Mengapa kita harus mempelajari pengertian fi’lu shohih dan mu’tal? karena bahasa arab adalah bahasa yang sangat penting bagi seorang muslim, karena syariat islam yang ada di al-quran maupun hadits pun menggunakan literatur arab, jadi alangkah baiknya belajar bahasa arab sejak dini, mulai dari pelajaran nahwu, dan shorrof.

Salah seorang sahabat bernama Ibnu Abbas radhiallahu’anhu telah meriwayatkan sabda Nabi SAW tentang kecintaan beliau terhadap bahasa arab.

فإن الله سبحانه قد كرَّم الإنسان وفضله بالنطق على سائر الحيوان ، وشرَّف هذا اللسان العربيَّ بالبيان على كل لسان ، وكفاه شرفا أنه به نزل القرآن ، وأنه لغة أهل الجنان . روي عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “أحبوا العرب لثلاث : لأني عربي ، والقرآن عربي ، وكلام أهل الجنة عربي”

“Sesungguhnya aku menyukai bahasa arab karena tiga hal : karena aku adalah orang arab, dan al-qur’an berbahasa arab, dan pembicaraan penduduk surga di surga menggunakan bahasa arab”

Maka dari itu berikut penulis sampaikan beberapa materi tentang ilmu shorrof yang insyaallah bermanfaat bagi kita semua.

Dalam kalimat arab (red/ilmu shorrof) terdapat 3 huruf yang memiliki kedudukan penting dalam tashrif yakni huruf ي, و أ dan huruf- huruf tersebut adalah huruf ‘illah karena huruf huruf tersebut menjadikan sebuah kata susah, dan agar mudah maka perlu ada perubahan bentuk kata atau hurufnya.

Pembagian Kata Kerja Berdasarkan Komposisi Hurufnya

Pembagian Kata Kerja Berdasarkan Komposisi Hurufnya

Kata kerja atau فعل berdasarkan komposisi hurufnya terbagi menjadi dua yaitu

A. Fi’lu Shohih

Pengertian fi’lu shohih adalah kata kerja yang semua komposisi hurufnya adalah huruf asli tanpa ada huruf ‘ilah di dalamnya
Contoh kata : فتح, شرب, قفل
Contoh kalimat : فتح احمد الباب (Ahmad membuka pintu)

Baca Juga: Pengertian Fi;il Ditinjau Dari Pelakunya

B. Fi’lu Mu’tal

Fi’lu mu’tal adalah kata kerja yang komposisinya terdapat satu atau dua huruf ‘illah
Contoh kata : وعد, رمي
Contoh kalimat : رمي عمر النفاية (Umar membuang sampah)

Macam-Macam Fi’lu Shohih

Perlu kita ketahui pengertian fi’lu shohih berdasarkan komposisi huruf nya terbagii berdasarkan komposisi hurufnya menjadi tiga bagian yaitu :

A. Shohih Salim

Shohih salim adalah fi’lu shohih yang tidak terdapat huruf hamzah (أ) atau tanda baca tasydid pada kalimatnya .
Contoh kata : كتب. شرب, منع
Contoh kalimat : كتب كاتب كتابة (Seorang penulis menulis sebuah tulisan)

B. Mahmuz

Pengertian mahmuz adalah fi’lu shohih yang tidak mengandung huruf hamzah, dan mahmuz terbagi menjadi tiga bagian yakni

  1. Mahmuz fa’ adalah kalimat mahmuz yang huruf hamzahnya terdapat di awal kata.
    Contoh : أخذ آكل أمل
  2. Mahmuz adalah kalimat mahmuz yang huruf hamzahnya terdapat di tengah kata.
    Contoh : سأل يئس لؤم
  3. Mahmuz lam adalah kalimat mahmuz yang huruf hamzahnya di akhir kata.
    Contoh : قرأ نشأ بطؤ
    c. Mudho’af
    Mudho’af adalah fi’lu shohih yang huruf tengah dan akhirnya adalah huruf yang sama, dan digabungkan oleh tanda baca tasydid, atau huruf depan dan huruf ketiganya diulang dalam kata tersebut
    Contoh : مدّ atau زلزل

Macam-Macam Fi’lu Mu’tal

Sebagaimana fi’lu shohih fi’lu mu’tal juga terbagi menjadi empat bagian berdasarkan kompisisinya yaitu :

A. Mitsal (مثال)

Mitsal adalah kalimat yang huruf depannya adalah huruf illah, mitsal juga terbagi menjadi dua yakni مثال الواو atau jenis mitsal yang huruf illahnya berupa “الواوى” contoh : وعد ,وجد, وجل. Satu lagi, yaitu مثال الياء atau jenis mitsal yang huruf illahnya berupa الياء contoh : يسر يئس يمن

B. Ajwaf (اجواف)

Ajwaf adalah fi’lu mu’tal yang huruf illahnya berada di tengah kata, sebagaimana mitsal, ajwaf juga terbagi menjadi dua yakni yang hurul illah di tengahnya الياء atau الواوى
Contoh : (سار-اصله سير) Berjalan ( طال اصله طول)

C. Naaqish (ناقص)

Naqish adalah fi’lu mu’tal yang huruf illahnya berada di akhir kata, sebagaimana mitsal dan ajwaf , naqish pun terbagi menjadi dua yakni naqish (الواى) yaitu naqish yang huruf illahnya berupa huruf واوى contohnya 🙁 دعا اصلها دعو غزا اصلها غزو ) dan satu lagi yaitu naaqish الياءى yaitu naqish yang hurus illahnya berupa huruf الياءى contohnya : (سرى اصلها سري رمي اصلها رمي)

D. Lafif (اللفيف)

Lafif adalah fi’lu mu’tal yang huruf illahnya ada dua huruf, dan lafif berdasarkan letak komposisi huruf illahnya, terbagi menjadi dua yaitu

1. Lafif maqrun (اللفيف المقرون)

Lafif maqrum adalah kalimat lafif yang huruf illahnya terdapat di belakang kata (red/huruf tengah dan huruf akhirnya) contohnya( شوى نوى عوى)

2. Lafif mafruq (اللفيف المفروق)

Lafif mafruq adalah kalimat lafif yang huruf illahnya berada di depan dan di akhir kata
Contohnya : (وقى وعى ولى)

Demikian adalah pengertian fi’lu shohih dan fi’lu mu’tal beserta jenis dan macamnya. Adapun semua jenis dan macam dari fi’lu shohih dan fi’lu mu’tal dalam ilmu shorrof disebut ‘Binaa’ الباء yakni sebuah hukum dalam ilmu shorrof untuk memadankan kalimat atau untuk membantu tahsrifnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia