Pengertian CERPEN, NOVEL, dan DRAMA

Pengertian CERPEN, NOVEL, dan DRAMA

Diposting pada

Cerpen

Pengertian

  • Cerpen atau cerita pendek adalah salah satu bentuk prosa yang berupa karangan pendek.
    Kependekan dari cerpen bukan hanya dari bentuknya yang lebih padat dan singkat dibandingkan dengan novel, melainkan juga dari aspek masalah yang dibatasi.
  • Cerpen dibatasi dengan hanya membahas salah satu unsur fiksi dalam aspek yang terkecil.

Ciri-ciri Cerpen

  1. Tema berkisar pada masalah yang relatif sederhana.
  2. Tokoh yang dimunculkan hanya beberapa orang.
  3. Latar yang digambarkan hanya sebentar dan terbatas.
  4. Alur lebih sederhana.

Novel

Pengertian

  • Novel adalah karya fiksi prosa (karangan yang berasal dari khayalan atau rekaan penulis) secara tertulis, biasanya dalam bentuk cerita.
    Novel lebih panjang dan lebih kompleks dibandingkan dengan cerpen dan tidak dibatasi keterbatasan struktural.
  • Isi novel mengisahkan problematika kehi­ dupan seseorang atau beberapa tokoh secara utuh.

Ciri-ciri Novel

  1. Tema lebih rumit karena terdapat gabungan beberapa tema yang dijadikan sebuah cerita utuh.
  2. Tokohnya lebih banyak dengan berbagai macam sifat dan karakter.
  3. Latar digambarkan dalam waktu yang lebih lama dan mencakup wilayah geografi yang lebih luas.
  4. Alur lebih panjang dan kompleks dan terjadi perubahan nasib pada tokoh­tokoh dalam novel.

Unsur Intrinsik Cerpen dan Novel

Tema

Tema adalah pokok masalah atau gagasan ide yang menjadi struktur cerita.

Alur (Plot)

Alur atau plot atau disebut juga dengan jalan cerita adalah rangkaian peristiwa yang membentuk sebuah cerita.

  1. Secara umum tahap alur terdiri atas:
    Pengenalan situasi cerita (exposition).
  2. Pengungkapan peristiwa (complication).
  3. Menuju pada adanya konflik (rising action).
  4. Puncak konflik (turning point).
  5. Penyelesaian (ending).

Konflik merupakan inti dari sebuah alur. Jenis­jenis konflik secara umum, di antaranya:

  1. Pertentangan manusia dengan dirinya sendiri (konflik batin).
  2. Pertentangan manusia dengan sesamanya.
  3. Pertentangan manusia dengan lingkungannya, baik itu lingkungan ekonomi, politik, sosial dan budaya.
  4. Pertentangan manusia dengan Tuhan atau keyakinannya.

Jenis­ jenis alur

1. Berdasarkan kuantitas alurnya

  • Alur tunggal
    Alur yang hanya memiliki satu garis pengembangan cerita.
  • Alur ganda
    Alur yang memiliki beberapa garis pengembangan cerita.

2. Berdasarkan urutan peristiwa

  • Alur maju (progresif)
  • Alur mundur (regresif)
  • Alur maju­mundur/campuran

3. Berdasarkan kualitas kepaduannya

  • Alur erat
    Alur yang hubungan antara peristiwa yang satu dan yang lain begitu erat sehingga bagian­bagian pembentuk peristiwa dalam cerita tidak dapat dilepaskan.
  • Alur renggang
    Alur yang hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa lain terpisah atau terjalin secara renggang.

Latar (Setting)

  • Latar atau setting dalam karya sastra tidak hanya terbatas pada penempatan lokasi­ lokasi tertentu yang bersifat fiksi, tetapi juga berwujud adat istiadat, tata cara, kepercayaan, dan nilai­nilai yang berlaku di tempat yang bersangkutan.
  • Latar meliputi:

1. Latar waktu

Penggambaran waktu kejadian, seperti pagi, siang, malam hari, dan sebagainya.

2. Latar tempat

Penggambaran letak dari suatu kejadian/ cerita.

misal: Indonesia, sekolah, Jakarta, dan sebagainya.

3. Latar budaya/suasana

Penggambaran budaya atau suasana yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa atau cerita dalam cerpen/novel.

Penokohan

Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh­tokoh dalam cerita.

Teknik yang digunakan pengarang untuk menggambarkan tokoh dalam cerita, di antaranya:

1. Teknik analitik
Karakter tokoh diceritakan langsung oleh pengarang.

2. Teknik dramatik
Karakter tokoh dikemukakan melalui:

  • Penggambaran oleh tokoh lain.
  • Penggambaran fisik dan perilaku tokoh.
  • Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh.
  • Penggambaran tata kebahasaan tokoh melalui dialog antartokoh.
  • Pengungkapan jalan pikiran tokoh.

Point of View (Sudut Pandang)

Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita.

Posisi Pengarang

1. Teknik analitik
Karakter tokoh diceritakan langsung oleh pengarang.

2. Teknik dramatik
Karakter tokoh dikemukakan melalui:

  • Penggambaran oleh tokoh lain.
  • Penggambaran fisik dan perilaku tokoh.
  • Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh.
  • Penggambaran tata kebahasaan tokoh melalui dialog antartokoh.
  • Pengungkapan jalan pikiran tokoh.

1. Orang pertama
Pengarang berperan langsung sebagai tokoh yang terlihat dalam cerita yang bersangkutan. Biasanya menggunakan kata ganti orang pertama, seperti saya, beta, atau aku.

2. Orang ketiga
Pengarang hanya sebagai orang ketiga yang berperan sebagai pengamat atau berada di luar cerita. Biasanya menggunakan kata ganti dia, mereka, atau nama orang.

Amanat

Amanat merupakan pesan yang disampaikan pengarang. Amanat dapat berupa nasihat, harapan, kritik, dan sebagainya.

Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah corak pemakaian bahasa dalam cerita yang berfungsi untuk menciptakan suatu nada atau suasana persuasif serta merumuskan dialog yang mampu memperlihatkan hubungan atau interaksi antara sesama tokoh.

| Baca juga: Pengertian berita, laporan, dan memo

Drama

Pengertian

Drama adalah bentuk karya sastra yang dapat berupa fiksi maupun non­fiksi. Drama biasanya berkisah tentang kehidupan seseorang yang diceritakan di atas pentas, disaksikan oleh orang banyak dengan menggunakan dialog, gerak, dan laku yang didasarkan pada naskah tertulis.

Unsur-unsur Insrinsik Drama

Lakon

Lakon adalah hasil perwujudan dari naskah yang dimainkan. Lakon drama disusun atas unsur-­unsur yang sama dengan novel dan cerpen, yaitu karakteristik, plot, dialog, penempatan ruang, dan waktu.

Pemain/penokohan

Pemain adalah komponen drama yang menghidupkan konflik yang terdapat dalam drama.

Tokoh/pemain dibedakan menjadi empat, yaitu:

  • Protagonis

Yaitu, pemain yang mempunyai peran atau watak sebagai orang baik dan di dalam drama berlakon sebagai peran utama yang menjadi pusat cerita.

  • Antagonis

Merupakan lawan dari peran utama. Ia sering menjadi musuh yang menyebabkan terjadinya konflik.

  • Tritagonis

Merupakan peran penengah yang bertugas menjadi pendamai atau perantara protagonis dan antagonis.

  • Peran pembantu

Merupakan peran yang tidak secara langsung terlibat dalam konflik yang terjadi, namun diperlukan dalam penyelesaian cerita.

Alur cerita (plot)

Plot atau alur adalah kejadian­-kejadian yang dialami oleh para pelaku/tokoh dalam sebuah drama.

Plot dalam drama terbagi menjadi:

  • Eksposisi/introduksi: merupakan pergerakan peristiwa menuju konflik yang diawali dari dialog­dialog pelaku.
  • Intrik: merupakan peristiwa dimana terjadi persentuhan konflik atau keadaan mulai tegang.
  • Klimaks: merupakan peristiwa dimana terjadi pergumulan konflik atau ketegangan yang telah mencapai puncaknya dalam drama.
  • Antiklimaks: keadaaan konflik mulai menurun dan cara penyelesaian masalah telah ditemukan.
  • Konklusi: merupakan akhir peristiwa atau penentuan terhadap nasib pelaku utama.

Tempat (gedung pertunjukan)

Yaitu, tempat berlangsungnya pertunjukan drama.

Penonton

Kedudukan penonton dalam drama harus dijadikan perhitungan istimewa karena tanpa penonton maka drama yang dipentaskan tidak mengandung arti.

Naskah drama dan dialog

Naskah drama adalah bentuk tertulis dari : cerita drama, sedangkan dialog adalah percakapan antarpemain dalam drama.

Fungsi dialog
  • Menampakkan karakter dan memperkaya plot.
  • Menciptakan konflik.
  • Menghubungkan fakta­-fakta.
  • Menyamarkan kejadian­kejadian yang akan datang.
  • Menghubungkan adegan­adegan dan gambar­gambar sekaligus.
  • Dua tuntutan yang harus dipenuhi dalam dialog:
  • Dialog harus turut menunjang gerak laku tokoh.
  • Dialog yang diucapkan di atas panggung lebih sopan dan tajam daripada dialog sehari­-hari.

Bentuk-bentuk Drama

Drama tragedi

Drama tragedi adalah drama yang menceritakan penderitaan dan kesengsa­ raan yang dialami oleh pelaku/tokoh utama sehingga menimbulkan simpati dan rasa kasihan penonton. Dapat juga berarti sebagai drama yang menampilkan tokoh yang sedih atau muram, yang terlibat dalam situasi gawat karena sesuatu yang tidak menguntungkannya. Keadaan tersebut mengantarkan tokoh pada keputusasaan dan kehancuran.

Drama komedi

Drama komedi adalah lakon ringan yang menghibur, namun berisikan sindiran halus. Biasanya, berakhir dengan bahagia.

Melodrama

Drama melodrama bersifat sentimentil dan melankolis. Ceritanya cenderung terkesan mendayu­dayu dan mendramatisir kesedihan.
Emosi penonton dipancing untuk merasa iba pada tokoh protagonis. Karena penggarapan alur dan lakon yang berlebihan menyebabkan penokohan sering kurang diperhatikan.

Melodrama

Drama melodrama bersifat sentimentil dan melankolis. Ceritanya cenderung terkesan mendayu­dayu dan mendramatisir kesedihan.
Emosi penonton dipancing untuk merasa iba pada tokoh protagonis. Karena penggarapan alur dan lakon yang berlebihan menyebabkan penokohan sering kurang diperhatikan.

Drama satire

Drama satire adalah drama dengan lakon lucu yang penuh dengan sindiran tajam dan terselubung.

Farce (pertunjukan jenaka/dagelan)

Drama farce adalah drama yang meng­ utamakan kelucuan. Para pelaku berusaha menonjolkan kelucuan tentang diri mereka masing­masing. Dalam drama ini tidak terdapat unsur sindiran.

Farce (pertunjukan jenaka/dagelan)

Drama farce adalah drama yang meng­ utamakan kelucuan. Para pelaku berusaha menonjolkan kelucuan tentang diri mereka masing­masing. Dalam drama ini tidak terdapat unsur sindiran.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan pada Pementasan Drama

Gerak (action)

Adalah perbuatan/gerak­gerik atau aksi dalam drama.

Mimik

Adalah gerak­-gerik atau perubahan raut muka pemain pada pementasan drama.

Pantomimik

Adalah gerak­-gerik anggota tubuh pemain pada pementasan drama.

Akting (acting)

Akting adalah segala kegiatan, gerak, atau perbuatan yang dilakukan oleh para pelaku yang merupakan gambaran perwatakan dramatik, baik secara emosi maupun intelektual. Akting meliputi mimik, pantomim, dialog, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan adegan aktor atau pemain drama.

Blocking (penempatan posisi)

Blocking adalah kedudukan tubuh atau penempatan posisi pada saat di atas pentas. Blocking yang baik harus seimbang, utuh, bervariasi, dan memiliki titik pusat perhatian.

Tata panggung

Adalah seni menata panggung untuk keperluan pementasan drama.

Tata busana

Adalah seni merancang busana yang sesuai dengan keperluan pementasan drama.

Tata bunyi

Seni merancang bunyi­bunyian atau musik untuk mendukung dramatisasi dari drama.

Tata lampu

Adalah seni menata lampu/cahaya untuk keperluan pementasan drama dan untuk mendukung dramatisasi dari drama.

Pelaku Pementasan Drama

  1. Penulis naskah
  2. Sutradara
  3. Narator
  4. Pemain
  5. Penata artisitik
  6. Penata rias dan kostum

Nilai-nilai yang Terkandung dalam Cerpen, Novel, dan Drama

Nilai Sosial-Kemasyarakatan

Nilai sosial adalah nilai­nilai yang dianggap baik oleh masyarakat. Nilai­-nilai tersebut biasanya berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat, seperti bermusyawarah, bergotong royong, saling menolong, dan bersilaturahmi.

Nilai Budaya

Nilai budaya adalah nilai­nilai yang tertanam di dalam kehidupan suatu kelompok ma­ syarakat/suku/bangsa. Nilai­nilai tersebut dianggap baik sehingga digunakan sebagai pedoman untuk membatasi dan memberikan karakteristik pada suatu masyarakat/suku/ bangsa tersebut.

Misalnya, dalam novel Salah Asuhan terdapat nilai budaya Minangkabau, yakni kaum perempuan lebih banyak berperan dalam keluarga.

Nilai Moral

Nilai moral adalah hal­hal yang berhubungan dengan pesan moral dan perilaku atau akhlak/budi pekerti. Nilai moral berhubungan juga dengan nilai agama.

Misalnya, dalam legenda Si Malin Kundang terdapat nilai moral, yakni seorang anak yang tidak mengakui ibunya sendiri.

Nilai Agama (Religius)

Nilai agama adalah hal­hal yang berhubungan dengan keagamaan, aturan­aturan, dan hukum Allah.

Misalnya, dalam cerpen Robohnya Surau Kami, terdapat nilai agama, yakni dalam hidup jangan mementingkan diri sendiri. Sesama manusia itu harus saling menasihati dan mengajak kepada kebenaran.

Nilai Pendidikan

Nilai pendidikan adalah hal­hal yang berhubungan dengan pendidikan di masyarakat.

misalnya pentingnya sebuah pendidikan yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi.

Nilai Kemanusiaan (Humanitas)

Nilai kemanusiaan adalah hal­hal yang berhubungan dengan hakikat hidup manusia sebagai makhluk yang memiliki berbagai kepentingan, keinginan, dan harapan serta kebiasaan.

Share on print
PRINT ARTIKEL