Pengertian Gaya pada Fisika secara Lengkap

Gaya – sebuah istilah yang tidak asing lagi ditelinga kita, khususnya saat belajar ilmu fisika dan tentunya istilah ini sangat familiar. Didalam Ilmu fisika gaya adalah salah satu bagian dari besaran yang berkaitan dengan gerak benda dan kesetimbangannya.

Baca: Pengertian Ilmu Fisika secara Lengkap

Didalam fisika gaya dilambangkan dengan simbol F (Force), sedangkan gaya menggunakan satuan Newton (N) sebagai satuan pengukurannya.

Pengertian Gaya

Gaya adalah suatu tarikan maupun dorongan yang terjadi pada suatu benda yang memiliki massa sehingga benda tersebut mengalami perubahan posisi, gerak maupun arah.

Gaya sendiri memiliki besaran dan arah. Gaya juga termasuk bagian dari besaran vektor karena gaya memiliki nilai dan arah. Gaya dapat disimbolkan dengan F dan memiliki satuan yang disebut dengan newton (N) pada SI (Satuan Internasional).

Gaya dapat diukur karena salah satu besaran vektor yang memiliki arah nilai dan arah. Alat untuk mengukur gaya adalah dinamometer atau neraca pegas. Gaya dipengaruhi oleh adanya usaha, sehingga jika ingin membuktikan adanya gaya dibutuhkan usaha untuk membuktikannya.

Didalam ilmu fisika kita mengenal sebuah istilah gaya = usaha, jadi bisa kita simpulkan bahwa semakin besar gaya yang diberikan pada suatu benda, maka semakin besar pula usaha yang dikeluarkan.

Gaya bisa menyebabkan suatu benda yang memiliki massa dapat mengalami perubahan posisi maupun arah sesuai dengan besar usaha yang diberikan pada benda tersebut.

Sifat – Sifat Gaya

Gaya mempunyai beberapa ciri-ciri dan sifatnya, berikut ini beberapa sifat yang dimiliki oleh gaya:

1. Dapat Mengubah Arah Benda

Gaya dapat mengubah arah benda
Ilustrasi Gaya dapat mengubah arah benda

Gaya dapat mengubah arah benda dari satu arah yang diam ataupun bergerak menuju kearah lainnya. Contoh: saat saat seseorang mendorong sebuah meja, mungkin awalnya meja tersebut mempunyai arah A, namun setelah adanya sebuah usaha yang mempengaruhi gaya tersebut (dorongan misalnya) maka meja tersebut berpindah arah menjadi B.

2. Dapat Mengubah Bentuk Suatu Benda

Gaya dapat Mengubah Bentuk Benda
Ilustrasi Gaya dapat Mengubah Bentuk Benda

Selain dapat mengubah arah benda, gaya juga dapat berpengaruh pada bentuk suatu benda yang dikenai gaya. Misalnya seseorang sedang membuat sebuah pisau dari besi, maka hal yang ia lakukan pastinya adalah memberikan usaha yaitu dengan memukulkan besi tersebut ataupun memotongnya sehingga terbentuklah sebuah pisau yang awalnya hanya berasal dari sebuah besi.

3. Mengubah Posisi Benda

Gaya dapat Mengubah Posisi Benda
Ilustrasi Gaya dapat Mengubah Posisi Benda

Sifat gaya yang selanjutnya adalah gaya mampu membuat posisi awal benda menjadi berubah atau berpindah tempat, yang awalnya benda tersebut diam dan tidak bergerak setelah diberi usaha menjadi bergerak.

4. Mengubah Kecepatan Benda

Gaya dapat Mengubah Kecepatan Benda
Ilustrasi Gaya dapat Mengubah Kecepatan Benda

Sifat yang selanjutnya adalah gaya mampu untuk mengubah Kecepatan suatu benda apabila diberi sebuah usaha. Misalnya saat seseorang sedang mengendarai sepeda motor kemudian saat itu ia melihat ada sebuah polisi tidur saat itupula ia segera menghentikan kendaraannya dengan memberi sebuah usaha yaitu menginjak atau menarik rem, sehingga motor tersebut yang awalnya bergerak dengan kecepatan sekin menjadi diam atau berkurang kecepatannya.

Jenis – Jenis Gaya

Gaya memiliki beberapa jenis berdasarkan sentuhan yang diberikan, terbagi menjadi 2 jenis yaitu:

A. Gaya Sentuh

Gaya sentuh adalah suatu jenis gaya yang dapat terjadi karena adanya sentuhan langsung dari pemberi gaya kepada penerima gaya. Setelah bersentuhan tersebut gaya akan menghasilkan sebuah efek yang akan terjadi pada objek terkait.

Sebagai contoh, saat seseorang menasik sebuah tali dari bawah keatas, maka seseorang tadi pasti bersentuhan dengan tali tersebut sehingga munculah sebuah gaya akibat adanya interaksi antara sentuhan manusia sebagai pemberi gaya dan tali sebagai penerima gaya.

B. Gaya Tidak Sentuh

Sebaliknya, gaya tidak sentuh adalah suatu jenis gaya yang dapat terjadi tanpa adanya sentuhan secara langsung oleh pemberi gaya dan penerima gaya. Maksudnya adalah gaya dapat terjadi diantara keduanya tanpa melibatkan adanya interaksi sentuhan apapun antara pemberi gaya maupun penerima gaya.

Berikut contoh-contoh gaya tidak sentuh, yaitu:

1. Gaya Gravitasi

Seperti kita ketahui bahwa gaya gravitasi tidak bsentuhan sama sekali, dalam artian gaya ini dapat terjadi tanpa adanya sentuhan dari si pemberi gaya kepada penerima gaya. Gaya gravitasi terjadi akibat adanya tarikan gaya yang menarik suatu objek bermassa ke pusat bumi.

2. Gaya Magnet

Gaya magnet bisa terjadi tanpa adanya sentuhan. Gaya magnet terjadi karena adanya dorongan maupun tarikan kedua benda yang memiliki sifat magnetik sehingga kedunya tidak bersentuhan langsung.

3. Gaya Listrik

Gaya yang terakhir adalah gaya listrik, gaya listrik adalah suatu jenis gaya yang dapat terjadi karena adanya objek yang memiliki muatan berada pada medan listrik.

Demikian penjelasan seputar gaya secara lengkap dalam Ilmu fisika, semoga bermanfaat…

Bagikan Artikel melalui :