Pengertian Cerpen (Super Lengkap)

Pada kesempatan ini kita akan membahas seputar pengertian cerpen, struktur cerpen, ciri-ciri cerpen, Unsur-unsur cerpen, dan fungsi cerpen.

Mungkin teman-teman sudah asing lagi kala mendengar kata cerpen, yaa.. cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek,hal tersebut karena ia mempunyai beberapa ciri-ciri cerpen, berikut penjelasan selengkapnya.

Pengertian Cerpen

Cerpen adalah salah satu jenis karya sastra pendek yang didalamnya menceritakan suatu permasalahan yang terjadi dan dialami oleh tokoh tertentu secara singkat dan padat dimulai dari bagian awal (pengenalan) hingga akhir dari sebuah masalah yang terjadi.

Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek, dimana bukan hanya sekedar pendek secara alur saja. Cerpen disebut cerita pendek karena bentuknya jauh lebih padat dan singkat jika dibandingkan cerita lainnya seperti novel dan lain sebagainya.

Baca juga: Pengertian Cerpen, Novel, dan Drama

Cerpen juga umumnya menceritakan cerita berdasaran khayalan atau sesuatu yang tidak nyata, hal tersebut karena cerpen merupakan kategori cerita fiksi.

Pada umumnya cerpen hanya berisi kisah permasalahan yang dialami oleh satu tokoh saja, sehingga cerpen dibatasi hanya fokus membahas salah satu dari unsur fiksi dalam aspek yang terkecil.

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Berikut adalah pengertian dari cerpen menurut pada ahli:

1. KBBI

Menurut KBBI cerpen berasal dari 2 kata yaitu suatu cerita yang didalamnya mengandung arti tuturan tentang bagaimana sesuatu keadaan terjadi dan umumnya pendek, tidak lebih dari 10.000 kata yang dapat memberikan kesan memusatkan hanya kepada 1 tokoh saja.

2. Susanto (1984:176)

Menurut Susanto didalam Tarigan Cerita Pendek adalah suatu jenis cerita yang panjangnya sekitar 5.000 kata atau sekitar kurang lebih 17 halaman kuarto spasi rangkap yang fokus dan lengkap hanya pada dirinya sendiri.

3. Lubis

Menurut Lubis didalam Tarigan Cerita pandek haruslah mengandung didalamnya interpretasi oleh pengarang mengenai konsepsinya tentang kehidupan, baik itu yang terjadi secara langsung maupun tidak langsung.

4. Sumardjo

Menurut Sumardjo cerpen (cerita pendek) adalah suatu cerita yang hanya membatasi diri pada bahasan mengenai salah satu unsur fiksi dalam aspek yang terkecil. Cerpen disebut cerita pendek bukan hanya karena alurnya yang pendek, akan tetapi bentuknya yang jauh lebih singkat dan padat.

5. Kosasih

Menurut Kosasih cerpen adalah suatu jenis karangan pendek yang mempunyai bentuk prosa dan mengisahkan sepenggal kehidupan dari tokoh yang penuh pertikaian, peristiwa (mengharukan atau menyenangkan), dan mempunyai kesan sulit dilupakan oleh pembacanya.

Struktur Penyusun Cerpen

Umumnya cerpen terdiri dari 5 elemen dasar serta adanya tambahan abstrak jika dibutuhkan guna menyusun alur cerpen itu sendiri. Berikut adalah struktur penyusun cerpen:

1. Abstrak

Abstrak adalah bagian awal cerita pada cerpen yang hendak disampaikan, selain itu abstrak juga merupakan bagian pelengkap pada cerpen itu sendiri. Sehingga abstrak umumnya bisa ditemukan maupun tidak didalam cerpen.

2. Orientasi

Orientasi adalah salah satu bagian pada cerpen yang menjelaskan mengenai latar, baik itu waktu, tempat maupun berbagai suasana yang terjadi didalam cerpen itu sendiri.

3. Komplikasi

Komplikasi adalah salah satu struktur yang dapat ditemukan pada pemaparan awal sebuah masalah yang sedang dihadapi oleh tokoh pada cerpen. Umumnya, pada bagian ini menunjukkan maupun  menjelaskan watak dari tokoh pada cerita.

4. Evaluasi

Evaluasi adalah suatu masalah yang mulai memuncak pada cerpen. Pada bagian ini tertulis berbagai keadaan puncak dari sebuah masalah.

5. Resolusi

Resolusi adalah bagian akhir pada sebuah permasalahan yang dialami oleh tokoh pada cerpen. Pada bagian resolusi ini akan dijelaskan solusi dari sebuah masalah yang dihadapi oleh tokoh pada cerpen.

6. Koda

Koda adalah suatu pesan moral yang hendak disampaikan oleh si penulis kepada pembaca dan terdapat dalam alur cerpen.

Ciri-Ciri Cerpen

Berikut penjelasan beberapa ciri-ciri cerpen beserta penjelasannya:

1. Mempunyai Alur Cerita Pendek

Sesuai dengan namanya (cerita pendek), ciri-ciri paling mendasar dari cerpen adalah alur ceritanya yang cenderung singkat.

Baca juga: Apa itu Hikayat? | Pengertian, Karakteristik, dll

Alur cerita pada sebuah cerpen haruslah jauh lebih pendek dari novel, dimana umumnya novel mempunyai cerita yang jauh lebih panjang dan mendetail.

2. Berjumlah Maksimal 10 Ribu Kata

Jumlah kata pada cerpen memang tidak ada aturan pastinya, ada yang mengatakan 10.000 (KBBI) da nada juga yang mengatakan 5.000 (Susanto).

Akan tetapi jumlah kata pada cerpen relative dibawah 10.000 sehingga tidak boleh lebih dari 10 ribu kata.

3. Hanya Mempunyai 1 Alur Cerita

Ciri khas dari cerpen adalah alur ceritanya yang bersifat tunggal (hanya 1), sehingga plot dari cerita cerpen sendiri hanya mempunyai 1 alur cerita, tidak lebih dari itu. Hal tersebut menjadikan cerpen tidak mempunyai suh-plot (alur certia lain) yang terdapat didalamnya.

Alur-alur yang umumnya terjadi pada cerpen adalah masalah yang terjadi di awal dan penyelesaian yang terjadi di akhir cerita.

4. Bersifat Fiktif

Sebagaimana isinya, cerpen bersifat fiktif, artinya cerita yang disampaikan oleh penulis hanya berupa khayalan atau buah dari pemikiran si penulis saja.

Cerita pada cerpen bisa berasal dari imajinasi maupun pengalaman dari si penulis, sehingga secara keseluruhan bersifat fiktif atau tidak benar-benar terjadi di kehidupan yang nyata.

5. Menceritakan Kehidupan Sehari-Hari

Isi cerita pada cerpen umumnya menceritakan tentang beberapa bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga umumnya cerpen mempunyai setting yang familiar degnan para pembacanya.

Hal tersebut karena alur ceritanya ada pada kehidupan sehari-hari tanpa adanya unsur fantasi yang berlebihan lainnya.

6. Bisa Dibaca Hanya Sekali Duduk

Karena jumlah katanya yang umumya tidak lebih dari 10.000 kata dan tidak lebih dari 7 halaman, maka cerpen dapat dengan mudah dibaca dalam waktu singkat, bahkan hanya dengan sekali duduk saja.

Berbeda halnya dengan novel yang membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan cerpen yang bisa dibaca sekali duduk.

7. Hanya Menggambarkan Sebagian Kisah Tokoh

Cerita pada cerpen tidak menggambarkan seluruh kehidupan dari tokoh utama yang diceritakan, hal tersebut karena pada cerpen hanya menggambarkan point utama pada suatu bahasan cerita saja.

8. Terdapar Konflik (masalah) dan Penyelesaiannya

Didalam cerpen, alur ceritanya terdapat sebuah masalah yang akan dihadapi oleh tokoh utama pada cerita.

Umumnya masalah atau konflik tersebut ada pada bagian awal atau plot dasar pada cerita. Sedangkan bagian penyelesaian umumnya terletak diakhir, tepatya setelah masalah atau konflik sudah selesai dan mencapai tahap akhir.

9. Mengandung Amanat atau Pesan

Umumnya cerpen mempunyai intisari yang disajikan dalam bentuk pesan atau amanah khusus yang dapat diambil. Selain itu pesan atau amanah pada cerpen pada dasarnya disajikan secara tersirat sehingga terkesan tidak jelas.

Hal tersebut bertujuan agar pada pembacanya dapat merasakan dan mengambil hikmah dan kesan dari isi suatu cerita dengan menghayati alurnya.

Unsur-Unsur Cerpen

Umumnya cerpen dapat terdiri dari 2 unsur utama, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik, berikut penjelasan unsur-unsur cerpen:

1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur pembentuk cerpen yang ada didalam cerpen itu sendiri, sehingga dinamakan dengan unsur Intrinsik (In=didalam).
Berikut beberapa unsur intrinsik yang ada didalam cerpen:

  1. Tema: pokok pemikiran utama yang menjadi dasar terbentuknya jalan cerita pada cerpen
  2. Plot/Alur: adalah urutan peristiwa yang terjadi pada sebuah cerpen. Umumnya alur yang terjadi pada cerpen dimulai dari pengenalan, masalah, klimaks, kemudian penyelesaiannya.
  3. Setting: adalah latar (tempat), suasana, dan waktu yang dapat ditemukan pada cerpen
  4. Tokoh: adalah seseorang atau pemeran utama atau pendukung yang diceritakan pada cerpen.
  5. Watak: adalah sifat-sifat dari pemeran (tokoh-tokoh) yang ada pada cerpen. Watak pada cerita dapat dibagi menjadi  3, yaitu: antagonis (jahat), protagonis (baik), netral (pertengahan).
  6. Sudut Pandang: adalah bentuk cara pandang dari penulis dalam menuliskan isi maupun kejadian pada sebau cerpen. Secara umum sudut pandang pada cerpen dapat dibagi menjadi 2, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang kedua.
  7. Amanat: merupakan pesan moral atau pelajaran yang terdapat pada cerpen, umumnya tertuang secara tersirat namun ada pula yang tersurat.

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur-unsur ekstrinsik dari cerpen ada 3, yaitu:

  1. Latar Belakang Masyarakat
  2. Latar Belakang Pengarang
  3. Nilai-Nilai yang Terkandung didalam Cerpen

Tujuan dan Fungsi Cerpen

Tujuan

Tujuan cerpen adalah mengungkapkan apa yang dirasakan (perasan) yang dirasakan si penulis baik yang berasal dari imajinasi, khayalan maupun pengalaman yang dimiliki oleh si penulis dan disampaikan kepada para pembaca dengan tujuan menghibur atau memberikan teguran dan nasihat dari cerpen.

Fungsi

Fungsi-fungsi cerpen adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan perasaan tertentu kepada pembaca (Senang, Sedih, Gembira, dan Terhibur)
  2. Mendidik para pembaca mengenai nilai-nilai tertentu
  3. Memberikan pesan moral kepada pembaca, baik pesan moral yang baik maupun tidak.
  4. Memberikan teladan bagi pembaca dengan kandungan ajaran agama didalam cerpen.

Fungsi Sastra Cerpen

Fungsi sastra dari sebuah cerpen adalah:

  1. Fungsi Reaktif: Fungsi cerpen yang dapat membuat pembaca merasakan perasaan tertentu (bahagia, gembira, dan merasa terhibur)
  2. Fungsi Didaktif: Fungsi yang mengarakan maupun mendidik para pembaca dengan berbagai nilai atau kebenaran yang tertuang pada cerpen
  3. Fungsi Estetis: Fungsi yang menyajikan keindahan kepada para pembaca cerpen
  4. Fungsi Religiusitas: fungsi yang didalamnya mengandung nilai ajaran agama yang dapat dijadikan sebagai teladan bagi para pembacanya.

Demikian penjelasan mengenai pengertian cerpen, struktur, ciri, unsur dan fungsinya. Semoga bermanfaat..

Bagikan Artikel melalui :