Pengaruh Alkohol Terhadap Otak Manusia

Pengaruh Alkohol Terhadap Otak Manusia

Diposting pada

Bukan rahasia lagi bahwa meminum alkohol dapat mempengaruhi otak kita, Sebagian besar orang-orang elite menganggap alkohol dapat membuat mereka merasa lebih bahagia, dapat mengurangi stress, dan tentunya lebih mudah bergaul.

Baca juga: 6 Cara Ampuh Menghadapi Stress

Pernahkah Anda berfikir apa yang terjadi pada otak Anda saat menenggak Alkohol?, berikut penjelasan pengaruh alkohol terhadap otak manusia:

Penelitian Terkait Alkohol

Penelitian Terkait Alkohol
Friend clinking glasses above dinner table

Berdasarkan pemindaian yang dilakukan dengan PET (Positron Emission Tomography) alkohol memang dapat melepaskan hormon endorfin (hormon kesenangan). Hormon tersebut berikatan dengan resptor opiat di otak.

Salah satu bahaya minum alkohol salah satunya adalah peningkatan risiko demensia (penyakit yang dapat mengakibatkan perubahan cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain).

Baca juga: Berapa Persen Kapasitas Otak yang telah Anda Gunakan?

Menurut hasil studi observasi selama beberapa dekade mengatakan bahwa efek terkecil yang ditimbulkan oleh alkohol bagi wanita adalah dengan meminum setidaknya satu gelas alkohol sedangkan pada pria adalah dua gelas alkohol.

Namun sebuah peneltian di Inggris baru-baru ini menunjukkan bahwa meminum alkohol dalam jumlah sedikitpun dapat menyebabkan penyusutan daerah-daerah pada otak. Daerah otak yang akan menyusut tersebut berkaitan dengan fungsi kognitif serta pembelajaran pada manusia.

Beberapa Penelitian Lainnya

Sebuah tim peneliti dari University of Oxford melihat data dari 424 pria dan 103 wanita yang berpartisipasi dalam 10.000 studi Whitehall. Studi tersebut berkaitan tentang hubungan gaya hidup dan kesehatan di kalangan pegawai negeri Inggris.

Pada awal penelitian pada tahun 1985, semua peserta sehat dan tidak ada yang bergantung pada alkohol. Selama 30 tahun berikutnya, para peserta menjawab pertanyaan terperinci tentang apakah mereka mengkonsumsi alkohol atau tidak.

Setelah itu para peneliti melakuka tes untuk mengukur daya ingat, penalaran, dan keterampilan verbal mereka. Mereka menjalani pencitraan (scan) otak dengan MRI (Magnetic resonance imaging) pada akhir penelitian.

Ketika tim menganalisis kuesioner, skor tes kognitif, dan scan MRI oleh para peserta penelitian tersebut. Mereka menemukan bahwa terjadi sejumlah penyusutan di otak area hippocampus orang yang mengkonsumsi alkohol.

Hippocampus sendiri adalah area otak yang terkait dengan memori dan penalaran manusia.

Mereka yang meminum alkohol setara 4 gelas atau lebih alkohol dalam sehari memiliki hampir enam kali risiko penyusutan hippocampal seperti halnya yang bukan peminum.

Sementara peminum yang berasal dari kalangan elite sendiri memiliki risiko tiga kali lipat. Namun, satu-satunya hubungan antara minum dan kinerja kognitif adalah bahwa peminum berat mengalami penurunan yang lebih cepat dalam kemampuan untuk menyebutkan sebanyak mungkin kata yang dimulai dengan huruf tertentu dalam satu menit.

Kesimpulan

Dr. Kenneth J. Mukamal (profesor kedokteran di Harvard Medical School) dan rekan-rekannya melaporkan temuan serupa pada tahun 2001.

Timnya mempelajari 3.376 pria dan wanita telah melaporkan tentang konsumsi alkohol mereka. Pria dan wanita tersebut terdaftar pada Studi Jantung Kardiovaskular yang juga menjalani pemindaian MRI.

Para peneliti Harvard juga menemukan bahwa volume otak menyusut sebanding dengan alkohol yang dikonsumsi, dan bahwa atrofi (susut) lebih besar bahkan pada peminum alkohol ringan dan sedang.

Namun makna pemindaian MRI masih jauh dari jelas, kata Dr. Mukamal.

“Ada banyak keraguan tentang apakah atrofi yang terlihat pada MRI disebabkan oleh hilangnya sel-sel otak atau karena pergeseran cairan di dalam otak.” Dr. Mukamal

Dia menjelaskan bahwa jenis atrofi ini menunjukkan perbaikan besar dalam beberapa minggu ketika pecandu alkohol berhenti minum, yang tidak akan menjadi masalah jika itu disebabkan oleh kematian sel otak.

“Studi ini menawarkan sedikit indikasi apakah minum moderat benar-benar baik, buruk, atau acuh tak acuh bagi kesehatan otak jangka panjang,”Dr. Mukamal

Apa yang Harus Kita Lakukan?

Berikut beberapa faktor yang bisa dijadikan pertimbangan saat hendak meminum alkohol baik untuk laki-laki maupun perempuan:

  • Lebih dari 100 penelitian observasional telah mengaitkan minum alkohol dengan penurunan risiko serangan jantung, stroke iskemik (penyebab pembekuan darah), penyakit pembuluh darah perifer, kematian jantung mendadak, dan kematian akibat semua penyebab kardiovaskular.
  • Minum alkohol juga telah dikaitkan dengan risiko batu empedu dan diabetes.
  • Bagi wanita, bahkan minum dalam jumlah sedang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Jika Anda seorang wanita yang berisiko rata-rata, minum per hari dapat meningkatkan risiko kanker payudara seumur hidup Anda dari 8,25% menjadi 8,8%
  • Minum alkohol dapat menyebabkan peningkatan resiko penyakit dermensia (penyakit yang mengakibatkan adanya penurunan daya ingat dan cara berpikir).

Sumber Informasi:

  1. www.health.harvard.edu
  2. www.alodokter.com/dermensia
  3. www.alodokter.com/mri
  4. www.hellosehat.com
Gambar Gravatar
Founder pusilpen.online/pusatilmupengetahuan.com Playmaker dewicookies.com, nusacharity.org, dan qothrunnadaa.com