3. Memberi kesempatan murid untuk membaca dan belajar materi tersebut
  4. Mulai permainan dengan memutar musik
  5. Siswa memindahkan tongkat kepada teman yang berada disampingnya secara estafet
  6. Dilanjutkan estafet tongkatnya sampai musik berhenti
  7. Murid terakhir yang  masih memegang tongkat diharuskan menjawab pertanyaan sesuai materi yang dipelajari.

3. Tebak Kata

Tebak kata merupakan model pengajaran yang bertujuan untuk melatih hafalan para murid atau siswa. Cara ini dianggaap sangat menyenangkan karena dalam prosesnya cenderung mengasyikkan. Materi pada permainan ini disesuaikan dengan tema yang sedang dipelajari.

4. Dragon Ball (Lempar Pertanyaan)

Dragon ball adalah metode pembelajaran dimana anak diperintahkan untuk memberikan pertanyaan kepada temannya saat kegiatan belajar bersama. Metode ini tak kalah menarik dengan metode lainya, karena anak-anak akan bersemangat membuat pertanyaan untuk temannya.

Langkah-Langkah Metode Dragon Ball

  1. Menyampaikan materi pembelajaran
  2. Membentuk kelompok dan memilih ketua dari masing-masing kelompok
  3. Ketua kelompok memberikan penjelasan terkait materi
  4. Masing-masing anak diberikan satu lembar kertas kerja
  5. Setiap anak menuliskan pertanyaan sesuai materi yang dijelaskan ketua kelompok mereka
  6. Kertas pertanyaan diremas hingga berbentuk seperti bola
  7. Bola berisi pertanyaan dilempar secara acak dari satu anak ke anak lain selama kurang lebih 15 menit
  8. Setiap anak mendapat satu bola kertas berisi pertanyaan
  9. Memberikan kesempatan anak menjawab pertanyaan yang tertulis pada bola kertas secara bergantian
  10. Lakukan evaluasi materi setelah anak mendapat giliran semuanya

5. Alat Peraga (Media Pembelajaran)

Alat peraga digunakan sebagai media pengajaran bagi mata pelajaran yang umumnya dinilai kurang diminati siswa, misalnya matematika, sains, atau bahasa inggris. Penerapan media pembelajaran kreatif ini dinilai dapat ideal apabila dibarengi oleh ketersediaan fasilitas sekolah.

Sebagai contoh, guru di SMP 19 Purworejo bernama Juli Eko tempo lalu pernah memasukkan motornya kedalam kelas hanya untuk digunakan sebagai peraga untuk materi tabung dan lingkaran pada mata pelajaran matematika.

Awalnya Juli Eko dinilai sebagai guru killer (galak) hal tersebut karena ia mengajar mata pelajaran yang umumnya dinilai sulit yaitu matematika. Hal ini membuat pandangannya sebagai guru killer berubah menjadi guru fun karena kreatifitasnya dalam menginterpretasikan metode pengajarannya.

Selain itu guru matematika ini kerap masukkedalam nominasi Liputan 6 Award pada tahun 2013 dan mampu meningkatkan presentase nilai muridnya. Hebat bukan?..

Demikian penjelasan mengenai beberapa bentuk pembelajaran kreatif bagi para milenial yang perlu kita pahami. Semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan ya J, terimakasih..

Bagikan Artikel melalui :