Pengertian Atmosfer | Lapisan, Pembentukan, Manfaat, Sifat, Komposisi

Mungkin diantara kita pernah mendengar atau menemukan istilah atmosfer. Istilah atmosfer ini dapat dengan mudah kita temukan saat mempelajari geografi.

Baca juga: Pengertian Geografi

Mungkin diantara kita ada yang ingin tahu lebih lengkap mengenai atmosfer dan mengapa atmosfer dapat membuat suatu planet dapat dihuni oleh makhluk hidup.

Sebelum mempelajari lebih dalam seputar atmosfer hendaknya kita memahami pengertian atmosfer terlebih dahulu.

Berikut penjelasan mengenai pengertian atmosfer dan berbagai hal lainnya:

Pengertian Atmosfer

Atmosfer adalah suatu lapisan uap atau selubung udara yang berfungsi untuk menyelimuti sebuah planet.

Kita dapat menemukan atmosfer pada planet yang kita tinggali, yaitu bumi. Namun selain dari planet bumi ada juga planet lainnya yang mempunyai atmosfer, seperti pada planet venus dan mars.

Akan tetapi komposisi atmosfer yang terdapat pada kedua planet tersebut berbeda dengan yang ada di bumi. Sehingga makhluk hidup tidak dapat tinggal di kedua planet tersebut.

Komposisi terbesar atmosfer yang ada di bumi adalah gas nitrogen sebanyak 78% dan oksigen sebanyak 21% sisanya adalah berbagai gas lainnya dengan komposisi kurang dari 1%.

Dengan adanya komposisi oksigen sebanyak 21% tersebut makhluk hidup dapat hidup di planet bumi. Sedangkan pada planet lainnya seperti planet venus, memiliki kandungan atmosfer yaitu karbon dioksida sebanyak 96,5% dan nitrogen sebesar 3,5%. Planet mars memiliki kandungan atmosfer yang tidak jauh berbeda dengan venus.

Baca juga: Objek Studi dan Aspek Geografi

Karena banyaknya kandungan karbondioksida pada kedua planet tersebut maka makhluk hidup tidak dapat tinggal disana. Selain itu ketebalan atmosfer yang ada di venus dan mars sendiri sangat sedikit, sehingga tidak mampu memberikan perlindungan yang cukup kepada kedua planet tersebut.

Selain adanya kandungan oksigen pada atmosfer bumi ini, terdapat juga berbagai lapisan lainnya yang sangat tebal. Lapisan tersebut memiliki banyak sekali manfaat diantaranya melindungi kita dari sengatan matahari yang sangat panas.

Pada siang hari atmosfer akan menahan sinar matahari agar tidak terlalu panas dan menahannya agar berada tetap di atmosfer untuk tetap mrnghangatkan bumi saat malam hari.

Selain itu adanya lapisan yang tebal tersebut yang juga melindungi kita dari berbagai serangan meteor yang masuk ke bumi. Karena adanya gesekan antara meteor dengan atmosfer maka akan menghalau masuknya meteor ke bumi.

Lapisan-Lapisan Atmosfer

Lapisan-lapisan atmosfer terbagi menjadi 5 lapisan yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer dan eksosfer. Berikut uraiannya:

1. Troposfer

Lapisan troposfer ini adalah salah satu lapisan atmosfer yang posisinya paling dekat dengan bumi yaitu terletak sekitar 8-14 km dari permukaan bumi.

Istilah troposfer sendiri berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti berubah. Hal tersebut disebabkan karena lapisan troposfer ini selalu berubah-ubah.

Ciri-Ciri Troposfer

  1. Berada pada ketinggian sekitar 8-14km
  2. Tempat terjadinya berbagai fenomena cuaca seperti Seperti awan, hujan, petir, pelangi, dan angin.
  3. Semakin tinggi tempatnya maka akan semakin turun suhu udaranya.
  4. Sebagai penyusun terbesar gas pada atmosfer sebanyak 80%

Lapisan Penyusun Troposfer

  1. Lapisan planetair = 0-1km
  2. Lapisan konveksi = 1-8km
  3. Lapisan tropopause = 8-12km (
    Lapisan tropopause merupakan pembatas antara troposfer dengan stratosfer, kegiatan udara pada lapisan ini secara vertikal berhenti.

2. Stratosfer

Istilah stratosfer berasal dari kata strat yang artinya lapisan. Lapisan ini merupakan lapisan yang mempunyai suhu yang sangat dingin, selain itu pada lapisan ini ditinggali oleh lapisan ozon. 

Lapisan ini berfungsi untuk melindungi kehidupan makhluk hidup dari bahaya yang ditimbulkan sinar ultra violet pada matahari.

Lapisan ini dapat rusak apabila manusia melakukan aktivitas dengan menggunakan bahan kimia secara terus menerus.

Lapisan Penyusun Stratosfer

  1. Lapisan isometris (12 – 20 km)
  2. Lapisan inversi (lapisan panas): 20 – 35 km
  3. Lapisan inversi kuat (lapisan campuran atas): 35 – 50 km

3. Mesosfer

Letak dari lapisan mesosfer bereda tepat di atas lapisan stratosfer pada ketinggian 50-75km. Pada mesosfer ini terjadi penurunan suhu pada setiap bertambahnya ketinggian.

Penurunan suhu pada lapisan ini yaitu berkisar antara 0, 4 derajat celcius dan setiap ketinggiannya bertambah 100 meter.

Suhu pada lapisan ini sekitar 10 drajat celcius dan puncaknya sekitar -120 derajat celcius. Sehingga, pada lapisan ini sebagian besar meteor yang hendak masuk ke bumi akan terbakar dan terurai.

Ciri-ciri Lapisan Mesosfer:

  1. Memiliki suhu yang tidak stabil
  2. Ketinggiannya antara 50-80km dietas permukaan laut
  3. Ditemukan pembentukan awan noktilusen pada lapisan mesosfer yang berada didekat kutub

4. Termosfer (Ionosfer)

Termosfer disebut dengan ionosfer karena didalamnya terjadi proses ionisasi. Terjadinya proses ionisasi dari berbagai partikel dapat memberikan efek perambatan maupun refleksi gelombang radio (panjang dan pendek).

Ciri-Ciri Lapisan Eksosfer:

  1. Terletak pada ketinggian antara 80-375 km
  2. Adanya ionisasi berbagai partikel
  3. Suhunya berkisar 500 – 2.000 derajat celcius.

5. Eksosfer

Lapisan ini adalah lapisan terpanas karena bereda pada lapisan terluar dari atmosfer dan berbagai atom yang ada pada lapisan ini bergerak secara tidak beraturan.

Ciri-Ciri Lapisan Eksosfer

  1. Terletak di ketinggian antara 500-1000 km
  2. Suhu mencapai 2.200 derajat celcius
  3. Pergerakan molekul hidrogren cepat
  4. Tempa terjadinya kehancuran meteor dan berbagai benda luar angkasa lainnya

Pembentukan Atmosfer

Proses terbentuknya atmosfer bumi sendiri bersamaan dengan proses terbentuknya bumi.

Tepatnya sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu, atmosfer bumi mulai terbentuk bersamaan dengan terbentuknya bumi. Namun karena bumi kita masih berumur sangat muda dan belum terbentuk secara sempurna maka atmosfernya juga masih belum seperti sekarang.

Proses pembentukan atmosfer sejak bumi terbentuk pada masa kecil memiliki 2 tahap yaitu tahap outgassing dan tahap disosiasi fotokemis.

Tahap Pembentukan Atmosfer

  1. Outgassing
    Outgassing adalah suatu tahapan pengeluaran berbagai gas dari dalam dan permukaan bumi.
  2. Disosiasi Fotokemis
    Disosiasi Fotokemis adalah tahap dimana sinar matahari mulai masuk ke bumi sehingga tumbuhan dapat berfotosintesis dan menghasilkan oksigen.

Manfaat Atmosfer

  1. Melindungi bumi dari paparan radiasi sinar UV (ultraviolet)
  2. Memantulkan gelombang radio.
  3. Melindungi bumi dari berbagai benda luar angkasa yang hendak menabrak permukaan bumi.
  4. Menjaga temperatur yang ada di permukaan bumi
  5. Sebagai media cuaca yang dapat mempengaruhi adanya hujan, badai, angin, awan, salju, dan lain sebagainya.

Sifat Atmosfer

  1. Tidak berwarna
  2. Tidak memiliki bau
  3. Transparat
  4. Mempunyai massa dan tekanan
  5. Dinamis (dapat berpindah, bergerak, mengerut dan mengambang)

Komposisi Atmosfer

Nama GasSimbol KimiaVolume (%)
Nitrogen N278,08 
Oksigen O2 20,95
 Argon Ar 0,93
 Karbondioksida CO20,034 
Neon   Ne 0,0018
 Helium He 0,0052
Ozon  O3 0,0006
 Hidrogen H2 0,00005
 Krypton Kr 0,00011
Metana  CH4 0,00015
 Xenon Xe Sangat Kecil

Demikian penjelasaan mengenai pengertian atmosfir dan berbagai penjelasan lainnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan ilmu pengetahuan kita.

Bagikan Artikel melalui :